NovelToon NovelToon
DxD : Phenex Rebirth

DxD : Phenex Rebirth

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali sebagai Riser Phenex—bangsawan iblis paling dibenci dengan reputasi sampah—bukanlah pilihan yang buruk bagi seorang pemuda dari dunia modern. Dengan sistem "Yui" yang bermulut tajam namun setia, serta kekuatan terlarang dari masa lalu yang terkubur (Meliodas), Riser memutuskan untuk berhenti mengejar wanita yang tidak menginginkannya. Di hari Rating Game yang seharusnya menjadi kehancurannya, dia justru membakar naskah takdir. Dia membatalkan pertunangan, melepaskan gelar "pecundang", dan mulai membangun "keluarga" sejatinya sendiri. Dari pedang Saeko Busujima hingga kesetiaan Yasaka, Riser tidak hanya ingin bertahan hidup; dia ingin mendominasi dunia supranatural dengan gaya yang elegan, sarkastik, dan tak terbantahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Percikan Api dan Kehadiran yang Sunyi

Latihan di ruang bawah tanah berakhir dengan Rei yang terkapar telentang di lantai marmer, napasnya memburu sementara keringat membasahi seragam barunya. Di sampingnya, Saeko berdiri tanpa cela, hanya beberapa helai rambutnya yang sedikit berantakan. Meskipun Rei gagal mendaratkan serangan telak, ia berhasil menggores lengan baju Saeko—sebuah pencapaian luar biasa untuk pemula.

Riser turun dari balkon dengan langkah santai. Ia berdiri di atas Rei, menghalangi cahaya lampu aula sehingga bayangannya jatuh menutupi wajah gadis itu.

"Sepuluh menit lewat, Rei. Kau kalah," ucap Riser datar, namun ada nada bangga yang tersembunyi.

Rei mendongak, matanya yang lelah menatap wajah Riser yang tampak sangat tampan dari sudut bawah. "Cih... sedikit lagi. Saeko-senpai itu monster."

[ Pesan Sistem: Huh, lihatlah dia. Baru sehari jadi iblis sudah berani menantang Ksatria Master. Dasar keras kepala! Dan kau, Kak Riser... jangan menatapnya dengan wajah sekeren itu, nanti dia makin besar kepala! 😤 ]

Riser sedikit tersenyum tipis mendengar suara Yui di kepalanya. "Yui, kau terdengar lebih berisik dari biasanya."

[ Pesan Sistem: Aku tidak berisik! Aku hanya menjalankan fungsi pengawasan kesehatan mentalmu! Lagipula, detak jantung gadis itu meningkat 40% saat melihatmu. Ini anomali yang mengganggu sistemku, tahu! 💢 ]

Riser mengabaikan gerutuan Yui sejenak. Ia mengulurkan tangannya pada Rei. Kali ini, Rei tidak menepisnya. Ia menyambut tangan Riser dan membiarkan pria itu menariknya berdiri. Begitu Rei tegak, Riser tidak langsung melepaskan tangannya. Ia justru menarik Rei mendekat, membuat jarak di antara mereka hanya tersisa beberapa sentimeter.

"Janji adalah janji," bisik Riser tepat di telinga Rei, membuat bulu kuduk gadis itu berdiri. "Karena kau kalah, kau harus menuruti satu permintaanku tanpa bantahan selama seminggu."

"A-apa permintaannya?" tanya Rei gagap, wajahnya merah padam.

"Permintaan pertamaku... Berhentilah memanggilku 'Iblis Sombong'. Panggil namaku, atau panggil aku 'Tuan' jika kau sedang dalam suasana hati yang patuh," Riser melepaskan tangan Rei dan menyelipkan sebuah kotak kecil berwarna perak ke telapak tangan gadis itu.

Rei membuka kotak itu. Di dalamnya terdapat sebuah jepit rambut berbentuk bunga lili yang terbuat dari kristal petir murni. "Ini...?"

"Itu adalah penstabil mana. Itu akan membantumu mengendalikan lonjakan listrik saat kau sedang emosi," Riser berbalik untuk pergi. "Anggap itu hadiah karena kau berhasil menggores baju Saeko."

[ Pesan Sistem: Hmph! Memberi hadiah perhiasan pada hari pertama? Kak Riser memang playboy kelas kakap. Jangan salahkan aku kalau nanti dia jadi terlalu manja dan merepotkan kita! 😒 ]

Rei terpaku menatap jepit rambut itu. "Riser... baka." Meskipun ia mengumpat, ia segera memasang jepit itu di rambutnya dengan senyum kecil yang tidak bisa ia sembunyikan.

Namun, suasana manis itu terhenti saat Yubelluna masuk ke ruang latihan. Ia tidak sendirian. Di belakangnya, ia membawa sebuah peti kayu besar yang terbungkus segel sihir kuno. Peti itu tampak bergetar hebat, seolah-olah ada sesuatu yang liar mencoba keluar dari dalamnya.

"Tuanku, maaf mengganggu momen Anda," ucap Yubelluna, wajahnya tampak sangat serius. "Retakan dimensi di dekat pegunungan baru saja memuntahkan sesuatu yang tidak biasa. Bukan manusia, tapi juga bukan iblis murni. Saya menemukannya sedang mengamuk di tengah hutan."

Peti itu meledak.

Kayu-kayu hancur berkeping-keping. Dari dalam debu yang mengepul, muncul seorang gadis kecil dengan rambut hitam panjang yang dikuncir, mengenakan kimono merah muda yang compang-camping. Di mulutnya, terdapat sepotong bambu yang diikat dengan kain. Matanya yang berwarna merah muda tampak redup namun penuh dengan insting predator.

Nezuko Kamado.

[ Pesan Sistem: PERINGATAN! Entitas anomali terdeteksi! Ras: Iblis (Dunia Lain). Dia sedang dalam mode defensif penuh! Kak Riser, hati-hati! Gadis ini kecil-kecil cabai rawit! 🚨 ]

Nezuko segera merangkak rendah di lantai, mengeluarkan suara geraman tertahan dari balik bambunya. Ia menatap semua orang di ruangan itu sebagai ancaman, kecuali satu orang. Matanya terpaku pada Riser, yang memancarkan energi api yang sangat mirip—namun berbeda—dengan matahari yang selalu ia takuti.

"Tenanglah, Kecil," ucap Riser, melangkah maju dengan aura tenang yang menyejukkan.

Nezuko merendahkan tubuhnya, jemari mungilnya mencengkeram lantai marmer hingga retak. Pupil matanya menyempit menjadi garis vertikal yang tajam. Meskipun tubuhnya kecil, aura yang dipancarkannya begitu liar dan murni, sebuah manifestasi dari kutukan darah yang tidak terkendali. Geraman dari balik bambunya bergema di ruang latihan yang luas, menciptakan ketegangan yang membuat Rei dan Saeko secara otomatis memasang kuda-kuda bertarung.

"Jangan bergerak," perintah Riser pada anggota peerage-nya. Suaranya tenang, namun mengandung otoritas yang tidak bisa dibantah.

Riser melangkah maju dengan perlahan. Ia tidak memancarkan niat membunuh sedikit pun. Sebaliknya, ia membiarkan api Phenex di dalam dirinya keluar dalam bentuk uap hangat yang lembut, menyelimuti area di sekitarnya. Bagi makhluk lain, ini mungkin hanya suhu yang meningkat, namun bagi Nezuko, panas ini terasa akrab—seperti pelukan matahari yang selama ini menjadi musuh bebuyutannya, namun kali ini tidak membakar.

[ Pesan Sistem: Kak Riser! Apa yang kau lakukan?! Mendekati iblis liar tanpa perlindungan itu namanya cari penyakit! Dan kenapa kau mengeluarkan aura 'Kakak Idaman' begitu? Aku tidak suka melihatmu bersikap lembut pada gadis asing ini! 😤💢 ]

"Diamlah, Yui. Dia hanya ketakutan," batin Riser menanggapi gerutuan sistemnya.

[ Pesan Sistem: Hmph! Ketakutan katamu? Dia siap mengoyak lehermu! Jika kau sampai terluka, jangan menangis padaku ya! Tapi... baiklah, aku akan memantau detak jantungnya untukmu. Jangan bilang aku tidak perhatian! 😒 ]

Riser kini hanya berjarak tiga langkah dari Nezuko. Gadis itu sempat hendak melompat menyerang, namun ia berhenti saat uap api Riser menyentuh kulitnya. Ia menghirup udara yang dipenuhi energi Phenex. Matanya yang merah muda mulai bergetar, perlahan berubah dari liar menjadi bingung, lalu sayu.

[ Status Subjek: Nezuko Kamado ]

[ Kondisi: Trauma Dimensi (Parah) ]

[ Resonansi: 75% dengan Api Phenex ]

[ Analisis: Dia merasakan kehangatan yang mirip dengan matahari, namun aman bagi tubuh iblisnya. ]

Riser berlutut, menyamakan tinggi tubuhnya dengan Nezuko. Ia mengulurkan tangan kanannya, telapak tangannya terbuka lebar. "Kau sudah jauh dari rumah, Nezuko. Di sini, matahari tidak akan menyakitimu lagi. Kau aman."

Nezuko terdiam. Ia merangkak maju dengan ragu-ragu, mengendus telapak tangan Riser seperti seekor anak kucing yang waspada. Begitu ia merasakan ketulusan dalam energi Riser, pertahanannya runtuh. Nezuko menempelkan dahinya ke telapak tangan Riser, mengeluarkan suara dengkuran halus dari balik bambunya.

"Dia... dia tenang?" Rei menurunkan tombaknya, menatap pemandangan itu dengan tidak percaya. "Baru saja dia terlihat seperti ingin membunuh kita semua."

"Itu karena Tuan Riser memiliki apa yang tidak dimiliki orang lain," bisik Saeko, menyarungkan katananya. "Kehangatan yang mutlak."

Tiba-tiba, Nezuko melakukan sesuatu yang mengejutkan. Ia tidak hanya tenang, tapi tubuhnya mulai mengecil menjadi wujud anak-anak yang jauh lebih mungil. Dengan langkah goyah, ia menubruk dada Riser dan memeluk lehernya erat-erat, menyembunyikan wajahnya di sana seolah-olah Riser adalah satu-satunya pelindung yang ia miliki di dunia asing ini.

[ Pesan Sistem: APA?! Dia langsung memelukmu?! Kak Riser, lepaskan dia! Ini sudah melampaui batas protokol keamanan sistem! Kenapa setiap gadis yang kau temui selalu berakhir menempel padamu seperti lem?! Aku benci ini! Aku benar-benar benci ini! 😭😭😭 ]

"Dia hanya butuh sandaran, Yui. Jangan berlebihan," ucap Riser dalam hati sambil mengusap rambut hitam Nezuko dengan lembut.

[ Pesan Sistem: Aku tidak berlebihan! Aku ini sistemmu, aku yang paling tahu variabel apa yang masuk ke wilayah pribadimu! Dan sekarang, ada iblis kecil yang mengambil jatah pelukan di sistem prioritasku! Pokoknya, aku akan mencatat ini sebagai 'Utang Perhatian' yang harus kau bayar padaku nanti! Titik! 😤 ]

Riser berdiri sambil menggendong Nezuko yang kini mulai tertidur di pelukannya. Ia menatap Yubelluna yang masih berdiri siaga. "Yubelluna, siapkan kamar di dekat kamarku. Dan katakan pada Shizuka untuk menyiapkan nutrisi khusus. Dia tidak mengonsumsi darah seperti iblis biasa, dia memulihkan diri dengan tidur."

"Baik, Tuanku," jawab Yubelluna, meski matanya menunjukkan sedikit rasa penasaran pada sosok Nezuko.

Riser menatap Rei dan Saeko bergantian. "Latihan hari ini selesai. Kalian berdua, bersihkan diri. Besok kita akan mulai menyusun strategi untuk menstabilkan pengaruh kita di wilayah ini sekarang setelah anggota kita bertambah."

Saat Riser berjalan keluar dari ruang latihan dengan Nezuko di pelukannya, ia bisa merasakan tatapan cemburu dari Rei yang masih memegang jepit rambut barunya, serta omelan tanpa henti dari Yui di kepalanya. Namun, Riser hanya tersenyum tipis. Baginya, setiap anggota baru adalah kepingan puzzle yang akan membuat faksinya tak tertandingi.

1
SR07
plot nya kok kaya mundur ya?
SR07
bukannya udh gabung sama rias ya? atau di episode awal gue salah baca?
SR07
esdeath kemana dah?
SR07
cemburu Ama bocah🤣
SR07
intinya cemburu
SR07
awokawokawok 🤣
SR07
ada yang cemburu nih🤣
SR07
Yui cemburu 🤣
SR07
up lagi bro
mutia
sistemnya agak serem ya😂
SR07
jir galaknya 🤣
SR07
ngobrol Ama bantal guling gak tuh wkwkwk 🤣
SR07
system nya galak amat dah🤣
Muhd Zulfitri
thor buat anime cheined Soldier /Pray/
RavMoon: saya akan mempertimbangkan nya setelah proyek ini berjalan setengahnya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!