NovelToon NovelToon
Pewaris Rahasia Tuan Sagara

Pewaris Rahasia Tuan Sagara

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / One Night Stand / Cintapertama
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: erma _roviko

Satu malam di bawah langit Jakarta yang kelam, Alisha hanya ingin melupakan pengkhianatan yang menghancurkan hatinya. Di sebuah lounge mewah, ia bertemu dengan pria asing yang memiliki tatapan sedalam samudra. Damian Sagara. Tanpa nama, tanpa janji, hanya sebuah pelarian sesaat yang mereka kira akan berakhir saat fajar menyingsing. Namun, fajar itu membawa pergi Alisha bersama rahasia yang mulai tumbuh di rahimnya.

Lima tahun Alisha bersembunyi di kota kecil, membangun tembok tinggi demi melindungi Arka, putra kecilnya yang memiliki kecerdasan tajam dan garis wajah yang terlalu identik dengan sang konglomerat Sagara.

“Seorang Sagara tidak pernah meninggalkan darah dagingnya, Alisha. Dan kau... kau tidak akan pernah bisa lari dariku untuk kedua kalinya.”

Saat masa lalu menuntut pengakuan, apakah Alisha akan menjadi bagian dari keluarga Sagara, atau hanya sekedar ibu dari pewaris yang ingin Damian ambil alih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erma _roviko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

“Putar kuncinya ke kanan dua kali, Ibu, lalu tekan tuas perak di bawahnya dengan serentak,” Ucap Arka bergema di ruang brankas bawah tanah yang lembab dan dingin.

Cahaya lampu neon tua yang berkedip-kedip memberikan kesan suram pada dinding besi bank kuno itu. Alisha menahan nafas sambil memasukkan kunci besi berkarat dari Pak Jono ke dalam lubang loker nomor 707.

“Kenapa kuncinya terasa sangat berat, Arka?” bisik Alisha.

“Karena Ibu sedang mencoba membuka sejarah yang sudah dikubur hidup-hidup oleh Sagara.”

“Aku takut jika isinya hanya akan membuat kita semakin hancur.”

“Kebenaran tidak menghancurkan, Ibu. Ia hanya membersihkan luka yang membusuk.”

Alisha memejamkan mata dan memberikan tekanan terakhir pada tuas tersebut.

Alisha menarik nafas dalam-dalam, bersiap menemukan tumpukan uang atau perhiasan mahal yang disembunyikan.

Namun, bagian dalam loker itu sangat sunyi. Tidak ada emas yang berkilau. Tidak ada lembaran uang dolar yang ditumpuk. Hanya ada sebuah map kulit berwarna coklat tua yang sudah berdebu. Di atas map itu, terdapat sebuah segel lilin merah dengan lambang singa Sagara yang masih utuh.

“Hanya dokumen?” tanya Alisha dengan nada kecewa.

“Bacalah, Ibu. Tulisan tangan itu milik kakekku,” ujar Arka sambil menyorotkan senter kecilnya.

Alisha mengambil map itu dengan jemari yang bergetar hebat. Ia memecahkan segel lilin merah tersebut dengan kuku jarinya. Di dalamnya terdapat beberapa lembar kertas bersegel notaris resmi. Judul di bagian atas kertas itu tertulis dengan huruf kapital yang tegas.

Wasiat Terakhir dan Amanah Pewaris Sagara Group.

Alisha mulai membaca baris demi baris dokumen tersebut. Matanya bergerak cepat menyapu kalimat-kalimat hukum yang kaku. Namun, saat sampai di halaman kedua, gerakannya terhenti. Jantungnya seolah berhenti berdetak saat memahami makna dari paragraf utama wasiat tersebut.

“Arka, kau harus melihat ini,” gumam Alisha dengan suara yang nyaris hilang.

“Apa yang dikatakan kakek di sana?”

“Ayah Damian menyatakan bahwa seluruh kendali perusahaan hanya bisa diberikan kepada pewaris yang lahir dari pilihan hati Damian.”

“Pilihan hati? Apa maksudnya secara hukum?” tanya Arka.

“Artinya, jika Damian menikah karena perjodohan bisnis yang dipaksakan oleh direksi, maka hak suara mayoritas Sagara Group akan jatuh ke tangan yayasan amal.”

Alisha terduduk di lantai brankas yang dingin dengan kertas-kertas yang berserakan di pangkuannya. Ia mendadak menyadari satu pola mengerikan yang selama ini tersembunyi. Segala potongan teka-teki tentang Nyonya Raina Sagara kini menyatu dalam gambaran yang utuh dan kejam.

“Sekarang aku mengerti kenapa Nyonya Raina menjebakku malam itu,” bisik Alisha.

“Ibu Suri ingin Damian mencintai Ibu agar syarat wasiat itu terpenuhi?”

“Bukan cinta, Arka. Dia hanya butuh aku sebagai alat legalitas. Dia butuh anak yang lahir dari hubungan yang tampak alami untuk mengamankan harta sebelum dewan direksi memaksakan Clarissa masuk ke dalam keluarga Sagara.”

Alisha meremas kertas itu hingga sedikit robek. Air mata kemarahan mulai mengalir di pipinya. Ia menyadari bahwa kehadirannya, kehamilannya, dan penderitaannya selama enam tahun adalah skenario yang disusun Raina untuk menyelamatkan kekayaan keluarga.

Ia bukan wanita yang dicintai, melainkan hanya mesin penghasil ahli waris yang sah secara wasiat.

“Jadi, Nyonya Raina tidak membenciku. Dia hanya memanfaatkanku untuk melawan dewan direksi?”

“Dan untuk menguasai Ayah sepenuhnya melalui aku,” tambah Arka dengan nada yang sangat dingin.

“Keluarga ini benar-benar tidak punya hati. Mereka memperdagangkan rahimku demi angka di bursa saham!”

Alisha ingin membakar dokumen itu saat itu juga. Ia merasa jijik melihat nama Arka disebut dalam catatan kaki wasiat tersebut sebagai subjek kunci. Namun, sebelum ia bisa berdiri, suara langkah kaki yang sangat ia kenali terdengar mendekat dari lorong brankas yang sunyi.

Langkah itu mantap dan berirama. Alisha segera berdiri dan menyembunyikan dokumen itu di balik punggungnya. Arka tetap tenang, menutup laptopnya perlahan sambil menatap ke arah pintu baja yang terbuka.

Damian Sagara muncul di pintu ruang brankas. Cahaya neon redup menyinari wajahnya yang tampak hancur dan penuh luka batin. Jas hitamnya sudah hilang, menyisakan kemeja putih yang kotor dan berantakan. Ia tidak membawa pengawal. Ia berdiri sendirian dengan napas yang berat.

“Kau benar-benar tidak bisa mempercayaiku sedikit saja, Alisha?” tanya Damian dengan suara yang bergetar.

“Percaya padamu? Setelah aku tahu aku hanya alat hukum untuk mengamankan hartamu?” balas Alisha tajam.

“Aku baru saja menemukan brankas ini, Damian. Isinya sangat menarik.”

“Aku tidak pernah menginginkan wasiat itu, Alisha. Aku tidak peduli dengan syarat gila ayahku.”

“Lalu kenapa kau membiarkan ibumu menjebakku? Kenapa kau membawaku kembali ke Jakarta?”

Damian melangkah masuk ke dalam ruang brankas yang sempit. Jarak mereka kini hanya terpisah oleh meja beton tempat loker tadi terbuka. Damian menatap Alisha dengan mata yang basah oleh penyesalan yang mendalam.

“Aku mencarimu selama enam tahun bukan karena wasiat itu. Aku bahkan tidak tahu loker ini masih aktif!” teriak Damian.

“Berhenti berbohong! Kau butuh Arka agar posisimu di perusahaan tetap aman!”

“Aku butuh kalian karena aku mencintai kalian! Persetan dengan Sagara Group!”

Damian menghantam meja beton itu dengan kepalan tangannya hingga menimbulkan suara dentuman yang keras. Alisha tersentak mundur. Ia melihat kejujuran yang menyakitkan di mata pria itu, namun kecurigaan di hatinya sudah terlalu tebal untuk ditembus oleh kata-kata manis.

“Arka adalah anakku, bukan alat investasi,” lanjut Damian dengan suara yang melunak.

“Tapi bagi ibumu, dia adalah segalanya yang dia butuhkan untuk menang.”

“Itu sebabnya aku membawamu ke apartemen tadi. Aku ingin kita keluar dari semua kegilaan ini sebelum Ibu mengaktifkan wasiat tersebut.”

Alisha menatap surat wasiat di tangannya, lalu menatap Damian. Ia merasa terjebak di tengah peperangan antara ibu dan anak yang sama-sama egois. Baginya, Damian tetaplah seorang Sagara, dan Sagara selalu berarti manipulasi.

“Kau terlambat, Damian. Rahasia ini sudah keluar dari kotaknya,” ujar Alisha dingin.

“Kau tidak akan bisa lari dari Ibu sendirian, Alisha. Dia punya seluruh jaringan kota ini dalam genggamannya.”

“Aku lebih baik lari dari ibumu daripada tetap tinggal bersamamu dan menjadi bidak cadanganmu.”

Damian menundukkan kepala. Ia menyadari bahwa kepercayaan Alisha adalah sesuatu yang tidak bisa ia beli dengan uang atau bukti apa pun saat ini. Ia berdiri diam, membiarkan Alisha berjalan melewatinya menuju pintu keluar.

Arka mengikuti di belakang ibunya. Namun, saat melewati ayahnya, Arka berhenti sejenak. Ia menyentuh tangan Damian yang gemetar di atas meja beton.

“Ayah, jika kau benar-benar tidak tahu tentang wasiat ini, maka Ayah harus membuktikannya malam ini,” bisik Arka.

“Bagaimana caranya, Arka?” tanya Damian tanpa mendongak.

“Hancurkan Sagara Group. Serahkan semua aset itu kepada yayasan amal seperti yang diinginkan kakek jika Ayah tidak menikah dengan pilihan hati.”

Damian mendongak dan menatap putranya dengan pandangan terkejut. Arka tidak menunggu jawaban ayahnya. Ia segera menyusul Alisha yang sudah berada di ujung koridor bank.

Damian menatap pintu brankas yang terbuka lebar. Ia melihat ponselnya yang bergetar di saku celananya. Sebuah panggilan dari Nyonya Raina masuk. Saat ia mengangkatnya, suara ibunya terdengar sangat tenang namun mengancam.

“Kau sudah menemukan surat itu, Damian? Sekarang pilih, tahta itu atau wanita yang tidak akan pernah memaafkanmu itu?”

1
Diana_Restu
ceritanya seru sekarang mulai satset ga terlalu muter.makasih author.love sekebon🥰
Ranita Rani
bingung bingung q memikirnya,,,,
Imas Atiah
bacanya bikin deg degan tegang
Lianty Itha Olivia
knp cerita ini semakin dibaca kedlm isinya hya perdebatan yg itu2 saja, seolah mengikuti konferensi meja bundar isinya muter2 spt mejanya
erma _roviko: Gak kok kak, bab 33 udah aman
total 1 replies
tia
sekian bab masih belom tau siapa lawan dn siapa temen 🤭
Sri Muryati
seru banget...😍
Imas Atiah
susah ye nenek lampir
tia
ternyata biang kerok selama ini rania,,,
Imas Atiah
Alisha kamu bilang Damian jng smpe kamu kena jebakan clarisa
Sunaryati
Jangan terjebak dengan Clarissa
Ranita Rani
poseng + tegang
Imas Atiah
damian knp kamu duku tak bertanggungjawab mlh mengawasi dari jauh kirain beneran peduli yah ini sih bikin alisha dan arka membencimu
Diana_Restu
terlalu lama teka tekinya jadi jenuh bacanya soalnya masih blm ada titik terang.konfliknya alot.
erma _roviko: Hehe maaf ya kak, aku koreksi kok
total 1 replies
tia
masih abu abu , siapa teman dan siapa lawan 😭
Bonny Liberty
damang hujan lagi ngomongin cinta tapi lagi kasih tau cara dia melindungi orang yg paling penting dalam hidupnya😒
𝐈𝐬𝐭𝐲
alisha terlalu keras kepala...
Imas Atiah
nurut aja alisha ,damian takut kehilanganmu dan arka
Sunaryati
Ah seperti pertarungan mafia, padahal cuma Clarrisa menginginkannya Damian, namun Damian yang tidak bersedia.
Naufal Affiq
lanjut kak
tia
lanjut Thor udah sabar 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!