NovelToon NovelToon
Prince Of The Wind

Prince Of The Wind

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi Isekai
Popularitas:346
Nilai: 5
Nama Author: Apin Zen

Kerajaan Risvela dipimpin oleh Raja Ryvons dengan dua pewaris: Seyron yang tampak sempurna, dan Reyd yang dulu dianggap bermasalah. Setelah kembali dari Academy Magica bersama Lein, Reyd berubah menjadi sosok yang lebih dewasa dan peduli.
Namun di balik citra baiknya, Seyron menyimpan sisi dingin yang berbahaya. Menyadari hal itu, Reyd bertekad merebut takhta demi melindungi kerajaan, meski peluangnya kecil.
Di tengah konflik keluarga, kekuasaan, dan kebenaran—Reyd memilih melawan takdirnya sendiri untuk menjadi pemimpin yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apin Zen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jerat yang Disiapkan

Di aula lain yang jauh dari keramaian, Seyron berdiri menghadap jendela besar. Tatapannya tenang. Namun pikirannya bergerak cepat.

Seorang prajurit berlutut di belakangnya.

“Pangeran Pertama, wanita dari Bervala telah terdeteksi di dalam istana.”

Seyron tidak terkejut. Justru… senyum tipis muncul di wajahnya.

“Seperti yang kuduga.”

Ia berbalik perlahan.

“Dia pasti menuju tempat yang paling mudah.”

Prajurit itu terdiam.

Seyron melanjutkan.

“Kamar Reyd.”

Sunyi sejenak.

Lalu, Seyron melangkah maju.

“Kerahkan prajurit.”

Perintahnya tegas.

“Kepung kamar itu.”

Prajurit itu langsung menunduk.

“Siap!”

Seyron menambahkan—

“Pastikan mereka tidak bisa pergi.”

Nada suaranya dingin. Penuh perhitungan.

Karena baginya ini bukan sekadar penangkapan. Namun… jebakan.

Jika Reyd ditemukan bersama Iselle, seorang dari kerajaan yang dicurigai. Maka… posisinya akan goyah.

Dan Seyron akan semakin kuat.

---

Di sisi lain, koridor menuju kamar Reyd mendadak ramai. Langkah kaki prajurit terdengar cepat.

Dalam waktu singkat—kamar Reyd telah dikepung.

Di dalam, Reyd langsung menyadarinya. Tatapannya tajam ke arah pintu.

“Sudah kuduga.”

Iselle hanya diam. Seolah tidak terkejut.

BRAK!

Pintu dibuka keras. Beberapa prajurit masuk dengan waspada. Pedang terhunus.

“Pangeran Kedua Reyd!”

Salah satu dari mereka berseru.

“Anda dan wanita itu diminta untuk menghadap Raja sekarang juga!”

Suasana langsung menegang.

Reyd menatap mereka.

“Siapa memerintah kalian?”

Prajurit itu ragu sejenak. Namun tetap menjawab.

“Pangeran Pertama.”

Reyd menghela napas pelan. Ia sudah mengerti. Ini bukan kebetulan. Ini rencana. Dari awal Seyron sudah menyiapkannya.

Iselle melirik Reyd. Senyum tipis muncul di wajahnya. Seolah menikmati situasi ini.

“Sepertinya kita tidak punya pilihan, ya.”

Reyd tidak menjawab. Ia hanya melangkah maju.

“Baiklah.”

Nada suaranya tenang. Namun penuh tekanan.

“Aku akan menemui Ayah.”

Ia menatap para prajurit.

“Turunkan senjata kalian.”

Beberapa prajurit saling melirik. Namun tetap berjaga.

Reyd tidak melawan. Iselle juga mengikuti di belakangnya.

Di tengah kepungan, mereka berjalan keluar dari kamar. Menuju ruang raja.

---

Ruang singgasana kerajaan dipenuhi suasana tegang. Para bangsawan berdiri di sisi kanan dan kiri. Prajurit berjaga dengan ketat.

Di tengah ruangan, Reyd dan Iselle berdiri berhadapan dengan singgasana.

Di atasnya, Raja Ryvons duduk dengan tatapan dingin. Aura wibawanya terasa berat. Tidak ada yang berani berbicara sembarangan.

Beberapa saat terasa sunyi.

Lalu, Raja akhirnya membuka suara.

“Reyd.”

Nada suaranya tegas. Namun tidak penuh amarah seperti sebelumnya.

“Apa yang kau lakukan… tidak bisa diabaikan.”

Tatapannya beralih ke Iselle sejenak. Kemudian kembali ke Reyd.

“Membiarkan seseorang dari kerajaan yang dicurigai berada di kamarmu.”

Reyd tidak membantah. Ia berdiri tegak.

“Dia datang tanpa izin.”

Jawabnya jujur.

Iselle tetap diam. Seolah membiarkan situasi berjalan.

Raja menghela napas pelan.

“Aku sudah mendengar penjelasannya.”

Ia menatap Iselle.

“Katanya ia hanya ingin bertemu denganmu.”

Iselle sedikit menunduk.

“Benar, Yang Mulia.”

Raja terdiam sejenak. Lalu…

“Untuk itu… aku tidak akan menghukum Kerajaan Bervala.”

Beberapa bangsawan terkejut. Namun tidak berani menyela.

Raja melanjutkan.

“Namun…”

Tatapannya kembali tajam ke Reyd.

“Kau tetap harus bertanggung jawab.”

Suasana kembali menegang.

Reyd menatap lurus ke depan.

“Perintahkan saja.”

Jawabnya tanpa ragu.

Raja sedikit menyipitkan mata. Ia berdiri dari singgasananya.

“Baiklah.”

Langkahnya bergema pelan di ruangan itu.

“Aku akan memberimu pilihan.”

Semua orang memperhatikan dengan serius.

Raja mengangkat tangannya sedikit.

“Tanpa memandang statusmu sebagai pangeran…”

Nada suaranya berat.

“Sebagai bagian dari kerajaan ini… kau harus menerima hukuman.”

Sunyi.

Lalu…

“Aku akan membiarkanmu menebusnya.”

Beberapa bangsawan mulai berbisik pelan.

Raja melanjutkan.

“Di dalam segel kerajaan, ada monster sihir yang sangat kuat.”

Tatapannya tajam.

“Lawanlah monster itu.”

Reyd tidak berubah ekspresi.

Namun Lein yang tidak jauh dari sana terlihat terkejut.

Raja melanjutkan.

“Jika kau menang—kau tetap menjadi bagian dari kerajaan ini. Semua ini dianggap selesai.”

Sunyi sesaat.

Kemudian…

“Namun jika kau kalah…”

Nada suaranya menjadi lebih dingin.

“Kau akan diasingkan dari kerajaan selama beberapa bulan.”

Ruangan itu langsung terasa berat.

Pilihan yang jelas. Namun berbahaya.

Reyd terdiam beberapa detik. Ia melangkah maju satu langkah.

“Tidak perlu dipikirkan lama.”

Jawabnya tenang.

“Aku terima konsekuensinya.”

Beberapa bangsawan terkejut.

“Kau yakin?”

Reyd mengangguk.

“Ya.”

Tatapannya tegas.

“Ini tanggung jawabku.”

Sunyi kembali menyelimuti ruangan.

Raja akhirnya mengangguk pelan.

“Baiklah.”

Ia kembali ke singgasananya.

“Persiapkan arena.”

Perintahnya jelas.

Prajurit langsung menunduk.

“Siap!”

Sementara itu, Iselle memperhatikan Reyd dari samping. Senyum tipis muncul di bibirnya. Sulit ditebak maknanya.

Di sudut lain, Seyron berdiri dalam diam. Matanya tajam. Ia tidak tersenyum.

Karena ia tahu—tebakan selanjutnya.

1
Protocetus
Min belum kontrak min?
Mr. Wilhelm
Ini beda penulis sama novel² sebelumnya, kah?

soalnya jauh bnget beda tulisannya sama novel² yg sebelumnya?

what happen?
Apin Zen: Gk om, Setiap novel pakai editor.
Soalnya malas revisi, meski dikit juga sih yang baca tapi seru nulis novel fantasy, hehe.
total 3 replies
Mr. Wilhelm
Keknya mending dihapus narasi yg sebelumnya deh, soalnya hampir sama dengan dialog ini.
Mr. Wilhelm
Emmm harusnya Ayahnya kan yg pewaris dan Seyron jdi ahli waris?
Mr. Wilhelm
Keknya harus upload ulang, paragrafnya jdi jelek, langsung copas, kah?
Apin Zen: baca ulang lagi bab 1 nya Mr, apa masih kurang🤔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!