NovelToon NovelToon
Ola, Tuan Mafia!

Ola, Tuan Mafia!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Romansa Fantasi
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Pengantin Pengganti Untuk Mafia.

Laura dijebak saat dia berniat bekerja sebagai seorang Nanny di sebuah mansion besar McManaman, Irlandia. Ia justru dijadikan pengantin untuk menggantikan putri berharga sekaligus pewaris McManaman dan menikahkan Laura dengan seorang Killian Marcano demi keuntungan sekaligus menjadi jembatan perdamaian antara dua keluarga mafia Irlandia dan New York.

Tekanan, ancaman, darah dan nyawa menjadi taruhan bagi Laura sehingga dia terjebak dalam lingkaran Sindycat. Dan berniat meracuni Killian Marcano di malam pertama mereka.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon Dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OTM — BAB 32

MASA LALU KELAM?

Malam telah merenggang sepenuhnya, menyelimuti kediaman dalam keheningan yang pekat.

Di kamar mandi yang luas dan bercahaya temaram, Laura berdiri membelakangi pintu, perlahan melepaskan pakaiannya satu per satu. Ia berpikir sendirian, percaya bahwa ia sendirian di ruangan itu — bahwa Killian belum pulang, atau mungkin tidak akan pulang sama sekali malam ini.

Tiba-tiba pintu terbuka.

Suara engsel yang berderit pelan membuatnya tersentak hebat. Laura berbalik seketika, wajahnya memucat, meraih jubah mandi putih yang tergeletak di tepi bak mandi, mendekapnya erat di dada — bukan untuk dipakai, melainkan sebagai benteng tipis di hadapan sosok yang baru saja melangkah masuk.

“Kenapa kau masuk? Maksudku...” Matanya memancarkan ketakutan bercampur amarah.

“Kau tidak mengunci pintu.”

"Kau... Aku pikir kau tidak akan pulang," suaranya bergetar halus. "Aku... Aku lupa menguncinya."

Killian tidak menjawab seketika. Ia melepaskan sepatunya satu per satu tanpa membungkuk, gerakannya tenang, terukur, seakan kehadirannya di sini adalah hal yang paling wajar di dunia ini. Tangannya bergerak membuka kancing kemejanya dari atas ke bawah, memperlihatkan kulit yang kencang dan tubuh yang terlatih, hingga tato di pinggangnya tampak samar di bawah pantulan cahaya lembut.

“Ap-apa yang kau lakukan? Ka-kau bisa menunggu.”

Ia melangkah mendekat, dan Laura mundur perlahan hingga punggungnya hampir menyentuh dinding, napasnya terasa sesak di dada.

“Kau terlihat tegang.” ucap lirih Killian. Lalu melintas di sampingnya, seakan tak melihat kegelisahan gadis itu.

Pria itu melangkah menuju bak mandi yang telah Laura isi air hangat — air yang seharusnya untuk dirinya sendiri.

Tanpa berkata apa-apa lagi, ia menanggalkan pakaian sisanya dan turun masuk, membiarkan air merendam tubuhnya hingga ke bahu. Bersandar dengan mata terpejam, seakan kelelahan yang berat seumur hidupnya baru saja menumpuk di pundaknya.

Laura terdiam, menatapnya dari kejauhan, bingung antara pergi atau tetap di tempatnya.

"Mandi," ucapnya pelan, tanpa membuka mata. "Sebelum airnya dingin."

"Aku bisa menunggumu di luar," jawabnya cepat, menarik napas panjang. "Aku akan menunggu di kamar."

"Jika kau melangkah keluar pintu itu, aku tidak menjamin adikmu tetap dalam keadaan baik di tempat yang kini ia tinggali." Killian tetap memejamkan matanya, nada suaranya tak berubah, datar namun tegas.

Darah seketika mendidih sekaligus membeku di urat Laura. Ia menatap pria itu tak percaya, langkahnya terhenti di tempat dengan jarak yang cukup.

"Kau... mengancamku?"

Killian menghela napas pelan, bahunya sedikit berkerut, namun matanya tetap tertutup.

"Aku tidak mengancam. Aku hanya memperingatkan."

“Memperingati?” Laura menggigit bibir bawahnya, menahan amarah yang meluap. dan entah kenapa dia tak bisa menolak maupun marah.

Dengan tangan yang gemetar, ia melepaskan jubah yang didekapnya, lalu memakainya — tali di pinggangnya dibiarkan terurai longgar, tak terikat. Ia melangkah menuju shower, menyalakan keran hingga air mengalir deras, mengguyur seluruh tubuhnya beserta jubah yang ia kenakan.

Kain itu segera basah, menempel pada kulitnya, namun ia tak peduli. Ia menyisir rambutnya ke belakang dengan jari, membiarkan air mengalir turun membasahi wajah dan lehernya, berusaha menenangkan detak jantungnya yang tak menentu.

Saat ia menoleh ke kiri sejenak — seketika napasnya tertahan, cemas.

Bak mandi itu kosong.

Killian tidak ada di sana.

Sebelum sempat ia menyadari apa yang terjadi, sepasang tangan kekar mendorongnya perlahan namun tegas ke dinding kaca yang dingin.

Bibirnya disambar seketika, ciuman yang mendesak, lapar, dan penuh kemarahan yang tertahan terlalu lama.

“Mmpp— ” Laura mencoba meronta, tangannya menekan dada bidang itu, berusaha mendorongnya menjauh, namun kekuatan pria itu jauh lebih besar daripada miliknya. Ia terkunci di antara lengan kokoh dan dinding yang dingin, tak berdaya meloloskan diri.

Perlahan, paksaan itu berubah menjadi sesuatu yang lain.

Gerakan bibirnya yang awalnya menolak, mulai ikut bergerak mengikuti irama yang dipimpin Killian. Mulutnya terbuka tanpa sadar, membiarkan pria itu masuk lebih dalam, menjelajahi setiap sudutnya dengan kemesraan yang bercampur kepedasan. Ia merasakan lengannya melingkar di lehernya, tak lagi menolak, melainkan menariknya mendekat, seakan ada bagian dari dirinya yang selama ini mendambakan kedekatan ini meski ia tak ingin mengakuinya.

-‘Ini gila! Lepaskan. Tapi...’ ia tak bisa berpikir jernih.

Air terus mengalir di atas mereka, membasahi rambut dan tubuh, memisahkan mereka hanya sejenak saat Killian menarik wajahnya sedikit, menatapnya lekat-lekat di bawah guyuran air yang jatuh di antara keduanya. Tatapannya gelap, penuh hasrat sekaligus sesuatu yang Laura tak mampu namakan — kerinduan? Atau rasa takut yang disembunyikan?

Di bawah guyuran air yang hangat, di antara kebencian dan ketertarikan yang tak bisa dipungkiri, mereka berdiri berdekatan, menyadari bahwa ikatan di antara mereka jauh lebih kuat daripada sekadar pernikahan yang disusun untuk kepentingan keluarga.

“Responmu sangat bagus, nona.”

Laura langsung tertegun. Mendengar perkataan itu, perkataan yang pernah dia dengar hingga membuat Laura tak berpaling menatap mata biru Killian.

Kedua tangan Killian bergerak melepas bathrobe basah itu dari pundak Laura hingga melorot dan jatuh ke lantai. Sementara Laura masih diam menatapnya kaku seolah ada sesuatu yang mengganggu ingatannya.

(“Responmu sangat bagus, sayang.”)

Pria itu kembali mencium bibirnya begitu dalam. Menyentuh leher Laura hingga Laura mendongak memejamkan matanya, menikmati ciuman itu.

Hingga ciuman itu turun ke lehernya. Dua tangan menahan pinggulnya dan bergerak ke atas meremas kuat skuisi miliknya hingga Laura berpaling memejamkan matanya dengan nafas ngos-ngosan.

“Haa~ ”

Tangannya bergerak reflek meremas rambut Killian. Sampai pria itu semakin merosot ke bawah mencium setiap inci tubuh itu, meraih kaki kiri Laura yang terluka ke atas bahunya. Pria itu menatapnya namun Laura masih mendongak memejamkan matanya.

Saat Killian mencium pahanya begitu dalam. Laura menahannya dan menatapnya sembari gemetar, berdegup kencang.

“Tidak. Ak-aku... Aku tidak bisa.” ucapnya dengan jantung berdebar.

Pria itu berdiri menatapnya lekat dan Laura tak berpaling, dia masih berani menatapnya.

Tatapan yang begitu dalam, dan Killian membaca mimik wajahnya. “Sangat sulit melupakan masa lalu.” kata Killian. “Me too.”

Mendengar itu, Laura langsung bergegas meriah handuk dan keluar lebih dulu.

1
Kinara Widya
siapa penghianat itu.....
Tiara Bella
orng² yg memburu Laura sm Lily apakah suruhan Sanda.....
Four.: hmmm mungkin sihh
total 1 replies
Mia Camelia
pasti Laura di culik nih🤭
Four.: ihhhh jangan kasian /Chuckle/
total 1 replies
vnblu
semogaaa kalian semua baik" ajaaa sampaiii di tempatt yang amann🥲🥲
Four.: semoga aja 😌
total 1 replies
Tiara Bella
tuh kan tempat itu udh gk aman malah skrng diserang orng....mudah² Laura,Lily,Nico selamat ya....
Four.: ho,oh. pindah aja yakk
total 1 replies
vnblu
semangatt teruss thor up nya
Four.: wokayyy
total 1 replies
vnblu
kapannn ketegangan ini akann berakhirr🥲
Four.: tamat dongg nanti /Grin/
total 1 replies
Tiara Bella
killian kenapa pergi gitu aja ya pdhal kan vicenzo blm ngasih tw semuanya soal Joli
Four.: mungkin dia sudah tahu 😌
total 1 replies
Mia Camelia
thor, ceritaiin dong masa lalu Santiago dan laura🤭🤭🤭
Four.: itu luka hati yang lama ferguso /Grimace//Grin/
total 1 replies
vnblu
mungkinnn jodoh nya Lily ini si nicoo 🤭🤭 mogaa aja dehh iya
Four.: mungkin aja sihh
total 1 replies
Kinara Widya
lanjut
Four.: okayyyy
total 1 replies
vnblu
semangatt thort upp nyaa
Four.: wokayyyyy
total 1 replies
Tiara Bella
apakah muchus tw semua rahasia visenso...
Four.: hm mungkin sihh
total 1 replies
vnblu
semangattt terus thorr up nyaa
Four.: wokayyy
total 1 replies
Tiara Bella
hbs ini dar der dor lg nh.....
Four.: iya kahhhh😮
total 1 replies
Kinara Widya
mucus yg licik
Four.: ho, oh
total 1 replies
Tiara Bella
apa yg akan terjadi selanjutnya.....
Four.: apa yaaaa
total 2 replies
Eci Rahmayati
🤣 cemburu mu menghemasakannnnn sekaliiii bikinnn laira merinding disko🤭
Four.: uyyyyy bulu ketek ku juga merinding jadinya
total 1 replies
Mia Camelia
ceritaiin lebih detail thor tentang masa lalu Laura dan Santiago🤭kepoo nih
Four.: ihhhh nanti Killian cemburu giman /Grimace//Chuckle/
total 1 replies
Kinara Widya
lanjut kak...
Four.: wokayyy
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!