NovelToon NovelToon
ASI Anak SMA

ASI Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Malamfeaver

___Folow Ig:gaabriiellaaa12

"Vanya Gabriella" memiliki kelainan saat menginjak usia 18 tahun,dimana dia sudah mengeluarkan as* padahal dia tidak hamil.
dan disekolah barunya dia bertemu dengan ketua OSIS, "Aiden Raditya", dan mereka adalah jodoh.

"lo ngelawan sama gua? "
bentak Aiden marah

"nggak kak...maaf"
jawab vanya sambil menunduk ketakutan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malamfeaver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 3 takdir terikat

​"Kak... lepasin. Aku mau ke kelas, sebentar lagi bel masuk," rengek Vanya dengan nada manja yang biasanya sanggup meluluhkan siapa pun, namun tidak bagi cowok di depannya ini.

​Aiden tidak bergeming sedikit pun. Ia justru memajukan wajahnya, memangkas jarak hingga Vanya bisa merasakan hembusan napasnya.

Aiden berbisik tepat di telinga Vanya dengan suara rendah yang menggetarkan.

"Lo pikir gue bakal lepasin lo gitu aja setelah lo bikin seragam dan hoodie gue penuh dengan aroma tubuh lo yang... mengganggu konsentrasi gue ini?"

​Vanya mengerucutkan bibirnya, matanya mulai berkaca-kaca karena merasa terpojok.

"Kan aku udah minta maaf! Lagian siapa suruh Kakak narik-narik aku tadi? Aku kan lagi beneran kepedasan, Kak!"

​"Lo itu beneran ceroboh atau memang nggak punya rasa waspada?" Aiden melirik dingin ke arah noda lembap yang kini semakin membayang di balik kain hoodie-nya.

"Gadis SMA mana yang nggak sadar kalau kondisi fisiknya sedang tidak aman kayak gitu, hah...Kalau bukan gue yang menutupi lo tadi, mungkin sekarang satu sekolah sudah membicarakan rahasia lo"

​Vanya menunduk dalam, tangannya meremas ujung hoodie Aiden yang kebesaran, menyembunyikan jemarinya yang gemetar.

"Aku nggak sengaja, Kak. Aku juga nggak mau punya kondisi langka kayak gini. Ini... ini rasanya sesak dan sakit taukk!" cicit Vanya jujur.

​Mendengar kata sakit, ekspresi Aiden sedikit melunak selama sedetik sebelum kembali ke mode dingin dan datar. Ada dorongan aneh dalam dirinya untuk melindungi gadis manja ini, sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

​"Makanya jangan makan sambal berlebihan. Perubahan suhu tubuh lo bikin kondisi itu makin parah," ucap Aiden lebih tenang namun tetap tegas.

"Pulang sekolah nanti, lo tunggu di parkiran belakang. Gue yang anter."

​"Eh? Nggak usah, Kak! Aku dijemput sopir kok!" tolak Vanya cepat.

​"Gue nggak suka dibantah, Vanya," potong Aiden mutlak, memberikan tatapan yang tidak menerima penolakan.

"Gue bakal bilang ke orang tua gue buat koordinasi sama bokap lo. Lo lebih aman kalau balik bareng gue dengan kondisi baju kayak gitu."

​Sepanjang sisa jam pelajaran, Vanya tidak bisa fokus sama sekali. Ia hanya duduk termenung menatap papan tulis sambil sesekali mengobrol singkat dengan Elsa yang terus menghujaninya dengan pertanyaan tentang bagaimana ia bisa mendadak dekat dengan sang Ketua OSIS.

​Begitu bel pulang berbunyi nyaring, Vanya dengan ragu melangkah ke parkiran belakang yang cenderung sepi sesuai instruksi Aiden. Di sana, sebuah mobil sport berwarna abu-abu gelap sudah menunggu dengan mesin yang menderu halus. Aiden bersandar di pintunya, terlihat sangat tenang namun tetap memiliki aura yang kuat.

​"Masuk," perintah Aiden singkat saat melihat Vanya mendekat.

​Di dalam kabin mobil yang dingin karena AC, keheningan sempat terjadi. Vanya hanya diam, menatap ke luar jendela mengamati kemacetan Jakarta. Tiba-tiba, tangan Aiden meraih tangan Vanya yang diletakkan di atas pangkuan, menggenggamnya dengan mantap.

​"Lo..." Aiden menggantung kalimatnya. Ia meremas pelan tangan Vanya, matanya tetap lurus ke arah jalanan di depan namun rahangnya tampak mengeras.

"Besok-besok, pakai lapisan pakaian yang lebih aman. Gue nggak mau liat seragam lo basah lagi di hadapan cowok lain."

​"Kenapa Kak Aiden jadi posesif banget sih? Kita kan baru kenal tadi pagi!" Vanya menoleh dengan wajah cemberut yang bagi Aiden justru terlihat sangat menggemaskan.

​Aiden tiba-tiba menginjak rem karena lampu lalu lintas berubah merah. Ia memutar tubuhnya sepenuhnya menghadap Vanya. Matanya menatap intens ke arah wajah Vanya yang masih nampak sedikit pucat namun bibirnya merah akibat efek pedas.

Aiden mendekat, membuat Vanya reflek menyenderkan punggungnya ke kursi mobil sampai tidak bisa bergerak lagi.

​"Karena lo itu... berbeda," desis Aiden dalam. Tangannya naik, mengusap pipi Vanya dengan ibu jarinya secara perlahan.

"Gue selalu merasa kehilangan ketenangan, dan entah kenapa, kehadiran lo memberikan rasa tenang yang selama ini gue cari. Paham?"

​Vanya hanya bisa menelan ludah, jantungnya seolah mau melompat keluar.

Wajah Aiden begitu dekat sampai ia bisa mencium wangi mint dan parfum mewah cowok itu. "Kak... jangan terlalu dekat..."

​Aiden menyeringai miring, memperlihatkan sisi dominannya yang selama ini tersembunyi.

"Ini baru awal, Vanya. Jadi, siap-siap saja karena gue nggak akan melepaskan tanggung jawab ini."

​Mobil berhenti tepat di depan gerbang megah rumah keluarga Saputra. Begitu Vanya turun, ibunya, Olivia Sari, sudah menunggu di teras dengan wajah sumringah dan senyum penuh arti.

​"Vanya! Loh, itu siapa yang antar? Teman baru ya?" tanya Olivia saat melihat mobil sport mewah itu berlalu dari pandangan.

​"Kak Aiden, Mam. Kakak kelas di sekolah," jawab Vanya singkat sambil mencium tangan ibunya, mencoba menyembunyikan wajahnya yang memerah.

​"Aiden? Aiden anaknya Pak Andi Mahesa itu Wah, kebetulan sekali!" Olivia menepuk tangannya senang, seolah baru saja mendengar kabar gembira.

"Vanya, mandi yang bersih ya. Malam ini kita mau makan malam resmi sama keluarga Mahesa di restoran. Mama tadi sudah teleponan lama sama Jeng Bella. Kayaknya ada sesuatu yang sangat penting mau diomongin soal kalian berdua."

​Vanya tertegun di tempatnya berdiri. Makan malam? Bareng Aiden lagi? "Mam, aku capek banget... harus banget ikut ya?" rengek Vanya manja.

​"Harus ikut, Sayang! Ini soal masa depan kamu dan hubungan antar keluarga juga. Udah, buruan masuk dan dandan yang cantik!"

​Vanya hanya bisa mendesah pasrah.

Ia masuk ke kamarnya, melepas hoodie hitam milik Aiden yang kini terasa semakin lembap. Ia menatap cermin, menyentuh dadanya yang terasa berdenyut.

1
Bunda Silvia
sukurin impas itu cuman 1 laki2 lah lo 2 cewek sekaligus nempel2 di biarin aja
Bunda Silvia
bego giliran ketahuan sama istri baru marah meluap2 tadi ngapain aja diem di pepet 2 perempuan emang ngga peka lo jadi laki2 aiden
Bunda Silvia
bidoh aiden emang keterlaluan egois kemauan dia maunya di turutin tapi dia ngga peka anter jemput istri sekolah selagi libur apa salahnya
Haryati Atik Atik
masa anak sma gak bisa bedain gula manja boleh bodoh jgn
Haryati Atik Atik
benci dgn sifat nya Aiden yg gak jujur kan biar sekli masuk penjara
Bunda Silvia
bukanya else dateng ke pernikahan vanya ko dia ngga tau kan ijut sama bagas juga
Qaisaa Nazarudin
Makanya tau masih kecil udah main JANJI2 aja sampe2 sengaja beliin CINCIN BERLIAN pula,bukan EMAS biasa yah..
Qaisaa Nazarudin
Waahh baru SMP aja udah di kasih CINCIN BERLIAN,bukan kaleng2 gaya pacaran nya anak SULTAN,aku dulu main kawin kawinan di kasih CINCIN dari daun singkong yg disimpul gitu lho, Apa kabar ya SUAMI masa KECIL ku sekarang yah?? 🤔🤔🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Udah kayak Baby aja ya punya insting saat ibunya ada..😄
Qaisaa Nazarudin
Nah kan bener situasi seperti ini selalu berhasil meluluhkan si wanitanya..
Qaisaa Nazarudin
Biasanya situasi kek gini yang dijadiin Alesan biar si Wanitanya LULUH, biasanya kan gitu..
Qaisaa Nazarudin
Salah kalian para ORTU juga sih,Tau Anak2 masih pada Labil malah di Nikahkan hanya dengan ALASAN karena Anak kalian Butuh ASI demi MENYAMBUNG hidupnya ckk Egois banget.
Qaisaa Nazarudin
Tujuan awal NIKAH aja udah SALAH,Hanya untuk kesehatan dirinya demi asupan untuk menyambung hidupnya doang..
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Seolah Aiden Nikahin Vanya hanya untuk manpaatin Vanya demi kesejatannya doang..
Qaisaa Nazarudin
Waah LICIK Aiden dia tau Vanya Marah ke dia,Dan pasti gak mau ketemu sama dia,Makanya dia bawak adeknya biar Vanya busa luluh..
Qaisaa Nazarudin
Kan bukan salah kamu,Munta aja utk diliat CCTV nya..kamu kan cuman membela diri..Aiden juga maunya kamu bersikap TEGAS dan jangan Manja..
Qaisaa Nazarudin
Karena Aiden pengen luat sampai dimana Vanya mau ditindas..
Qaisaa Nazarudin
Woowww niat banget Aiden mau nina ninu ,udah persiapan aja,emangnya Vanya mau? 🤣🤣🤭🤭
Qaisaa Nazarudin
Ku pikir Aiden itu tulus, ternyata ada udang di balik bakwan,Makanya aku sempat heran,Baru aja ketemu tapi sikapnya udah kayak orang udah pacaran lama aja kan..😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!