NovelToon NovelToon
Mustika Terkutuk

Mustika Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

Menceritakan kisah seorang pemuda desa yang tidak bisa berbicara atau bisu... kehidupannya yang miskin secara perlahan berubah setelah menemukan sebuah batu mustika indah berwarna jingga. bisu yang di alami pemuda itu seketika sembuh tidak hanya itu batu itu juga memiliki kekuatan yang di idam idamkan kebanyakan laki-laki yaitu membuat tubuh penggunanya tak dapat terlihat atau kasat mata.. namun di balik semua keistimewan batu jingga itu menyimpan sebuah misteri dan kutukan yang secara perlahan mendorong pemuda tersebut memasuki dunia gelap yang sesungguhnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

belanja

Suara alarm ponsel dari Sugeng membangunkan Sugeng dari tidur lelapnya.

Ia mengucek matanya secara perlahan... Sugeng duduk di atas kasur menuggu adzan subuh dengan wajah menjengkelkannya. Ia mengupil memandangi semut semut yang berjalan di bawah pinggiran tembok. tak lama kemudian ia menguap, mulutnya terbuka lebar selebar gerbang istana negara.

Selang 3 menit kemudian suara adzan subuh terdengar, Sugeng masih duduk menunggu adzan selesai. Setelah adzan selesai Sugeng beranjak berdiri dan menuju kebelakang untuk mengambil air wudhu.

Walaupun Sugeng sadar bahwa dirinya melakukan kejahatan, namun aktivitas ini sudah ia lakukan sedari kecil atas didikan dari neneknya.. ini sudah menjadi kebiasaan Sugeng dan akan terasa seperti ada yang kurang ketika ia tak melakukannya.

Sugeng sadar ia bukanlah orang baik, namun bukan berarti dia harus meninggalkan kewajibannya. Tidak ada manusia yang memiliki dosa di dunia ini, dan manusia yang berdosa bukan berarti tak wajib melakukan ibadah. Itulah hal yang sedari kecil nenek Ratmi tanamkan kepada Sugeng.

Selepas wudhu Sugeng membaca doa sesudah wudhu kemudian menuju kemarnya. Apa yang tak di ketahui Sugeng, sepasang mata dari kegelapan dapur itu mengawasi Sugeng dengan tatapan tak suka.

Pagi harinya Sugeng mandi bersiap untuk menuju ke pasar, ia berniat hendak membeli sembako untuk mengisi warungnya.

Ketika Sugeng baru keluar dari kamar mandi ia berpapasan dengan Sekar yang hanya mengenakan tanktop menunjukan belahan dadanya dan celana pendek hitam.

Sugeng tertegun melihat itu, tak di pungkiri Sekar memang sangat cantik walaupun umurnya sudah hampir kepala empat.

Mata Sugeng secara otomatis menatap belahan dada Sekar.

"Minggir! Ngapain kamu berdiri di situ, geng!" Ucap Sekar yang terburu buru dan langsung menarik Sugeng keluar.

Untungnya Sekar tak menyadari tatapan Sugeng.

Sugeng tersentak kaget, ia mengusap wajahnya kemudian menggelengkan kepalanya, "apa yang kamu pikirin geng, mbak Sekar kakak kamu sendiri, jangan jadi orang gila!" Batin Sugeng.

Ia kemudian duduk di meja makan dapur, berniat menunggu Isna untuk di antar sekolah sekalian ia hendak ke pasar. Pikir Sugeng.

"Mau mbak buatin kopi, geng?" tawar Sekar yang baru keluar dan melihat Sugeng duduk termenung di meja dapur.

"Ngga usah mbak. Bentar lagi Sugeng mau kepasar, ini sekalian nunggu Isna buat anter dia kesekolahan..." ucap Sugeng tanpa menoleh, ia takut niat buruk kepada Sekar kembali muncul karena melihat kecantikan Sekar.

Sekar termenung, tatapannya terlihat sedih, "emm.. Isna baru tadi berangkat geng, naik angkot. Besok besok aku bilangin ke dia kalau ngga usah naik angkot, di anter kamu aja." Ucap Sekar.

"Ehh? Udah berangkat ya Mbak.. kalau begitu Sugeng langsung aja kepasar mbak. Mbak mau di bawain apa?" Tanya Sugeng..

"Ngga usah repot repot geng, udah sana keburu siang.. panas." Jawab Sekar seraya berlalu.

"Astaga sekar... kenapa kamu bodoh banget sih..? Bisa bisanya kamu cuma pake ginian di depan Sugeng!" Batin Sekar, ia sadar Sugeng merasa risih dengan dirinya. Bisa di lihat dari Sugeng yang enggan menatap dirinya, oleh karena itu Sekar bergegas pergi.

Sugeng menghela nafas panjang sebelum akhirnya mengeluarkan motor Supranya dan langsung melajukannya kepasar.

Sampailah Sugeng di pasar, ia berkeliling mencari toko grosir sembako yang murah dan bisa ia jadikan langganan.

"Di mana ya yang murah..." batin Sugeng.

"Lek emm... grosir toko sembako yang murah di mana ya?" Tanya Sugeng kepada seorang tukang becak.

"Itu mas.. toko Sumber Rejeki, murah kulak'an di situ aja."

"Dimana lek?"

"Di belakang terminal, pas di tempat pembuangan sampah itu loh mas, ruko tiga biji jadi satu itu, gede tokonya."

"Oh... di luar pasar ya?"

"Iya mas.."

"Makasih lek, oh iya lek sekalian aja ikut aku kesana, nanti bawain daganganku pulang bisa ngga lek?"

"Bawa kemana mas?"

"Sampean (kamu) tahu arah desa Bojongbata?"

"Tau mas, di sana ada warung pecelnya mbak Lasmi kan?"

"Nah.. sebelah rumah Mbak Lasmi kan ada pertigaan tuh, nah sebelah pertigaan itu rumahku. Ada warung yang baru di buat. Kalau masih bingung tanya aja sama Mbak Lasmi rumah Sugeng." Jelas Sugeng.

"Oh iya mas.. kalau begitu saya duluan mas ngikut aja di belakang."

Tukang becak itu pun berlalu menuju toko grosir sembako dan Sugeng ikuti dari belakang dengan motornya.

Benar saja toko tersebut sangat besar. Tampak Bos tersebut berkulit oriental.

Sugeng segera menemui pemilik toko yang tampak sibuk sedang menghitung nota.

"Ko... mau belanja." Ucap Sugeng.

"Oh iya mas. Cari apa?" Tanya pemilik toko.

Sugeng segera menyerahkan list barang yang sudah ia catat. Tampak sang pemilik toko membaca sesaat, kemudian ia memanggil salah satu karyawan dan memberikan catatan itu kepada karyawannya.

"Di tunggu sebentar ya mas. Baru buka warung ya mas?"

"I.. iya ko... baru buka."

"Owhh... iya iya.. belanja di sini aja mas, kita kasih harga yang cocok buat di jual ulang lagi. Tenang aja."

"Pake becak ya. Emang di mana dagangnya, mas?"

"Di rumah Ko, cuma warung rumahan kok ko. Di desa Bojongbata."

"Oh deket itu... besok besok kalau belanja lebih 2 juta, lu wa aja ntar di anter barangnya. Kita ada betor (becak motor) dari pada lu bayar becak. Gratis ongkir kok."

"Iya, ini awal aja kok ko. Makanya agak banyak kalau besok besok tingal lengkapin jadi kayaknya ngga mungkin belanja banyak ko."

"Oh... gitu ya.. ya kalau pengin belanja banyak gitu, siapa tahu warung lu rame kan kita ngga tau."

"Iya ko."

Sugeng menunggu barangnya di siapkan, ia tolah toleh melihat ada banyak sekali CCTV di sekitar toko ini. Alasan Sugeng mencari CCTV lantaran ia memperhatikan seorang gadis pemilik toko yang sangat cantik, kulitnya putih bersih, rambutnya lurus sedikit di pirang berkulit oriental. Pikiran Sugeng langsung kotor, ia membayangkan memperk*sa gadis tersebut dengan berbagai macam gaya, oleh karena itu Sugeng tolah toleh mencari CCTV, ia sedikit frustasi karena di sini cukup banyak CCTV dan posisinya sangat tinggi.

Sugeng meremas rambutnya sendiri, "sialan! Ada apa dengan pikiranku! Kenapa menjadi kotor seperti ini, tadi pagi mbak Sekar sekarang gadis itu. Apa ini semua karena efek aku memperk*sa Linda dan sekarang menjadi kecanduan? Aku ngga mau melakukan itu lagi, dendamku dengan Linda sudah terbalaskan. Aku tak mau merusak anak gadis orang... aku yakin sekali karma akan berlaku apabila aku melakukan itu. Tapi Vera, aku belum membalaskan dendamku kepadanya.." batin Sugeng ia kemudian bermain ponsel dan berusaha mengalihkan pandangannya dari gadis itu agar tak terbawa nafsu. Pikir Sugeng.

Apa yang tak di ketahui Sugeng gadis itu juga tampak sesekali melirik Sugeng, "njirr ganteng banget.. ngga salah tadi dia lihatin aku? Apa dia suka sama aku ya? Kayaknya iya deh. Nggak nggak aku harus jual mahal! Tapi...ganteng banget jirrr..."

1
Tini Nurhenti
se7 geng,kek Q bgt
Tini Nurhenti
lanjut thor
Tini Nurhenti
s7 geng
Tini Nurhenti
hadir thor,nyimak dlu seru thor up nya byk jdi smgat bacanya.😄😄💪💪
bedul: siap, udah 56 bab terjadwal
total 1 replies
Afri
semoga ceritanya bagus .. aku suka yg misteri gini thor
bedul: siap, baca sampe selesai ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!