NovelToon NovelToon
BUNGKAM

BUNGKAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Teen
Popularitas:378
Nilai: 5
Nama Author: nia ayu

jeon jungkook gadis manis itu menyimpan sebuah rasa kepada sahabat masa kecilnya kim taehyung tapi sayang kim taehyung mencintai wanita lain.
hingga sebuah perjodohan membuat keduanya tinggal serumah.

akankah jungkook bisa mengungkapkan perasaannya?? atau justru dia akan memilih diam?

bagaimana nasib rumah tangga mereka dengan berbagai konflik yg hadir khususnya orang ketiga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelindung

Taehyung memasuki mansion kim dengan jungkook di gendongannya, nyonya kim yang melihatnya tentu saja terkejut.

“Taehyung apa yang terjadi?" Tanya nyonya kim sambil berjalan mendekat ke arah taehyung.

“Nanti taehyung ceritakan mah, tapi untuk sekarang tolong panggilkan dokter", kata taehyung singkat lalu berjalan ke kamarnya.

Taehyung meletakkan jungkook dengan perlahan ke ranjang.

Taehyung menatap penuh luka jungkook yang terus terisak tanpa henti.

“Jangan menangis" kata taehyung lirih sambil menghapus air mata jungkook.

“Apa salahku tae?" Isak jungkook.

“Kamu tidak salah apapun" kata taehyung lirih sambil memeluk tubuh mungil itu erat.

Tak beberapa lama dokter keluarga datang dan memeriksa jungkook.

“Ini salep untuk menghilangkan bekas lebam dan obat pereda nyeri untuk nona jungkook", jelas sang dokter.

Taehyung mengangguk dan setelahnya mengantarkan sang dokter sampai depan pintu kamar dan setelahnya kembali menutup pintu kamar dan menguncinya dari dalam.

Jungkook terlelap setelah diberi suntikan oleh dokter untuk menghilangkan rasa nyeri.

“Maafkan aku karena aku kamu jadi seperti ini" gumam taehyung lirih.

Tak beberapa lama terdengar pintu diketuk dari luar

Taehyung perlahan membuka pintu kamar dan terlihat nyonya kim yang berdiri di depan kamar dengan wajah cemas.

“Tae bagaimana jungkook?" Tanya nyonya kim.

"Dia baik-baik saja mah, hanya syok saja”, jelas taehyung.

Nyonya kim memasuki kamar, netranya menatap sendu ke arah jungkook, gadis itu sudah dianggap putri kecilnya sendiri.

"Siapa yang melakukannya dan sebenarnya apa yang terjadi tae?” Kenapa dia bisa mendapatkan luka memar seperti itu?" Tanya nyonya kim.

"Irene yang melakukannya mah, saat tae datang kondisi jungkook sudah seperti itu”, jelas taehyung.

"Irene yang kami maksud kekasih kamu?” Tanya nyonya kim.

"Dia bukan kekasih tae mah, kemarin tae sudah mengakhiri hubungan kami dan mengatakan jika tae sudah dijodohkan dengan jungkook, tapi sepertinya dia tidak terima makanya dia menyerang jungkook di sekolah tadi", jelas taehyung.

“Lalu apakah kamu membiarkannya begitu saja?" Tanya nyonya kim.

“Tentu saja tidak mah, tae sudah memberikan peringatan pada irene tadi", jelas taehyung.

“Baiklah kalau begitu, untuk orang tua jungkook jangan sampai tahu terlebih dahulu", pesan nyonya kim dan diangguki oleh taehyung.

Disaat mereka berdua mengobrol terdengar jungkook yang mengigau

“Apa salahku? Aku tidak merebut siapapun" igau jungkook dengan mata terpejam.

Dengan langkah lebar taehyung berjalan mendekat ke arah jungkook dan memeluk tubuh mungil itu erat.

"Ssstt tenanglah kamu tidak salah apapun” kata taehyung lembut sambil mengelus punggung jungkook sayang.

Nyonya hanya terdiam dan tanpa banyak bicara meninggalkan kamar taehyung dan berjalan menuju ruang tamu.

“Kenapa wajahmu seperti itu", tanya tuan kim tiba-tiba yang mengejutkan nyonya kim yang tengah melamun.

“Sejak kapan kamu datang?" Tanya nyonya kim kepada suaminya.

“Baru saja, kemarilah" kata tuan kim sambil menepuk pelan sofa disebelahnya.

"Apakah taehyung sudah pulang? Aku melihat mobilnya sudah di depan tadi”, kata tuan kim.

"Dia diatas menemani jungkook”, kata nyonya kim.

"Jungkook? Kenapa dengannya?” Tanya tuan kim.

"Jungkook dia…." Nyonya kim menceritakan hal yang menimpa jungkook yang tentu saja membuat tuan kim terkejut.

“Sudah diperiksa dokter?" Tanya tuan kim dan nyonya kim pun mengangguk.

“Besok aku akan ke sekolahan menemui wanita itu", kata tuan kim.

“Untuk apa?" Tanya nyonya kim.

“Aku tidak ingin dia mengganggu putri kesayanganku lagi kelak, aku akan memberi peringatan kepadanya besok", jelas tuan kim dan nyonya kim pun mengangguk.

 

*****

Keesokan paginya terlihat jungkook yang melamun di balkon kamar.

“Kookie" panggil taehyung dan jungkook pun menoleh.

“Tae, aku tidak mau sekolah" kata jungkook lirih.

"Iya aku sudah mengajukan ijin untuk beberapa hari”, kata taehyung lembut.

"Bukan ijin taehyung, aku tidak mau sekolah lagi”, kata jungkook dengan mata yang berkaca kaca.

Taehyung menatap intens gadis di sampingnya lalu menarik tubuh mungil itu ke dalam pelukannya.

"Aku tidak ingin bertemu dengannya taehyung”, kata jungkook dalam pelukan taehyung.

Jungkook trauma dengan serangan brutal dan semua kata-kata yang dilontar oleh irene kemarin dan taehyung paham akan hal itu.

Pagi itu sekolahan dihebohkan dengan kedatangan pemilik yayasan sekolah tuan dan nyonya kim.

"Selamat datang tuan dan nyonya kim”, sapa kepala sekolah saat menemui tuan dan nyonya kim.

"Panggil murid bernama irene kemari”, titah tuan kim dan diangguki oleh kepala sekolah.

Sementara itu irene yang sedang di kelas dikejutkan oleh seorang siswa yang mengatakan jika dirinya dipanggil oleh pemilik yayasan ke ruang kepala sekolah.

"Dia terlalu berani mengusik calon menantu pemilik yayasan kemarin" kata salah satu siswa.

“Kamu benar dan dia terlalu percaya diri jika taehyung benar-benar jatuh cinta padanya", balas salah satu siswa.

“Kalian tahu dulu saat bersama irene taehyung tidak pernah seemosi kemarin, bahkan saat dulu dia marah dengan jungkook pun dia masih di batas emosi yang biasa saja" kata siswa yang lain menimpali.

“Tentu saja beda perlakuan sahabat sejak kecil dengan orang yang baru dikenal, tapi dia terlalu percaya diri jika dia bisa menguasai taehyung sepenuhnya", kata siswa lain.

Sepanjang koridor irene hanya diam tanpa bisa mengatakan sepatah katapun.

Setelah tiba di depan pintu ruang kepala sekolah irene membuka pintu perlahan dan di sana sudah ada tuan dan nyonya kim serta kepala sekolah yang menunggunya.

“Duduklah irene ssi" titah kepala sekolah dan irene pun mengangguk.

"Bae irene ssi, apakah kemarin kamu membuat onar di lingkungan sekolah?” Tanya tuan kim to the point.

Irena menunduk dan meremas kuat jari-jari tangannya.

"Maaf tuan kim saya emosi kemarin”, kata irene lirih.

"Kamu tahu siapa yang kamu permalukan dan kamu sakiti kemarin irene ssi?” Tanya tuan kim.

"Saya hanya ingin mempertahankan milik saya tuan, karena itulah saya bertindak brutal kemarin”, jelas irene.

"Milik kamu?” Siapa yang kamu maksud milik kamu itu?" Tanya nyonya kim.

“Kim taehyung dia kekasih saya dan karena jungkook taehyung memutuskan saya", jelas irene.

“Bukankah taehyung sudah memutuskan hubungan denganmu irene ssi?" Tanya nyonya kim.

Irene mendongak dan menatap ketiga orang di depannya saat ini.

"Saya tidak tahu apa salah saya nyonya, tapi saya yakin jika jungkook pasti mengatakan beberapa hal yang membuat taehyung membenci saya", kata irene beralasan.

“saya tidak ingin mengatakan banyak hal tapi mulai sekarang jauhi taehyung karena kami sudah menjodohkannya dengan jungkook", kata tuan kim tegas.

Irene terkejut dengan apa yang dia dengar.

“Tapi saya sangat mencintai taehyung tuan", kata irene lirih.

“Tapi sepertinya taehyung sudah tidak mencintaimu lagi irene ssi, dan sebagai ibu yang melahirkannya saya tahu ketika anak saya benar-benar jatuh cinta dan dia jatuh cinta dengan jungkook", jelas nyonya kim.

“TIDAK!!! KALIAN PASTI BERSEKONGKOL DENGAN JALANG ITU UNTUK MEMISAHKAN AKU DENGAN TAEHYUNG" teriak irene dengan emosi.

“Dia bukan jalang, dia adalah putri kesayangan kami" kata nyonya kim.

“Ini adalah peringatan pertama dan terakhir untukmu irene ssi, jangan pernah kamu mengganggu jungkook atau kamu berurusan dengan keluarga kim dan untuk sementara waktu kamu di skorsing selama satu minggu", kata tuan kim dingin dan setelahnya meninggalkan ruangan bersama sang istri.

Irene terpaku di tempatnya dengan apa yang dikatakan oleh tuan kim kepadanya apalagi dengan hukuman skorsing yang dirinya terima saat ini.

Inilah salah satu cara keluarga kim memberi perlindungan kepada calon menantu kesayangan mereka, tuan dan nyonya kim tidak akan membiarkan siapapun menyakiti putri kesayangan mereka.

1
Nadia Apriyanti
semoga tae nyesel se nyesel nyesel nya
Aisyah Nabila
keren
Nadia Apriyanti
semoga tidak ada badaiiiiiiii
Nadia Apriyanti
sakitin trus biar jk pergiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!