NovelToon NovelToon
SEESAW

SEESAW

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta bersama Arthur Bond, Rexana Nycekerh hidup bagai pajangan mahal di dalam sangkar emas. Demi menyelamatkan perusahan ayahnya yang terancam runtuh, Rex terpaksa menelan bulat-bulat dinginnya penghinaan dan tuduhan atas rahasia masa lalu yang enggan ia bocorkan. Namun, ketika kembali ke New York, takdir memainkan lelucon paling kejam.

Lexana, kakaknya sendiri, secara terang-terangan memamerkan kekasih barunya—Diedrick Glodereus Ashford.
Pria itu adalah pemilik masa lalu Rex, cinta pertamanya yang kini hadir kembali membawa dendam dan kepahitan.

Di tengah kepungan tuntutan keluarga yang tak berhati dan intrik kekuasaan, Rex harus berdiri sendirian di antara dua pria yang membencinya.

Akankah rahasia di balik perpisahan masa lalu mereka terkuak, atau justru Rex akan benar-benar hancur dalam permainan pembalasan dendam ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#23

Malam semakin larut saat hujan di Manhattan perlahan mereda, menyisakan jalanan basah yang memantulkan pendar lampu jalanan yang temaram.

Di parkiran bawah tanah yang sepi, sebuah sedan hitam milik Draxler—yang dipinjamkan secara diam-diam tanpa sepengetahuan sang ayah—terparkir tenang.

Diedrick melempar tas pakaian sederhana ke kursi belakang.

Pria yang biasanya dikawal oleh barisan pengawal pribadi dan mengendarai mobil-mobil mewah edisi terbatas itu kini hanya memiliki kunci mobil pinjaman Draxler dan sisa uang tunai di sakunya.

Tanpa nama besar Ashford, tanpa jabatan direksi, dan tanpa aset triliunan yang dibekukan, Diedrick berdiri telanjang di hadapan realitas.

Rexana melangkah mendekat, menggenggam kartu kredit hitam pemberian ayahnya, Jasper Whitmore.

"Diedrick, pakai kartu ini untuk menyewa hotel atau apartemen yang layak untuk malam ini," bujuk Rexana lembut, menyodorkan kartu plastik tebal itu dengan tatapan prihatin.

"Kau tidak terbiasa hidup menumpang atau kesusahan seperti ini. Ayahku memberikannya agar kita tidak terlunta-lunta."

Diedrick menatap kartu itu sekilas, lalu perlahan mendorong jemari Rexana kembali. Pria itu menggelengkan kepalanya dengan tegas, namun tatapan matanya memancarkan kehangatan yang amat dalam.

"Simpan kartumu, Bellerina," ujar Diedrick, suaranya berat dan tenang.

"Aku menghormati Tuan Jasper sebagai ayahmu, tapi aku adalah pria yang berjuang untuk mengambil kembali tempatku di sisimu. Aku tidak akan pernah menyentuh satu sen pun uang dari keluarga Whitmore untuk menopang diriku. Jika aku harus memulai semuanya dari nol tanpa bayang-bayang nama Ashford, maka biarkan aku melakukannya dengan tanganku sendiri."

Rexana menatap Diedrick dengan selaput air mata yang menggenang di pelupuk matanya. Keangkuhan Diedrick kali ini bukan berasal dari kesombongan harta, melainkan dari harga diri seorang pria yang ingin melindunginya secara utuh tanpa bergantung pada siapa pun.

"Lalu kita akan ke mana malam ini?" bisik Rexana pelan.

Diedrick menyunggingkan senyum tipis, membukakan pintu penumpang depan untuk Rexana. "Ikutlah denganku. Ada satu tempat yang ingin kutunjukkan padamu."

Mobil sedan milik Draxler meluncur membelah keheningan malam New York, meninggalkan hiruk-pikuk Manhattan menuju area dataran tinggi di luar kota.

Perjalanan memakan waktu hampir dua jam menelusuri jalanan mendaki yang diapit oleh pepohonan rimbun dan hawa dingin yang kian menusuk.

Tujuan Diedrick adalah sebuah tebing di puncak bukit yang menghadap langsung ke arah pemandangan gemerlap lampu Kota New York dari kejauhan. Tempat itu sunyi, terisolasi dari bisingnya dunia, dan hanya diterangi oleh pendar bulan di balik awan tipis.

Diedrick mematikan mesin mobil, membiarkan pendingin udara mati dan menggantinya dengan sedikit celah jendela terbuka agar udara segar pegunungan masuk.

Hawa dingin merayap masuk ke dalam kabin mobil yang sempit.

"Kita akan tidur di dalam mobil malam ini," gumam Diedrick, membalikkan tubuhnya ke kursi belakang untuk menyambar dua lembar selimut tebal yang sempat disiapkan Draxler.

Diedrick merebahkan sandaran kursi depan sejajar dengan kursi belakang, menciptakan ruang berteduh yang terbatas di dalam kabin mobil.

Pria bertubuh tegap itu membentangkan selimut tebal, membungkus tubuh ramping Rexana terlebih dahulu sebelum menutupi tubuhnya sendiri.

Mereka berbaring berdampingan di dalam kabin sedan yang sempit—sebuah pemandangan menyedihkan bagi seorang mantan pewaris klan Ashford, namun terasa begitu hangat dan utuh di dalam dada mereka.

Tidak ada ciuman, tidak ada sentuhan fisik yang melampaui batas, dan tidak ada gairah liar seperti malam sebelumnya di penthouse.

Yang ada malam ini hanyalah dua jiwa yang saling menyandarkan kepala, membiarkan helaan napas hangat bertaut di antara dinginya malam puncak.

Diedrick melipat kedua tangannya di belakang kepala, menatap langit-langit kabin mobil yang gelap.

"Maafkan aku, Bellerina..." bisik Diedrick, suaranya parau menahan rasa bersalah yang mengendap di dasar hatinya.

"Harusnya aku membawamu ke tempat yang jauh lebih mewah. Harusnya aku memberimu perlindungan terbaik, bukannya membiarkanmu tertidur di dalam mobil di atas bukit sunyi seperti ini."

Rexana miring memeluk selimutnya, menatap profil wajah tegas Diedrick dari samping. Pendar cahaya bulan memantulkan kegarisan rahang pria itu yang tertutup sedikit memar.

"Ini adalah tempat terbaik yang pernah ku singgahi selama empat tahun terakhir, Diedrick," sahut Rexana jujur, suaranya lembut bagai bisikan angin malam.

"Di Swiss, aku tidur di atas ranjang empuk di dalam mansion megah yang dingin. Tapi setiap malam, rasanya bagaikan tertidur di atas tumpukan duri karena hatiku mati. Malam ini... walau di dalam mobil sempit, dadaku terasa begitu lapang karena ada kau di sisiku."

Diedrick menoleh, menatap mata bulat Rexana yang memantulkan pendar bintang.

Jemari tangannya terulur perlahan, hanya untuk menyelipkan sehelai rambut pendek Rexana ke belakang telinganya dengan kelembutan murni.

"Bellerina..." gumam Diedrick pelan. "Empat tahun lalu... kenapa kau berbohong padaku? Kenapa kau memilih melangkah ke dalam neraka aliansi pernikahan dengan Arthur Bond dan membiarkanku membencimu dalam keputusasaan?"

Keheningan sempat menguasai kabin mobil selama beberapa saat.

Rexana menghembuskan napas panjang, sebuah helaan napas yang seolah melepaskan sisa penderitaan yang dipendamnya sendirian selama bertahun-tahun.

"Karena... aku tidak Mau Memanfaatkan mu, Diedrick," bisik Rexana dengan suara bergetar.

Diedrick tersentak samar, matanya menajam menatap Rexana. Meremas selimut di atas dadanya, matanya membelalak kaget.

"Kau saat itu baru saja memulai Dunia kariermu, Diedrick. Masa depanmu begitu cerah, impianmu begitu besar... Aku tidak bisa biarkan keluarga beracun seperti Nycekerh meremukkan hidupmu hanya karena mencintaiku."

Diedrick menahan napasnya, ulu hatinya serasa dihantam oleh beban berat yang amat menyiksa.

Empat tahun ia mengutuk wanita ini, menganggapnya wanita oportunis yang mengejar harta keluarga Bond, tanpa pernah menyadari bahwa setiap penderitaan yang ditanggung Rexana di Swiss adalah jaminan bagi kebebasannya.

"Jadi... kau menyerahkan dirimu ke neraka itu... hanya untukku?" suara Diedrick pecah, sarat akan kepedihan mendalam.

Rexana mengangguk pelan dalam dekapan selimutnya. "Aku sengaja mengaku padamu bahwa aku tidak mencintaimu lagi. Aku sengaja membiarkanmu berpikir bahwa aku adalah wanita jahat agar kau membenciku, melupakanku, dan melanjutkan hidupmu dengan bahagia tanpa terseret dalam kehancuran keluarga Nycekerh."

Rexana memejamkan matanya erat-erat, membiarkan air mata mengalir deras.

"Tapi aku salah... Arthur tidak pernah bermaksud membiarkanku hidup tenang. Dia menyiksaku dengan kata-kata kasar setiap hari, mengisolasi diriku di Swiss, dan menjadikanku barang jaminan. Dan bagian paling menyakitkan dari empat tahun itu... adalah kenyataan bahwa setiap kali aku memejamkan mata di malam hari, hanya bayanganmu—yang menjadi satu-satunya alasanku untuk tetap bertahan hidup."

Diedrick memiringkan tubuhnya sepenuhnya menghadap Rexana.

Tangan besarnya terulur, menangkup pipi basah wanita itu dengan kehangatan yang amat tulus, menyapu air mata Rexana menggunakan ibu jarinya.

Pria itu tidak mencoba menciumnya; ia hanya menatap Rexana dengan rasa pemujaan, penyesalan, dan cinta murni yang mengakar hingga ke dasar jiwanya.

"Maafkan aku, Bellerina..." bisik Diedrick dengan suara gemetar yang teramat dalam. "Maafkan aku karena buta... maafkan aku karena membiarkanmu menanggung beban itu sendirian selama empat tahun. Demi Tuhan, aku mengutuk setiap detik yang kulewati dengan membencimu."

Rexana menggeleng pelan, menangkup tangan Diedrick yang berada di pipinya, membiarkan kehangatan pria itu meresap ke dalam kulitnya.

"Jangan minta maaf..." balas Rexana lirih. "Malam ini, di atas bukit ini... saat kau berdiri di sisiku tanpa harta... aku tahu bahwa keputusanku empat tahun lalu tidak sia-sia. Kau kembali padaku sebagai pria yang sama yang kucintai saat Di High School hingga Universitas."

Diedrick menatap manik mata Rexana dengan binar ketegasan yang tak tertandingi oleh apa pun di dunia ini.

Pria itu mendekatkan wajahnya sedikit, hanya berjarak beberapa sentimeter di depan wajah Rexana, menyuarakan janji sucinya di bawah naungan bintang-bintang puncak New York.

"Dengar aku baik-baik, Rexana Ballerina Whitmore..." tutur Diedrick dengan nada berat yang begitu syahdu dan mengikat.

"Mulai detik ini, tidak akan ada lagi pengorbanan sendirian. Tidak ada lagi kebohongan demi melindungiku. Esok pagi, saat matahari terbit di atas kota ini, aku akan melawan seluruh kebusukan Arthur Bond ke hadapan hukum dan publik. Aku akan merebut kembali kehormatanmu."

Diedrick menggenggam jemari Rexana kencang, menyatukan jemari mereka di atas dada mereka berdua.

"Aku berjanji padamu..." lanjut Diedrick dengan mata yang menyala penuh keyakinan, "aku akan membawamu berdiri di hadapan Tuan Jasper Whitmore bukan sebagai pria miskin atau Casanova tak berguna, melainkan sebagai pria sejati yang pantas memimpin dan membahagiakanmu seumur hidupku."

Rexana tersenyum tipis, sebuah senyuman indah yang memancarkan kedamaian murni di balik air matanya.

"Aku percaya padamu, Diedrick. Aku akan selalu percaya padamu."

...----------------...

Author benar-benar minta maaf karena baru Update Cerita Diedrick 🙏🏻 Author benar-benar sibuk dunia nyata, Dan hanya bisa nyempatin waktu buat Nulis alur Cerita Sebelah. Author Ucapkan terimakasih buat Kak reader yang masih Setia Nungguin Update 😍 semoga kalian sehat selalu 🫶🏻

1
Mei TResna Rahmatika
tenang sophia,jodohmu lagi di siapin sama author🤣
Mei TResna Rahmatika
penasaran thor ada rahasia apa diedrick sama sophia
Mei TResna Rahmatika
banyak bgtt tantangan hubungan mereka thor
Yusry Ajay
lanjut Thor 🤗
winpar
smngt kk 💪
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
terus semangat berkarya Thor 💪💪
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak reader 🫶 sehat selalu Dimana pun berada 😍
total 1 replies
Yusry Ajay
ya gpp thor dimaklumi 🤗🤗🤗
Yusry Ajay
up lg Thor kurang...
Rosdianah 🌷: huhu maafkan author 🙏🏻 beberapa hari ini author sibuk dunia nyata
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
ugal"an bangettt cinta nya pria ashford satu ini😍
Rosdianah 🌷: wkwkw🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Baru kali ini keturunan asford jd gembel,, 😌
Rosdianah 🌷: ya Tuhan nggak jadi dramatis saya🤣🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
🤣 diedrick malang sekaliii
Rosdianah 🌷: author baru update 🤭🙏🏻
total 1 replies
Yusry Ajay
menegangkan thor bacanya 🤗🤗
Yusry Ajay
lanjut Thor 🤗🤗🤗
Mei TResna Rahmatika
nanggung kak, penasaran 🤣
Rosdianah 🌷: siap kak, Ma'aciww sudah stay baca cerita ku🌷
total 3 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh gercep ini sophi,pliss kak jangan pisahin rexana sama diedrick lagi kesian banget kisah mereka 😭
Mei TResna Rahmatika: keturunan ashford yg kisah cintanya gak banyak hura hara cuma leander sama pearl
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
dari berita ini semoga kembarannya rexana tau keberadaan rexana🤭
Mei TResna Rahmatika: udah mulai klimaks ini ceritanya, tambah penasaran apakah deidrick bakalan dapet bogeman dari kaetos🤭
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
ceritanya agak mirip sama kisahnya aurora,braxley sama jonathan bedanya disini ternyata Arthur terobsesi sama rexana, lanjut kak penasaran 🤭
Mei TResna Rahmatika: soalnya aku udah baca semua karya mu kak jadi inget🤣
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
gak pernah gagal karya" mu kak
love sekebon
Rosdianah 🌷: Lopyuu Setaman kak🤭🌷
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
kisah cinta rexana dan diedrick kaya nya penuh liku nih kaya kisahnya emak bapaknya
Mei TResna Rahmatika: banyak bangett yg perlu di bahas di kisah mereka🤭selalu nunggu up nya kak😍
total 2 replies
Debu Nakal
bunga n like q kirimkan sebagai ucapan terimakasih krn dikau sdh mbuat karya yg woowwww
happy graduation eh happy birthday mksdnya
Rosdianah 🌷: Uhuuuuuiii ma'aciww kak reader 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!