Clarissa wanita cantik yang sangat ceria, berumur 22 tahun, ia adalah anak perempuan yang kuat dan mandiri.
Ibunya memperlakukannya dengan buruk, ibunya lebih menyayangi anak laki-lakinya. Bahkan ibunya lebih menyayangi menantu perempuannya di banding Clarissa.
Tantangan hidupnya tidak sampai di sana,
Clarissa jatuh cinta pada Zayn Austin, cinta pada pandang pertama.
Namun pria yang Clarissa sukai selalu berwajah datar dan bersikap dingin. Tapi itu semua tidak meredupkan semangat Clarissa untuk mengejar cintanya.
Akankah Clarissa mampu meluluhkan hati Zayn?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33
Clarissa mematung saat melihat mobil Zayn melaju meninggalkan dirinya, bahkan Zayn pergi tanpa menoleh.
Mira yang sejak tadi hanya jadi penonton, kini ia berjalan maju dan merangkul sahabatnya yang diam membisu. Mira menepuk-nepuk punggung sahabatnya, memberikan kekuatan.
Mira sadar cinta Clarissa untuk si pria kaku itu sangat besar.
"Ra, sejak kenapa Aku cengeng? " ujar Clarissa tak mengerti pada dirinya sendiri, ia mengusap kasar air matanya.
"Sa, kamu gak cengeng, kamu hanya kecewa sama si pria kaku itu," ujar Mira lalu mengajak sahabatnya pulang.
Mira baru saja turun dari taksi bersama Clarissa, keduanya masuk ke kontrakan Clarissa, Mira menatap kagum ruangan tersebut yang sudah di hias sangat cantik dan elegan.
"Ra, kamu nginap 'kan? " Clarissa bertanya sekaligus meminta, ia ingin di temani malam ini.
"Boleh saja," ujar Mira, ia juga ngekost karena ia bukan berasal dari ibukota. Keduanya mengobrol hingga larut malam.
"Sa, lalu bagai mana sekarang? apakah kamu masih minat untuk mendekati si pria dingin itu? " ujar Mira, sebenarnya ia kurang setuju, karena sahabatnya ini sangat cantik, bahkan Mira yang terbilang cantik pun, masih kalah jauh oleh Clarissa.
Clarissa itu cantiknya gak ngebosenin, dari segi apapun Clarissa lebih menonjol, Mira saja sebagai perempuan kagum pada Clarissa.
Lama Clarissa terdiam sebelum benar-benar yakin dengan jawabannya, Clarissa pun kambali berkata, "Ra, Aku memang bodoh Aku sadar itu. Tapi Aku masih sangat mencintai Zayn."
Mira mengangguk, "Ya. Memang cinta itu bodoh dan buta, sudah di sakiti pun masih saja cinta. Tapi itu tidak masalah selagi kamu suka, Aku dukung Sa."
"Tapi kenapa ya? Tiba-tiba sikap Zayn jadi dingin lagi padaku? padahal Aku tidak melakukan kesalahan apapun Ra. " ujar Clarissa yang tak habis pikir, padahal semuanya baik-baik saja, bahkan malam itu sebelum berpisah, terlihat jelas sikap Zayn yang sedikit menghangat.
"Emmm. Apa keluarganya tidak setuju Sa? " ujar Mira setelah berfikir.
"Masa sih Ra? soalnya Aku pernah bertemu tante Sophia, orangnya baik kok," ujar Clarissa, yang mengingat jika tante Sophia baik padanya.
"Apa ada wanita baru? " ujar Mira, meski begitu ia tidak yakin dengan ucapannya sendiri.
"Tapi siapa juga yang mau sama laki-laki kaku seperti Zayn itu, ih amit-amit Sa, Itu cuma kamu yang sanggup dekati pria kaku seperti Zayn itu," ujar Mira lagi.
Keduanya saling berpikir, tentang perubahan sikap Zayn yang kembali dingin, "Apa karena Kamu orang miskin Sa? " ujar Mira kembali berkata.
Sudah banyak dugaan-dugaan Mira pada perubahan sikap Zayn, Clarissa menatap sahabatnya lalu berkata dengan tak percaya, "Apa ia karena Aku miskin?! "
"Jika ibunya baik, ya mungkin ada wanita lain atau bisa jadi karena kamu miskin Sa... Tapi ini hanya mungkin lho ya. Berarti belum pasti," ujar Mira yang tidak ingin sahabatnya justru melamun, meski tidak mungkin seorang Clarissa melamun, karena wanita itu baterai nya selalu pun.
"Aku gak bisa nyerah Ra, Aku harus berjuang lagi, sebelum janur kuning melengkung Aku masih berhak memperjuangkan cinta ku Ra," ujar Clarissa yang kembali semangat, rasanya ia juga menyesal kenapa tadi tidak memeluk Zayn saja, Kenapa ia justru menangis.
Mira melihat kembali semangat sahabatnya, yang beberapa jam lalu telah hilang. Dari pada ia melihat sahabatnya yang galau, lebih baik Mira mendukung sahabatnya untuk mengejar cinta Si kulkas.
"Aku pasti dukung kamu. Tapi kita juga harus cari tahu apa alasan si kulkas itu menjauhi mu, apa karena wanita lain? atau karena kamu miskin? " ujar Mira kembali berpikir keras.
Clarissa sendiri bingung. Tapi ia ingat sesuatu, "Ra, sebenarnya Zayn mengantar ku pulang ke kontrakan sore itu, sebelum ia kembali menjauhiku."
Mira mengerutkan keningnya, "Apa yang terjadi saat itu? pasti ada sesuatu yang membuatnya menjauhi mu Sa. "
Clarissa berpikir keras apa yang salah malam itu. Tapi tetap saja ia tidak menemukan kesalahannya, "Ra, sore itu Zayn mengantar ku, bahkan ia masuk dan kita makan nasi bungkus berdua, kita mengobrol sebentar sebelum ia pamit. Lalu sebelum Zayn pulang kita tukar kontak dulu...menurut ku semuanya baik-baik saja, Aku tidak melakukan kesalahan apapun. "
Mira terdiam mendengar cerita sahabatnya, "Jadi ini masalahnya sudah pasti. Jika bukan wanita lain itu karena Kamu miskin Sa." ujar Mira yang sedang serius berpikir.
"Kamu benar, " ujar Clarissa mengangguk nganggukkan kepalanya, ia setuju dengan dugaan sahabatnya.
"Jika karena wanita lain Aku harus bersaing, dan pasti Aku yang akan mendapatkan Zayn. Tapi jika karena Aku miskin, Aku harus apa Ra? " ujar Clarissa jadi bingung lagi, soal cinta ia akan maju. Tapi soal harta ia tidak sanggup, ia bukanlah orang kaya.
Gajinya hanya cukup untuk dirinya sendiri, Mira kembali berpikir bagai mana solusinya, Clarissa juga ikut berpikir, apa solusi untuk masalahnya.