“Aku ingin memiliki banyak laki-laki tampan di sekelilingku, bukan hanya raja dan kaisar yang memilik harem. Aku juga akan menciptakan nya, rugi sekali jika punya kekuasaan dan wajah yang cantik jika tidak di gunakan dengan baik.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nunpiee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Batal
Wang Xiufei berpapasan dengan Raja Ji Yun, terlihat dengan jelas sosok wanita di samping Raja Ji Yun yang nampak tak senang, bahkan menatap Weng Xiufei penuh rasa benci secara terang-terangan.
“Aku tarik kembali kata-kataku yang mengatakan kalau dia cantik dan imut.” Bisik Wang Xiufei pada pelayannya, Wewey.
“Salam yang mulia Ratu.” Sapa wanita itu di hadapan Wang Xiufei, dia tersenyum tipis dan berubah seperti wanita lembut dan lemah.
“Halo selir Zhu Ri.” Balas Wang Xiufei yang membuat ekspresi wanita itu kesal.
“Yang mulia, dia bukan selir Zhu Ri tapi dia selir Yu Mei.” Bisik Wewey pada Wang Xiufei.
“Ah sama saja.” Balas Wang Xiufei santai, dia tersenyum pada Raja Ji Yun yang terlihat terus menatapnya.
“Yang mulia, sebentar lagi acara pernikahan Anda dengan yang mulia Raja. Saya sudah menyiapkan pesta un—“
“Tidak perlu repot repot Selir Zhu Ri, ah maksud ku Selir Yu Mei. Bukankah kau selir kesayangan Raja? Suruh saja pelayan untuk menyiapkannya, itu bukan tugasmu. Tugasmu hanya fokus untuk menjadi ladang yang baik agar tetap subur dan tumbuh bibit, bukankah dengan begitu keinginanmu untuk menjadi selir agung tercapai?” Senyum Wang Xiufei.
“Ratu Wang!” Marah Raja Ji Yun.
“Kenapa? Apakah ucapanku salah? Dia bisa menjadi selir kesayangan mu saja karena fokus menjadi pemuas nafsumu. Jika tidak, bagaimana bisa seorang pelayan tanpa marga bangsawan bisa menjadi selir?” Cibir Wang Xiufei tajam.
“Yang mulia, aku tidak…..” lirih Selir Yu Mei sedih pada Raja Ji Yun.
“Sudahlah, percuma saja berdiam diri disini. Muak sekali melihat wajahmu yang tidak ada tampan tampannya itu….” Pamit Wang Xiufei yang berlalu begitu saja.
“RATU WANG XIUFEI!!!” Panggil Raja Ji Yun begitu menggelegar di sana.
“Berisik sialan!” Marah Wang Xiufei, dia berjalan mendekati Raja Ji Yun dengan sorot mata yang tajam, meskipun dia memakai cadar tapi aura kecantikannya masih terpancar jelas.
“Kau! Lancang sekali!!” Geram Raja Ji Yun.
Mendengar itu, Wang Xiufei menaikkan sebelah alisnya sebelum akhirnya terkekeh.
“Lancang? Apakah tidak salah? Yang seharusnya patuh itu adalah kau! Jika bukan karena aku, seluruh pasukanmu mati membeku di perbatasan! Jika bukan karena aku, rakyatmu akan kelaparan! Jika bukan karena aku, istana mu akan hancur. Jadi, siapa yang lancang?” Sinis Wang Xiufei, ucapannya membuat Raja Ji Yun pucat pasi, bukankah itu akan menjadi rahasia dia dan dirinya saja?
Rakyat yang menonton dan mendengar itu terkejut bukan main, sekarang masih berada di wilayah kerajaan Wang dan Raja Ji Yun ada di sana.
“Yang mulia, ucapan anda sang—“
“Diam, kau selir rendahan mana tahu hal seperti ini. Yang kau tahu hanya urusan ranjang saja, tanpa kau sadari semua biaya makan mu memakai uang ku!” Ucap Wang Xiufei tajam.
“Ikut denganku!” Marah Raja Ji Yun, dia menarik tangan Wang Xiufei kasar namun segera di hentikan oleh jenderal Chen.
“Hentikan, yang mulia.” Datar jenderal Chen.
“Ini urusanku dengan Wang Xiufei!” Datar Raja Ji Yun.
“Cih, aku tahu apa yang mau kau bicarakan. Jenderal Chen, urus surat pembatalan pernikahan ku dengan dia. Aku tidak sudi menikah dengan laki-laki menjijikkan sepertinya, dia miskin! Lemah, tidak punya kemampuan, tidak punya relasi tapi hobi nya hanya meniduri wanita saja! Ambil semua barang yang sudah kerajaan Wang berikan pada mereka, ambil tanpa kekurangan satu sen pun. Jika tidak bisa, buat surat hutang. Aku akan melapor ke kaisar.” Ucap Wang Xiufei yang pergi begitu saja, dia tidak peduli pada Raja Ji Yun yang terus memanggil namanya.
“Yang mulia, sungguh Anda akan melakukannya?” Tanya Wewey yang sedikit berlari karena langkah kaki Wang Xiufei sangat cepat.
“Ya!” Kesal Wang Xiufei, dia benar-benar marah pada pemilik asli tubuh ini. Bisa bisanya dia diam saja di nikahkan dengan laki laki seperti nya, jika dia cukup tahu diri mungkin Wang Xiufei tidak akan mempermasalahkannya. Tapi setelah dia melihatnya secara langsung, emosinya langsung naik pitam.
“Xiufei, aku tahu kau menganggap ku bodoh. Tapi sungguh aku tidak—“
“Diam!”
Wewey terlonjak kaget, dia sejak tadi hanya diam. Lalu, pada siapa Ratu nya berkata seperti itu?
“Wewey, aku kesal. Aku ingin melampiaskan emosi ku….” Ucap Wang Xiufei dengan meminum arak, dia sedikit terdiam saat merasakannya. Ternyata sangat enak!
“Apa yang harus saya lakukan, yang mulia?” Tanya Wewey.
Wang Xiufei diam tak membalas, dia berjalan menuju jendela. Dia melihat ke arah jalanan, tangannya sibuk memegang kendi arak. Sesekali meminumnya dengan santai, ekspresi wajahnya langsung sumringah.
“Wewey, dia siapa?” Tanya Wang Xiufei dengan cepat.
Wewey segera bergegas untuk melihat, dia memicingkan matanya agar penglihatannya terlihat dengan jelas.
“Ah dia tabib Gu, dia masih muda dan tampan. Dia keturunan tabib dewa yang mulia…” Jelas Wewey.
“Benarkah?” Senang Wang Xiufei dengan mata yang berbinar binar, ekspresinya berubah dengan cepat dari sebelum nya.
“Benar nona, apakah anda ingin mengundang kemari?” Tanya Wewey dengan senyum aneh, melihat itu Wang Xiufei ikut tersenyum.
“Kau atur saja, aku akan menunggu disini.” Balas Wang Xiufei santai.
“Saya akan segera kembali.” Ucapnya yang langsung bergegas pergi.
“Hahah, aku tidak salah memilih pelayan.” Senang Wang Xiufei.
Wewey turun ke lantai bawah, dia bergegas mencari sosok tabib Gu. Hingga akhirnya dia melihatnya, dan dengan cepat menghampirinya.
“Tabib Gu.” Panggil Wewey.
“Ada yang bisa saya bantu?” Tanya Tabib Gu dengan tersenyum tipis.
“Tabib, tolong yang mulia Ratu Wang. Dia sakit di atas, ayo cepat….” Ajaknya, tabib Gu hanya diam menurut.
Wewey membawanya masuk kedalam ruangan Wang Xiufei, di dalam Wewey melihat ratunya yang berbaring di atas kursi panjang yang terasa lembut dan nyaman.
Pakaian jubahnya terbuka hingga memperlihatkan pundak dan tulang selangka nya yang cantik. Namun, dia masih memakai cadar sehingga terlihat semakin cantik.
“Apa yang terjadi?” Tanya tabib Gu yang menghampiri Wang Xiufei.
“Entahlah, apakah ada obat yang tak sengaja dia minum di araknya?” Tanya Wewey, dia mengangguk patuh pada Xiufei yang memberikan kode padanya untuk pergi.
“Tabib Gu, tubuhku panas….” Ucap Wang Xiufei dengan memeluk leher tabib Gu, wajah laki laki itu nampak shock.
“Yang mulia, ini tidak sopan. Tunggu, saya akan mengambil obat dan jar—“
“Tabib Gu, tubuhmu hangat sekali. Aku ingin memeluknya….” Senyum Wang Xiufei, dia menyukai aroma obat yang khas di tubuh Tabib Gu, wajahnya juga tampan.
“Yang mulia…” takutnya.
Dia hendak membuat Wang Xiufei tak sadar namun Xiufei sadar akan hal itu dan menghindar sedikit hingga membuat cadarnya lepas.
Untuk beberapa saat, tabib Gu terpesona oleh kecantikannya yang sempurna.
Wang Xiufei tersenyum dan menarik baju tabib Gu hingga hidung mereka bersentuhan, Wang Xiufei tersenyum tipis dan mulai menempelkan bibirnya secara perlahan.
Meskipun begitu, tabib Gu tetap ada penolakan hingga membuat Xiufei geram dan segera mendorongnya hingga dia terjatuh dan posisi Xiufei di atas.
“Menurutlah jika tidak ingin aku hukum mati.” Senyum Wang Xiufei, dia mencium leher Tabib Gue secara perlahan, meraba otot dadanya dan mengendus setiap inci kulitnya, aroma khas tersebut sangat menenangkan bagi Xiufei.
Tabib Gu mencengkeram pinggang kursi dengan erat bahkan kukunya sampai terluka, tubuhnya panas, dia laki-laki normal. Tindakan Xiufei membuatnya tak tahan, hingga akhirnya saat Xiufei menempelkan bibirnya lagi, kali ini tabib Gu menerimanya dan ikut membalasnya.
Xiufei tersenyum, dia mengimbangi ciuman tabib Gu yang berantakan, bahkan lidahnya pun terasa seperti obat yang manis namun segar.
“Mulai sekarang, kau tabib pribadiku.” Senyum Wang Xiufei dengan puas.