NovelToon NovelToon
Super Sistem Pekerjaan Impian

Super Sistem Pekerjaan Impian

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah dipecat dari pekerjaannya dan diputuskan oleh sang pacar di hari yang sama, Bima Aditama mengira hidupnya telah hancur, hingga sebuah "Sistem Pekerjaan Impian" mendadak muncul dan memutarbalikkan nasibnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Bima hanya tertawa pelan melihat kepergian sepasang kekasih konyol tersebut.

"Mantan pacarmu?" tebak Nadhira yang sudah berdiri di sebelah Bima.

"Mantan kecelakaan sejarah lebih tepatnya," koreksi Bima dengan nada bercanda.

Nadhira mendengus geli mendengar istilah aneh yang digunakan Bima.

"Mbak, tolong dua es kopi susu aren, bawa pulang saja," pesan Nadhira kepada barista yang sedari tadi menonton drama gratis itu.

Nadhira mengeluarkan kartu hitam eksklusifnya untuk membayar, tapi Bima lebih dulu menempelkan ponselnya ke mesin pembayaran digital.

Ting.

Pembayaran Bima berhasil terkonfirmasi dalam hitungan detik.

"Aku yang bayar, anggap saja sebagai ucapan terima kasih karena sudah mengusir lalat-lalat tadi," ucap Bima santai.

Nadhira hanya tersenyum tipis dan menyimpan kembali kartu hitamnya ke dalam tas.

"Aku tidak melakukan apa-apa, kamu sendiri yang sudah menghancurkan harga diri pria itu sejak awal."

"Dari mana kamu tahu kalau jam tangan pria itu palsu?" tanya Nadhira penasaran.

Bima mengambil dua gelas es kopi susu yang sudah selesai dibuat oleh barista.

"Aku hanya menebak saja dari gaya bicaranya yang terlalu dipaksakan."

"Orang yang benar-benar punya uang biasanya tidak pernah pamer di kedai kopi murah seperti ini."

Nadhira menganggukkan kepalanya setuju dengan analisis masuk akal Bima.

Mereka berdua berjalan keluar dari kedai kopi menuju area parkir di seberang jalan yang agak teduh.

Tanpa mereka sadari, Dion dan Bella ternyata belum pergi dari area tersebut.

Mereka sedang berdiri di dekat sebuah sedan Honda Civic bekas milik Dion, mengamati Bima dan Nadhira dari kejauhan.

"Sayang, kamu kenapa diam saja dihina oleh Bima tadi?" protes Bella kesal sambil merangkul lengan Dion.

"Gara-gara kamu aku jadi ikut malu di dalam sana."

Dion menatap Bella dengan tatapan marah yang tertahan.

"Kamu tahu siapa wanita itu, Bel?"

"Dia itu Nadhira, CEO dari Menara Dirgantara, salah satu wanita paling berkuasa di kawasan bisnis ini."

Bella membelalakkan matanya tidak percaya mendengar fakta tersebut.

"CEO? Terus kenapa CEO wanita sehebat dia mau berteman dengan Bima yang miskin itu?"

Dion mendengus kasar sambil bersandar di pintu mobilnya.

"Berteman apanya."

"Paling-paling mantan pacarmu itu sekarang bekerja jadi sopir pribadinya yang merangkap jadi pembawa barang."

"Lihat saja pakaiannya yang lusuh itu, dia pasti dibayar murah untuk mengantar jemput bosnya."

Bella merasa argumen Dion sangat masuk akal untuk menghibur harga dirinya yang terluka.

"Syukurlah kalau begitu, aku pikir Bima benar-benar sudah jadi orang kaya baru."

Mereka berdua terus mengawasi Bima dan Nadhira yang berjalan menyeberang jalan mendekati deretan mobil parkir.

Dion tersenyum meremehkan saat melihat Bima berjalan menuju deretan mobil mewah.

"Lihat itu, dia pasti kebingungan mencari mobil majikannya yang disewa dari rental."

Bima menghentikan langkahnya tepat di depan sebuah Lamborghini Urus hitam pekat yang tampak sangat mendominasi jalanan.

Dia menyerahkan satu gelas kopi kepada Nadhira dengan santai.

Lalu Bima merogoh saku celananya dan menekan sebuah tombol pada kunci otomatis di tangannya.

Bip bip.

Lampu depan SUV seharga miliaran rupiah itu menyala terang merespons perintah sang pemilik.

Suara alarm yang khas itu terdengar sangat jelas hingga ke telinga Dion dan Bella di seberang jalan.

Mulut Dion seketika terbuka lebar hingga rahangnya nyaris jatuh ke aspal.

Bella bahkan sampai menjatuhkan tas tangan murahan yang sedang dipegangnya.

"I-itu Lamborghini Urus?" gumam Dion dengan suara bergetar nyaris menangis.

Dia adalah orang yang gila otomotif, dia tahu persis berapa harga monster hitam yang sedang terparkir itu.

Harga satu buah ban mobil itu saja mungkin lebih mahal dari harga mobil sedan bekas yang sedang dia sandari sekarang.

"Dion, kamu bilang dia cuma sopir pribadi?" tanya Bella dengan wajah pucat pasi.

"Sopir pribadi mana yang berani membukakan pintu untuk CEO dari kursi pengemudi, dasar bodoh!"

Dion memaki dalam hati melihat adegan yang sedang terjadi di seberang jalan.

Bima sama sekali tidak membukakan pintu untuk Nadhira layaknya seorang pelayan.

Pria itu langsung masuk ke kursi pengemudi, dan Nadhira dengan patuh membuka sendiri pintu penumpang di sebelahnya.

Ini membuktikan bahwa posisi Bima sama sekali bukan bawahan atau sopir sewaan di mata CEO wanita tersebut.

Vrooom.

Suara mesin V8 twin-turbo mengaum garang, seolah mengejek sedan usang milik Dion.

Lamborghini hitam itu melesat mulus meninggalkan area parkir, menyatu dengan arus lalu lintas kota yang padat.

Meninggalkan sepasang kekasih itu dalam keheningan total yang dipenuhi oleh rasa penyesalan luar biasa.

"Jadi... Bima yang selama ini aku anggap miskin... sebenarnya adalah miliarder yang sedang menyembunyikan identitasnya?"

Pikiran Bella menjadi sangat kacau balau menyadari betapa bodohnya keputusan yang dia buat kemarin siang.

Dia baru saja membuang sebuah tambang emas tak berseri hanya demi seorang manajer bawahan berjam tangan palsu.

Di dalam kabin Lamborghini yang sejuk, Nadhira menyedot es kopinya dengan elegan.

Dia melirik kaca spion luar dan tersenyum tipis melihat dua orang yang mematung di pinggir jalan sana.

"Kamu sengaja memarkir mobilmu di tempat yang terlihat jelas oleh mereka ya?" selidik Nadhira.

Bima menginjak pedal gas sedikit lebih dalam, menikmati tarikan mesin mobilnya.

"Aku tidak sengaja, tukang parkirnya yang mengarahkan mobil ini ke depan sana tadi."

"Lagipula, biarkan saja mereka melihat."

"Obat terbaik untuk orang sombong adalah kenyataan yang tidak bisa mereka sangkal."

Nadhira tertawa pelan mendengar filosofi kejam namun sangat masuk akal dari Bima.

Dia semakin merasa nyaman berada di dekat pria yang tidak pernah bersikap palsu di depannya ini.

Ting.

[Sistem Pekerjaan Impian: Evaluasi Kinerja Ekstra]

[Host telah menghancurkan ilusi status sosial musuh dengan telak tanpa perlu mengeluarkan keringat]

[Kemajuan Tugas: 4/10]

[Hadiah Reputasi: Peningkatan insting bisnis dan negosiasi sebesar 15%]

Sebuah layar holografik biru melintas sekilas di depan mata Bima lalu menghilang tanpa jejak.

Bima merasakan pikirannya mendadak menjadi jauh lebih tajam dan analitis dari sebelumnya.

Cara kerja pasar saham, struktur kontrak perusahaan, hingga celah kelemahan dalam negosiasi tiba-tiba mengalir masuk ke dalam otaknya.

"Peningkatan insting bisnis?" ucap Bima dalam hati dengan perasaan takjub.

"Sistem ini sepertinya sedang mempersiapkanku untuk mengambil alih pengelolaan Hotel Grand Cakrawala di akhir pekan nanti."

Bima menoleh sekilas ke arah Nadhira yang sedang sibuk mengecek tablet kerjanya.

"Nadhira, setelah ini tujuan kita ke mana?" tanya Bima profesional.

"Kembali ke kantor Menara Dirgantara, aku masih punya setumpuk dokumen yang harus ditandatangani."

"Baiklah, perjalan kembali ke kandang singa segera dimulai."

Mobil mewah itu melesat membelah jalanan, membawa Bima selangkah lebih dekat menuju puncak tatanan sosial kota yang baru.

1
Naga Hitam
wahh tidak ada truk tronton
YUI: tidak perlu ketabrak truk dulu🤣🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
bodoh dan arogan x kau vina ..tak sabar mau tau gmn reaksi x saat tau siapa bima 🤣🤣 makin seruuu dan yg pasti up x benar2 bikin puasss 👍👍
Oarashi
gas
Yuliana Tunru
cuma bisa bilang wooow bima ..cslon pacar udaman tuh siska 🤭🤭
Kasma Wati
.🤣🤣🤣🤣🤣
Heri Susanto8246
bodoh
Yuliana Tunru
up x ndk kaleng3 ..ma kasih thorr 💪💪 trs ya 👍👍
aldo
lanjut author semangat terus 🙏🙏🙏🙏
Yuliana Tunru
cerita yg bagus thorr wuka gaya bima yg tenang tp cerdik..bonus vote buat kisah mu
YUI: terimakasih kak☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!