Rania menatap tubuh Rina yang terlihat begitu kurus kering seolah tidak memiliki daging, padahal bisa dibilang bahwa Rina memiliki porsi makan yang begitu banyak ketika sedang mengisi perut, namun entah ke mana semua makanan yang sudah masuk sehingga dia terlihat begitu kurus dan pucat.
"Kok Mbak punya air susu?" Rania bertanya dengan nada heran.
Namun pertanyaan itu tidak pernah Rina jawab, tentu saja membuat Rania semakin bingung sehingga dia memutuskan untuk mencari tahu Dan setelah sedikit demi sedikit mengetahui maka Rania yang menjadi sangat syok, terlebih lagi dia juga menyadari bahwa Rina sama sekali tidak memiliki bayi namun dia terus memiliki air susu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. Ros ketakutan
Meski saat ini sandal Ros hilang entah ke mana karena dia tadi berlari kencang meninggalkan kawasan tersebut tanpa menoleh lagi dan tidak peduli meski nanti sandal itu tidak akan pernah ketemu, sebab menurut dia melarikan diri dari kejaran arwah Rina itu adalah pilihan yang terbaik agar jangan sampai tertangkap dan nanti justru akan menjadi ketakutan tersendiri untuk dia.
Mau bagaimana juga dia menahan rasa takut ini namun tetap tidak bisa tertahan sehingga Ros sampai mengompol di celana, Sebab Dia juga memiliki payudara seperti itu sehingga pasti langsung terbayang begitu saja ketika arwah itu tadi menampakkan diri di depan mata dengan cara yang sangat mengerikan.
Untung saja tak lama kemudian telah sampai di rumah Ayu sehingga dia bisa mendapat pertolongan di sana dan langsung berubah begitu saja saat mencapai teras, bahkan untuk menarik nafas dengan benar saja terasa begitu sulit karena dia memang begitu ketakutan dan tidak sanggup untuk membuka suara.
''Untung saja aku tidak mati karena dikejar oleh arwah Rina.'' Ros berkata dengan tubuh gemetar tidak karuan.
Untuk mengetuk pintu rumah saja Dia seolah tidak memiliki tenaga sama sekali sehingga hanya bisa menyeret tubuh ini agar semakin mendekat ke arah jendela, masih ada juga rasa takut di dalam hati karena dia cemas saat nanti arwah Rina akan mengejar dirinya sampai ke sini.
Mau cepat masuk ke dalam rumah juga tidak mungkin karena rumah Ayu tertutup rapat, terus sama sekali tidak tahu kalau Ayu juga sudah melihat sendiri Bagaimana wujud mengerikan arwah Rina sehingga dia mulai malam ini berjaga-jaga menutup pintu dengan rapat dan seluruh jendela.
''Ayuuuuu, Ariiiiin!'' Ros akhirnya memilih untuk berteriak.
''Tolong cepat buka pintu karena aku takut sendirian di luar ini.'' jerit Ros kembali.
''Huhuhuuu ya allah, Rina! Aku sama sekali tidak pernah berbuat jahat kepada dirimu, tapi kenapa kau hantui aku seperti ini?'' Ros menangis dengan perasaan yang begitu ngeri.
Wuuussssh.
Wuuussssh.
''Alah masih bau bunga pula ini.'' keluh Ros sendirian.
Angin yang bertiup itu membawa aroma bunga dari kuburan Sehingga siapa saja yang mencium pasti akan merasa takut juga, apalagi Ros yang memang secara langsung tadi bertemu dengan arwah Rina sehingga sudah pasti perasaan wanita itu begitu gundah gulana.
''Ros!'' Arin membuka pintu ketika dia tadi memang mendengar suara berisik dari luar.
''Rin tolongin aku, Rin!'' Ros segera memegang kaki Arin.
''Loh Kamu kenapa kok seperti ketakutan sekali seperti ini?'' Arin kaget seketika melihat keadaan teman dia.
''Ada arwah Rina di di sana, kenapa dia menjadi arwah gentayangan seperti itu?'' Ros menangis ketakutan.
''K.. kau bertemu dengan arwah Rina?!'' Arin juga kaget ketika mendengar cerita dari Ros barusan.
''Iyaaaa... ya allah aku takut sekali sama dia.'' isak Ros.
''Ayo masuk, kau ini juga Kenapa malam berkeliaran seperti ini?'' Arin segera membawa Ros masuk ke dalam rumah milik Ayu.
''Mau bayar hutang, aku tadi ke rumahmu tapi ternyata kau tidak ada di sana sehingga aku datang ke sini.'' Ros masih sempat menjelaskan meski terbata-bata.
''Ya kan masih bisa besok tanpa harus sekarang juga kau mendatangi aku ke sini, ini juga memang sangat genting karena Ayu mengatakan dia melihat arwah Rina.'' ucap Arin.
''Jadi bukan hanya aku yang sudah melihat arwah Rina gentayangan?!'' mata Ros melotot karena dia tidak percaya mendengar hal itu.
''Sekarang Dia demam karena menurut Ayu arwah Rina sangat menakutkan sekali dengan keadaan payudara yang pecah.'' Arin berkata pelan karena takut nanti ada yang mendengar.
Bila sampai menyebar dengan cepat di desa ini maka dipastikan Ilham akan sangat bersedih atas gosip yang beredar itu, jadi sebisa mungkin Arin masih menahan mulut agar tidak didengar oleh warga yang memang tidak melihat secara langsung tentang arwah Rina ini, menurut dia itu adalah pilihan yang terbaik untuk sekarang.
...****************...
''Mau ke mana malam-malam begini, Pak?'' bu RT bertanya kepada sang suami.
''Aku mau keliling melihat keadaan desa dan mungkin agak lama.'' jawab Pak RT dan segera mengeluarkan motor.
''Tidur jangan terlalu malam karena aku tidak mau sendirian di rumah.'' bu RT berkata dengan perasaan resah.
''Ah biasa juga sendirian kalau aku keliling desa untuk memantau keadaan.'' ujar Pak RT dengan nada cuek.
''Aku rasanya malam ini tidak enak dan seperti ada sesuatu yang akan datang.'' bu RT mengatakan tentang perasaan dia.
''Kamu pasti takut kalau Rina jadi arwah gentayangan dan datang ke sini kan? tidak usah takut karena dia tidak sempat menghantui warga!'' Pak RT Berkata sambil tersenyum.
''Ya bukan mau memfitnah tapi aku memang merasa agak takut.'' bu RT Berkata sambil mengusap tangan yang terasa merinding.
''Dia sibuk di dalam neraka sehingga tidak sempat menghantui orang, hidup di dunia miskin dan saat menjadi arwah dia juga tenggelam dalam neraka.'' Pak RT berkata dengan sangat yakin.
Rasa nya bu RT Terkadang juga kesal kalau mendengar sang suami berkata sesuka hati seperti itu tentang orang lain, berulang kali dia juga sudah menasehati namun suaminya ini memang tipe yang keras kepala dan tidak peduli dengan omongan orang sehingga dia tetap saja seperti itu dari dulu hingga sampai sekarang. padahal Rina dan juga Ilham itu sama sekali tidak ada salah dengan dia, tapi Pak RT selalu memiliki berbagai macam cara untuk menghina pasangan tersebut.
''Aku pergi dulu kalau begitu.'' Pak RT segera melajukan motor meninggalkan rumah.
''Ya allah, Kapan kamu itu bisa berubah dan tidak berbicara sembarangan seperti itu.'' bu RT saja mengeluh pelan dengan sikap sang suami.
Andai saja Dia memiliki nyali besar maka tidak akan dia diam saja seperti ini dan akan terus mengatakan kepada Pak RT bahwa apa yang dilakukan oleh dia itu sangat salah, Pak RT ini juga sama sekali tidak peduli dengan nasehat orang lain karena menurut dia dirinya sudah sangat benar.
''Kan tidak ada orang yang menjaga pos ronda karena takut dengan arwah orang miskin itu.'' Pak RT berkata kesal ketika lewat di depan pos ronda.
''Mas.''
''Loh Astuti, Kenapa kamu sudah berdiri di sini?'' Pak RT menghentikan motor dia.
''Kamu lama sekali datang ke rumah Jadi aku mau menyusul tadi.'' Astuti berkata dengan sangat manja.
Melihat istri muda dia itu berlenggak-lenggok seperti ulat bulu, tentu saja Pak RT menjadi geram sendiri dan tidak sabar untuk segera datang ke rumah dan membuka apa yang ada di tubuh gadis itu, padahal biasanya Astuti menunggu di rumah tapi karena kemungkinan dia sudah rindu berat sehingga memutuskan untuk menjemput suami tercinta.
Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya, Terima kasih buat para pembaca yang selalu membaca cerita saya.
smg purnama sgra membantu mereka 👏
maaf baru sempat baca lg ,,, badan baru pulang istirahat di RS slma bbrpa hari 🥺