NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA 2 YAAW 2026 PERIODE 1 🏆

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Nadia, wanita yang dulu duduk di kursi HRD dan menghina Azalea habis-habisan adalah seorang ibu tunggal. Punya anak tanpa pernah menikah. Bukan fakta itu yang membuat dada Azalea sesak, melainkan ironi.

Reza dulu menceraikannya dengan dalih hubungan sudah tidak harmonis, demi kehormatannya, dan juga masa depan. Menuduhnya mandul, menyebutnya beban. Namun kini, pria itu berdiri di hadapannya bersama seorang wanita yang jelas-jelas melahirkan anak di luar pernikahan.

“Kamu sekarang belanja sendiri?” tanya Reza sambil menyeringai. “Enggak kerja hari ini? Atau memang sudah enggak dibutuhkan lagi?”

Nada itu. Nada merendahkan yang dulu sering ia dengar. Azalea tersenyum tipis. Tangannya tetap sibuk memilih barang.

“Aku belanja karena mau masak,” jawab Azalea tenang.

Nadia terkekeh. “Masak buat siapa? Anak yang kamu asuh itu?”

Wanita berambut panjang itu melirik sinis. “Masih betah jadi pengasuh, ya? Padahal kelihatannya kamu mulai lupa diri. Dandan kayak nyonya.”

Azalea akhirnya menoleh penuh. Tatapannya lurus, tenang, tanpa emosi berlebihan. “Aku memang bukan nyonya,” katanya pelan. “Tapi aku tahu caranya menghormati diri sendiri.”

Reza mendengus. “Hormat diri? Kamu dulu aja hidup numpang sama aku.”

Azalea mengangguk kecil, seolah menerima. “Iya,” sahutnya lembut. “Dan justru di situ aku belajar.”

Reza mengerutkan dahi. “Belajar apa?”

“Belajar,” Azalea mengangkat satu bungkus agar-agar dan memasukkannya ke keranjang, “bahwa perempuan tidak boleh menggantungkan hidupnya pada laki-laki yang menghitung cinta dengan uang.”

Hening. Nadia membuka mulut, tapi Azalea melanjutkan tanpa menaikkan suara.

“Dan belajar,” sambungnya sambil menatap Nadia sekilas, “bahwa status tidak ditentukan oleh jabatan, tapi oleh pilihan hidup.”

Wajah Nadia menegang. “Jangan sok suci,” semburnya. “Kamu pikir hidupmu lebih baik dari kami?”

Azalea tersenyum. Senyum yang tenang, menyayat. “Aku tidak pernah membandingkan hidupku dengan siapa pun,” jawabnya. “Aku hanya memastikan kalau aku tidak mengulang kesalahan yang sama.”

Reza terdiam. Ada sesuatu dalam sorot mata Azalea yang membuatnya tidak nyaman. Bukan kemarahan. Bukan dendam, melainkan ketenangan seseorang yang sudah selesai dengan lukanya.

Azalea mendorong keranjang trolinya pelan, melangkah menuju kasir. Sebelum pergi, ia menoleh sekali lagi, bukan untuk menyindir, tetapi untuk menutup percakapan dengan bermartabat.

“Terima kasih sudah mengingatkanku,” ucapnya lembut. “Bahwa keputusan terberat dalam hidupku dulu, ternyata itu adalah keputusan terbaik.”

Lalu Azalea pergi meninggalkan Reza yang berdiri kaku, dan Nadia yang menggenggam tangan anaknya lebih erat.

Di luar minimarket, panas masih menyengat. Namun, langkah Azalea terasa ringan. Karena hari ini, ia tidak hanya membeli agar-agar untuk es kuwut. Ia juga melihat betapa jauh ia telah melangkah meninggalkan hidup lama yang dulu hampir menghancurkannya.

***

Malam Minggu itu berjalan tenang. Lampu ruang keluarga menyala temaram. Erza sudah tertidur di kamarnya setelah seharian bermain, sementara Elora masih terjaga, duduk bersila di atas karpet sambil memeluk boneka kesayangannya. Azalea sedang membuat susu pesanan putri sambungnya itu.

Tablet hitam tergeletak di atas meja. Elora memandanginya lama. Layarnya menyala pelan, menampilkan beranda yang penuh ikon asing. Elora mengerutkan kening kecilnya. Dalam pikirannya yang polos, tablet itu pasti milik Erza, karena kakaknya sering bermain game di gawai.

“Aku juga mau main game,” gumam gadis itu pelan.

Elora berjalan mendekati meja, lalu meraih tablet itu dengan kedua tangan kecilnya. Duduk kembali di atas karpet. Elora mulai menekan layar sembarang. Ikon terbuka, jendela tertutup, notifikasi muncul lalu menghilang.

“Mana gamenya?” Elora bergumam, bibirnya mengerucut.

Tanpa sengaja jarinya menekan sebuah folder. Lalu tombol hapus. Lalu konfirmasi yang muncul dengan huruf-huruf kecil yang tak ia pahami. Deleted successfully.

Elora tersenyum kecil. “Hehehe.”

Gadis kecil itu tak tahu dan tak mengerti. Bahwa di balik layar itu tersimpan dokumen kerja sama bernilai ratusan miliaran, kontrak penting, dan data yang belum sempat dicadangkan.

Saat itu, Enzo baru saja keluar dari kamar mandi. Ia melangkah ke ruang keluarga dengan berniat mengambil tablet untuk mengecek email terakhir sebelum tidur. Langkahnya terhenti. Matanya membulat.

“Elora?!” Suara Enzo membuat Elora tersentak. Tablet terjatuh dari tangannya.

“Daddy.” Suara Elora kecil, gemetar. Dia pun berdiri dengan ekspresi wajah ketakutan.

Enzo bergegas menghampiri. Tablet direbutnya dengan gerakan cepat. Jemarinya menari panik di layar, membuka satu folder, lalu folder lain kosong. Ternyata semuanya kosong.

Wajah Enzo memucat, lalu berubah merah padam.

“ELORA NGAPAIN KAMU PEGANG-PEGANG TABLET PUNYA DADDY?!” bentaknya.

Elora menutup telinga, tubuh kecilnya gemetar hebat. Air mata langsung jatuh. “A-aku cuma mau main,” isaknya ketakutan.

Azalea yang baru datang dari dapur sambil membawa segelas susu pun terkejut.

“Ada apa, Mas?” panggilnya cepat, melangkah mendekat.

Namun, Enzo sudah berdiri dengan napas memburu. Tangannya mengepal. “Semua file penting Papa hilang!” Suaranya meninggi, tak terkendali. “Kamu tahu ini apa?!”

Elora mundur, tersandung karpet, lalu jatuh terduduk. Ia menangis keras, tubuhnya meringkuk.

“Daddy jahat ...! Daddy jahat ...!” isak Elora.

Amarah Enzo seperti kehilangan kendali. Tangannya terangkat.

Azalea refleks bergerak. Ia berdiri tepat di depan Elora, membentangkan kedua tangannya, tubuhnya melindungi gadis kecil itu sepenuhnya.

“BERHENTI, MAS!” Suara Azalea tegas, tidak berteriak, tapi menghentak.

1
Ernawati
👍cerita nya bagus aku suka👍👍
Farida Dalle
Itulah makanya kita tdk boleh langsung mengambil keputusan tanpa cek n ricek kebenarannya, krn klu semua sdh terjadi, sesalpun tak ada lg gunanya, ayo bangkit Enzo, ceritakan semuanta secara jujur ke Azalea, dan jadikan pelajaran utk kehidupan rumah tanggamu ke depannya
Farida Dalle
Ternyata oh ternyata🤭.... kematian Jasmin sungguh sngat tragis🥹
Farida Dalle
Ada2 aja si Reza ini, bikin darting... apa mungkin orng sdh nikah dn bahagia bisa balikan??? mikir pake otak Reza, meskipun blm punya suami klu kisahnya sprti hubungan Reza dn Azalea kiyakin tdk ada kata balikan, mendong kamu fokus sm si Nadia, perbaiki hubunganmu, jngn sampai ditinggalkan baru nyesal lg, iya kan....
Farida Dalle
Thor, knp mereka tdk dinikahkan sj, drpda berlarut2bikin dosa...
Farida Dalle
Reza, penyesalan
itu mmng datangnya selalu belakangan, makanya kita hrs ttp mensyukuri apa yg kita miliki, ayo move on ... nikmatilh kehidupanmu bersama Delia, semoga km jg mendapatkan kebahagiaan
Farida Dalle
Selamat yah Lea dan Enzo, jerja lemburnya tdk sia2.. hm kadihan mas Enzo hrs berpuada sampai trimester ke2, kira2 sanggupngak yahtp tenang mas Enzo kn tdk lama lg, sekarang kan kehamilannya sdh 9 minggu, jadi tahan2 sj dulu, tp klu gak sanggup, bisa icip2, haha.....
Farida Dalle
Benar itu mas Enzo, Azalea sakit akibat sering mandi malam, wkwk.... psti ada khabar gembira nih🤩🤗
Farida Dalle
Tempat bulan madunya bagus, mengambil lokasi yg ada di Indonesia, jd yg baca bisa jd tahu... oh ternyata di negeriku tercinta bnyk jg tempat2 yg indah, tdk kalah dg yg di luar negeri, jadi bisa jd acuan jg buat para pembaca, siapa tahu ada minat jln2 ke sana buat menikmati keindahan ciptaan Allah Swt🥰😍🤩
Farida Dalle
waalaikumussalam, turut berduka cita thor, semoga uwa nya mendapatka. terbaik di sisiNya, diterima segala amal ibadahnya dan author diberi ketabahan dan kesabaran, aamiin🤲😇
Farida Dalle
Romntis banged soh pak Enzo, semoga doanya cpt dikabukkan yah Lea🤗🙏tp ttp berusaha lbh giat lg, wkwk
Farida Dalle
Semua butuh proses🙈🤗
Farida Dalle
Semua butuh proses🙈🤗
Farida Dalle
Insya Allah, perlahan tp pasti akan tumbuh benih2 cinta di antara kalian, biar waktu yg bicara...
itin
kenapa harus ada pertanyaan. bagaimana mas enzo? ya dinikahi kamu biar leluasa dgn kedua ponakanmu lea dan si nyonya besar biar ga semena mena. gituloh. dapatin duda aplg mantan kk ipar lgsg bicara cinta mah itu nonsense
Yati Susilawati
dunia benar2 sempit
Ayuwandira
adik si omah biasa aja, ngibulin cucunya. 🤭🤭
Ayuwandira
ahirnya si nyonya lunak jg hatinya😍
Ayuwandira
boleh banget ka, aku paling suka cerita yang bikin termehek mehek.
Rosiana Rosiana
Karimun Jawa daerah mna sih🙏🙏 maaf blum tau🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!