NovelToon NovelToon
SI IMUT MAFIA

SI IMUT MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Saerin853

Di dunia ini, ada aturan yang tidak tertulis namun absolut: Terang tidak akan pernah bisa bersatu dengan gelap, dan nyawa seorang mafia tidak akan pernah bisa terlepas dari belenggu keluarganya.

Bagi Kaelan, aturan itu adalah kutukan.

Di dalam ruang rapat utama kediaman klan, yang dihiasi lampu gantung kristal senilai ratusan juta, udara terasa mencekik. Lima pria tua dengan jas rapi duduk mengelilingi meja mahoni panjang. Mereka adalah para Tetua—urat nadi dari bisnis gelap yang Kaelan pimpin. Di atas meja, tergeletak sebuah foto wanita bergaun sutra merah dengan senyum anggun yang memuakkan.

"Isabella dari klan Vivaldi. Cantik, penurut, dan yang paling penting... dia akan memperkuat aliansi bisnis senjata kita di Eropa, Kaelan," ucap salah satu Tetua dengan suara seraknya yang penuh tuntutan. "Pernikahan kalian akan dilangsungkan bulan depan. Tidak ada penolakan."

Kaelan bersandar di kursi kebesarannya. Mata elangnya menatap foto itu d

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saerin853, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PROLOG

Di dunia ini, ada aturan yang tidak tertulis namun absolut: Terang tidak akan pernah bisa bersatu dengan gelap, dan nyawa seorang mafia tidak akan pernah bisa terlepas dari belenggu keluarganya.

Bagi Kaelan, aturan itu adalah kutukan.

Di dalam ruang rapat utama kediaman klan, yang dihiasi lampu gantung kristal senilai ratusan juta, udara terasa mencekik. Lima pria tua dengan jas rapi duduk mengelilingi meja mahoni panjang. Mereka adalah para Tetua—urat nadi dari bisnis gelap yang Kaelan pimpin. Di atas meja, tergeletak sebuah foto wanita bergaun sutra merah dengan senyum anggun yang memuakkan.

"Isabella dari klan Vivaldi. Cantik, penurut, dan yang paling penting... dia akan memperkuat aliansi bisnis senjata kita di Eropa, Kaelan," ucap salah satu Tetua dengan suara seraknya yang penuh tuntutan. "Pernikahan kalian akan dilangsungkan bulan depan. Tidak ada penolakan."

Kaelan bersandar di kursi kebesarannya. Mata elangnya menatap foto itu dengan kilat jijik. Jari-jarinya yang kekar mengetuk perlahan lengan kursi.

"Aku memimpin klan ini dengan darah dan peluhku sendiri," desis Kaelan, suaranya berat dan mematikan. "Aku yang memegang pistol, aku yang menarik pelatuknya. Lalu kalian pikir... kalian bisa mengatur siapa wanita yang akan tidur di ranjangku?"

"Ini bukan soal cinta, Kaelan! Ini soal takdir keluarga!" bentak Tetua lainnya, memukul meja.

Kaelan berdiri, auranya yang gelap dan mendominasi langsung menelan seisi ruangan. "Persetan dengan aliansi. Persetan dengan Vivaldi. Aku akan membawa istriku sendiri ke pertemuan keluarga minggu depan."

"Jangan gila! Wanita mana yang sepadan dengan Isabella?!"

"Seseorang yang akan membuat kalian semua berharap aku memilih Isabella," potong Kaelan dingin. Ia berbalik dan melangkah keluar ruangan, meninggalkan para Tetua yang pucat pasi.

Di dalam kepalanya, Kaelan sudah menyusun rencana gila. Ia butuh wanita yang liar. Wanita yang kasar, tidak tahu aturan, dan sama sekali tidak memiliki keanggunan seorang nyonya mafia. Seseorang yang akan membuat para Tetua itu jantungan dan membatalkan tradisi kolot ini selamanya.

Sementara itu, di sudut kota yang berbeda, di mana udara berbau asap knalpot dan gorengan pinggir jalan...

Bugh!

Sebuah tendangan mendarat telak di tong sampah kaleng hingga penyok. Seekor kucing liar melompat kaget dan lari terbirit-birit.

"Sialan! Dasar lintah darat keparat!" rutuk Anya sambil mengusap peluh di dahinya. Rambut wolf-cut-nya berantakan tertiup angin malam. Ia baru saja berlari tiga blok menghindari kejaran penagih utang ayahnya.

Anya bersandar di dinding bata gang yang lembap, merogoh saku celana kargonya yang lusuh. Hanya ada beberapa lembar uang ribuan kusut di sana. Ia menghela napas panjang. Besok uang sewa kos jatuh tempo, dan utang ayahnya yang suka berjudi itu semakin membengkak.

Beberapa jam lagi, ia harus memulai shift malamnya di Oasis Club. Bosnya yang menyebalkan itu sudah berkali-kali merayunya untuk menjadi LC—wanita penghibur—demi melunasi utang-utangnya.

"Langkahi dulu mayatku," gumam Anya pada dirinya sendiri, meninju telapak tangannya sendiri. "Aku memang miskin, tapi aku tidak akan pernah menjual harga diriku pada om-om hidung belang! Aku ini Anya! Preman pasar paling ditakuti waktu SMA!"

Anya menengadahkan kepalanya ke langit malam kota yang tanpa bintang. Ia butuh keajaiban. Atau setidaknya, seseorang yang cukup gila untuk memberinya karung berisi uang dari langit. Ia rela melakukan pekerjaan kasar apa pun—menjadi bodyguard, tukang pukul, atau kuli panggul—asal bukan menjual diri.

Malam itu, nasib sedang mengawasi mereka berdua dengan senyum penuh tipu daya.

Sang Mafia yang dingin sedang mencari "monster" untuk menghancurkan keluarganya, sementara sang Gadis Tomboy sedang mencari keajaiban gila untuk bertahan hidup.

Mereka belum tahu, bahwa takdir akan mempertemukan mereka di tengah suara pecahan gelas dan sebuah kontrak konyol bernilai satu miliar rupiah.

1
supermine
💪
supermine
🤭
supermine
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!