NovelToon NovelToon
Melodi Cinta Untuk Davin

Melodi Cinta Untuk Davin

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:27.7k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Hati Davin hancur ketika mengetahui cintanya pada Renata juniornya, bertepuk sebelah tangan dan ternyata hanya dimanfaatkan untuk kepentingan karir.

Dia lalu memilih pergi menjadi relawan medis di daerah bencana, dan bertemu Melodi, gadis yatim piatu nan tangguh merawat adiknya yang lumpuh

Ketulusan dan ketegaran Melodi mampu membuat Davin terpikat. Namun, perbedaan status di antara mereka terlalu besar membuat Melodi ragu.

Mampukah Davin meyakinkan Melodi bahwa cinta sejati tak mengenal batas? Atau justru perbedaan akan memisahkan mereka selamanya?

Yuk, ikuti kisahnya hanya di sini;
"Melodi Cinta Untuk Davin" karya Moms TZ, bukan yang lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Tempat tinggal baru

Gagal membujuk pasangan Davin dan Melodi yang kini telah pergi meninggalkan Desa Sukun, Pak Aris memutuskan pulang ke rumah. Begitu tiba, dia langsung disambut oleh Bu Risma. "Bapak darimana, sih? Bukannya bantu menenangkan Dahlia, malah pergi nggak bilang-bilang," cerocosnya sambil merengut.

"Bapak juga lagi usaha, Bu," jawab Pak Aris.

"Usaha apaan sih, Pak?" Bu Risma tampak penasaran.

"Tadi bapak mendatangi Dokter Davin memohon agar mau menerima Dahlia..." ucapan Pak Aris terhenti.

"Terus, gimana hasilnya? Apa Bapak berhasil?" sambar Bu Risma tak sabar.

Pak Aris menggeleng pelan. "Ini semua gara-gara Melodi. Gadis miskin itu tak mau mengalah dan merelakan Dokter Davin untuk Dahlia..."

"Apa...! Kurang ajar memang bocah itu! Nggak ingat apa, dulu kita ngasih pekerjaan buat dia agar bisa makan! Sekarang malah tak tahu diuntung," marah Bu Risma.

Ia bergegas keluar rumah, tetapi Pak Aris menahan lengannya. "Mau ke mana kamu, Bu?"

"Tentu saja ibu mau ngasih pelajaran buat dia," jawab Bu Risma. "Menyesal aku dulu selalu bersikap baik padanya."

"Tidak usah, Bu. Percuma, mereka sudah meninggalkan desa ini, baru saja," beritahu Pak Aris dengan wajah muram.

"Terus bagaimana ini, Pak? Apa kita nikahkan saja Dahlia dengan Herman?" tanya Bu Risma dengan nada frustasi.

"Nggak...!" Tiba-tiba Dahlia keluar dari kamar dan berteriak lantang menolak ide sang ibu.

"Lia nggak mau nikah dengan Herman. Lia hanya mau menikah sama Dokter Davin, titik!" ujar Dahlia bersikeras.

"Tapi Lia, dokter itu sudah pergi dari sini. Dia membawa serta gadis miskin itu beserta adiknya," beritahu sang ayah.

"Enggak...!" teriak Dahlia histeris.

"Nggak ada yang boleh memiliki Davin-ku...!" Ia langsung menjatuhkan dirinya ke lantai. Berguling-guling dan meraung meneriakkan nama Davin dan dan mengumpati Melodi dengan sumpah serapah yang tak pantas untuk didengar. Sungguh, kelakuan Dahlia sangat tidak elok, tak malu pada profesinya yang sebagai bidan desa. Benar-benar tak mencerminkan orang yang katanya terhormat dan berpendidikan.

Pak Aris dan Bu Risma hanya bisa mengelus dada, melihat kelakuan anaknya yang sudah dalam tahap stres akut.

.

Kita tinggalkan sejenak Pak Aris dan Bu Risma yang sedang pusing tujuh keliling menyaksikan Dahlia yang sedang mengereog.

Mari kita tengok perjalanan Davin dan Melodi.

Hampir tiga jam sudah perjalanan mereka dari Desa Sukun menuju Jakarta. Alvian yang belum pernah naik kendaraan jarak jauh pun mabok. Melodi dengan telaten merawat adiknya. Kemudian Davin meminta Pak Makmur menghentikan mobilnya di rest area.

"Pak, kita istirahat saja dulu di rest area," pintanya pada sang sopir.

"Siap, Mas. Dengan senang hati," kata Pak Makmur.

Mereka istirahat sejenak di rest area sambil mengisi perut. Davin lantas membeli obat anti mabok dan memberikan pada Alvian.

"Vian, ayo, ini diminum obatnya, ya. Biar nanti nggak mabok lagi." Alvian mengangguk. Davin pun membantu bocah itu meminum obat.

"Apa perjalanannya masih jauh, Mas?" tanya Melodi.

Davin tersenyum mendengar Melodi memanggilnya dengan sebutan 'Mas'.

"Nggak kok, paling setengah jam lagi," jawab Davin.

"Kenapa? Kamu sudah nggak sabar ya, pengin ketemu keluargaku?" tanyanya menggoda.

"Hahhh..." Melodi terbengong, tak tahu harus menjawab apa. Lalu meringis tipis, ia mulai merasa gugup, dadanya berdebar semakin cepat. Ada perasaan takut juga tak percaya diri. Pikirannya pun resah dan gelisah, membayangkan berbagai kemungkinan. Kata 'bagaimana jika' muncul memenuhi isi kepalanya.

Davin yang seakan mengetahui kerisauan hati Melodi, meraih jemari gadis itu dan menggenggamnya dengan erat.

"Kamu nggak perlu khawatir. Jika kamu merasa belum siap bertemu keluargaku, aku akan membawamu ke apartemen-ku. Kamu bisa tinggal di sana, " ucapnya sembari menatap Melodi dengan pandangan lembut.

Melodi mengangguk dan tersenyum tipis. Ia merasa bersyukur Davin bukan tipe pria yang memaksakan kehendak.

Setelah dirasa cukup beristirahat, mereka pun melanjutkan perjalanan.

"Vian, apa kamu sudah merasa lebih baik?" tanya Davin.

"Iya, Kak. Sudah nggak mual lagi," jawab bocah itu.

"Oke. Ayo, Pak Makmur. Let's go!" perintahnya pada pria bertubuh dubur tersebut.

"Siap, Mas." Pak Makmur mengemudikan mobil Alphard itu meninggalkan rest area.

Hingga satu jam kemudian, sampailah mereka di sebuah bangunan apartemen mewah di kawasan Mega Kuningan. Apartemen yang satu unitnya, berharga sangat fantastis.

"Kakak, kita ini di mana?" bisik Alvian ketika mereka telah turun dari mobil.

"Kakak nggak tahu, Dik," jawab Melodi.

"Ayo, kita naik ke atas," ajak Davin, mengambil alih kursi roda Alvian, dan berjalan di depan menuju lift.

Di belakangnya Melodi mengekor langkah Davin tanpa banyak bertanya. Sementara Pak Makmur mengiringi mereka sambil membawa barang milik Melodi.

Sampai di lantai tujuh, mereka keluar dari lift, menuju unit hunian Davin. Setelah memasukkan kode akses mereka pun masuk ke dalam.

"Selamat datang, di tempat tinggal kalian yang baru." Davin merentangkan tangan kanan sambil membungkukkan badannya.

"Wah...! Rumahnya bagus sekali, Kak! Tivi-nya besar!" seru Alvian, bocah itu tersenyum lebar dengan wajah berseri-seri penuh kekaguman.

"Apa kamu, suka?" balas Davin.

Alvian menganggukkan kepalanya antusias. "Suka sekali, Kak!"

"Kakak harap kalian betah tinggal di sini," sahut Davin.

"Bagaimana, Mel? Apa kamu juga suka?" tanyanya pada Melodi yang sejak tadi hanya diam.

Melodi mengangguk singkat sambil tersenyum kecil. Ia tak mampu berkata-kata. Netra indahnya sibuk memperhatikan sekeliling. Hunian yang selama ini hanya bisa dilihatnya di tivi atau di iklan, kini ia akan menempatinya.

Unit hunian itu memiliki tiga kamar tidur. Davin lantas menarik tangan Melodi dan menujukkan kamarnya.

"Ini kamar, kamu." Davin membuka kamar yang selama ini menjadi kamarnya.

Melodi mengerjapkan matanya, mulutnya sedikit terbuka -- terkagum-kagum melihat interior dalam kamar tersebut. Ia menelan ludahnya dengan susah payah. "Apa... ini nggak terlalu mewah buat kami, Mas?"

"Kamu pantas mendapatkannya, Mel. Bahkan lebih dari ini." Davin meyakinkan.

"Tapi..." Davin menempelkan jari telunjuknya di bibir Melodi, membuat ucapannya terhenti.

"Dengar, Mel. Sekarang kamu tanggung jawabku. Dan aku nggak akan membiarkanmu hidup susah lagi. Mulai saat ini kalian adalah prioritasku," ujar Davin mantap, lalu memeluk Melodi dengan erat.

"Ekhemmm...!"

Davin segera melepaskan pelukannya, netranya membelalak dengan lebar. Sementara Melodi, tertunduk malu dengan wajah semerah tomat.

"Mami...?"

"Bagus, ya! Dasar, anak nakal!" Mami Mia langsung menjewer telinga Davin, hingga memerah membuat pemuda itu meringis kesakitan.

"Ampun, Mi! Ampuuunnn...!"

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
iya sudaaahhhhh
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
lah pake nanya lagi
ora
Haduh, merusak susana hatiku aja😏🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂🤭😂🤭😂🤭
total 1 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Doubt//Doubt//Doubt//Doubt//Doubt/
total 1 replies
Tiara Bella
aku tunggu hukuman apa Renata dr kepala rumah sakit.....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap siap, bimsalabim jadi apa😂🤭
total 1 replies
Patrick Khan
Davin apal tas nya.. 😍😍sat set lah sadar
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Patrick Khan
sudah lah Renata.. mosok belom.. apin aja wajah nya girang bgt😂😂😂😂
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
untung Davin buru buru pergi😬😬
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Nar Sih
pasti renata lgi stres nih tergila,,dgn davin jdi nekat ksih obat ke mknan davin
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dah prustasi dia
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
duh kok gantung sih Mon penasaran nih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kan lagi hujan ini jd digantung wae🤭😂
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
kayaknya ada yg kurang deh mom
tidak akan tinggal diam mengenai hal ini.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm, nanti lah direpisi, tengkyu🫰
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
taj mahal ya mom 😁
tak bukan taj mom typo nih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂🤭😂🤭😂🤭, harap maklum, matanya minus 6+ ditambah plus pula
total 1 replies
Dew666
💐🪻
Esther
untung Davin peka dan langsung pulang.
Gagal rencanamu Renata dan semoga Davin melaporkan hal ini ke manajemen rumah sakit, biar Renata kena sanksi dan berharap dikeluarkan
Nar Sih: setujuuu
total 2 replies
Nar Sih
ahir nya mp sdh terlalui ,moga terus bahagia ya dr davin melody ,jgn biarkan renata calon pelakor merusak rmh tangga mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: semoga🤭
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
jangan kepo ya nanti makin panas hati kamu🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar menyala 🔥🔥🔥
total 1 replies
Anita Rahayu
THOR BUAT RENATA KENA SIAL SAAT BEBUAT JAHAT AMA MELODI ADIK DAN DAVIN THOR BIAR TAU DIRI👍👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nanti akan ada saatnya🤭
total 1 replies
Dew666
💐💐
Esther
ya pasti sudahlah Renata...gak lihat apa betapa cerianya Davin
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Tiara Bella
ya sudah ath Renata km mah kepo bngt.... namanya jg pengantin baru lg manis²nya...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo to🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!