NovelToon NovelToon
Murid Tengil, Kesayanganku

Murid Tengil, Kesayanganku

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:26.7k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Menjadi guru tampan dan memiliki karisma over power memang tidak mudah. Dialah Adimas Aditiya, guru muda yang menjadi wali kelas sebuah kelas yang anehnya terlalu hidup untuk disebut biasa.

Dan di sanalah Rani Jaya Almaira berada. Murid tengil, manis, jujur, dan heater abadi matematika. Setiap ucapannya terasa ringan, tapi pikirannya terlalu tajam untuk diabaikan. Tanpa sadar, justru dari gadis itulah Adimas belajar banyak hal yang tak pernah diajarkan di bangku kuliah keguruan.

Namun karena Rani pula, Adimas menemukan jalannya rumahnya dan makna cinta yang sebenarnya. Muridnya menjadi cintanya, lalu bagaimana dengan Elin, kekasih yang lebih dulu ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Do'a Rani

“Saya datang ke sini ingin melamar Rani, menjadikan dia sebagai yang halal untuk saya dan menjadi pendamping saya seumur hidup.” Ucap Adimas pelan, namun terdengar getaran yakin dari suaranya.

“Sudah punya rumah?” Tanya kakek Rani, Adimas mengangguk.

“Sudah, saya memiliki beberapa rumah.” Ucap Adimas pelan. “Meski demikian, tempat pulang saya tetap Rani, Kek.” Jawab lagi Adimas.

“Punya pekerjaan? Bisa menafkahi cucu saya?” Tanya lagi sang Kakek, Adimas tersenyum.

“Sudah, mungkin pekerjaan saya kotor.” Kakek Rani mengerutkan alisnya, sempat akan protes.

“Karena pekerjaan saya berkaitan dengan oli dan mesin. Dulu saya memang seorang guru, namun sekarang saya lebih ingin melakukan apa yang membuat hati saya senang.” Jawab lagi Adimas, Kakek Rani akhirnya mengatupkan kembali mulutnya.

“Seorang montir?” Tanya kakek Rani lagi, Adimas tersenyum simpul.

“Mungkin seperti itu,” Jawab Adimas, Ibunya Rani menyenggol sang ayah. Sedikit banyaknya dia tahu seperti apa pekerjaan calon menantunya itu, dari surat kabar bahkan produk yang dikeluarkan Adimas diiklankan di televisi.

“Dia punya bengkel, punya banyak. Dan punya pabrik oli juga, serta banyak produk onderdil motor.” Ucap Ibunya Rani, Kakeknya Rani menghela napas kasar.

“Aku tak perlu meragukan pemahaman agamamu, namun di luar pemahaman yang paling penting adalah penerapannya, Nak. Bila semuanya sudah siap, kakek tak akan melarang atau menghalangi. Menikahlah, dan berbahagialah.” Ucap sang Kakek, Adimas mengangguk pasti.

Adimas menurunkan ranselnya dan mengeluarkan satu demi satu gepokan uang dari dalam tas itu, Ibu Rani dan sang Kakek jelas melongo melihat uang sebanyak itu kini tergeletak di atas meja. Satu kartu ditaruh Adimas di atas meja dan sebuah cek dengan nominal yang tidak kalah jumlahnya dengan uang cash tersebut.

“Aku mendengar kabar, katanya ada orang yang akan menikahi Rani di sini. Oh, jadi ini orangnya?” Seorang wanita dengan penutup wajah masuk ke dalam rumah itu tanpa salam dan permisi. Mata wanita itu langsung tertuju pada uang yang menumpuk di atas meja dengan jumlah tak biasa.

“Aku harus viralkan, seorang ibu menjual putrinya sendiri!” Ucapnya lagi, Ibunya Rani yang melihat istri dari mantan suaminya itu menggeleng pelan.

“Lihat ini semuanya, ada seorang ibu yang akan menjual putrinya sendiri pada seorang preman.” Ucap wanita itu lagi, Adimas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Sebuah siaran live, Adimas mendesah pasrah. Ada-ada saja pikirnya, tapi ya sudahlah, sudah diberi api maka Adimas akan menyiram bensin sekalian.

“Hai semuanya, saya Adimas.” Adimas merebut ponsel wanita itu dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Sontak saja para penonton bersorak, karena mereka mengenal sosok Adimas.

“Barusan saya dipanggil preman, ya? Apa saya salah dengar, kalian mendengarnya juga kan? Bisa ya kalian jadi saksi nanti, bila saya melakukan tuntutan ke pengadilan.” Ucap Adimas lagi.

“Kalian tahu kan saya seorang pebisnis, kebetulan hari ini saya sedang di rumah calon mertua saya. Ini calon Mamah mertua saya dan ini calon kakek mertua saya. Dan mengenai uang ini, ini adalah uang yang saya serahkan untuk persiapan pernikahan saya dan tunangan saya. Jadi, tidak ada istilahnya menjual anak.” Ucap Adimas lantang, lalu langsung melempar ponsel itu ke luar rumah dengan amarah.

Prak!

Ponsel itu hancur, Adimas menatap sinis pada ibu tiri Rani itu.

“Ups, terlempar!” Ucap Adimas sinis, Adimas kembali duduk dan memperhatikan kekesalan kini memenuhi wajah Ibu Tiri Rani. Memang tidak aman bila Adimas mempersiapkan pernikahan tanpa penjagaan ketat di sekitar area pesantren.

Adimas langsung menghubungi seseorang, yang tidak lain adalah ayahnya sendiri. Dia meminta langsung perlindungan dari ayahnya, menempatkan para pengawal terbaik sang ayah di sekitar pesantren adalah jalan terbaik untuk saat ini.

“Simpan uangnya dengan aman, Mah. Tanggal 25 Rani akan pulang ke sini bersama orang tua saya dan seluruh keluarga saya. Kami akan melakukan lamaran secara resmi, dan pada tanggal 1 saya berencana menikah dengan Rani.” Ucap Adimas, semuanya diam mendengar ucapan Adimas yang seolah sudah terencana dan tersusun rapi itu.

“Lalu pernikahan seperti apa yang kalian inginkan, Nak?” Tanya Ibu Rani, Adimas tersenyum simpul.

“Mah, aku tidak tahu bagaimana tradisi di sini. Jadi lakukanlah semuanya terserah Mamah dan Kakek. Untuk resepsi besarnya juga silakan Kakek dan Mamah yang tentukan. Aku dan Rani akan bahagia di atas pangkuan kasih sayang dari kalian.” Kakek Rani tersenyum menerima jawaban Adimas.

“Baiklah, Mamah akan mencoba yang terbaik, Nak.” Ucap Mamah Rani, Adimas mengangguk dan akhirnya dia berpamitan.

Adimas di siang itu kembali terbang ke Jakarta dan sampai kembali di Bandung saat tengah malam. Entah mengapa, dia sangat ingin pulang ke rumahnya malam itu. Dia ingin melihat Rani, Adimas begitu merindukan Rani.

Adimas masuk pelan-pelan ke rumahnya, dia tahu bila Rani mungkin malam itu sudah tertidur. Ini sudah hampir pukul dua malam, jadi pasti Rani sudah tertidur.

Adimas lelah, dia ingin melihat wajah Rani sejenak sebelum kembali pergi dari sana. Namun, saat Adimas membuka sedikit pintu kamar yang ditempati Rani, isak terdengar dari kamar itu.

Deg!

Jantung Adimas seolah berhenti berdetak seketika, mengapa Rani menangis?

“Ya Allah, maafkan hamba yang mencintai manusia sampai secinta ini. Berdosa hamba, ya Allah, ampunilah hambamu ini, ya Allah… hiks… Ya Allah, jadikanlah pria yang hamba cintai sebagai rumah untuk hamba… hiks…” Isak terdengar begitu sakit, Adimas menekan dadanya sejenak.

Kini, dalam bibir itu, dalam doa itu. Wanita yang teramat dicintainya itu berada dalam sujud di sepertiga malam. Meminta mereka untuk bersama pada Tuhan, dan Adimas tak pernah tahu jalur langit yang diambil Rani selama ini.

“Ya Allah, hamba pasrahkan hati hamba pada-Mu. Namun, bolehkah hamba meminta agar dia yang menjadi imam hamba, ya Allah… hiks… hiks…” Kini Rani memohon dan mengungkapkan perasaannya pada Adimas, bukan dengan suara lantang, melainkan dengan air mata dan ketakutan akan kehilangan, nyatanya hal itu cukup sebagai pernyataan cinta yang lebih besar dari apa pun.

Dan baru saat ini Adimas sadar, selama ini Rani menempuh jalur langit yang bahkan tak pernah ia lihat. Menyimpan cinta dalam doa, menahan rindu dalam sujud, dan mencintainya… tanpa pernah meminta lebih. Gadis tengil yang suka menggodanya, gadis tengil yang memporak-porandakan hatinya, dan gadis kecil itulah yang menuntunnya pada rumah.

Rani Jaya Almaira.

Adimas diam mematung di balik pintu, mendengarkan satu demi satu kalimat yang keluar dari bibir Rani. Entah mengapa kata aamiin tak hentinya berbicara dari lubuk hatinya.

Adimas menengadahkan kepalanya, menatap plafon rumahnya yang putih dan merasakan napasnya sesak dengan hati yang seolah dibuat penuh. Rasanya sungguh luar biasa.

1
falea sezi
bentar ank di luar nikah emank bisa di wali kan sama. leon/Drowsy/ mana bisa aduh kn mereka bukan saudara kandung lagian anak di luar nikah g boleh pake binti bapak nya woy pengalaman pribadi soalnya/Hunger/
stela aza: ceritanya kocak ,,,
total 1 replies
Miss Typo
lah lah lah, kok tau² dah tamat thor???

happy ending 👏👍
makasih thor, sukses terus dgn karya-karyanya di novel 💪
Miss Typo
ketinggalan gara² paketan hbs 🙈
Dewi kunti
hbs malu,trus malu2 in😄😄😄😄
Miss Typo
otw Adimas junior 😁
Miss Typo
Aamiin 🤲
Miss Typo
wah mau buka segel Rani si Adimas 😁
Miss Typo
huaaaaaa aku terharu 😭
selamat menempuh hidup baru Adimas dan Rani, semoga SaMaWa dan cepat dikasih momongan 🤲

awas Adimas jangan nyosor dulu mentang² berdua doang, inget mau sholat ashar berjamaah 🤣
Miss Typo
semoga lancar
Miss Typo
nangis sesenggukan tapi juga ketawa saat Kyun dateng 😭🤣
Miss Typo
bingung mau komen apa
Miss Typo
Rani adiknya Leon, semoga Rani tetap menikah dgn Adimas
Miss Typo
baru bisa baca lagi
huaaaaaa nyesek bacanya 😭😭😭
Tri Rahayuningsih
ditunggu ya kak
Miss Typo
jadi jadi gmn ini,,, alamak makin penasaran thor 😭
Miss Typo
kok aku makin geram sama ayahnya Rani ya
Miss Typo
semoga aja Adimas merubah penampilannya makanya gak bareng 😁
Miss Typo
semoga lancar gak ada halangan, deg²an Adimas gak brgkt bareng
Tri Rahayuningsih
jgn lama up ya thor..kalo bisa triple 😄 soale critane kereen 👍dan seru
LIXX: oke, 🤭makasih
total 3 replies
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!