Xue Xiao adalah seorang alkemis hebat nomor satu di alam abadi, bahkan bakatnya di gadang-gadang akan mampu memecahkan batasan alam abadi dan membuka jalur kenaikan menuju alam Dewa yang telah tersegel selama jutaan tahun melalui Dao alkimia.
Namun pada suatu saat, Xue Xiao dikhianati oleh sahabat dan kekasihnya untuk merebut Artefak Dewa yang dimiliki Xue Xiao.
Selama ratusan tahun, Xue Xiao hanya berfokus pada Dao Alkimia. Meskipun kultivasinya tinggi, namun dibandingkan mereka yang menempuh jalur Dao beladiri tentu ia tidak bisa menjadi lawan.
Hingga akhirnya, Xue Xiao yang terpojok dan putus asa, memilih untuk meledakkan dirinya dan menyeret para penghianat itu untuk menemaninya di jalan kematian.
Tapi tak disangka, Artefak Dewa yang ia miliki justru menyelamatkan jiwanya disaat-saat terakhir dan membawanya ke dunia yang sama sekali baru, bahkan merekonstruksi tubuh fisiknya yang sudah hancur berkeping-keping.
bagaimana perjalanan Xue Xiao di dunia baru, ikuti terus cerita ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
"Master! Anda hebat sekali!" seru Han Meiling sambil berlari membawakan secangkir teh hangat. "Semua orang di pasar membicarakan Anda! Mereka bilang Anda adalah dewa perang yang menyamar jadi tabib!"
Xue Xiao menyesap tehnya, uap panasnya menyentuh wajahnya yang dingin. "Dewa perang? Meiling, perang adalah hal yang melelahkan dan penuh darah. Aku lebih suka dikenal sebagai orang yang bisa mencabut duri di tenggorokan orang-orang ini."
Xue Xiao kemudian memulai pekerjaannya. Satu per satu pasien masuk. Ia bekerja dengan kecepatan yang lebih tinggi dari biasanya. Tangannya bergerak lincah, menekan titik-titik meridian, memijat tulang yang salah posisi, dan memberikan resep-resep sederhana namun sangat efektif.
Namun, sekitar pukul sepuluh pagi, sebuah keanehan terjadi. Pak Tua Han yang bertugas memeriksa gudang obat di lantai dua turun dengan wajah yang sangat pucat. Ia mendekati Xue Xiao dan berbisik dengan nada cemas.
"Master... ada masalah. Kiriman ginseng dan akar malaikat yang seharusnya datang pagi ini dari pasar grosir tidak kunjung tiba. Saya baru saja menelepon pemasok kita, dan mereka bilang... mereka tidak bisa lagi menjual bahan obat kepada kita."
Xue Xiao berhenti menekan nadi seorang pasien tua. Ia mendongak, matanya menyipit. "Tidak bisa menjual? Apa alasannya?"
"Mereka bilang... ini adalah perintah langsung dari Keluarga Wang. Siapa pun yang menjual bahan obat kepada Klinik Medis Xue akan diboikot oleh seluruh jaringan bisnis farmasi di Shanghai. Mereka mengancam akan menghancurkan toko-toko pemasok jika mereka berani mengirimkan satu gram obat pun ke sini," jelas Pak Tua Han dengan suara gemetar.
Xue Xiao terdiam sejenak. Ia melihat ke arah laci-laci obatnya yang mulai kosong. Sabotase ekonomi. Keluarga Wang rupanya sadar bahwa mereka tidak bisa mengalahkannya dengan otot, jadi mereka mencoba mencekik kliniknya melalui jalur logistik.
"Tuan Xue?" pasien tua di depannya bertanya dengan ragu. "Apakah ada masalah? Apakah obat saya tidak tersedia?"
Xue Xiao kembali menatap pasiennya, senyum tipis yang dingin muncul di sudut bibirnya. "Jangan khawatir, pak tua. Obatmu akan selalu tersedia. Jika pasar di kota ini menutup pintunya untukku, maka alam akan membukakan jalannya sendiri."
Xue Xiao berdiri, ia berjalan ke arah jendela dan menatap ke arah utara. Ia tahu bahwa Wang Xiong sedang tertawa di dalam kegelapan kediamannya, mengira bahwa tanpa pasokan obat, klinik ini akan mati dalam hitungan hari.
"Meiling, tulis sebuah pengumuman di depan," perintah Xue Xiao.
"Apa yang harus saya tulis, Master?" tanya Meiling dengan sigap.
"Tulis bahwa Klinik Medis Xue akan mulai mengolah bahan obatnya sendiri. Dan bagi siapa saja yang memiliki akses ke tanaman liar di pegunungan sekitar Shanghai, aku akan membeli tanaman itu dengan harga dua kali lipat dari harga pasar. Aku akan mengajarkan penduduk kota ini bahwa obat terbaik tidak selalu berasal dari toko-toko mewah keluarga Wang," ucap Xue Xiao dengan nada penuh otoritas.
Qingyan yang baru saja masuk ke klinik mendengar perintah itu. Ia berjalan mendekat dengan wajah penuh kekhawatiran. "Master, itu adalah langkah yang sangat berani, tapi juga berbahaya. Keluarga Wang mengontrol hampir delapan puluh persen distribusi herbal di Tiongkok Timur. Mencoba melawan mereka dalam hal pasokan adalah seperti mencoba menguras laut dengan sendok."
Xue Xiao menatap Qingyan. "Laut mungkin luas, Lin Qingyan, tapi aku akan menjadi badai yang bisa membuat airnya surut. Mereka pikir mereka bisa memonopoli nyawa manusia dengan kertas-kertas uang mereka? Mereka akan segera tahu bahwa pengetahuan alkemis sejati tidak bergantung pada rantai pasokan buatan manusia."
Malam itu, setelah pasien terakhir pulang, Xue Xiao tidak beristirahat. Ia membawa Meiling dan Pak Tua Han ke lantai dua. Di sana, ia mengeluarkan sebuah tungku kecil dari perunggu kuno yang ia temukan di gudang bawah tanah keluarga Lin tempo hari.
"Malam ini, aku akan menunjukkan pada kalian cara memurnikan esensi tanpa menggunakan api yang kalian kenal," ucap Xue Xiao.
Ia mengambil beberapa sisa tanaman obat yang masih ada di laci. Dengan tangan kosong, ia mulai menghancurkan bahan-bahan itu hingga menjadi bubuk halus. Ia kemudian meletakkan telapak tangannya di atas tungku tersebut. Melalui getaran molekul yang sangat presisi dari kekuatan fisiknya, ia mulai memanaskan udara di dalam tungku tersebut hingga mengeluarkan aroma yang sangat wangi.
Meiling dan Pak Tua Han menatap dengan mulut terbuka. Mereka melihat bagaimana bahan-bahan sederhana itu perlahan-lahan berubah menjadi butiran-butiran kecil berwarna hijau berkilauan yang memancarkan energi kehidupan yang kuat.
"Ini adalah Pil Pembersih Nafas," ucap Xue Xiao sambil mengambil satu butir pil yang masih hangat. "Satu butir ini setara dengan sepuluh botol ramuan yang mereka jual di toko-toko farmasi keluarga Wang. Jika mereka ingin memutus jalanku, maka aku akan membuat jalan baru di atas kepala mereka."
Xue Xiao kemudian menatap ke arah pintu kliniknya yang tertutup. Ia bisa merasakan ada beberapa kehadiran asing yang mengintai di kegelapan gang di seberang jalan. Kehadiran yang dingin, bau busuk yang samar, dan aura kematian yang tidak wajar.
"Ternyata anjing-anjing bayangan itu sudah sampai," batin Xue Xiao.
Ia tahu bahwa serangan fisik dari Sekte Gagak Hitam akan segera dimulai. Sabotase obat hanyalah awal dari pengepungan yang dilakukan oleh keluarga Wang. Namun, Xue Xiao justru merasa darah di tubuhnya mulai bergejolak. Setelah ribuan tahun hidup dalam kebosanan di Alam Abadi dan lima tahun dalam kesunyian hutan, tantangan ini adalah apa yang ia butuhkan untuk benar-benar mengintegrasikan jiwanya dengan tubuh barunya.
"Pak Tua Han, Meiling, tidurlah di lantai tiga malam ini. Jangan turun apa pun yang kalian dengar di bawah," perintah Xue Xiao dengan nada yang tidak bisa dibantah.
"Master... apakah ada bahaya?" tanya Meiling kecil sambil memegang ujung jubah Xue Xiao.
Xue Xiao mengelus kepala Meiling dengan lembut. "Hanya ada beberapa serangga yang tersesat dan perlu disapu. Pergilah sekarang."
Setelah mereka naik, Xue Xiao mematikan lampu klinik. Ia duduk bersila di tengah ruangan yang gelap, hanya diterangi oleh sinar bulan yang pucat dari balik jendela. Di tangannya, ia memegang sebilah pisau alkemis kecil yang ia buat dari bijih besi pegunungan.
Ia menutup matanya, mempertajam indra pendengaran dan penciumannya. Di kejauhan, ia mendengar detak jantung yang tidak teratur dan suara gesekan kain yang sangat halus di atap gedung seberang.
"Selamat datang di klinikkku, wahai pembawa bayangan," bisik Xue Xiao pada kesunyian. "Semoga tulang-tulang kalian cukup keras untuk menahan sapu lidi di tanganku."