NovelToon NovelToon
CINTA MATI BERDARAH

CINTA MATI BERDARAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Anak Lelaki/Pria Miskin / Romantis / Mafia / Cinta Terlarang / Hamil di luar nikah
Popularitas:411
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Bagaimana jika ada wanita kaya yang mempermainkan cinta tulus pria miskin? Apakah wanita itu akan menyesal atau malah bangga melepaskan pria yang tulus mencintainya karena tidak "setara"? Riko Dermanto, anak pemulung dari desa yang pintar sampai mendapatkan beasiswa kuliah di kampus ternama Jakarta. Bertemu dengan wanita kaya yang membuatnya jatuh cinta dan rela melakukan apapun yang wanita itu inginkan. Di malam guntur dengan hujan deras dan sambaran petir, wanita itu ternyata memilih bersama pria lain. Berciuman didepan mata Riko. Membangkitkan amarah serta jiwa pemberontaknya. Dirinya benar benar dimanfaatkan tanpa ampun oleh wanita itu hingga sadar cintanya bertepuk sebelah tangan. Tidak berhenti disitu, Riko melakukan pembalasan yang mampu disebut CINTA MATI BERDARAH! Ia rela bertaruh darah untuk membuktikan cintanya. Ini cinta atau obsesi? Baca novel ini dan dukung yaaa!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIDAK SEBAHAGIA ITU

Keesokan harinya, Maya muntah muntah membuat Juan khawatir.

Saat istrinya keluar kamar mandi, Juan sudah berdiri didepannya.

"Kamu kenapa sayang? Kamu sakit?" tanya Juan.

Maya yang mendengar perhatian Juan ini merasa suaminya berubah. Sudah lama Juan tidak perhatian dengannya.

"Hmmm..nggak sakit Mas" jawab Maya.

"Terus kenapa pagi pagi muntah kalau gak sakit?" ragu Juan.

Maya menatap suaminya penuh makna dan Juan tiba tiba menutup mulutnya saat menduga sesuatu.

"Ka..kamu hamil?" tanyanya gugup.

Maya mengangguk dan tersenyum.

Grep!

Juan memeluk Maya erat.

"Oh my god, aku bakal jadi ayah" lirihnya bahagia.

Maya terlihat bingung dengan perasaannya sekarang tapi ia coba memberikan respon yang sama seperti Juan dengan memeluk suaminya balik.

Juan melepaskan pelukan lalu menatap Maya dengan mata berbinar.

"Kamu beneran hamil sayang? Sejak kapan??" tanyanya antusias.

"Aku baru tau beberapa hari lalu, Mas. Maaf belum ngasih tau kamu karena kemarin2 masih sibuk sama berkas negoisasi mu" jawab Maya.

"Berarti kamu belum periksa ke dokter kandungan?" tanya Juan.

Maya menggelengkan kepala.

"Belum, Mas. Kalau kamu mau, hari ini bisa periksa ke dokter kandungan" ucapnya.

"MAUUU!! AYO KITA PERIKSA!" seru Juan sangat bersemangat lalu memeluk istrinya lagi. Untung saja infusnya sudah dilepas saat visit dokter dan perawat beberapa waktu karena sudah boleh pulang.

Maya tak bisa berkutik. Ia bahagia melihat suaminya bahagia dengan kabar kehamilan ini tapi ada secuil perasaan sedih tentang pria lain.

Juan melepas pelukannya, lalu berganti baju.

Tak lama kemudian, ia sudah berpakaian biasa bukan baju pasien. Maya menunggu suaminya bersiap sambil duduk di sofa. Setelah itu mereka pergi ke poli kandungan,

Juan terlihat sanbat bahagia sedangkan Maya biasa aja. Di poli kandungan, sudah banyak yang antri, lagi lagi Juan bikin ulah karena gak sabar ingin melewati antrian.

Tapi malah mendapatkan omelan ibu ibu hamil disana.

"Gapapa mas, antri aja. Gak enak dilihatin orang begini" tegur Maya.

Juan menghela nafas panjang dan memilih menurut.

Mereka pun duduk. Juan tidak melepaskan salah satu tangannya dari perut sang istri.

"Kali ini kita jaga baik baik ya" ujarnya.

"InsyaAllah, bayi kita sehat" lanjut Juan.

Maya tersenyum dan mengamini.

Lalu mengingat antrian masih panjang, ada 15 pasien lagi yang perlu pemeriksaan, Maya inisiatif untuk mengurus adminitrasi sang suami untuk keluar rawat inap dan Juan setuju.

Pergilah mereka ke bagian kasir pembayaran untuk menyelesaikan administrasi kemudian pergi ke ruang rawat inap untuk membereskan barang.

Setelah selesai mereka kembali ke poli kandungan dan ternyata masih kurang 2 antrian lagi.

"Astaga, udah sekitar sejaman kita tinggal kesana kemari tapi masih antri juga" gerutu Juan.

"Sabar, Mas. Ini terpaksa periksanya di poli kandungan biasa karena mendadak hari Sabtu lagi. Selanjutnya bisa jauh jauh hari untuk pemeriksaan" ujar Maya menenangkan.

Juan lagi lagi memasang wajah cemberut.

Tapi ya mau bagaimana lagi, sudah terlanjur juga menunggu, kurang dikit lagi masa nyerah.

Menunggu sekitar 30 menit lagi akhirnya nama Maya dipanggil untuk masuk poli.

"Selamat pagi, ibu dan bapak" sapa dokter kandungan wanita.

"Selamat pagi dokter" sahut Maya.

"Ini Bu Maya pertama kali memeriksakan diri di poli kandungan rumah sakit ini ya?" tanya dokter.

"Benar, dok" jawab Maya.

"Oke, bisa dikatakan apa keluhannya?" tanya dokter lagi.

"Beberapa hari lalu saya menggunakan testpack dan positif dok lalu mual mual di pagi hari. Saya belum memeriksa kandungan ini sejak mengetahuinya" jawab Maya.

"Baiklah, kita pastikan lagi hasil positif ibu dengan USG ya. Silahkan berbaring di brankar pemeriksaan ya, akan dibantu perawat" ujar dokter.

Maya menurut lalu ia berbaring di brankar dan dibantu perawat untuk menyiapkan proses USG nya.

Juan berada di samping Maya.

"Wah iya nih bu, positifnya valid. Selamat bu Maya saat ini mengandung dengan usia janin 5 minggu" ujar dokter.

Wajah Juan sumringah bahagia, sedangkan Maya terlihat bahagia dengan senyumannya namun tidak lebih dari antusias suaminya.

Setelah USG selesai, Maya kembali duduk dihadapan dokter bersama Juan untuk mendengar kan penjelasan.

"Oke baik, kondisi janin sehat. Tapi mohon maaf apa ini kehamilan pertama?" tanya dokter.

"Tidak dok, ini kehamilan ketiga saya. Kedua kehamilan sebelumnya jatuh" jawab Maya jujur.

"Terima kasih informasinya bu Maya karena setelah saya tau riwayat kehamilan ibu, saya bisa memberikan beberapa resep obat dan vitamin untuk memperkuat kandungan" ujar si dokternya sambil menuliskan resep.

Tak lama kemudian, pemeriksaan Maya selesai. Dokter kandungan memberikan resep dan beberapa foto USG.

Juan lagi lagi sangat senang.

"Sini aku tebus dulu obatnya, kamu duduk sini ya sayang biar gak capek" ucapnya.

Maya menurut.

Beberapa saat kemudian, Juan datang kembali membawa obat.

Karena Maya kemarin tidak membawa mobil sendiri, akhirnya mereka pulang menggunakan taxi online.

Diperjalanan Juan lagi lagi memegang perut istrinya terus sambil ngomong sama janin didalamnya.

"Wah kamu nanti mirip siapa ya?"

"Yang kuat ya sayang, papi menunggumu didunia ini"

"Papi akan sayang banget sama kamu"

"Sehat sehat didalam sini ya"

Perasaan Maya sampai tak karuan dengan ucapan manis suaminya.

"Aku benar benar tidak tau harus senang atau sedih melihat sikap Mas Juan seperti ini" batinnya.

Tapi Maya memilih tersenyum pada suaminya menunjukkan kebahagiaan yang sama.

Sesampainya dirumah, karena hari masih siang, istri Pak Iwan yang jaga rumah masih ada dirumah itu untuk bersih bersih.

"Selamat siang, Alhamdulillah, Tuan dan Nyonya udah pulang" sapa Bi Lastri.

"Siang, bi. Terima kasih ya udah beresin rumah" sahut Maya.

Juan hanya memberikan senyum pada asisten rumah tangganya itu lalu mengajak Maya masuk kedalam rumah.

Mereka masuk kamar.

"Sayang, mana dokumen negosiasinya, aku akan tanda tangan sekarang lalu masalah ini selesai. Aku tidak ingin membuatmu stress untuk urusan ini lagi. Biarkan Yudha yang menang kali ini" ucap Juan.

"Sekarang banget? Kamu gak mau istirahat dulu?" tanya Maya.

"Iya sayaang.. biar cepet kelar dan aku bisa fokus mikirin kamu sama calon anak kita" jawab Juan.

Maya menurut. Ia mengambil map di meja kerjanya yang ada di kamar.

"Ini Mas, baca dulu aja klausal klausal yang ada" ucap wanita itu.

"Aku sudah mempercayakan padamu, sayang. Dan kemarin juga udah dijabarkan per poin. Aku setuju" sahut Juan sambil memberikan tanda tangan di beberapa lembar kertas.

"Done!" serunya kemudian.

Map itu diberikan lagi ke Maya.

"Mau kamu kasihkan siapa itu mapnya?" tanya Juan penasaran.

"Nanti aku minta tolong asistenku buat ambil dokumennya disini lalu dibawa ke firma Hadiningrat" jawab Maya.

Juan tersenyum dan lega.

"Syukurlah kalau gitu, aku kira kamu sendiri yang bakal ngasih ke pria itu. Mulai hari ini kamu dirumah aja ya, ngurus aku sama calon anak kita. Kerjaanmu juga bisa dibawa dan dikerjain dirumah kan? Jangan capek2 dan mengulang kesalahan 2 kehamilan sebelumnya" ucapnya.

Maya tau jika Juan akan curiga saat Riko menampakan diri lagi didepan mereka. Saat ini jaga jarak dan jaga aman hingga perasaan Maya bisa memilih apa yang ingin ia pilih.

Apakah Maya akan nekat menjalin hubungan di belakang Juan?

Atau apakah Maya akan menyerah dengan hubungannya bersama Riko dan kembali seutuhnya kepada sang suami, memilih mempertahankan rumah tangganya?

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
SariRani: Diusahakaan 😁🙏🏻 2-3 episode sehari hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!