NovelToon NovelToon
Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:542.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: Yam_zhie

Selama sua tahun, Kiara menjalin hubungan dengan Vino, hubungan mereka berjalan dengan sangat baik, bahkan sampai bertunangan. Namun tiga bulan terakhir semua perhatian Vino beralih kepada wanita bernama Shela. Wanita yang katanya adalah keponakan Vino yang baru datang. Kiara meredam cemburu, menelan kekecewaan, dan terus percaya bahwa cinta bisa mengalahkan segalanya.

Namun, pengorbanan ada batasnya. Kebohongan yang terus dikemas rapi akhirnya terkuak saat Kiara menemukan fakta bahwa kedekatan Vino dan Sheila melampaui ikatan keluarga yang selama ini digembar-gemborkan. Di titik itulah Kiaramenyadari, dia bukan sekadar dikhianati, melainkan tak pernah benar-benar dijadikan yang utama.

Tanpa amarah yang meledak-ledak, Kiara memilih meletakkan kembali seluruh perasaannya. Dia mengembalikan semua kenangan dan melangkah pergi. Saat Vino akhirnya tersadar dan mencoba mengejar, Kiara hanya menyisakan satu kenyataan dingin. Masa berlaku cintanya telah habis, dan tidak ada kesempatan kedua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kiara 33

Ruangan menjadi sangat hening. Keberanian dan presisi Kiara membuat para direksi senior terpaku. Tidak ada yang menduga bahwa asisten baru yang dibawa Gabriel memiliki taring sesajam itu.

Gabriel menepuk tangannya pelan tiga kali, memecah keheningan yang mencekik.

"Terima kasih, Kiara. Penjelasan yang sangat presisi," kata Gabriel. Ia kemudian menatap seluruh peserta rapat dengan pandangan yang mampu meruntuhkan nyali.

"Saya beri waktu hingga pukul lima sore ini untuk Divisi Keuangan dan Operasional menyusun klarifikasi tertulis," tegas Gabriel tanpa kompromi.

"Jika tidak ada penjelasan rasional beserta bukti fisik yang masuk akal, dokumen ini akan langsung berpindah tangan ke tim auditor eksternal dan pihak kepolisian. Rapat selesai."

Gabriel berdiri, merapikan jasnya. Kiara mengemas perangkatnya dengan gerakan efisien. Saat melangkah keluar pintu rapat bersama Gabriel, Kiara dapat merasakan puluhan pasang mata menatap mereka dengan kombinasi rasa takut dan dendam.

"Eksekusi yang luar biasa di dalam sana, Kiara," bisik Gabriel saat mereka berjalan menyusuri koridor kembali ke kubikel.

"Kamu tidak goyah sedikit pun saat Bambang membentak."

Kiara tersenyum penuh kemenangan.

"Gertakan orang bersalah biasanya memang bernada tinggi, Mas Gabriel. Itu tanda mereka mulai panik."

"Tepat," Gabriel tertawa kecil, melirik jam tangannya.

"Sekarang, eksekusi tahap dua. Temui Raka dan amankan sisa buktinya."

Begitu keluar dari area ruang rapat, atmosfer di koridor eksekutif masih terasa tegang. Gabriel melangkah masuk ke ruang kerjanya yang berdinding kaca buram, mengarahkan Kiara untuk mengikutinya.

"Satu jam menuju jam makan siang," ucap Gabriel sambil memutar kursi eksekutifnya.

"Bambang dan Hendra saat ini dipastikan sedang kalang kabut mencari cara untuk menutup celah. Mereka tahu Raka adalah mata rantai paling lemah di divisi Keuangan yang bisa membocorkan isi perut mereka."

"Dan Raka memegang salinan data sebelum sistem dikunci," sahut Kiara.

"Kalau Hendra mendahului kita untuk menekan Raka, data itu bisa terhapus permanen."

"Makanya kamu harus bertindak cepat tapi tidak memicu kegaduhan," tegas Gabriel. Pandangannya menajam, merencanakan skenario balasan.

"Pergilah sekarang. Amankan data itu, Kiara. Apapun bentuknya, flashdisk, akses cloud, atau berkas cetak."

"Diterima, Mas Gabriel. Saya bergerak sekarang."

Area lounge belakang lantai dasar merupakan sudut yang relatif tenang, dikelilingi taman vertikal dan gemericik air mancur buatan. Nadia sudah duduk di salah satu sudut sofa setengah melingkar, berpura-pura sibuk membolak-balik majalah bisnis. Di sebelahnya, Raka duduk tegak dengan raut muka pucat dan gelisah, sesekali menyapu pandangan ke sekeliling seolah takut ada yang mengawasi.

Kiara melangkah dengan tenang, membawa cangkir kopi dari kantin untuk menyamarkan kehadirannya. Ia memutar sedikit jalur jalannya, seolah tak sengaja berpapasan dengan meja mereka.

"Nadia? Oh, halo!" sapa Kiara dengan nada ceria namun cukup pelan, akting yang begitu alami.

"Boleh bergabung?"

Nadia mendongak, menunjukkan akting terkejut yang pas.

"Kiara! Eh, duduk-duduk! Ini Raka dari Keuangan, yang kemarin sempat aku ceritakan."

Kiara duduk mengapit Raka dari sisi berseberangan dengan Nadia. Ia meletakkan cangkir kopinya halus di atas meja kayu. Raka langsung meremas jemarinya sendiri, memajukan tubuhnya sedikit.

"Mba Kiara..." suara Raka bergetar tipis, nyaris seperti bisikan.

"Tadi pagi Pak Hendra panggil saya. Dia tanya apakah ada staf bawahannya yang mengakses server audit dua hari terakhir. Dia ngancam bakal pecat siapa pun yang coba-coba main belakang."

"Raka, tenang," potong Kiara lembut, tapi matanya memancarkan ketegasan yang menenangkan.

"Kamu tidak sendirian. Pak Gabriel ada di belakangmu, dan dia punya otoritas penuh dari Dewan Komisaris. Justru kalau kamu diam, kamu akan dijadikan kambing hitam saat pengusutan polisi dimulai."

Raka menelan ludah kasar. Kalimat Kiara mengenai 'polisi' berhasil menyentaknya dari rasa takut.

"Pak Hendra sudah menyiapkan dokumen rekonsiliasi palsu untuk diserahkan jam lima sore nanti," bisik Raka panik.

"Tapi saya sempat menyalin file log transaksi asli dari database cadangan sebelum hak akses saya dicabut sejam lalu."

"Di mana file itu sekarang?" tanya Kiara cepat, matanya melirik tipis ke sudut koridor, memastikan situasi steril.

Raka merogoh saku celananya dengan perlahan. Ia menyodorkan sebuah flashdisk logam berukuran mikro di bawah perlindungan telapak tangannya, menggesernya di atas meja terlindung oleh cangkir kopi Kiara.

"Semua ada di sini. Laporan pengeluaran fiktif tiga divisi, nomor rekening penampung atas nama vendor cangkang, sampai email instruksi pribadi dari Pak Bambang ke Pak Hendra," jelas Raka.

"Tapi Mbak Kiara harus janji, lindungi posisi saya di perusahaan ini. Saya punya keluarga..."

Kiara menggeser jemarinya, mengait flashdisk tersebut dan menyembunyikannya di dalam genggaman tangannya dengan gerakan sangat cepat dan cekatan.

"Saya berjanji, Raka. Atas nama Pak Gabriel juga," kata Kiara mantap.

"Kamu sudah melakukan hal yang benar. Sekarang, kembalilah ke kubikelmu. Bersikaplah seolah tidak terjadi apa-apa. Jangan tunjukkan gestur panik di depan Pak Hendra."

Nadia menepuk bahu Raka pelan. "Pulang ke meja kamu, Ka. Biar aku sama Kiara yang urus sisanya."

Raka mengangguk lega, menghela napas panjang lalu berdiri secara kasual dan berjalan pergi meninggalkan lounge.

Nadia menatap Kiara dengan mata berbinar bangga. "Kamu keren banget, Kiara. Tadi di ruang rapat cerita dari anak-anak sudah menyebar ke mana-mana. Kamu bikin Pak Bambang sama Pak Hendra mati kutu!"

Kiara tersenyum tipis, menyimpan flashdisk ke dalam saku dalam blazernya. "Ini baru permulaan, Nad. Permainan sesungguhnya dimulai jam lima sore nanti. Terima kasih bantuannya."

1
alyssa bunga
mampir thorr
Maryam Renhoran
Alhamdulillah...happy ending
tadinya udah malas lanjut di episode2 awal, tapi paksakan lanjut, akhirnya makin penasaran di setiap episode, hingga tamat...Mksih yaa Thor...🙏😍
Agustiana Sri Rejeki
perasaan waktu itu rumah ortu kiara di kompleks perumahan tor, kok tiba² jadi di daerah pedesaan sih🤭
Cecilia
banyak banget nama ibunya si shela 🤭
Saryanti Yahya
terserah othor sajalah, nama nama pemerannya mau diganti apa aja, baca aja terus
FisyanaLica
Udah dimas jadi heru,, nadia jadi maya,, chintya jd Ratna trus siapa lagi hayooo,,
Ratna Suminar
mass ga bisa lepas dari jeratan Shela?
Anonim
Area sidang kok bisa ada krangkeng besi i i pengarang lagi nglindur
Anonim
Pengarangnya pikun ini nama ibunya shella bs berganti2 dari reni,salma, rita blom kagi shella berubah oeran jadi anak sulungnya pak heru. Klo ngarang cerita yg konsentrasi gitu loh jangan ngasal bikin crita bikin bingung pembaca
Partini Minok Nur Maesa
ppanya vino itu dimas apa heru bikin pusing aja bcanya
Partini Minok Nur Maesa
bukanya shela jg kerja beda divisi sama vino knp gx jd orang baik2 walau gaji sedikit
Partini Minok Nur Maesa
makanya jd orang jgn egois
Partini Minok Nur Maesa
knp manggil mas pdhl baru 2 hari kerja kedengaran aneh gx sich
Endjang Setiawan
Bagus banget ceritanya...makasih kak Thor...😍
Inooy
bintang lima nya bwt usaha othor bikin cerita, karena sejujur nya baru kali ini aq nemuin cerita yg sangat amat amburadul..
d awal cerita udh bagus, alur cerita nya bikin aq pengen terus baca..tapiiii d pertengahan menjelang akhir, cerita jd kluar jalur, susah utk d pahami nya..belum lg banyak penyebutan nama yg ganti2, bikin aq makin bingung...
klimaks nya menjelang akhir, d bagian persidangan..kenapa sepupu mendadak jd anak sulung yg otomatis menjadi kaka tokoh pria nya?? benar2 kacau dn amburadul 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
bagi yg belum baca dn tertarik utk baca,,mudah2an cerita nya udh d revisi..karena sebetul nya cerita nya udh bagus, tp sayang nya banyak yg kluar jalur!!!!

ato mungkin ini sebuah strategi meningkatkan retensi?? karena setau aq dengan banyak nya komentar dr para reader otomatis retensi akan terdongkrak naik,,,klo dugaan ku benar,,ckckckck tega beneeeerr bikin para reader pusing 7 keliling..bukan nya terhibur tp d bikin puyeeeng!!!!
Inooy
kaka reader d bikin makin bingung dengan cerita ini, termasuk aq...😂🙂‍↔️🙂‍↔️🙂‍↔️
Inooy
makin bingung deeehh, sebelum nya d katakan Kiara berhijab..tp kenapa skarang malah merapikan rambut Kiara d dekat telinga nyaa?? hhadeuuuhh,,makin k sini makin d bwt biiingung!!!!!!!!!!!!
Yuen
Idiot kampungan, tolol
Inooy
duuh,,,mama Chintya ternyata orang Sunda ternyata..samaan kaya aq maaa, sama2 dr Sundaa hehehe 🤗
Inooy
duuh,,,mama Chintya ternyata orang Sunda ternyata..samaan kaya aq maaa, sama2 dr Sundaa hehehe 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!