Yt : Aam Aminah
IG : Aamaminah45
Aurin dan Nanda menjalin hubungan asmara sejak SMA sementara keluarga nanda tidak setuju karna aurin anak dari seorang pelacur karna dijual ayahnya.
ibunya bekerja di Bar sementara ayah nya pemabuk dan selalu menyakiti Aurin serta ibunya kehidupan yang menderita sering Aurin rasakan ditambah kisah cinta Asmaranya.
Suatu ketika ayahnya Aurin menjualnya saat itu Raka ketua Mafia sedang ada disitu saat itu Aurin meminta tolong ke Raka orang asing tapi karna keadaan mendesak aurin dengan sangat ceroboh nya meminta bantuan dengan orang asing tidak lain Raka.
Raka pun membantu aurin dengan syarat tanpa berfikir lagi aurin menyetujui persayaratanya.
Padahal Raka dan Nanda musuh sementara Nanda tidak tau Aurin dijual.
akan kah aurin bertahan dengan siksaannya atau malah bertahan dengan keganasan Raka yang setiap saat menyiksanya tanpa henti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aam aminah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 Amarah Raka
Sudah dua hari Aurin berada di rumah sakit itu tetapi dia belum sadar sementara Raka menatap wajah cantik pucat itu dia mengepalkan tangan nya kesal ingin sekali membunuh Laura tapi dia khawatir meninggalkan Aurin di rumah sakit.
"Tuan, makan dulu dari kemarin Tuan belum makan." ucap Max yang masih setia menunggu Raka di rumah sakit tapi Raka tak menghiraukan perkataan Max dia pun langsung berdiri.
"Ikut aku." ucap Raka dia sungguh tidak tahan melihat kondisi Aurin seperti itu.
Max mengikuti langkah kaki Raka dia keluar dari rumah sakit itu menuju mobilnya dengan cepat Max membuka pintu mobil nya Raka masuk kemudian Max masuk.
"Pergi kerumah orang yang sudah membuat istri dan anak ku menderita." ucap Raka wajah nya begitu menakutkan.
Max menjalankan mobil nya menuju rumah Laura dengan kecepatan tinggi sementara Raka dia menahan amarah sudah dua hari dia tidak memberi perhitungan karna Aurin akan bangun tapi ternyata sudah lebih dari dua hari Aurin belum kunjung juga bangun dari tidur nya.
Saat di perjalanan di rumah sakit Aurin perlahan membuka matanya dia merasakan sakit di bagian punggung nya.
"Aww." rintih Aurin perut nya terasa sakit sekali.
Tak memperdulikan rasa sakit di perut nya mata Aurin melihat sekeliling ruangan itu sepertinya sedang ada di rumah sakit.
"Dimana aku dan kenapa aku bisa ada disini." ucap Aurin dia mengingat memorinya tak berapa lama memorinya memutar semua nya.
"Astaga dimana Raka." ucap Aurin dia mulai cemas takut terjadi apa apa dengan Raka.
Tak berfikir panjang lagi Aurin hendak turun dari ranjang rumah sakit itu tapi pintu terbuka masuk sosok wanita dia perawat rumah sakit itu.
"Nona, sudah sadar." ucap wanita itu matanya berbinar tersenyum memandang Aurin.
"Dimana aku dan kemana Raka.??" tanya Aurin tak menjawab pertanyaan nya tadi.
"Tuan Raka sedang keluar sebentar dia begitu sangat khawatir dengan keadaan Nona, sampai dia di samping Nona selama dua hari bahkan dia tidak makan dan minum." ucap Perawat itu sungguh beruntung perempuan muda ini di cintai oleh orang seperti Tuan Raka.
"Dua hari." ucap Aurin lagi dia baru bangun selama dua hari.
"Mari saya periksa dulu." ucap perawat itu mengecek badan Aurin.
"Syukurlah Nona dan janin nya sudah kembali sehat." ucap perawat itu kali ini bagai petir di siang bolong.
"Ta tadi, kamu bilang apa janin." ucap Aurin tak mengerti Arti perkataan Perawat itu.
"Nona, belum tau kalo anda sudah mengandung hampir tiga bulan." tanya perawat itu.
"Tiga bulan." mengulang lagi kalimat dokter itu dia tidak habis fikir kenapa dia bisa hamil di saat keadaan tidak berpihak padanya.
"Iyah Non." ucap Perawat itu.
Aurin terdiam memikirkan perkataan barusan hatinya menjadi gundah tiba tiba air mata nya menetes bibir pucat nya mengeluarkan suara tangisan.
Apa yang harus aku katakan pada Tuan Raka.!! sementara Tuan Raka tidak mencintai ku. apa aku harus pergi tapi aku takut Raka membunuh anak ku dan aku saat persembunyian ku ketauan. Aurin.
Sementara Raka sampai di rumah Laura saat Raka melihat para pengawal Laura berdiri menghadang mereka Raka menyuruh Max menabrak mereka dengan cepat Max melajukan mobil nya dengan cepat dia empat orang itu terjatuh di tahan.
Raka keluar dari mobil sebelum Max dia benar benar sangat marah berani sekali bermain main dengan ku pintu rumah itu di dobrak oleh Max dengan sekali dobrak kan Pintunya rusak.
Laura sedang memasak saat mendengar berisik di luar dia keluar betapa kaget nya saat melihat Raka dan Max ada di rumahnya.
Mata elang Raka menuju Laura dia melangkah cepat sementara Laura berlari ingin keluar tapi terlambat anak buah Raka menangkap nya saat itu Raka menatap tajam Laura mukanya benar benar menakutkan.
Plakk.
Tamparan sangat keras mengenai pipi mulus Laura di bibir nya mengeluarkan darah segar rasa sakit itu tak seberapa bahkan Laura tak berani menatap Raka dia benar benar menakutkan.
"Berani sekali Kau melukainya." bentak Raka memenuhi ruangan itu.
Ayah aku mohon datang lah. Laura.
Raka pun menarik rambut Laura dan menyeret nya dengan kasar suara rintihan kesakitan tak merasa kasihan terhadap wanita ini.
Raka menjatuhkan tubuh Laura dengan keras dia menjerit kesakitan tangan nya terluka sementara Max melihat nya tak mampu melarang Raka.
"Kau akan merasakan apa yang cinta ku rasakan." ucap Raka semua orang disitu terdiam mematung mendengar ucapan Raka barusan begini kah ungkapan para Mafia menyatakan cinta dengan melukai orang.
"Bukan aku." ucap Laura bergetar dia tak berani menatap Raka dia benar benar menakutkan.
"Hahahaha. mana ada yang mengaku jelas jelas Max mengikuti mu." ucap Raka dia masih tidak bisa mengendalikan emosinya dia pun memukul Laura hingga babak belur tak berbentuk mukanya yang semulus awal bertemu.
Baru kali ini Max melihat Raka memukul wanita dia bahkan jika berurusan dengan wanita selalu di serahkan Max tapi ini Max pun menahan tangan Raka yang sudah penuh dengan darah sementara Laura menjerit menangis merasakan rasa sakit di tubuhnya.
"Tuan." ucap Max Raka baru tersadar dia saking emosinya memukul Laura dia bangun melihat darah kental di tangan nya.
"Tuan, biar saya yang selesaikan lebih baik Tuan ke rumah sakit seperti nya Nona Aurin lebih membutuhkan Tuan." ucap Max.
"Kau urus dia beri dia pelajaran yang sangat menyakitkan jangan kasih dia ampun sedikit pun dan bunuh ayah nya." ucap Raka melangkah pergi.
Max memandang kepergian Raka dia benar benar merasakan apa yang Raka rasakan Max pun melihat Laura yang masih menangis karna sakit.
"Kenapa kau melakukan hal itu. Kau tau berurusan dengan siapa." ucap Max sebenarnya ucapan nya seperti mengancam.
Laura tak mendengarkan Max dia benar benar sakit dengan badan serta wajahnya karna pukulan Raka tadi yang memukulnya tanpa memandang kasihan terhadap wanita.
"Bawa dia dan bunuh Ayahnya." ucap Max kepada anak buahnya mereka pun mengangguk.
Max melangkah keluar dari rumah itu menuju mobilnya Raka sedang membersihkan Darah di tangan nya Max masuk ke mobil nya lalu melaju kan mobilnya menuju rumah sakit dimana Aurin ada.
Raka merebahkan kepala nya dia benar benar kehilangan tenaga nya memikirkan nasib anak dan istrinya.
"Max, cepat bawa mobilnya aku tak sabar melihat Aurin." ucap Raka nada nya seperti berat dengan cepat Max membawa mobilnya.
Mereka pun akhirnya sampai di rumah sakit itu Raka melangkah kan kakinya menuju ruangan Aurin dia benar benar sangat khawatir saat membuka pintu ruangan Aurin dia melihat Aurin sedang berdiri di jendela Raka berlari ke arah Aurin dia memeluk Aurin erat sementara Aurin dia mematung tak mengerti.
Lama mereka berpelukan Max pun menutup pintu ruangan itu tak mau mengangguk majikan nya.
"Kau tidak apa apa." ucap Aurin saat melihat baju Raka ada darah Raka mengelengkan kepala tangan nya memegang wajah Aurin.
"Kau tidak apa apa." tanya Raka balik dia menyuruh Aurin duduk di sofa itu.
Mereka pun duduk Aurin benar benar risau apa dia harus memberi tau Raka bahwa dirinya sedang hamil atau.
"Perut kamu tidak sakit." tanya Raka memegang perut Aurin.
Apa dia tau. Aurin.
"Sedikit." ucap Aurin wajah Raka berubah cemas dia pun memanggil Max.
"Max, panggil dokter Kevin kesini. Aku gak mau anak ku kenapa kenapa." ucap Raka.
Anak.??? Jadi dia menerima Ku. Aurin.
Senyum nya terukir di bibir Indah Aurin dengan cepat Max memanggil Dokter kevin dia lalu datang dengan tergopoh memeriksa keadaan Aurin.
Memberitahu Raka bahwa Aurin baik bail saja dia menyuruh Aurin istirahat di rumah saja karna tidak baik untuk ibu hamil apalagi Aurin sedang hamil Muda.