NovelToon NovelToon
Dekapan Maut Gadis Manja

Dekapan Maut Gadis Manja

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:110
Nilai: 5
Nama Author: Cloud_berry

Crystal Kusuma sih bungsu dari keluarga Kusuma yang terobsesi pada sang daddy sejak bayi.
Sedari dalam kandungan bayi mungil berusia dua tahun tersebut selalu ingin berada dekat dengan Jimmy Kusuma sang daddy.
Mereka pikir itu hanya ketertarikan biasa putri kecil pada daddynya. Siapa sangka obsesi tersebut malah berubah menjadi dosa terlarang selama belasan tahun?

Dosa terlarang dimana sang daddy Jimmy Kusuma pun tidak menyadarinya.

Selama ini kematian-kematian pegawai di kantor hukumnya, jimmy kira semata hanya kecelakaan biasa.

Tapi mereka salah, semua itu adalah dosa yang dilakukan Crystal kecil.....

Lalu dosa apa itu? Apa yang bisa dilakukan oleh bayi berusia dua tahun?

Saksikan eklusif disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cloud_berry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 11

Andai itu adalah ulah staf yang sengaja merusaknya. Helena pasti melihat orang tersebut melewati ruangannya. Semenjak dua jam yang lalu Helena belum melihat seorang pun melalui ruangannya. Selain staf cleaning service yang membawa ember air dan kain pel.

​Jika staf yang sengaja merusak kaca pembatas dari dalam. Ia pasti membawa palu atau benda tumpul semacamnya. Tidak mungkin kain pel bisa digunakan untuk merusak kaca pembatas yang sangat tebal.

​Walaupun bisa, kaca tersebut tidak akan sampai pecah berkeping-keping meninggalkan lubang besar disana. Satu lagi suara derakan kaca pecah terjadi setelah lima menit cleaning service melalui ruangannya.

​"Bibi takut..." spontan Crystal memeluk Helena erat ketakutan. Air matanya pecah didalam pelukan Helena.

​Helena yang berpikir Crystal mengalami trauma karena melihat sesuatu yang mengerikan. Memeluk bocah perempuan tersebut hangat. Menenangkannya perlahan. Membawanya segera menjauh dari sana. Tanpa tahu gadis itu sedang tertawa puas didalam hatinya. Karena berhasil menghilangkan satu calon pelakor.

​"Cupp...cuppp....." Helena menggosok-gosok lembut punggung Crystal. Berusaha menenangkannya.

​"Apa yang terjadi?" Tanya Angel yang keluar terburu-buru dari ruangannya. Menyadari ada sesuatu yang tidak beres.

​Helena menggelengkan kepalanya tak tahu. Sibuk menenangkan sih kecil yang ketakutan. Angel yang mengerti situasinya pun berlari meninggalkan Helena. Menuju kearah kaca pembatas yang pecah.

​Sementara asisten Clyde yang lebih dahulu tiba dilokasi tempat kejadian perkara. Segera menelpon pihak kepolisian. Melaporkan tragedi berdarah yang menimpa perusahaan milik bosnya.

​Begitu terkejutnya Angel saat melihat kearah luar kaca pembatas yang pecah. Angel melihat seorang wanita tewas menggenaskan terjatuh dari lantai 85. Melihat dari warna pakaian yang ia gunakan. Wanita itu adalah Stella sekretaris baru bos besarnya.

​Kakinya lemas tak berdaya melihat tragedi berdarah menimpah staf baru tersebut. Meski Angel tak menyukai Stella yang begitu caper. Ia tetap merasa terpukul akan kepergian rekan kerjanya yang begitu tragis.

​Angel tak dapat membayangkan alangkah terpukulnya keluarga Stella. Saat mengetahui putri mereka tewas dihari pertamanya bekerja. Tewas dengan cara yang sangat mengenaskan.

​Setelah menelpon polisi Asisten Clyde kembali berlari menuju ruangan bosnya. Melaporkan apa yang sebenarnya terjadi. Lalu bergerak kearah ruangan keamanan bersama Jimmy.

​"Tuan seorang staf wanita menabrak kaca pembatas dan....." Lapor Clyde sedikit menggantung. Karena ia tak tahu pasti detailnya bagaimana. Takutnya ia salah menduga.

​"APAAAA.....?!!" Teriak Jimmy panik, takut ada pembunuhan berencana diperusahaannya. Langkahnya cepat bergerak menuju ruangan keamanan bersama asistennya Clyde.

​BRAKKK..........

​Jimmy membuka pintu ruang keamanan kasar. Memeriksa cepat kamera kemanan, melihat bagaimana tragedi berdarah tersebut sebenarnya terjadi.

​Clyde menghela napasnya panjang melihat rekaman CCTV. Bagaimana bisa seorang wanita melakukan bunuh diri dihari pertamanya bekerja. Parahnya ia melakukan perbuatan mengerikan tersebut dihadapan anak dibawah umur.

​Sekiranya masalah apa yang dapat mendorong sekretaris baru itu melakukan hal nekat tersebut. Apakah rekan-rekan kerjanya membullynya? Karena ia karyawan baru.

​Nampaknya hal semacam itu tidak akan terjadi dilantai 80. Situasi lantai 80 selalu terkendali dan terkondisi dengan sangat baik. Sebab ruangan bos besar mereka berada disana.

​"CEPAT LAPORKAN PADA MEDIA! SEORANG PEGAWAI BARU KUSUMA CORP MELAKUKAN BUNUH DIRI DI HARI PERTAMANYA BEKERJA! LAPORKAN JUGA AKU AKAN MENUNTUT KELUARGANYA! KARENA PUTRINYA TELAH MELAKUKAN BUNUH DIRI DIHADAPAN PUTRI KU YANG MASIH BERUSIA DUA TAHUN!" Perintah Jimmy dengan suara yang menggelegar.

​"Tapi Tuan? Apa kita tidak menunggu hasil pemeriksaan polisi terlebih dahulu?" Ucap Clyde mengingatkan Tuannya.

​"Apa yang harus ditunggu Clyde?" Mencengkram kerah baju asistennya kuat, gelap mata.

​"Kamu lihat wanita sialan itu berlari dan melompat kearah kaca pembatas. Jelas-jelas ia melihat putriku sedang berdiri disana mengamati langit sore!" Tangan kirinya menunjuk layar monitor. Darahnya mendidih. Emosinya meledak-ledak.

​"Baik tuan" Clyde menelan salivanya kasar.

​"Cepat lakukan!" Jimmy menghempaskan Clyde kasar.

​"Baik tuan" meninggalkan ruangan keamanan secepat mungkin. Melaksanakan tugas barunya. Sebelum Jimmy memberikan bogem mentah pada wajah tampannya.

​Sementara itu disisi lain Helena masih berusaha menenangkan Crystal yang ketakutan didalam pelukkannya. Menimang-nimangnya pelan agar nona mudanya segera mengantuk dan terlelap.

​Siapa tahu Crystal akan melupakan tragedi mengerikan itu dalam ingatannya. Setelah bangun dari tidurnya. Helena percaya mimpi bisa membawa pergi ingatan buruk pemiliknya.

​Sedangkan Angel masih merinding ketakutan. Duduk diruang tunggu. Dengan kondisi memprihatinkan. Kakinya ditekuk diatas sofa. Kedua tangannya memeluk erat kedua lututnya. Matanya bengkak akibat terlalu lama menangis.

​Kuncir kudanya lepas rambutnya berantakan. Lengan kemejanya sudah tak berbentuk lagi. Roknya sudah berputar 360°. Citranya sebagai Manajer Senior yang perfeksionis hancur sudah.

​"Minumlah dulu" Helena memberikan segelas air pada Angel. Tangan Angel gemetar menerimanya.

​"Terima kasih" Angel minum perlahan. Crystal menoleh sekilas melihat Angel yang mengenaskan.

​Malang sekali nasibnya cuma karena melihat jenazah Stella sekilas. Ia jadi ketakutan seperti itu. Semoga kelak ia tidak menderita penyakit kejiwaan. Sungguh Crystal ingin memeluk Manajer baik hati itu untuk menenangkannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!