NovelToon NovelToon
Mencintai Adik CEO

Mencintai Adik CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Diam-Diam Cinta / Konflik etika
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Satu kontrak. Satu rahasia. Satu cinta yang mematikan.

Di Aeruland, nama keluarga Aeru adalah hukum yang tak terbantahkan. Bagi Dareen Christ, tugasnya sederhana: Menjadi bayangan Seraphina Aeru dan menjaganya dari pria mana pun atas perintah sang kakak, CEO Seldin Aeru.

Namun, Seraphina bukan sekadar majikan yang manja. Dia adalah api yang mencari celah di balik topeng porselen Dareen. Di antara dinding lift yang sempit dan pelukan terlarang di dalam mobil, jarak profesional itu runtuh.

Dareen tahu, menyentuh Seraphina adalah pengkhianatan. Mencintainya adalah hukuman mati. Namun, bagaimana kau bisa tetap menjadi robot, saat satu-satunya hal yang membuatmu merasa hidup adalah wanita yang dilarang untuk kau miliki?

"Jangan memaksa saya melakukan sesuatu yang akan membuat Anda benci pada saya selamanya, Nona."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan di Balik Kabut

Sisa-sisa hujan Skytown masih meninggalkan jejak berupa kabut tipis yang menyelimuti jalanan menuju puncak bukit tempat kediaman utama keluarga Aeru berdiri. Setelah tim bantuan memperbaiki sistem kelistrikan, sedan mewah itu kembali meluncur membelah keheningan malam. Di dalam kabin, suasana tidak lagi panas oleh gairah seperti sebelumnya, melainkan digantikan oleh ketegangan yang sunyi dan canggung.

Seraphina masih mengenakan jaket hoodie abu-abu milik Dareen. Dia meringkuk di kursi belakang, menatap punggung tegap Dareen yang kini kembali kaku di balik kemudi. Topeng profesional pria itu telah terpasang sempurna, seolah ciuman brutal dan sentuhan panas di bawah guyuran hujan tadi hanyalah halusinasi di tengah badai.

"Dareen," panggil Sera pelan. Suaranya memecah kesunyian, terdengar lebih lembut dari biasanya.

"Ya, Nona?" jawab Dareen singkat. Matanya tertuju pada jalanan yang berkabut, tangannya mencengkeram kemudi dengan presisi yang membosankan.

Sera memajukan tubuhnya, menyandarkan dagu di atas lipatan tangannya yang bertumpu pada sandaran kursi depan. "Kenapa kau begitu terobsesi dengan kuliahmu? Maksudku ... kau adalah pengawal terbaik Seldin. Kau punya gaji besar, kau punya kekuasaan di bawah namanya. Tapi kau belajar seolah-olah hidupmu bergantung pada setumpuk kertas ujian itu."

Dareen terdiam cukup lama. Hanya suara ban yang bergesekan dengan aspal basah yang terdengar. Sera mengira pria itu akan kembali menutup diri dengan jawaban standar "tugas dan kewajiban", namun malam ini, kabut sepertinya telah melunakkan tembok pertahanan Dareen.

"Ibu saya dulu adalah seorang guru sekolah dasar di sebuah desa kecil di pinggiran Aeruland," suara Dareen terdengar parau, membawa nada nostalgia yang jarang ia tunjukkan. "Dia menghabiskan seluruh hidupnya untuk memastikan anak-anak miskin bisa membaca dan menulis. Baginya, pendidikan adalah satu-satunya senjata untuk melawan dunia yang tidak adil."

Dareen melirik spion tengah, menatap mata Sera sejenak. "Sebelum dia meninggal karena sakit yang tidak mampu kami obati, dia memegang tangan saya dan berkata bahwa dia tidak ingin melihat saya memegang senjata seumur hidup. Dia ingin melihat saya memakai toga. Dia ingin saya menjadi pria yang dihormati karena pikirannya, bukan ditakuti karena kekuatannya."

Dareen menarik napas panjang, genggamannya pada kemudi sedikit melonggar. "Ini adalah janji terakhir saya padanya, Nona. Seldin memberi saya jalan, dan saya akan melakukan apa pun—menjadi pengawal, menjadi algojo, atau menjadi mahasiswa paling rajin sekalipun—hanya agar saya bisa memenuhi janji itu. Karena setelah itu terpenuhi, saya merasa saya baru benar-benar menjadi manusia."

Seraphina tertegun. Dia menatap profil samping wajah Dareen yang diterangi lampu dasbor. Di balik aura dingin dan brutal yang selama ini ia tunjukkan, ternyata ada seorang anak laki-laki yang sedang berjuang demi kehormatan ibunya. Rasa bersalah kembali menyengat hati Sera. Dia teringat betapa sering ia meremehkan upaya belajar Dareen, bahkan menghancurkan makalahnya.

"Aku minta maaf, Dareen," bisik Sera tulus. "Tentang makalah itu ... dan tentang semua ejekanku."

Dareen tidak membalas permintaan maaf itu dengan kata-kata, namun dia tidak menarik diri saat Sera menyentuh bahunya dengan lembut. Di bawah selimut kabut, mereka berbagi satu momen kejujuran yang langka sebelum akhirnya gerbang besi raksasa kediaman Aeru terbuka secara otomatis.

Begitu mereka melangkah masuk ke aula utama, suasana hangat dari cerita Dareen langsung menguap. Seldin Aeru sudah berdiri di dekat tangga marmer, mengenakan jubah sutra hitam dengan segelas wiski di tangannya. Wajahnya terlihat sangat dingin, seolah ia baru saja membaca laporan kematian.

"Kalian terlambat satu jam," suara Seldin bergema di aula yang luas.

"Mobilnya mogok karena banjir, Tuan," lapor Dareen sambil membungkuk hormat.

Seldin tidak menatap Dareen. Pandangannya justru tertuju pada Seraphina yang masih memakai jaket hoodie abu-abu berlogo universitas—jaket yang jelas bukan milik adiknya. Seldin menyipitkan mata, namun ia menahan diri untuk tidak meledak.

"Sera, naiklah ke kamarmu. Aku perlu bicara dengan 'mahasiswa teladan' kita," ujar Seldin dengan nada sarkasme yang kental.

Sera ingin memprotes, namun tatapan tajam Seldin membuatnya membeku. Dia melirik Dareen dengan cemas sebelum akhirnya melangkah naik ke lantai atas.

Setelah bayangan Sera menghilang, Seldin melempar sebuah map plastik ke atas meja kopi di dekatnya. Isinya adalah salinan nilai ujian tengah semester yang baru saja keluar secara internal.

"Nilai hukum internasionalmu sempurna, Dareen. Bahkan lebih tinggi daripada Sera yang menghabiskan jutaan dolar untuk tutor pribadi sejak kecil," Seldin melangkah mendekati Dareen, mengitari pria itu seperti hiu yang mengincar mangsa. "Aku memberikanmu akses pendidikan untuk menjaganya, bukan untuk mempermalukannya."

Seldin berhenti tepat di depan Dareen, lalu menekan dadanya dengan ujung gelas wiski. "Jangan biarkan otak cerdasmu itu membuatmu merasa setara dengan adikku. Kau tetaplah pria yang kupungut dari jalanan. Kau memakai jas mahal, tapi di bawahnya, kau tetaplah debu."

Dareen tetap berdiri tegak, matanya menatap lurus ke depan tanpa berkedip. "Saya tidak pernah melupakan posisi saya, Tuan."

"Benarkah? Lalu kenapa kau meminjamkan jaketmu padanya? Kenapa bau parfumnya menempel di kemejamu?" Seldin berbisik tepat di telinga Dareen, suaranya mengandung ancaman kematian yang nyata.

Dareen tidak goyah. "Nona Seraphina kedinginan karena AC mobil mati saat hujan deras. Saya hanya memastikan dia tidak jatuh sakit dan menghambat jadwalnya."

Seldin tertawa kecil, suara tawa yang tidak menyenangkan. "Begitu ya. Sangat profesional."

Seldin kembali ke mejanya dan mengambil sebuah amplop cokelat kecil. Dia melemparkannya ke dada Dareen. "Karena kau begitu pintar dalam urusan hukum, sekarang gunakan kecerdasanmu untuk tugas yang lebih produktif. Julian dan ayahnya semakin mengganggu bisnis akuisisi lahan di pelabuhan."

Dareen membuka amplop itu. Isinya adalah detail lokasi loker kampus milik Julian dan beberapa paket kecil berisi serbuk putih.

"Jebak dia dalam skandal narkoba di lingkungan kampus. Pastikan polisi menangkapnya di depan media saat jam istirahat besok," perintah Seldin tanpa beban. "Aku ingin reputasi ayahnya hancur dalam semalam. Jika kau berhasil, aku akan membiarkanmu menyelesaikan semester ini. Jika gagal ... kau tahu di mana tempatmu seharusnya berada."

Tangan Dareen bergetar sedikit saat memegang paket haram itu. Ini adalah penghinaan terbesar bagi janji yang ia buat pada ibunya. Dia ingin menjadi mahasiswa yang jujur, namun dunianya menuntutnya untuk menjadi penjahat. Di sisi lain dinding ruang kerja itu, dia tahu Seraphina mungkin sedang mendengarkan atau setidaknya sedang menunggunya.

"Lakukan, Dareen. Jangan buat aku harus mengingatkanmu siapa pemilik nyawamu saat ini," tutup Seldin.

Dareen membungkuk dalam, menyembunyikan kilatan luka dan amarah di matanya. "Baik, Tuan. Akan saya laksanakan."

Saat Dareen keluar dari ruangan, dia berpapasan dengan Seraphina yang berdiri di balik pilar aula. Wajah gadis itu pucat. Dia mendengar semuanya—tentang peringatan Seldin dan tentang tugas kotor yang baru saja diberikan.

Dareen berhenti sejenak di depan Sera. Dia tidak memakai topeng robotnya kali ini. Wajahnya terlihat hancur, penuh beban yang tidak sanggup dia pikul sendirian. Dia menatap amplop cokelat di tangannya, lalu menatap Sera.

"Inilah harga dari sebuah toga di rumah ini, Nona," bisik Dareen pahit.

Sebelum Sera bisa berkata apa pun, Dareen sudah melangkah pergi menuju kamarnya di area paviliun pengawal. Seraphina berdiri mematung di aula yang dingin itu, menyadari bahwa cinta yang mulai tumbuh di antara mereka bukan hanya terlarang, tapi juga sedang dihancurkan oleh kekuasaan kakaknya yang tak kenal ampun. Dia harus melakukan sesuatu, atau dia akan kehilangan Dareen selamanya—baik sebagai pengawal, maupun sebagai pria yang baru saja memberikan pengakuan di balik kabut.

1
Nona aan Chayank
Yaa ampun thor... Aq jadi deg-degan... semoga tdk ada gangguan dari Seraphina, Jasen, maupun keluarga Aeru yg lain selama prosesi pesta pernikahan Darren dan Isselia... aamiin
Dan semoga Sera sdh sadar, dan bisa bahagia juga dengan Jasen..
EsKobok: aamiin 🤭😄 nantikan bab selanjutnya yaaa kak
total 1 replies
Nona aan Chayank
Meskipun Jasen terkesan kejam pada Seraphina, tapi itu adalah hal yg sangat wajar, melihat dari sikap Sera yg selalu berusaha mengganggu hubungan Darren dan Isselia. Padahal dari awal dirinya sendiri yg salah karena mau dengan Jasem dan tidak ada upaya mempertahankan dan memperjuangkan hubungannya dengan Darren...
Nona aan Chayank
Apa sebenarnya yg dilakukan Jasem Admire? istrinya bersikap seperti wanita murahan di depan biji matanya kok diam saja seperti pecundang?
Dan Sera, astaga,,, makin hari makin kelihatan sifat manipulatifmu jalang ... 😠
Darren jngn sampai goyah... hapus total perasaan pernah sukamu sama perempuan jalang itu...👊👊
Nona aan Chayank
Semangat terus Darren. 💪
Buktikan kepada Seldin Aeru yg sombong, bahwa kau bisa berharga sebagai manusia di luar kediaman megah mereka 💪
Alexzan
ceritanya bagus tapi sangat sedihnya, sebab Darren merelakan dan melupakan cintanya untuk sera sedangkan sera tidak merelakan cintanya dan melupakan janji antara dia dan darren😭😭😭... soalnya judulnya mencintai adik ceo. kenapa darren tidak mempertahankan cintanya harus melupakan cintanya😭😭😭. aku yang baca cerita ikut sedih😭😭. Thor tolong dong persatukan cinta mereka😍😍😍
EsKobok: terima kasih atas penilaiannya kak ☺
total 1 replies
Alexzan
ceritanya bagus tapi sangat sedih sebab Darren harus merelakan cinta dan melupakan sera sedangkan sera tidak melupakan cintanya untuk darren tapi disini cerita tentang mencintai adik ceo, kenapa darren tidak mempertahankan cintanya😭😭😭 aku yang membaca sampai ceritanya ikut sedih😭😭😭. Thor tolong dong persatukan cintanya sera dan Darren🥰🥰
Tya
kasian sera authorrrr😭😭😭
Alexzan: betul kk kasian sera karna dia sangat mencintai darren😭😭😭😭
total 1 replies
Nona aan Chayank
Buktikan dirimu bisa menjadi pengusaha nomor satu Darren. Dengan begitu, Klan Aeru dan Admire atau siapapun yg ingin menjatuhkan dan menghancurkanmu hnya bisa gigit jari.
Kau terlahir dgn kecerdasan bisnis yg luar biasa, Kau pasti bisa... 💪💪
Nona aan Chayank
Kasian juga sebetulnya sama kamu Sera. Tapi ini maumu dan Kakakmu Seldin yg gila kuasa itu... jadi nikmatilah...
Nona aan Chayank
But Darren dan Isselia. Selamat menempuh hidup baru. Semoga cinta kalian tetap kokoh, walau apapun cobaan kelak yg dtg berusaha merobohkan ikatan kalian...💪
Nona aan Chayank
Sera, Jangan harap kau bisa menang jalang... 👊
Dari awal kau yg gatal terhadap Darren. Saat Darren memutuskan berhenti jadi budak nafsu mu, kau ingin masih ingin menghancurkannya.
Kau salah... Lihat saja...Darren malahan akan perlahan membencimu...👊👊
Nona aan Chayank
Nahh... kau telah memutuskan hal yg paling benar Isselia..
Jangan biarkan Seraphina menang...👊👊
Nona aan Chayank
Darren n sdh bersumpah akan mencintai, menjaga, dan melindungimu selamanya Isselia,, pikirkan baik-baik dg kepala dingin. Jangan biarkan Seraphina menang dan menghancurkan hubungan kalian....
falea sezi
gak sesuai. judul. lah klo ma isella judulnya aja mencintai adik. ceo.. lah isella. aja. bangsawan/Hunger/
falea sezi
hmmm mbuh lahh dr. awal. uda bagus. ma. sera. malah oleng ke iselia/Hey/
falea sezi
di sini peran utama siapa. selia apa. sera/Drowsy/
falea sezi
pergi jauh aja sera wong laki. g jelas. g setia uda cium2 cwek, lain
falea sezi
ya Darren g setia
Nona aan Chayank
Ayo Isselia, kasih kesempatan utk Darren menjelaskan, jngn biarkan Seraphina menang dan mengacaukan hubungannmu dan Darren. Darren pasti bukan sengaja menyembunyikan hubungannya dengan Sera, hanya saja dia tdk mau membuatmu cemburu...
Ayo,, bicakan berdua, jngn buat celah utk wanita tak tau malu seperti Sera menghancurkan mimpimu...
Nona aan Chayank
Ceritanya bagus,, sejauh ini semua bagus,,👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!