NovelToon NovelToon
The CEO'S Only Cure: Married To The Untouchable

The CEO'S Only Cure: Married To The Untouchable

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / CEO / Anak Yang Berpenyakit / Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Bagi Arkanza Malik, sentuhan wanita adalah racun yang mematikan. CEO dingin ini mengidap penyakit aneh yang membuatnya sesak napas dan kulitnya terbakar setiap kali kulitnya bersentuhan dengan lawan jenis. Namun, sebuah insiden di lorong hotel mengubah segalanya.
Aira, gadis miskin yang kabur dari kejaran rentenir setelah menghantam kepala pria yang ingin melecehkannya, tanpa sengaja jatuh ke pelukan Arkanza. Bibir mereka bertemu dalam kegelapan. Arkanza yang seharusnya mati karena alergi, justru merasakan napasnya kembali. Gadis kumal ini adalah satu-satunya penawar racunnya!
"Aku sudah melunasi hutang ayahmu. Sebagai gantinya, kau harus menjadi istriku dan biarkan aku menyentuhmu kapan pun aku membutuhkannya."
Aira terjebak. Menjadi "obat hidup" bagi CEO kejam yang tidak punya hati. Di antara kontrak miliaran rupiah dan intrik perebutan harta, mampukah Aira bertahan tanpa harus menyerahkan hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Ambisi di Balik Kedok Pengobatan

Arkanza masih meringkuk di lantai kamar pribadinya, menyembunyikan wajahnya di pangkuan Aira. Napasnya masih menderu, sisa dari serangan alergi hebat yang dipicu oleh sentuhan Siska tadi.

"Arkan, kau harus bangun. Ayahmu sudah di depan pintu," bisik Aira cemas sambil mengusap punggung suaminya.

"Biarkan saja," gumam Arkanza manja, suaranya teredam kain gaun Aira. "Hanya kau yang bisa membuatku tenang. Wanita itu... dia bau busuk. Aku tidak mau menyentuhnya lagi."

Tiba-tiba, pintu ruangan didobrak paksa dari luar. Syarif Malik masuk dengan wajah merah padam, diikuti oleh Siska yang masih tampak gemetar, dan seorang pria paruh baya berjas putih yang menenteng tas medis.

"Bangun, Arkanza! Jangan bersikap memalukan di depan calon istrimu!" bentak Syarif.

Arkanza bangkit perlahan dengan bantuan Aira. Matanya menatap tajam ke arah dokter yang dibawa ayahnya. "Untuk apa kau membawa dokter ini, Ayah? Aku tidak butuh pengobatanmu."

"Kau sakit! Siska bilang kau mengeluarkan bintik merah dan mengerang seperti orang gila!" Syarif menunjuk Arkanza dengan tongkatnya. "Dokter ini adalah ahli saraf dan alergi terbaik. Dia akan menyembuhkanmu dalam tiga hari agar kau bisa berdiri tegak di pelaminan bersama Siska!"

Siska menarik lengan Syarif, berbisik ketakutan. "Paman, aku tidak mau. Dia menyeramkan saat sakitnya kambuh. Kulitnya... dia terlihat seperti monster!"

Syarif menarik Siska menjauh, membawanya ke sudut ruangan untuk berbicara empat mata dengan nada rendah namun penuh penekanan. "Dengar, Siska. Kau hanya perlu bertahan sebentar lagi. Arkanza hanya butuh penawar sementara agar pesta pernikahan itu terlihat sah di depan notaris. Begitu harta dan aset Malik Group jatuh ke tanganmu sebagai istrinya, kau bebas pergi! Kau bisa menceraikannya dan membawa setengah kekayaan itu bersamamu ke luar negeri. Kau mau kembali jadi orang miskin?"

Siska terdiam, matanya berkilat saat mendengar kata 'kekayaan'. Ia melirik Arkanza yang tampak tampan namun berbahaya, lalu menghela napas panjang. "Baiklah, Paman. Aku akan bertahan sampai pernikahan itu selesai. Tapi pastikan dokter itu benar-benar menekan penyakitnya."

Syarif kembali menatap Arkanza. "Kau tidak punya pilihan, Arkanza. Aku sudah menyiapkan surat pernyataan bahwa kau tidak kompeten memimpin jika kau menolak pengobatan ini. Nikahi Siska, atau kau akan kehilangan segalanya, termasuk gadis pelayan ini!" Syarif menunjuk Aira dengan benci.

Arkanza melirik Aira sekilas. Ia melihat Aira memberikan kode halus—sebuah anggukan kecil. Arkanza mengerti, ini adalah bagian dari rencana mereka untuk membuat Syarif merasa di atas angin.

"Baiklah," ucap Arkanza dingin. "Sembuhkan aku. Aku akan menikahi Siska."

Siska tersenyum penuh kemenangan, sementara Syarif tertawa puas. "Bagus! Dokter, lakukan tugasmu. Beri dia dosis terkuat jika perlu."

Dokter itu mendekat, namun Arkanza menepis tangannya. "Jangan ada yang menyentuhku kecuali Aira. Biarkan dia yang memegang peralatanmu. Jika ada tangan lain yang menyentuh kulitku, aku akan memastikan rumah sakitmu rata dengan tanah."

Syarif mendengus. "Biarkan saja, Dokter. Yang penting dia setuju menikah. Aira, kau urus 'suamimu' ini untuk terakhir kalinya sebelum dia menjadi milik Siska sepenuhnya."

Syarif dan Siska keluar dari ruangan dengan perasaan menang. Mereka tidak tahu bahwa dokter yang dibawa Syarif sebenarnya sudah berada di bawah kendali Reno sejak mereka menginjakkan kaki di lobi kantor.

Begitu pintu tertutup, Arkanza langsung menarik Aira ke dalam pelukannya lagi, mengabaikan dokter yang berdiri canggung di sana.

"Kau dengar itu, Aira? Dia ingin memberiku pada wanita ular itu," rengek Arkanza, kembali ke mode manjanya. "Kau harus bertanggung jawab karena menyuruhku setuju."

"Ini hanya sandiwara, Arkan," Aira mengusap pipi Arkanza. "Kita butuh mereka mengumpulkan semua sekutu mereka di pesta pernikahan itu agar kita bisa menghancurkan mereka sekaligus."

Arkanza mencium telapak tangan Aira. "Hanya karena ini rencanamu, aku akan melakukannya. Tapi setelah pesta itu berakhir, aku ingin kau membayar setiap detik penderitaanku karena harus berdiri di samping Siska."

"Bagaimana cara membayarnya?" tanya Aira polos.

Arkanza menyeringai nakal, menarik Aira lebih dekat hingga tak ada jarak di antara mereka. "Kau tahu persis caranya, Nyonya Malik. Dan kali ini, aku tidak akan membiarkanmu tidur sampai pagi."

Setelah dokter gadungan (yang sebenarnya orang suruhan Reno) memberikan suntikan vitamin untuk menenangkan kondisi Arkanza, Syarif dan Siska meninggalkan ruangan dengan senyum kemenangan. Mereka merasa Arkanza sudah bertekuk lutut.

Arkanza bangkit dari tempat tidur, manja pada Aira sempat terhenti saat Reno masuk dengan wajah pucat.

"Tuan, Nona Aira... ada sesuatu yang ganjil," ucap Reno sambil menyodorkan tablet. "Saya baru saja menyadap pembicaraan Tuan Syarif di mobil. Dia tidak berniat membiarkan Anda hidup setelah pernikahan ini sah secara hukum."

Aira membaca transkrip percakapan itu. "Begitu Arkanza tanda tangan di altar, singkirkan dia. Aku tidak butuh putra yang cacat mental dan fisik. Dan soal pelayan itu... pastikan dia lenyap sebelum pesta dimulai."

Aira menatap Arkanza dengan tekad baja. "Arkan, aku harus pergi sekarang. Aku harus menyelidiki di mana Ayahmu menyembunyikan 'alat' untuk menyingkirkanmu. Jika aku tidak datang sebelum janji suci, jangan pernah tanda tangani apa pun!"

"Tidak! Aku tidak akan membiarkanmu pergi sendiri!" Arkanza menarik tangan Aira, posesifnya kembali muncul.

"Percayalah padaku kali ini saja, Arkan. Ini demi nyawa kita dan Ibu." Aira mencium pipi Arkanza singkat lalu berlari keluar melalui pintu rahasia.

...****************...

Arkanza berdiri terpaku di tengah ruangan, merasakan firasat buruk yang luar biasa. Saat ia melihat ke arah jendela, ia melihat mobil Aira dibuntuti oleh dua mobil hitam tak dikenal. Tepat saat itu, Syarif mengirim pesan singkat ke ponsel Arkanza: "Pesta dimulai satu jam lagi. Datanglah tepat waktu, atau kau akan menerima potongan rambut istrimu di dalam kotak hadiah."

Arkanza meremas ponselnya hingga retak. Permainan maut ini baru saja dimulai.

1
Ms. R
Ka ceritanya sangat menarik, saya suka. tapi nama2nya bikin gak mood baca, ini seperti cerita mafia Eropa tapi namanya indo banget, maaf ka gak enak dibaca nya
Ariska Kamisa: hehe maaf ya kak kalo kurang memuaskan🙏
latarnya emang di indo, tapi plot twist nya aira emang keturunan mafia, ibunya kabur ke indo.
total 1 replies
Suginah Ana
critanya bagus menegangkan q suka
Ariska Kamisa: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
Ariska Kamisa
emang agak tsunder sih arkan 🤣
🍒⃞⃟🦅 ☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
ini dnamakan keluar mulut buaya masuk mulut harimau🤣 dua² ngeri
umie chaby_ba
seru nih ... penasaran akhirnya gimana ? apa penyakitnya Arkan akan sembuh atau selamanya akan bergantung pada Aira . /Whimper/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!