NovelToon NovelToon
THE TYCOON'S BITTER REVENGE

THE TYCOON'S BITTER REVENGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: caxhaaesthetic

Empat tahun lalu, Flaire Nathasha menghilang setelah melahirkan secara rahasia, meninggalkan Jaydane Shelby dengan luka pengkhianatan dan seorang putra balita bernama Jorden. Jaydane, sang penguasa bisnis sekaligus mafia, membesarkan Jorden dengan kebencian mendalam, mengira Flaire membuang anak mereka demi kebebasan dan karier.

Kini, Flaire kembali ke Jerman sebagai CEO Fernandez yang memukau dengan julukan "Queen of Lens". Kecantikannya yang tak tertandingi membuat Aurora, tunangan Jaydane, merasa terancam dan mulai menggali identitas ibu kandung Jorden yang misterius.

Jaydane yang dibutakan dendam mulai menghancurkan bisnis Flaire untuk memaksanya berlutut. Namun, di balik lensa kontak yang selalu menutupi warna mata aslinya, Flaire menyimpan luka trauma masa lalu difakta bahwa ia adalah korban pengasingan paksa keluarganya dan sama sekali tidak tahu bahwa bayinya masih hidup di tangan pria yang kini mencoba menghancurkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon caxhaaesthetic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DEFINISI "LEMBUR" DAN PERTEMPURAN

Sementara itu, di kamar utama, "latihan bela diri" yang dimaksud Marco justru semakin menjadi-jadi. Alih-alih berhenti setelah Jorden pergi, Jaydane justru semakin terbakar gairah.

"Kau dengar itu? Jagoan kita sudah aman bersama Marco," bisik Jaydane serak.

Ia kembali membalikkan tubuh Flaire, kali ini mengangkat kedua kaki jenjang istrinya ke bahunya yang kokoh. Posisi ini membuat Flaire terbuka sepenuhnya, membiarkan Jaydane melihat betapa indahnya reaksi tubuh Flaire setiap kali "piton jumbo"-nya masuk menghujam hingga ke dasar.

"Jay... ahh! Kau benar-benar... tidak punya lelah!" Flaire merengek, matanya terpejam erat saat merasakan gelombang kenikmatan yang terus menerus menghantamnya.

"Aku punya energi untuk tujuh ronde lagi, Little Bird," geram Jaydane.

Ia tidak memberi jeda sedikit pun. Setiap dorongannya semakin dalam dan bertenaga, membuat ranjang jati itu berderit ritmis mengikuti irama napas mereka yang memburu. Jaydane menciumi setiap inci kulit putih bening Flaire, meninggalkan jejak kepemilikan di leher, dada sintalnya, hingga ke paha dalamnya.

Malam itu, penthouse di puncak Berlin menjadi saksi bisu bagaimana sang Raja Mafia tidak hanya memberikan nama belakangnya pada Flaire, tapi juga mengukir keberadaannya jauh ke dalam jiwa dan raga sang Permaisuri.

Matahari Berlin bersinar terang menembus dinding kaca penthouse, menyinari kekacauan kelopak mawar yang berserakan di atas lantai marmer. Flaire terbangun dengan rasa pegal yang luar biasa di sekujur tubuhnya terutama di bagian pinggang dan paha sintalnya yang terasa lemas akibat "latihan fisik" semalam suntuk.

Jaydane, yang tampak segar bugar seolah baru saja tidur sepuluh jam (padahal hanya dua jam), sedang mengenakan jubah mandi sutra hitamnya saat Marco mengetuk pintu kamar dengan ragu.

"Masuk," perintah Jaydane singkat.

Marco melangkah masuk dengan wajah yang masih terlihat trauma. Ia melirik Flaire yang sedang bersembunyi di bawah selimut tebal, hanya menyisakan mata Crush Green-nya yang mengintip malu.

"Ada apa, Marco? Kau terlihat seperti baru saja melihat hantu," tanya Jaydane sambil menuang espresso.

Marco berdeham keras, mencoba menjaga profesionalismenya. "Begini, Tuan Besar... Semalam Tuan Muda Jorden bertanya banyak hal saat Anda sedang... 'bekerja lembur'."

Jaydane mengangkat sebelah alisnya. "Lalu?"

"Dia bertanya kenapa Nyonya Flaire berteriak-teriak kesakitan. Saya terpaksa berbohong dan mengatakan bahwa Anda sedang melatih Nyonya latihan bela diri khusus agar menjadi prajurit Shelby yang kuat," lapor Marco dengan suara datar, meski telinganya memerah.

Jaydane tertegun sejenak, lalu tawa menggelegar pecah dari dadanya. Ia tertawa terbahak-bahak hingga harus memegang pinggiran meja. "Latihan bela diri?! Hahaha! Kau jenius, Marco! Memang benar, ibunya sedang belajar teknik 'bertahan' di bawah seranganku!"

"JAYDANE! DIAM!" teriak Flaire dari balik selimut. Suaranya teredam, namun penuh dengan rasa malu yang memuncak. Ia ingin sekali menghilang dari muka bumi atau setidaknya tenggelam ke dasar laut Karibia saat itu juga.

Marco melanjutkan dengan suara gemetar, "Masalahnya... Tuan Muda sekarang sedang berada di depan pintu dengan pedang plastiknya. Dia bilang ingin ikut latihan bersama Papa dan Mama agar bisa membantu Papa mengalahkan 'monster' yang membuat baju Mamanya robek-robek."

Tawa Jaydane semakin menjadi-jadi. Ia menoleh ke arah Flaire yang kini sudah menutupi seluruh wajahnya dengan bantal.

"Kau dengar itu, Little Bird? Anakmu ingin ikut latihan. Bagaimana kalau kita tunjukkan padanya teknik 'penguncian' yang kita lakukan subuh tadi?" goda Jaydane dengan nada mesum yang kental.

"Pergi! Keluar kalian berdua! Aku benci kalian!" teriak Flaire kesal, meski sebenarnya ia hampir mati karena malu.

Jaydane akhirnya berhenti tertawa dan memberi isyarat agar Marco keluar. Ia berjalan menuju tempat tidur, naik ke atas kasur, dan menarik bantal yang menutupi wajah istrinya. Ia mengecup kening Flaire yang panas karena malu.

1
Ashlee Qirana
mudah difahami
𝐅𝐋𝐎𝐑𝐘𝐍 아몬
LANJUTKAN THORRRRR!!!!! /Hunger/
𝐅𝐋𝐎𝐑𝐘𝐍 아몬
lanjutin thorrr cinta /Applaud//Kiss/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!