NovelToon NovelToon
Kau Harus Rela Melepasnya

Kau Harus Rela Melepasnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anto Sabar

Ryan adalah seorang mekanik yang sangat mencintai Arini namun karena status yang sangat jauh sehingga arina tak mau membuat Ryan kecewa karena Arini sudah di jodohkan dengan pemuda lain pilihan orangtuanya.Bagaimana kisah lengkapnya,ayo kita simak bersama perjuangan Ryan !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anto Sabar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dunia yang mulai Membatasi

Langit sore itu tampak lebih redup dari biasanya.

Awan gelap menggantung, seolah membawa sesuatu yang tidak menyenangkan.

Di depan bengkel, Ryan masih berdiri.

Tatapannya tertuju pada Arini yang kini terlihat berbeda.

Tidak seperti biasanya.

Tidak setenang sebelumnya.

“Ada yang datang ke sini, kan?” tanya Arini pelan.

Ryan tidak langsung menjawab.

Namun keheningan itu sudah cukup menjelaskan.

Arini menghela napas panjang.

“Aku sudah menduganya…”

Ryan menatapnya.

“Siapa dia?”

Arini terdiam sejenak.

Seolah menimbang apakah ia harus jujur atau tidak.

Namun akhirnya…

“Orang kepercayaan keluargaku,” jawabnya pelan.

Ryan mengangguk.

Tidak terkejut.

Sebenarnya ia sudah bisa menebak.

“Dia bilang apa?” tanya Arini lagi.

Ryan tersenyum tipis.

“Hal yang wajar.

“Seperti?”

Ryan menatap jalan sebentar.

Lalu berkata,

“Kita beda dunia.”

Arini langsung menunduk.

Kalimat itu terdengar sederhana.

Namun terasa sangat berat.

“Aku benci kalimat itu,” gumamnya pelan.

Ryan tidak menjawab.

Ia hanya berdiri di sana.

Tenang.

Namun dalam diam… ia juga merasakan hal yang sama.

Beberapa saat mereka hanya berdiri dalam keheningan.

Angin sore berhembus pelan.

Membawa suasana yang terasa semakin jauh.

“Aku tidak peduli soal itu,” kata Arini tiba-tiba.

Ryan menoleh.

“Apa?”

“Aku tidak peduli kita dari dunia yang berbeda.”

Ryan menatapnya beberapa detik.

Sorot mata Arini serius.

Bukan sekadar ucapan biasa.

“Dunia itu… cuma batas yang dibuat orang lain,” lanjut Arini.

Ryan menghela napas pelan.

“Masalahnya… dunia itu nyata.”

Arini terdiam.

Ryan melanjutkan,

“Kamu bisa datang ke sini. Tapi aku belum tentu bisa masuk ke duniamu.”

Kalimat itu membuat Arini tidak bisa langsung menjawab.

Untuk pertama kalinya

ia merasa tidak punya argumen.

“Aku bisa membawa kamu ke sana,” katanya pelan.

Ryan tersenyum kecil.

“Tidak semudah itu.”

“Kenapa?”

Ryan menatap langsung ke mata Arini.

“Karena di sana… aku bukan siapa-siapa.”

Keheningan kembali hadir.

Namun kali ini terasa lebih berat.

Beberapa saat kemudian, Arini duduk di bangku kayu.

Wajahnya terlihat berpikir keras.

Ryan memperhatikannya.

Ada sesuatu yang berubah.

Biasanya Arini terlihat tenang.

Namun sekarang… ada tekanan yang jelas terlihat.

“Mereka mulai melarangku keluar,” kata Arini tiba-tiba.

Ryan sedikit terkejut.

“Sejak kapan?”

“Sejak mereka tahu aku sering ke sini.”

Ryan terdiam.

Ia sudah menduga ini akan terjadi.

Namun mendengarnya langsung… tetap terasa berbeda.

“Mereka bilang… aku tidak boleh berhubungan dengan orang seperti kamu.”

Kalimat itu terdengar pelan.

Namun cukup untuk membuat suasana semakin dingin.

Ryan hanya tersenyum tipis.

“Masuk akal.”

Arini langsung menatapnya.

“Kamu setuju?”

Ryan mengangkat bahu.

“Kalau dari sudut pandang mereka… iya.”

Arini terlihat kesal.

“Aku tidak peduli dengan sudut pandang mereka!”

Ryan tidak terpancing emosi.

Justru ia tetap tenang.

“Masalahnya… mereka peduli.”

Arini terdiam.

Ryan melanjutkan dengan suara lebih pelan,

“Dan kamu hidup di dunia mereka.”

Kalimat itu seperti menampar kenyataan.

Arini tidak bisa membantah.

Langit mulai gelap.

Tetesan hujan pertama mulai jatuh.

Suasana menjadi semakin sunyi.

Arini berdiri.

Namun kali ini… tidak seperti biasanya.

Ada keraguan di langkahnya.

“Ryan…”

“Iya?”

“Kalau suatu saat… aku tidak bisa datang lagi…”

Ryan tidak langsung menjawab.

Ia sudah tahu arah pembicaraan ini.

Namun tetap terasa berat.

“Ya sudah,” jawabnya singkat.

Arini menatapnya.

“Kamu tidak akan bertanya kenapa?”

Ryan tersenyum tipis.

“Aku sudah tahu jawabannya.”

Arini terdiam.

Matanya mulai berkaca-kaca.

“Dan kamu… tidak akan menahanku?”

Ryan menatapnya.

Untuk beberapa detik…

ia tidak berkata apa-apa.

Namun dalam diam, hatinya berbicara lebih keras dari sebelumnya.

Tapi akhirnya…

ia menggeleng pelan.

“Aku tidak punya hak untuk itu.”

Kalimat itu sederhana.

Namun terasa sangat dalam.

Arini menunduk.

Hujan mulai turun lebih deras.

Dan di tengah suara hujan itu

dua orang dari dunia yang berbeda itu

mulai menyadari satu hal yang sama.

Bahwa jalan mereka…

tidak akan semudah yang mereka bayangkan.

1
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️
baru juga mau mulai belum apa² udah ada yang gak suka 🤦
Nur Wahyuni
seru
Nur Wahyuni
lanjut
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️
O,oh .., tidak!!! jangan bikin aku nangis bawang kak .
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️
ih ko sedih ya bayangin nya, jangan terlalu rumit lah kasian yang baca, next lanjut... semoga bagus ceritanya
Anto Sabar: insyaallah,makasih bnyk atas dukungannya senior.
total 1 replies
Nur Wahyuni
keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!