Mungkin ini jalan takdir atau rencana terselubung ku, ternyata tak perlu jauh aku mencari mu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Darah daging?
"Eh numpang kamar mandi ya," aku langsung masuk aja, rasanya lepas semua yang tertahan sejam ini. Dan ketika mata ku melirik tak sengaja menangkap ada darah menggumpal dekat pakaian basah Lista, sedikit aneh bau nya bukan bau yang seharusnya di keluarkan tiap bulan ini malah seperti bau darah daging, amis nya itu loh amis bangett.
Pintu terbuka mendapati Lista mengganti kain spray aku terkejut dengan begitu banyak bercak darah belum lagi Lista nampak pucat. "Kamu datang bulan apa pendarahan sih Lis," kataku sedikit melirik ke arah berlawanan yaitu kamar mandi, "Iya Mi... Eh maksudnya ia nih kek pendarahan. Deras banget, sampai syok aku."
Masih lama lagi seperti nya disini, ku pesan saja jus buah bit dari gerai online untuk Lista kasihan dia tidak ada yang perhatikan, walaupun waktu aku sakit kemarin ia tidak ada hadir tak perlulah dibalas, toh juga waktu pertama ke Jakarta dia yang ku repotin. Setengah kesadaran ku menghilang, aku sempat tidur di kost bahkan Lista menyarankan untuk aku menginap namun berhubung besok ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan juga aku tidak membawa laptop sia-sia deh ajakan itu.
Pulang dengan hujan deras seperti ini membuat ku membayangkan tentang darah begitu banyaknya, apa yang terjadi dengan Lista kenapa aku merasa ada sesuatu yang disembunyikan dari ku, apa ya kira-kira. Lista termenung kala ku tinggal, aku enggak tau kenapa bisa begitu. Ujung-ujungnya aku menangis seperti bakal ada kejadian buruk terjadi pada dirinya, tatapan Lista begitu sendu tak bergairah hidup yakin lah dia sedang menanggung beban tersembunyi dari ku.
Kepada siapa ku adukan ini, apakah pada dia sang khalik namun tanpa jawaban langsung sangat tidak puas hati ku berdiam diri, ada apa sebenarnya ini.
Pintu rumah menyapa namun raga ku masih tertinggal disana, entah apa Tuhan tuliskan takdir untuk Lista namun ku harap aku bisa menjadi penolong utama Lista, kasihan Lista sedari kecil tak ada kebahagiaan tersendiri. Menurut ku ketika dewasa Ijonk bukan menjadi penyesalan terbesar nya, karena memang ada bayangan jorok mengingat hubungan mereka.
Bertindak yang benar jika memang hubungan mereka kandas dengan buruk, tak banyak ucap atas tindakan itu tapi bila sudah terjadi mau gimana? Tinggal perbaiki resikonya.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Lagi-lagi dengan mesin penghasil dolar, dalam layar lebar memandang arus kas keuangan sudah cukup untuk pusing tujuh keliling, nyatanya ada seorang baik memberikan makan siang untuk ku bertuliskan 'Dari pengagum mu.' huhuhu ternyata bang Dean sudah berani tampil, aku tertawa kecil menikmati nasi bento di temani es cappucino dan ada beberapa cemilan lainnya, pokonya meriah banget. Tak lupa aku membuat nya menjadi postingan terfavorit, supaya bang Dean lihat nanti nya.
Apa ucapin terimakasih langsung ya, telepon atau apa gitu, cobalah supaya ia merasa dihargai.
Nomor yang tidak dikenal mungkin tidak menjadi prioritas bang Dean, sepertinya aku chat aja ya? Benar terkadang memang perlu perempuan merendah sedikit.
Eh dia malah menelepon ku gantian, ngomong apa ya kira-kira. Habisnya semua ini enak banget lagi, tau aja bang Dean kesukaan ku." Halo, siapa?" Aku ingin ucap terimakasih setelah itu sudah.
"Terimakasih untuk makanannya," kata ku gembira sembari menyuap makanan terakhir, "Enak banget aku suka," entah kenapa aku mendadak bahagia mendengar suara bang Dean dari balik telepon. "Aneh, ini siapa?" Oh iya ini bukan nomor pribadi ku— "Miwa bang, terimakasih untuk makanannya ya," aku bersemangat mengucapkan terimakasih banyak kepada perhatian nya.
"Makanan apa? " WTF ini seriusan dia malah balik nanya? Gak salah dengar aku.
"Makanan..." Perlu dilanjutkan kah penjelasan ini tapi kalau bukan dari dia dari siapa? Ya Tuhan tingkat kepedean ku sangat tinggi, ku kira laki-laki spek bapak-bapak ini bakal perhatian sama aku ternyata salah alamat, mampus gimana ini.Malah panggilan telepon masih berjalan lagi, ya Tuhan Miwa bodoh mu enggak ke tolongan lah.
Mendingan panggilan telepon ku akhiri dan menanyakan ke jelasan kepada pak satpam, Haduhhh terpaksa turun ke bawah ni cuman sayang banget makanan ini enggak dimakan tapi kalau dimakan enggak jelas gini takutnya kena racun gue, ya udah deh bawa ke bawah aja mendingan
sepatu heels 13 cm berdetuk kencang menutupi kemaluanku akibat makanan salah alamat di genggaman tangan, bahkan pak satpam seolah tak tau apa yang terjadi mereka juga tidak memberikan informasi yang jelas serta akurat, dan ya aku memilih untuk membuang makanan itu bukan nya apa-apa ini Jakarta, apa yang tidak bisa terjadi di kota ini.
Aku mengingatkan kembali kepada mereka bila ada barang dan makanan diberi tanpa kejelasan harap dibuang saja—Kembali menuju lantai atas menyiapkan beberapa dokumen akhir keuangan tak ku sangka bisa secepat ini memproses nya sebelum kena audit, sedikit lega bila begini adanya.
Menunggu waktu tenggo adalah detik-detik yang ditunggu, sebelumnya aku masih penasaran dengan pengagum rahasia itu. Siapa dia ? Apakah dia berbahaya atau tidak, tidak mungkin kan dia ada disekitaran ku.
Boleh kian aku menemukan petunjuk tentang dia, kepikiran sampai rumah masih membawa beban yang sama bahkan aku merasa rumah ini tidak aman lagi, terpaksa aku harus menjaga beberapa privasi ku termasuk alamat rumah dari beberapa orang.
Penuh ketakutan membayangkan kejadian dikantor tadi, bisa seseorang mengirimkan makanan dan aku langsung melahapnya, dan lebih bego nya bisa pula aku berpikir itu pemberi bang Dean, aneh bangett sumpah otak mu terlalu di manipulasi kata cinta monyet Miwa, lebih baik kau kembali beristirahat untuk ke sekian kalinya
Uap-an nafas kehidupan akan menyambung hari-hari baru, seperti biasa menjadi rutinitas budak korporat ialah bertarung dengan kemacetan hakiki dimana-mana macet gak ada hentinya macet di kota ini. "Agak cepetan ya pak." Kataku pada ojek online pesanan ku, ia melaju sekencang mungkin sampai dikantor masih ada waktu buat serapan pagi, rasanya bila tanpa kopi dunia ini belum sempurna.
Dan ya bentar lagi ada meeting penjualan, mudah-mudahan sampai dapat target sehingga deviden dapat dibagikan. Sejumlah uang akan ku terima bila target telah tercapai.
Dan ya kiriman makan siang datang lagi, kali -ini bersama mawar dan ada sepucuk surat untuk ku. Aku langsung marah membacanya. Dalam kata- katanya bermakna untuk aku memulai dengan nya, ia meminta untuk bertemu sekali saja mumpung cintanya masih bertumbuh dengan ku .
Aku jelas tidak mengiyakan nya, jatuhnya aku terlalu murah dihadapan cowok kalau ada tawaran langsung ikut, aku anak yang berpendidikan tentu moral dan akhlak harus dijaga dan berwibawa, ketangkasan ku tak mungkin lah sia-sia.
semangat, yah..
jan lupa mampir juga..
kita saling dukung, yah..
💪💪💪
Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰