NovelToon NovelToon
Sekretaris Bar-Bar Pak Bian

Sekretaris Bar-Bar Pak Bian

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Sekretaris
Popularitas:38.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

" Tinggalkan saja pacarmu itu. Tampangnya saja seperti tukang galon"

"OHH tidak boleh menghina manusia begitu pak. Biar seperti tukang galon, tapi cinta saya melebihi samudra"

"Halah paling juga nanti kamu nyesal"

Haruna Kojima gadis keturunan Jepang yang biasa di panggil Nana. Setiap hari harus mendengarkan mulut judes bos nya. Siap lagi kalo bukan Abian Pangestu, pria bermulut pedas tidak pandang bulu laki-laki maupun perempuan dimatanya sama. Tapi untungnya Nana punya kesabaran setebal skripsi anak teknik. Jadi ucapan judes sang bos hanya seliweran angin lewat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kapan, nikah?

"Ayo, saya antar pulang," ajak Abian singkat.

Nana menggeleng cepat. Ia langsung berdiri dan menjauh satu langkah dari jangkauan Abian.

"Pulang aja Pak, saya tahu jalan pulang. Lagian Bapak mau ke kantor lagi, kan? Banyak kerjaan yang harus Bapak urus," tolak Nana ketus.

Tanpa menunggu jawaban, Nana langsung berbalik dan berjalan keluar dari restoran dengan langkah terburu-buru. Namun, baru beberapa meter ia melangkah di trotoar, sebuah tangan yang kokoh kembali menarik lengan Nana, menghentikan langkahnya seketika.

"Ihh, nggak mau Pak! Awas deh, lepasin!" seru Nana sambil berusaha meronta, wajahnya sudah sangat kesal.

Abian tidak melepaskannya. Ia menatap Nana dengan tatapan yang sangat serius. "Pulang sama saya, Haruna."

"Saya mau pulang sama Bapak, asal ACC surat resign saya sekarang!" tuntut Nana.

Nana mendengus frustasi, ia memutar bola matanya dan akhirnya menyerah karena tahu berdebat dengan Abian hanya akan membuang energi.

"Ya udah!"

Nana akhirnya berjalan mendahului Abian menuju mobil dengan langkah kasar. Abian hanya mengikuti dari belakang dengan senyum tipis yang tak terlihat oleh Nana.

Tanpa aba-aba, ia menyambar tubuh Nana dan mengangkatnya dalam satu gerakan cepat.

"Pak! Turunin!" pekik Nana kaget. Secara insting, ia mencengkeram erat leher pria itu agar tidak jatuh. Ia mendekap Abian persis seperti seekor koala.

"Diam," titah Abian.

"Pak, malu! Orang-orang banyak yang lihat!" Nana menyembunyikan wajahnya yang merah padam di bahu Abian, merasa seluruh mata di parkiran restoran itu tertuju pada mereka.

Abian tidak peduli. Ia terus melangkah lebar menuju mobil, membuka pintu depan, dan menjatuhkan Nana di bangku depan. Sebelum Nana sempat protes atau mencoba keluar, Abian dengan cepat menutup pintu dan terdengar bunyi klik.

Abian memutari mobil dan masuk ke kursi kemudi dengan wajah tanpa ekspresi.

"Bapak apa-apaan sih? Main kunci-kunci aja" tangannya mencoba menarik tuas pintu yang tetap tidak bergeming.

Abian memakai sabuk pengamannya dengan tenang, lalu menoleh ke arah Nana dengan tatapan yang sangat judes.

"Bisa diam tidak? Mulut kamu berisik sekali dari tadi," sahut Abian ketus. "Daripada kamu saya jatuhkan di aspal karena banyak tingkah, lebih baik saya kunci di sini. Duduk yang manis atau saya tambahkan masa kontrak kerja kamu jadi sepuluh tahun."

Nana langsung bungkam, hanya bisa mendelik sebal ke arah bosnya yang mendadak berubah.

Tanpa mereka sadari sebuah Mobil SUV hitam terparkir diam di sudut yang gelap, mengawasi setiap gerak-gerik mereka dari kejauhan sebelum akhirnya mobil Abian melesat pergi. Di dalam mobilnya, Abian memacu kecepatan dengan wajah yang mengeras.

"Bapak itu memang egois ya. Udah saya bilang saya mau resign, tetep aja dipaksa-paksa. Kenapa sih? Bapak takut nggak ada lagi asisten yang mau disuruh-suruh kayak robot sama Bapak?" oceh Nana tanpa henti.

"Diam nggak!" bentak Abian tanpa menoleh, matanya lurus menatap jalanan dengan rahang yang mengeras.

Bukannya takut, Nana justru semakin menjadi-jadi. "Ngapain diam? Bapak kan bukan Tuhan! Saya ini sudah bukan karyawan Bapak lagi kalau Bapak tanda tangan surat itu. Jadi berhenti ngatur-ngatur saya! Bapak itu cuma bos yang hobi kasih tekanan batin, nggak punya perasaan, terus sekarang malah sok jadi pahlawan...."

"Haruna, saya bilang diam!"

"Nggak mau! Pokoknya hari ini Bapak harus ACC surat saya! Saya mau bebas dari Bapak, saya mau....."

Abian mendadak meminggirkan mobilnya dan menginjak rem dengan kasar hingga tubuh mereka terdorong ke depan. Ia berbalik, menatap Nana dengan tatapan yang sangat tajam.

"Benar-benar ya, saya nikahi kamu sekarang juga kalau kamu nggak bisa berhenti bicara!" ancam Abian dengan suara rendah.

"Lah, buat apa Bapak nikahi saya? Nggak nyambung!"

Abian memajukan wajahnya hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa senti. "Biar saya bisa kunci mulut kamu itu pakai mulut saya," desisnya dengan tatapan yang langsung tertuju pada bibir Nana.

Nana mematung, jantungnya berdegup kencang.

"Dih, sinting! Benar-benar konslet ini otaknya!" seru Nana sambil mendorong bahu Abian agar menjauh, meski wajahnya kini sudah merah padam sampai ke telinga.

......................

Abian akhirnya memutuskan untuk tidak kembali ke apartemennya. Ia memutar kemudi menuju rumah besar. Karena sang Mommy, Lauren, sudah meneleponnya belasan kali menyuruhnya pulang untuk makan malam keluarga.

Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian dengan kaos rumahan yang santai, Abian turun ke ruang makan.

"Abian, Mommy perhatikan kamu makin sibuk saja," buka Mommy Lauren.

"Kamu kapan nikah? Kamu... masih lurus, kan?"

Abian yang baru saja hendak menyuap nasi hampir saja tersedak. Ia mendengus pelan, meletakkan sendoknya dengan gerakan malas.

"Masihlah, Mom. Aku masih doyan cewek," jawabnya pendek.

"Ya sudah, Mama bersyukur kalau begitu. Tapi kamu sudah hampir tiga puluh loh, Bian. Masa kamu belum mau nikah juga? Teman-teman seangkatan kamu sudah pada gendong anak, kamu malah masih betah gendong berkas kantor."

"Belum ada yang pas aja, Mom," gumam Abian mencoba menghindar.

"Nggak ada yang pas atau kamu yang terlalu galak sama perempuan?" sindir Lauren telak.

"Jangan sampai karena kamu terlalu kaku, jodoh kamu malah kabur gara-gara tekanan batin sama kamu."

Abian menghela napas panjang, nafsu makannya benar-benar menguap jika topiknya sudah merembet ke urusan pelaminan.

"Iya-iya, Mom. Lagian kenapa sih ngebet banget aku cepat nikah? Perasaan setiap aku pulang, pertanyaannya nggak pernah berubah," protes Abian dengan nada malas.

"Bukan itu, Bian. Mommy takut kamu itu kebawa arus. Mommy tadi lihat di medsos, udah banyak banget laki-laki yang... itu, belok. Mommy khawatir sama kamu."

Abian tertegun sejenak, lalu tawa sinisnya keluar. Ia tidak habis pikir dengan pola pikir ibunya yang terlalu banyak mengonsumsi konten aneh di internet.

"Ya gimana nggak khawatir? Kamu itu jarang banget bawa perempuan ke rumah, Bian! Palingan sekretaris kamu itu. Mama kan jadi mikir yang enggak-enggak!" seru Lauren tidak mau kalah.

1
Alissia
papa🤣🤣
Alissia
cie Abian suka sama Haruna tapi gengsi🤣
Alissia
omongan Abian kayak sambel level setan🤣
Alissia
yang asli paling bosnya itu suka sama Haruna tapi gensi segede gaban🤣
Alissia
palingan bosnya itu cemburu,kalau Nana punya pacar bosnya julid dengan Nana dan karena bosnya itu jomblo, iri dengan Nana yang memiliki pacar di katai tukang galon
🤣😭
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 🥰🥰 terimakasih 😘
Asyatun 1
lanjut
Redmi Nam
thor GK sabar liat Abian bucin kenana
update nya jangan lama" dunk
Pa Muhsid
raka dan naufal seperti nya akan perang rudal, gitu ga sih
Asyatun 1
lanjut
Ani
jangan jangan yang dijodohin sama Shopia si Raka temannya Abian
Aidil Kenzie Zie
nyawa anaknya udah diincar musuh masih aja bapaknya main kucing-kucingan dikasih apartemen mewah gitu
apa yang dijodohkan sama Sofia temannya Abian🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
kok bawa-bawa ayahnya Bian aturan kan kamu sendiri yang tawarin apartemen ke Nana.biar Nana respect sama kamu
partini
lah Kaito gitu amat
Redmi Nam
thor lama banget nunggu Abian nyatain perasaanya ke nana
Aidil Kenzie Zie
si Raka main tebak-tebakan
Risma Surullah
haruna bar bar tapi bodoh
Ani
makanya jangan ngeyel udah di ingatkan juga.. udah kayak gitu ingat juga sama Abian 😤😤😤😤
Redmi Nam
kanebo kering mulai banyak pesaing nich..
Redmi Nam
Abian udah kerjasama dengan ayah haruna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!