NovelToon NovelToon
Mafia Kejam Jatuh Cinta

Mafia Kejam Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: erinaCalistaAzahra

Marvel Dewangsa sadar bahwa hatinya sudah lama mati. Mungkin dari pengkhianatan oleh wanita yang ia sayangi, ditambah ia yang berkecimpung di dunia bawah yang tidak memerlukan simpati untuk bertahan hidup. Ia akhirnya percaya bahwa hidupnya akan seallau gelap sampai mati.

Namun, entah keajaiban apa, di hari itu seorang wanita yang bernama Elara , datang dan perlahan selalau ada di kehidupannya. Apakah marvel Dewangsa akan menerima Elara di kehidupannya dan hatinya akan luluh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erinaCalistaAzahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji di Bawah Jembatan Brooklyn

Janji di Bawah Jembatan Brooklyn

Malam itu, rintik hujan terasa seperti jarum yang menusuk kulit. Marvel berdiri mematung, asap cerutunya menari-nari ditiup angin pelabuhan yang dingin. Di hadapannya, seorang pria muda bernama Leo bersimpuh dengan tangan terikat.

"Kau tahu aturan kita, Leo," suara Marvel berat dan tenang, namun setiap katanya membawa beban kematian. "Kesetiaan adalah mata uang satu-satunya yang berlaku di keluarga ini. Dan kau... kau baru saja menyatakan diri bangkrut."

Leo mendongak, wajahnya lebam. "Aku melakukan itu untuk ibuku, Marvel! Mereka mengancam akan membakarnya hidup-hidup!"

Marvel mendekat, sepatu pantofelnya yang mengkilap menginjak genangan air berlumpur. Ia berjongkok, menatap mata Leo dengan dingin. "Kita semua punya ibu, Nak. Tapi kita punya satu Ayah—The Don. Saat kau membocorkan jalur distribusi di dermaga 14 kepada polisi, kau bukan hanya mengkhianati bisnis. Kau membunuh saudara-saudaramu."

Dari kegelapan di belakang Marvel, muncul dua pria berjas hitam. Salah satunya menyerahkan sebuah amplop cokelat tebal.

"Ini tiket kapal untuk ibumu. Dia sudah aman di Sisilia," ucap Marvel datar.

Mata Leo membelalak. Ada secercah harapan yang muncul, namun segera padam saat Marvel mengeluarkan revolver perak dari balik jasnya.

"Keluarga Valenti selalu menepati janji. Kami menjaga mereka yang tak bersalah," Marvel berdiri dan merapikan kerah mantelnya. "Tapi untuk pengkhianat, hanya ada satu jenis tiket yang tersedia."

Klik.

Suara kokang senjata itu memecah sunyi malam, tenggelam bersama deru mesin kereta yang melintas di atas jembatan. Esok hari, koran akan menulis tentang seorang pria yang "menghilang" di pelabuhan, sementara Marvel akan duduk tenang di restoran favoritnya, memesan espresso seolah tidak ada darah yang baru saja tumpah.

Bayangan Elara mengagu pikiran Marvel yang sedang kacau , tapi di sisi lain ia juga bahagia teryata Elara gadis Nanmanis , ia tidak mengira dapat bertemu dengan Elara malam itu .

"gadis manis , apa yang sedang ia lakukan sekarang " gumang Marvel sambil tertawa tipis

Hampir tak terlihat

Langkah kaki menghentak lantai marmer dingin di sebuah mansion terpencil. Marvel, pria dengan setelan jas hitam tanpa cela, masuk dengan aura yang membekukan ruangan. Matanya tajam, sekaku es, mencerminkan reputasinya sebagai pimpinan klan yang tak kenal ampun.

Marvel berhenti tepat di depan kakarnya itu , lalu masuk dalam kamar , hari ini dia merasakan lelah, Ia tidak marah, tidak pula berteriak. Kekejamannya justru terletak pada ketenangannya yang mutla , ia berjalan menuju balkon yang berada di dalam kamar nya itu , membuka jendela dan Ia mengeluarkan pemantik api perak, menyalakan cerutu, lalu menatap asap yang mengepul , ponselnya berdering lalu mengakat telfon tersebut.

marvel berbalik dan berjalan menuju pagar besar yang menghadap ke taman yang gelap. "Bawa dia pergi. Pastikan dia tidak pernah muncul lagi di wilayah ini," perintahnya kepada para penjaga. Pesan itu sudah cukup jelas; pengkhianatan tidak akan pernah ditoleransi, dan pengusiran adalah hukuman yang lebih berat bagi seseorang yang telah kehilangan segalanya.

Bagi Marvel , rasa takut adalah senjata yang lebih efektif daripada rasa sakit fisik. Ia tidak perlu mengotori tangannya untuk menunjukkan siapa yang berkuasa di kota ini.

" mereka berani sekali main-main dengan ku " Marvel menyeringai seperti monster yang sedang kelaparan siapapun yang berada disitu dan melihatnya pasti akan ketakutan.

1
Dysha♡💕
bagus
Dysha♡💕
ceritanya bagus,tapi terlalu singkat dan cepat,,jadi kurang menghayati gitu,,,
erin
jangan bosan untuk membaca
erin
jangan lupa mampir🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!