NovelToon NovelToon
Kembalinya Cinta Lama

Kembalinya Cinta Lama

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / CEO / Cintapertama
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tika Despita

Setelah enam tahun tak bertemu, Senja kembali bertemu mantan kekasihnya Arsean.
Pertemuan kembali mereka, mengingatkan luka dan rasa sakit pada dirinya Senja.
Karena di saat itu dia tengah hamil anaknya Sean, namun Sean tak tau. Kedua orang tua Sean pun seolah bungkam dan menginginkan anak dalam kandungannya Senja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tika Despita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamar Menjadi Kenangan

Sean melangkah masuk ke dalam kamarnya. Enam tahun lebih dia tak menghuni kamar ini. Letaknya masih sama, gayanya masih sama, namun ada yang terasa beda.

Sean bersandar di atas ranjang menatap lurus ke depan. Ingatan-ingatan masa lalu tiba-tiba terbayang olehnya. Dimana hari itu, dia kehilangan akal sehat dan membujuk Senja melakukan sesuatu yang seharusnya tak boleh mereka lakukan di usia mereka yang masih muda saat itu.

"Senja, kita belajar di kamarku aja yuk!" Sean menarik tangan Senja pelan, saat mereka sedang mengerjakan tugas di depan televisi.

"Di sini saja, Sean. Ngapain harus di kamar?" Senja menatap bingung Sean.

"Di kamar aja.." Rengek Sean membuat Senja mengangguk tanpa berfikiran yang aneh-aneh.

Mereka berdua masuk ke dalam kamarnya Sean. Mereka duduk di depan meja belajar Sean mengerjakan sisa tugas sekolah yang belum selesai.

"Senja.. Kamu sayang gak sama aku?" Sean menatap serius Senja.

"Pertanyaan macam apa itu. Sudah jelas dua tahun lebih kita pacaran dan kamu masih menanyakan itu." Senja mendengus kesal membuat Sean merasa gemas sama Senja.

"Kamu itu.." Cubit Sean lembut ke pipi Senja.

Tatapan mereka berhenti di beberapa detik. Senyum mereka tiba-tiba juga terhenti. Ada debaran yang tak menentu di antara jantung mereka. Sean mendekat dan mengecup lembut bibirnya Senja. Hal seperti ini sudah sering mereka lakukan, sehingga tak ada kecanggungan sedikit pun.

Biasanya Sean hanya akan mencium bibir saja, namun entah nafsu apa yang ada dalam dirinya hari itu. Ciumannya tak seperti biasanya. Ciuman kali ini seperti sebuah tuntutan.

" Sean.. " Senja mendorong pelan tubuh Sean.

" Nanti ada Tante Tamara! "

"Mama lagi ke luar kota sama papa. Sedangkan buk De kamu sedang ke pasar." Sean mengusap lembut kepalanya Senja, agar Senja tak khawatir dengan apa yang mereka lakukan di kamarnya Sean.

"Senja..Aku mencintai kamu! Aku ingin selalu bersama kamu dan nanti setelah kita dewasa aku ingin kamu satu-satunya menjadi wanita pendamping ku." Bisik Sean pelan membuat Senja tersenyum bahagia.

"Sean.." Lirih Senja.

Mata mereka kembali bertemu,kali ini ada hasrat yang membuncah di antara mereka.

Sean memegang tengkuk Senja dan kembali mencium bibirnya. Sean menuntun tubuh Senja ke atas ranjang.

" Sean..kamu yakin?" tanya Senja menatap Sean.

Sean mengangguk sambil tersenyum. Satu-persatu pakaian di tubuh Senja di buka Sean. Begitu juga dengan Sean. Senja sedikit merasa khawatir,namun Sean menenangkan-nya.

Dan hari itu untuk pertama kalinya Sean merasakan kepuasan dalam hubungannya dengan Senja selama pacaran.Kesucian Senja diambilnya dengan dalih rasa cinta di antara mereka.

Bahkan hari itu Senja menangis karena merasakan sakit luar biasa ketika dia memberikan keperawanannya untuk Sean.Karena Sean begitu perhatian terhadapnya dan merawatnya saat itu,Senja berfikir kalau mereka akan tetap bersama selamanya.

Hal-hal seperti itu menjadi kebiasaan diantara Senja dan Sean setelah hari itu. Sean selalu menggunakan pengaman,sehingga membuat Senja tak akan hamil. Namun malam itu, ketika rumah sedang sepi, mereka melakukannya lagi.

"Sean..kamu gak pakai pengaman?" Senja kaget saat mereka setelah selesai melakukannya ternyata Sean lupa pakai pengaman.

"Iya..pengamannya habis." Jawab Sean yang masih terengah.

"Nanti kalau aku hamil bagaimana?"

"Kamu jangan khawatir. Biar saja kamu hamil,aku akan nikahi kamu kok. Aku akan bawa kamu ke London sekalian. " Sean menjawab enteng sambil memeluk Senja.

**

"Sean..kamu sudah tidur?" Tamara memanggil Sean membuat Sean terbangun dari lamunannya.

"Belum ma." Jawab Sean menghela nafas.

"Ini susu hangat untuk kamu! Kamu biasanya kan minum susu dulu sebelum tidur." Tamara meletakkan segelas susu hangat di atas nakas samping ranjang.

"Makasih ma."

Tamara mengangguk dan keluar dari kamar Sean.

Sean kemudian mengirim pesan ke Riana menanyakan keadaan Senja. Senja ternyata sudah diizinkan pulang. Tadi dia pingsan karena asam lambungnya kumat.

Sean menatap foto-foto yang diambil di restoran tadi. Namun tak ada satupun foto Senja di sana. Sean kemudian melihat nomor ponsel siapa saja yang tergabung di grup sekolah mereka. Akhirnya dia menemukan nomor ponsel Senja.

Sean menatap foto profil Senja di nomor ponselnya. Wajah Senja tak pernah berubah sedikit pun. Namun hanya terlihat sedikit kurusan dan tak terawat saja.

"Senja..jika memang anak itu adalah anakku,betapa menderitanya kamu selama ini membesarkannya sendirian." Sean merasa bersalah dengan apa yang terjadi sama Senja selama ini.

Tak sadar air matanya jatuh begitu saja menatap foto Senja.

**

Sementara itu Senja yang baru pulang langsung menuju rumah makan Bu Asni untuk menjemput Angkasa.

"Senja.." ucap Bu Asni yang sedang menghitung uang masuk hari ini.

"Angkasa mana Bu?" tanya Senja.

"Dia ketiduran di atas sofa sana!" jawab Bu Asni masih sibuk menghitung.

"Senja bawa Angkasa pulang dulu ya Bu!"

"Iya Senja. Dia udah ngantuk banget kayaknya tadi." angguk Bu Asni.

Senja kemudian mengangkat tubuh bocah laki-laki itu ke dalam gendongannya. Kemudian membawanya ke belakang bangunan rumah makan. Di sana ada sebuah gudang,dan selama ini di sinilah mereka tinggal.

Meski gudangnya sederhana,namun Senja menyulap bagian dalamnya agar dia dan anaknya nyaman tinggal di sana.

Senja membaringkan tubuh Angkasa ke atas kasur tipis yang terbentang di lantai.

" Maafkan ibu ya,nak!"lirih Senja.

" Ibu belum mampu memberikan kehidupan yang layak buat kamu."

"Tapi ibu janji setelah ini,ibu akan berusaha sekuat tenaga mencari kerja yang baik dan memberikan tempat tinggal dan kehidupan yang layak buat kamu."

Tujuan Senja ikut reunian tadi untuk mencari lowongan kerja dari teman-teman sekolahnya dulu. Meski awalnya pendidikan Senja terhenti,tetapi dengan tekad yang kuat,setelah melahirkan Angkasa,dia mendaftar kuliah kembali dan meraih beasiswa.

Dia berusaha semampu mungkin kala itu. Saat kuliah,dia akan menitipkan Angkasa sama Bu Asni. Setelah kuliah dia akan membantu Bu Asni di warungnya sampai tengah malam. Berkat keyakinan itu,Senja berhasil menuntaskan pendidikannya dan baru tiga bulan yang lalu dia lulus.

Meski hidup pas-pasan dan seadanya,Senja tetap bersyukur dengan adanya Angkasa yang selalu menjadi penyemangat nya. Bahkan dia mampu membagi waktu belajar,bekerja dan mengasuh anaknya.

"Sayang.. Ibu sayang banget sama kamu. Kamu tumbuh jadi anak yang baik meski hanya sosok ibu yang ada bersama kamu. Tapi gak apa-apa nak, kita akan mampu melewati ini semua!" Senja mengecup lembut kening anaknya.

**

Subuh-subuh sekali,Senja sudah pergi bekerja menjadi petugas kebersihan taman. Meski berat meninggalkan anaknya yang masih tertidur, tetapi dia harus tetap melakukannya.

Menggunakan seragam petugas kebersihan dan masker,Senja mulai menyapu area taman. Membuang sampah yang berserakan. Dia cukup cekatan mengerjakan ini semua,karena dia sudah lama bekerja sebagai petugas kebersihan seperti ini di pagi hari.

Sementara itu,Sean pagi-pagi begini sudah lari pagi menuju area taman. Semalaman matanya tak mau tidur karena mengingat kesalahannya terhadap Senja selama ini. Dengan berlari pagi,dia berharap bisa menenangkan pikirannya.

Namun matanya beralih fokus menatap sosok wanita yang duduk di pinggiran lapangan di taman tersebut. Wanita itu menggunakan seragam petugas kebersihan dan memakai masker.

"Kenapa dia mirip Senja?" lirihnya.

Senja yang duduk dipinggiran lapangan,membuka maskernya. Dia beristirahat sejenak sebelum melanjutkan pekerjaannya. Dia menatap langit yang sudah cerah pagi ini.

"Tuhan.. kuat-kuat kan tubuh ini!" Lirihnya memejamkan mata menikmati udara pagi yang masih segar.

Sean yang menatap Senja dari tadi merasakan sakit di dadanya.Melihat Senja bekerja seperti ini membuat dia tak tega.

"Apa kamu kesusahan selama ini,Senja?" ucap Sean pelan dari jauh agar tak terdengar dan terlihat oleh Senja.

Senja kemudian berdiri dan melanjutkan pekerjaannya.

Sean mengikutinya pelan-pelan. Bahkan sampai Senja selesai kerja,Sean tetap mengikutinya diam-diam. Sean penasaran dimanakah Senja tinggal selama ini.

Saat langkah kaki Senja membawanya ke depan sebuah gudang, lagi-lagi hati Sean terenyuh melihat kondisi tempat tinggal Senja.

Gudang itu tak sedikitpun layak ditempati.Mana pintunya sudah terlihat lapuk dan usang. Dinding-dinding luarnya sudah mengelupas dan pudar.

"Ya Tuhan..." Lirih Sean tak kuat dan pergi menjauh dari tempat tinggalnya Senja.

1
sunaryati jarum
Memang itu akibat kesalahan kamu,tapi akhirnya sadar, semoga setelah pertemuan kembali dengan Ny Raya hidupmu dan Angkasa semakin baik
sunaryati jarum
Benar dia penyelamatmu dulu Senja
Soraya
lanjut thor
Qhaqha: Ok.. Ditunggu.. 😊😊
total 1 replies
nesha
lanjut thor double uuuup
Qhaqha: insyallah ya... 😊😊😊
total 1 replies
Soraya
ditunggu updatenya
Qhaqha: Bab baru udah di up ya... Jangan lupa bantu ratingnya ya 🙏🙏🙏
total 2 replies
Ryn
lanjuut thour 💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼
Qhaqha: ok😊😊😊😊😊😊
total 1 replies
Sunaryati
Memang lebih baik seperti toh Kedua orang Sean menolak Senja. Agar tidak menimbulkan masalahJika mereka bersatu kembali harus
Sunaryati: belum selesai sudah terkirim.
maksudnya harus dapat restu kedua orang tua Sean,atau malah dengan Dirgantara
total 1 replies
Qhaqha
Aamiin😊😊😊
Soraya
lanjut
Qhaqha: Sipp.... Bantu bintangnya juga ya kk😊😊
total 1 replies
nesha
nyeseeek bacanya.. moga ada pelangi setelah hujan buat senja dan anaknya
Soraya
lanjut thor
Sunaryati
Kau dan suamimu akan menerima karma karena menyia- nyiakan keturunan kalian.Biarkan Sean menikahi Rea, dan tidak memiliki keturunan.Sedangka Senja menikah dengan Dirgantara,agar mereka menyesal seumur hidup.
Qhaqha: 😊😊😊
Mohon bantuan untuk ratingnya ya KK...
total 1 replies
olyv
jleb g tuh?? kasihan senja..sini peluk nak 😭😭
Qhaqha: Ayuk kita peluk ramai-ramai 😊
total 1 replies
nesha
makjleb bgt
Qhaqha: jleb banget.. 😊😊
total 1 replies
nesha
pada akhirnya akan berjodoh 😍
nesha
dan di saat kamu sudah tau pun kamu g berusaha untuk mempertahankan senja demi anakmu, tapi kamu lebih memilih untuk bertunangan dgn rea. pengecut kau sean
Soraya
lanjut thor
Qhaqha: ok
.😊😊
total 1 replies
Sunaryati
Maksud Dirgantara Sean merampas jabatan itu gimana
Qhaqha: Tunggu up Bab selanjutnya ya KK.

😊😊😊
total 1 replies
Sunaryati
Waduh kasihan Senja, nanti kena marah wanita dekatnya Dirga
Sunaryati
Tidak marah sama Senja marahlah pada dirimu sendiri, karena banyak kesalahan kamu pada Senja.Jika kau tetap ingin menikah dengan Rea jangan sampai punya anak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!