NovelToon NovelToon
Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Fantasi Isekai / Epik Petualangan
Popularitas:214
Nilai: 5
Nama Author: djase

Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.

Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERJALANAN PULANG DAN KESEMPURNAAAN MISI

Perjalanan pulang dari Danau Ilusi berjalan jauh lebih lancar daripada perjalanan ke sana. Dengan bimbingan Lyra dan energi penyembuhan dari Bunga Pembebas Jiwa yang mereka bawa, tim Patti merasa lebih kuat dan lebih penuh semangat. Lyra membawa mereka melalui jalur pintasan yang hanya diketahui oleh sukunya, memotong waktu perjalanan hampir setengahnya.

Selama perjalanan pulang, mereka sering berhenti untuk membantu makhluk atau tanaman yang terluka di sepanjang jalan. Patti menggunakan sedikit khasiat penyembuhan dari Bunga Pembebas Jiwa untuk menyembuhkan seekor rusa dengan kaki yang patah, sementara Luminarianna menggunakan sihir apinya untuk menghangatkan area yang terkena embun beku dan membantu tanaman yang hampir mati tumbuh kembali.

“Bunga ini benar-benar ajaib,” ucap Corviniann dengan kagum saat melihat bagaimana sedikit sentuhan dari bunga tersebut bisa memberikan efek yang luar biasa. “Saya tidak bisa membayangkan betapa besar dampaknya bagi kampung halaman Patti.”

Lyra mengangguk dengan senyum lembut. “Kekuatan penyembuhan dari Bunga Pembebas Jiwa tidak hanya bekerja pada penyakit fisik,” jelasnya. “Ia juga bisa membantu menyembuhkan luka hati dan membawa kedamaian bagi tempat yang terkena kesusahan.”

Setelah beberapa hari perjalanan, mereka akhirnya mencapai perbatasan hutan. Di sana, mereka berpisah dengan Lyra dengan pelukan yang hangat dan janji untuk selalu menjaga hubungan antara guild dan suku Hijau. “Jika kalian pernah membutuhkan bantuan atau hanya ingin berkunjung,” ucap Lyra dengan suara yang penuh dengan perhatian, “hutan ini akan selalu terbuka bagi kalian.”

Dengan hati yang penuh dengan rasa syukur, mereka melanjutkan perjalanan darat menuju kampung halaman Patti. Mereka berhenti sebentar di kota Willowdale untuk memberi tahu Old Man Finn tentang keberhasilan mereka, dan pria tua itu merespons dengan senyum yang penuh dengan kegembiraan dan penghargaan. “Saya tahu kalian bisa melakukannya,” katanya sambil memberikan tap bahu pada masing-masing anggota tim. “Kalian telah membuktikan bahwa tekad yang kuat dan kerja sama yang baik bisa mengatasi segala hal.”

Perjalanan darat terakhir mereka berjalan dengan cepat. Setiap kota dan desa yang mereka lewati merasa lebih hidup dan penuh dengan warna setelah mereka keluar dari Hutan Gelap Morghast. Mereka bisa merasakan bahwa Bunga Pembebas Jiwa yang mereka bawa telah mulai menyebarkan energi penyembuhannya bahkan sebelum mereka sampai di tujuan akhir.

Pada hari ketiga setelah meninggalkan Willowdale, mereka akhirnya melihat hamparan rumah-rumah kecil yang membentuk kampung halaman Patti. Udara di sekitar kampung terasa berat dan penuh dengan kesedihan, namun ada juga rasa harapan yang samar-samar ketika warga kampung melihat kelompok mereka datang dengan membawa wadah yang bersinar dengan cahaya lembut.

Warga kampung berkumpul dengan cepat di lapangan utama kampung, dengan wajah yang penuh dengan harapan dan ketakutan. Ibu dan ayah Patti berlari menjemuinya dengan air mata kegembiraan, tidak percaya bahwa anak mereka telah kembali dengan membawa harapan penyembuhan yang mereka tunggu-tunggu selama bertahun-tahun.

“Kamu benar-benar kembali,” ucap ibu Patti dengan suara yang penuh dengan emosi saat memeluknya erat-erat. “Kami selalu tahu bahwa kamu akan menemukan cara untuk menyelamatkan kita semua.”

Patti menyembuhkan rasa sakit pada wajah ibunya dengan lembut, kemudian mengangkat wadah yang berisi Bunga Pembebas Jiwa ke atas kepalanya sehingga semua orang bisa melihatnya. “Saya telah menemukan Bunga Pembebas Jiwa seperti yang saya janjikan,” ucapnya dengan suara yang jelas dan penuh dengan semangat. “Bersama-sama, kita akan menyembuhkan kampung kita dan membawa kembali kegembiraan ke tempat kita yang kita cintai.”

Dia kemudian mulai membuat ramuan penyembuhan dengan bantuan teman-temannya dan beberapa penyihir lokal di kampung. Mereka menggunakan air dari sumur suci kampung, beberapa tanaman obat lokal, dan tentu saja khasiat dari Bunga Pembebas Jiwa untuk membuat ramuan yang akan menyembuhkan penyakit yang telah menghantui kampung tersebut.

Selama beberapa hari berikutnya, setiap warga kampung yang sakit diberikan ramuan penyembuhan tersebut. Efeknya luar biasa orang-orang yang sebelumnya tidak bisa berdiri kembali bisa berjalan lagi, warna kulit yang kusam kembali menjadi segar, dan senyum kembali muncul di wajah mereka yang dulunya penuh dengan kesedihan.

Pada hari kelima setelah kedatangan mereka, seluruh kampung berkumpul di lapangan utama untuk merayakan pemulihan mereka. Musik dimainkan, makanan lezat disajikan, dan orang-orang merayakan dengan penuh kegembiraan bahwa mereka telah diberikan kesempatan kedua untuk hidup dengan sehat dan bahagia.

Marthandelion dan beberapa anggota guild lainnya datang untuk bergabung dalam perayaan tersebut, membawa kabar bahwa Patti dan teman-temannya telah dianugerahi penghargaan khusus oleh Guild SSAWF untuk keberhasilan misi mereka. “Kalian telah menunjukkan bahwa nilai-nilai guild kita kerja sama, kebaikan hati, dan tekad untuk membantu orang lain bukan hanya kata-kata kosong,” ucap Marthandelion dengan suara yang penuh dengan kebanggaan. “Kalian telah membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dukungan satu sama lain, kita bisa mengatasi bahkan tantangan yang paling sulit.”

Dia kemudian memberikan pada masing-masing anggota tim sebuah medali khusus dengan lambang Bunga Pembebas Jiwa yang diukir dengan indah di atasnya. “Medali ini diberikan untuk mengenang kontribusi luar biasa yang kalian berikan tidak hanya bagi kampung ini, tapi juga bagi seluruh komunitas yang berada di bawah perlindungan guild kita.”

Setelah perayaan selesai, Patti dan teman-temannya menghabiskan beberapa hari lagi di kampung untuk memastikan bahwa semua orang benar-benar pulih dan untuk membantu membangun kembali fasilitas kampung yang telah rusak akibat penyakit. Borthworgiann membantu memperbaiki rumah-rumah yang rusak, sementara Luminarianna mengajar anak-anak kampung tentang dasar-dasar sihir untuk melindungi diri mereka sendiri. Corviniann bekerja dengan penyihir lokal untuk membuat sistem komunikasi yang lebih baik antara kampung dan guild, sehingga mereka bisa mendapatkan bantuan lebih cepat jika dibutuhkan.

Pada malam sebelum mereka kembali ke kompleks guild, Patti berdiri di tepi sungai kecil yang mengalir di luar kampung, melihat ke arah langit yang penuh dengan bintang-bintang. Dia menyentuh medali di dadanya dan memikirkan semua yang telah dia alami selama beberapa bulan terakhir dari seseorang yang merasa tidak berharga hingga seorang pahlawan yang telah menyelamatkan kampungnya.

Teman-temannya datang dan berdiri di sisinya, berbagi momen damai tersebut. “Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?” tanya Luminarianna dengan rasa penasaran.

Patti berpikir sejenak sebelum menjawab. “Ada banyak tempat lain di dunia yang membutuhkan bantuan,” katanya dengan suara yang penuh dengan tekad. “Guild kita memiliki tanggung jawab untuk membantu mereka yang tidak bisa membantu diri mereka sendiri, dan saya ingin terus menjadi bagian dari upaya tersebut. Selain itu, saya ingin belajar lebih banyak tentang penyembuhan magis dan bagaimana kita bisa menggunakan kekuatan alam untuk membantu orang lain.”

“Kita akan selalu ada di sisimu,” ucap Corviniann dengan senyum ramah. “Seperti yang kita buktikan selama misi ini, kita bisa mencapai hal-hal besar jika kita bekerja sama.”

Borthworgiann mengangguk dengan setuju. “Saya akan terus membuat perlengkapan terbaik untuk membantu petualang dalam misi mereka,” katanya dengan suara yang penuh dengan antusiasme. “Dan jika kamu membutuhkan bantuan dalam misi berikutnya, saya akan selalu siap untuk bergabung.”

Patti merasa hati nya menjadi hangat mendengar kata-kata teman-temannya. Dia tahu bahwa dia telah menemukan sesuatu yang lebih berharga daripada sekadar menyembuhkan penyakit atau mendapatkan penghargaan dia telah menemukan keluarga baru dan tujuan hidup yang jelas.

Pada pagi hari berikutnya, mereka kembali ke kompleks Guild SSAWF dengan hati yang penuh dengan rasa syukur dan tekad yang kuat untuk terus membantu orang lain. Mereka tahu bahwa masih banyak tantangan yang akan datang di masa depan, tapi dengan persahabatan yang mereka miliki dan nilai-nilai yang mereka anut, mereka merasa siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang.

Misi mencari Bunga Pembebas Jiwa telah mengubah hidup mereka semua secara mendalam. Mereka telah belajar bahwa kekuatan sejati tidak datang dari kekuatan sihir atau perlengkapan yang canggih, tapi dari kemauan untuk membantu orang lain dan keberanian untuk menghadapi ketakutan dengan hati yang penuh dengan kebaikan. Dan dengan pelajaran tersebut di hati mereka, mereka siap untuk menghadapi bab baru dalam hidup mereka sebagai anggota Guild SSAWF yang bangga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!