NovelToon NovelToon
Ketika Takdir Berbicara

Ketika Takdir Berbicara

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:22.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Hidup Zheana berubah di saat harus menggantikan sang Kakak menikah. Niken kabur di saat hari pernikahan dengan Khadafi.

Ibunya mengamuk dan malah menyalahkan Zheana atas apa yang terjadi. Zheana bahkan di maki dan di siksa ibunya, Khadafi yang tak tega melihat Zheana membawa dia pergi dari sana.

Mereka tinggal di Apartemen milik Khadafi yang sudah di persiapkan sebelumnya. Rupanya kelembutan Zheana mengubah hati Khadafi dan mulai mencintai istrinya. seperti yang di katakan Umi dan Abinya, jika ini adalah jalan Allah SWT untuk menunjukkan jodoh Khadafi.

Selama pernikahan tak semulus itu, karena ibunya Zheana masih terus membencinya. saat Zheana hamil, rupanya Niken kembali. Apakah Khadafi akan kembali kepada Niken?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zheana 16

Suasana Ballroom seketika hening saat pintu jati berukir setinggi tiga meter itu terbuka lebar. Layar LED raksasa di panggung utama kini memancarkan visual indah berupa siluet dan nama Zheana Amanda & Khadafy Al Farez Mumtaz. Alunan seruling dan petikan kecapi Sunda yang syahdu menggema di seluruh penjuru ruangan. Ratusan pasang mata tamu undangan terperanjat takjub.

Bukan hanya karena perubahan visual yang begitu cepat dan profesional, melainkan karena pesona pengantin wanita yang tengah berjalan perlahan menyusuri red carpet. Zheana melangkah dengan anggun, menunduk santun, memancarkan kecantikan alami yang begitu tenang dan bersahaja.

Di ujung red carpet, tepat di depan meja akad nikah yang dihiasi hamparan bunga mawar putih dan melati, Khadafy berdiri menunggu. Pria itu tampak gagah dan berwibawa dalam balutan beskap putih senada. Matanya tak lepas menatap Zheana yang kian mendekat. Ada getaran hebat di dada Khadafy, getaran yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Pernikahan yang sama-sama tak pernah mereka bayangkan sama sekali. Ada rasa kecewa, amarah dan berbagai perasaan lainnya saat dia menyadari kalau wanita yang selama ini dia cintai sepenuh hati, ternyata tak pernah membalas rasa cintanya dengan sama besar dan tulus. Dia memilih pergi bersama pria lain demi mengejar mimpinya menjadi model internasional.

Kini, di hadapannya juga berdiri wanita yang bahkan mengorbankan masa depannya untuk menggantikan tindakan bodoh kakak tirinya. Wanita yang dia pilih juga untuk melanjutkan pernukahan ini. Pernikahan yang suci, walau dia belum mencintai Zheana. Namun dia juga harus belajar menerima takdirnya, dan bertanggung jawab atas pilihannya. Begitupun dengan Zheana.

Pak Bagus menyerahkan jemari Zheana kepada Khadafy di depan meja akad.

"Khadafy... Papa titipkan putri Papa. Jaga dia, muliakan dia... Jika suatu hari kamu sudah tak sanggup lagi membina rumah tangga bersamanya. Tolong jangan sakiti dia, Nak... Tapi kembalikanlah dia kepada Papa... Apapun keadaannya Papa akan selalu menerima kembali Putri Papa..." bisik Pak Bagus dengan suara parau menahan tangis.

"Baik, Papa. Insyaallah, Khadafy akan berusaha menjalankan kewajiban Khadafy sebagai seorang suami...," jawab Khadafy mantap.

Zheana duduk di samping Khadafy. Aroma wangi melati dan maskulin dari tubuh Khadafy tercium samar, membuat jantung Zheana berdegup dua kali lebih cepat.

Penghulu merapikan mikrofon di depannya, lalu menatap Khadafy dan Pak Bagas secara bergantian.

"Baik, karena seluruh saksi, keluarga, dan kedua calon mempelai sudah siap, mari kita laksanakan ijab kabul."

Pak Bagus menjabat erat tangan kanan Khadafy. Tangan tua itu bergetar hebat, namun matanya memancarkan ketegasan seorang ayah.

"Ananda Khadafy Al Farez Mumtaz bin Haris Mumtaz..." panggil Pak Bagus dengan suara lantang yang bergema di seluruh ballroom.

"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau, dengan anak kandung saya yang bernama Zheana Amanda binti Bagus Prasetyo, dengan mas kawin berupa seperangkat berlian dan logam mulia senilai seratus gram, dibayar tunai!"

Khadafy tidak mengedipkan mata sedikit pun. Tanpa jeda, dengan suara baritonnya yang tegas, tajam, dan menggema sempurna menembus mikrofon:

"Saya terima nikahnya dan kawinnya Zheana Amanda binti Bagus Prasetyo dengan mas kawin tersebut, dibayar TUNAI!"

"Bagaimana para saksi? Sah?!" seru Penghulu.

"SAH! ALHAMDULILLAH!" seru seluruh keluarga besar Khadafy, Abi Haris, Umi Rina, dan ribuan tamu undangan yang hadir.

Deg!

Air mata Zheana menetes tanpa bisa ditahan lagi. Dalam hitungan detik, statusnya telah berubah total. Ia bukan lagi gadis tiri yang terabaikan di sudut rumah, melainkan istri sah dari seorang Khadafy Al Farez Mumtaz.

"Silakan, Mbak Zheana... mencium tangan suaminya," bisik Penghulu ramah.

Dengan tangan gemetaran, Zheana memutar tubuhnya menghadap Khadafy. Ia mengulurkan tangannya, mengambil jemari kanan Khadafy yang kokoh, lalu membungkuk dan menempelkan keningnya di punggung tangan pria itu cukup lama. Tangisnya pecah di sana. Entahlah dia tak tahu tangis apa, bahagia atau yang lainnya.

Khadafy menatap ubun-ubun istrinya. Perlahan, tangan kirinya terangkat, mendarat di atas kepala Zheana yang terbalut jilbab dan ronce melati. Pria dingin itu memejamkan mata sejenak, membacakan doa kebaikan untuk istrinya, lalu mengecup kening Zheana dengan lembut dan hangat di hadapan seluruh saksi.

Gema tepuk tangan dan isolasi rasa haru membumbung tinggi di dalam ballroom. Umi Rina mengusap air matanya bahagia di samping Abi Haris, sementara Tante Linda dan Pak Bagus berpelukan erat dengan rasa lega luar biasa. Takdir yang semula runtuh dalam kegelapan, kini bermekaran indah di bawah naungan janji suci.

"Masyaallah... Allah sudah menjawab doa-doa kita, Abi... Ternyata Zheana lah calon istri dan menantu yang sudah di pilihkan oleh Allah Subhanahu wa taala..." Umi Rina menangis bahagia.

Abi Haris mengusap lembut punggung sang istri, mengangguk dengan binar mata yang sarat akan rasa syukur.

"Alhamdulillah, Umi. Allah menutup pintu yang salah untuk membuka pintu rezeki dan keberkahan yang jauh lebih luas lewat Zheana."

Sementara itu di panggung pelaminan, kilatan lampu kamera para fotografer tak henti-hentinya menyambar ke arah kedua mempelai. Di bawah sorotan cahaya megah dan gema ucapan selamat dari ribuan tamu yang mulai mengular di bawah panggung, Zheana dan Khadafy berdiri berdampingan.

Meski berdiri amat dekat, ada jarak tak kasatmata yang masih membentang di antara mereka. Zheana menundukkan pandangannya, jemarinya meremas kain kebayanya pelan. Gejolak di dadanya belum juga reda, rasa asing, takut, dan keterkejutan atas takdir yang berbelok tajam dalam hitungan jam masih menghimpit napasnya.

Khadafy melirik sekilas ke arah wanita di sampingnya. Ia menyadari jemari Zheana yang gemetaran dan napasnya yang tidak teratur. Tanpa mengumbar kata-kata, Khadafy mengikis jarak di antara mereka. Tangan kokohnya terangkat, menyambut jemari dingin Zheana dan menggenggamnya dengan erat di samping gaun.

Zheana tersentak kecil, menoleh refleks ke arah Khadafy.

"Tenanglah," bisik Khadafy amat lirih, cukup hanya untuk didengar oleh Zheana di tengah riuhnya nada musik pelaminan. Suaranya datar namun memberikan pijakan yang kokoh.

"Semua mata sedang menatap kita. Bernapaslah perlahan, kamu tidak sendirian di sini."

Zheana menatap manik mata Khadafy. Tak ada lagi sisa amarah atau kekecewaan atas pengkhianatan Niken di sana, yang ada hanya ketenangan matang seorang pria yang siap mengayomi. Zheana mengangguk pelan, menyerap kehangatan dari genggaman tangan suaminya, lalu memberanikan diri mengukir senyum tipis ke arah para tamu undangan.

Di sudut panggung terdepan, Pak Bagus menatap putra dan putrinya dengan genangan air mata di pelupuk mata. Ada rasa lega yang begitu membuncah melihat betapa Khadafy menggenggam tangan Zheana dengan penuh sikap melindungi. Di sampingnya, Tante Linda mengelus lengan Pak Bagus, mencoba menenangkan sang kakak yang dadanya masih bergetar haru.

Satu per satu tamu penting, kolega bisnis keluarga Mumtaz, hingga pejabat daerah bergantian menaiki pelaminan untuk memberikan selamat. Mereka semua melayangkan pujian atas kecantikan Zheana yang begitu bersahaja dan anggun, sangat pas bersanding dengan ketampanan serta kewibawaan Khadafy.

"Masya Allah, Selamat ya Khadafy! Istrimu tampak sangat manis dan adem sekali dipandang," puji salah satu kolega senior Abi Haris seraya menjabat tangan Khadafy.

"Terima kasih banyak, Pak," jawab Khadafy ramah, mengangguk penuh hormat seraya mengeratkan genggaman tangannya pada jemari Zheana yang berada di balik lipatan kebayanya.

Acara resepsi yang semula terancam menjadi bencana nasional bagi keluarga besar Mumtaz justru berjalan dengan begitu sempurna dan penuh khidmat. Tak ada yang menyangka bahwa di balik kemegahan panggung itu, ada sebuah awal perjuangan dua jiwa yang baru saja disatukan oleh takdir yang tak terduga, siap melangkah memasuki babak baru kehidupan mereka.

1
nely_48
khadafy bner² hati nya tulus buat nerima zhea,, semoga az khadafy bs melindungi zhea dr incaran lampir irma
nely_48
jgn sampe niken datang trs ngamuk minta nikah sm khadafy n zhea suruh d cerai kan oleh khadafy,, big no ya Thor ✌✌✌
nely_48
ak reques kk outhor,, bu irma struk mulut nya menyon ga bs ngomong lg seumur hidup,, sebab dia sehat terlalu banyak ngomong unfaedah
nely_48
peluk mh boleh ath zhea, kasian suami mu kedinginan loh itu✌✌
nely_48
zhea km baik² lah tinggal sm suami mu,, abaikan ibu tiri mu ya
nely_48
zhea km belajar memantaskan diri dgn khadafy ath,, jgn protes wae
sunaryati jarum
Emak lega ternyata Kadaffi dengar semua perkataan nyakitin dari mulut Ny irma.Jangan terlalu baik pada orang yg selalu membuat kamu mengalah Zhea
nely_48
type suami yg tanggung jawab kan khadafy ini
Endang 💖
lanjut lagi thor
Endang 💖
bagus Khadafy memang harus membela zhiana, karna Niken sendiri yang memilih pergi di hari pernikahannya
Fitria Syafei
Aamiin semoga ya mereka selalu bersama dan bersatu 🤲 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😘
Ambu Rinddiany Thea
insyaallah rumah mu sangat kokoh zhea ga bakal gampang terima tamu tak kasat mata masuk tanpa ijin nya , insyaallah papa mu bakalan selamat jauh dr jangkouan para siluman ..
Oma Gavin
khadafi the best suami idaman jgn sampai goyah zheana apapun yg terjadi tetap percaya khadafi dan selalu jujur sama suami jgn dipendam sendiri
ryuka
kamu tlalu baik zhes
falea sezi
lemah menye menye🤣gk. suka karakter zhe
Fitria Syafei
nah ..nah ..kan ..posisi Zheana mau di tukar KK 🙄 KK cantik kereen 😍 kereen 🥰
Siti Kamisah Hasnul
plizz buat zheana jangan terlalu lemah thor....masa mudah kali diintimudasi sama direndahkan
Ambu Rinddiany Thea
jangan d dengerin suara suara ghoib ya zhea , tp dengerin apa kata hati dan suami kamu , lagian emak bapanya Khadafi jg kaga mau lah besanan dan punya mantu modela jenglot ma dajal.. mening kamu sok ngomong jujur ma suami kamu apa yg d omongin nene lampir tadi ..
Sri Angga
zheana terlalu cengeng Kadafi tidak punya ketegasan
sunaryati jarum
Emak nggak suka karakter Zhea yang lemah. Kamu tidak salah , bangkit dan lawan ibu tirimu. Kamu punya penghasilan sendiri,rumah yang di tempati nenek sihir dan Niken itu rumah ayahmu.Semoga Kadaffi menyusul dan melihat perlakuan mama Niken pada Zheana
Ade Chubi: author nya yg bikin Zhea lemah 😁😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!