NovelToon NovelToon
SISA RASA “Kala Mantan Menggoda”

SISA RASA “Kala Mantan Menggoda”

Status: tamat
Genre:Teman lama bertemu kembali / Cintapertama / Wanita Karir / Pihak Ketiga / Balas Dendam / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Five Vee

Marsha Aulia mengira, ia tidak akan pernah bertemu kembali dengan sang mantan kekasih. Namun, takdir berkata lain. Pria yang mengkhianatinya itu, justru kini menjadi atasan di tempatnya bekerja. Gadis berusia 27 tahun itu ingin kembali lari, menjauh seperti yang ia lakukan lima tahun lalu. Namun apa daya, ia terikat dengan kontrak kerja yang tak boleh di langgarnya. Apa yang harus Marsha lakukan? Berpura-pura tidak mengenal pria itu? Atau justru kembali menjalin hubungan saat pria yang telah beristri itu mengatakan jika masih sangat mencintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Aku Hanya Orang Ketiga.

Rafael Haditama mengatakan ia hanya ingin meminta maaf dan menjelaskan apa yang terjadi lima tahun lalu pada Marsha. Tentu saja ada sedikit dusta yang pria itu ucapkan.

Marsha adalah cinta pertamanya. Gadis pertama yang mampu mencuri hatinya. Segala kenakalan remaja ia lakukan bersama Marsha. Kencan, Ciuman bahkan hingga—ah, Rafael sungguh merindukan gadis itu.

Hingga saat ini, hati pria muda itu masih di bawa pergi oleh Marsha. Sandra adalah sahabatnya sejak berusia tujuh tahun, ia tidak akan pernah bisa mencintai gadis itu, seperti mencintai Marsha.

Rafael menyayangi Sandra, namun hanya sebatas sayang pada sahabat. Tinggal satu atap bersama selama lima tahun, nyatanya tidak menumbuhkan rasa cinta di hati Rafael untuk wanita itu.

Jika ada yang mengatakan, bukankah ada Safa di antara mereka? Kehadiran gadis kecil itu tidak dapat mengubah apapun. Hati Rafael tetaplah milik Marsha Aulia seorang.

Pria itu kini tengah berada di ruang kerja, di rumahnya. Setelah tadi sore berbicara dengan Aldo, ia pun memutuskan untuk pulang.

Suara ketukan pada pintu ruangan itu terdengar. Rafael mempersilahkan orang di luar sana untuk masuk. Ia yakin itu bibi Rita yang datang membawakan kopi pesanannya.

“Apa yang kamu lakukan, San?” Mata Rafael membulat sempurna. Bukan bibi Rita yang datang, melainkan Sandra dengan memangku nampan berisi kopi panas di atas pangkuannya.

Dengan cepat Rafael berdiri. Kemudian mengambil nampan di atas pangkuan sang istri.

“Bagaimana jika kopinya jatuh dan mengenai tubuh mu?” Kilat amarah terlihat pada mata pria berusia dua puluh tujuh tahun itu.

“Tidak, Raf. Bibi meletakannya dengan aman.” Bela Sandra.

Rafael membuang nafas kasar. Ia meletakan nampan di atas meja. Sandra pun memutar kursi rodanya menuju pria itu.

“Apa Safa sudah tidur?” Tanya Rafael yang melihat Sandra masuk ke ruangannya.

“Ya.” Jawab Sandra singkat.

Ibu satu anak itu menggigit bibir bagian bawahnya. Pandangan wanita itu tertuju pada tempat sampah di dekat meja kerja sang suami. Benda itu nampak telah kosong. Yang artinya, lilin ulang tahun itu sudah terbuang. Sudah satu bulan berlalu, pasti asisten rumah sudah membersihkan ruangan ini lagi.

Rafael menyadari arah tatapan sang istri. Pria itu menghela nafas pelan. Kemudian kembali duduk di atas kursi di balik meja kerjanya.

“Ada yang ingin kamu katakan, San?” Tanya Rafael kemudian.

Sandra menggeleng pelan. Dan Rafael tahu wanita itu berbohong.

“Kenapa tidak menanyakan langsung padaku? Jika kamu memang penasaran tentang sesuatu.” Rafael kembali berbicara. Sandra pun menatap ke arah pria itu.

Sandra mengerejapkan mata beberapa kali. Rafael seolah tahu isi hatinya.

“Kamu ingin menanyakan soal lilin ulang tahun di kolong laci meja kerjaku?” Tanya Rafael karena sang istri hanya diam.

Masih duduk di atas kursinya. Rafael memindai Sandra dengan tatapan yang sulit di artikan.

“Aku tidak mempermasalahkan hal itu.” Jawab Sandra pelan. Jujur, meski penasaran ia tidak ingin membahasnya. Toh wanita itu juga sudah tahu jawabannya.

Rafael mencebikkan bibirnya. “Maafkan aku, San. Sampai kapanpun aku tidak akan bisa melupakannya.”

\~\~\~

Ucapan Rafael terngiang di benak Sandra. Untuk kesekian kalinya, pria itu meminta maaf karena tidak akan bisa melupakan sang mantan kekasih.

Haruskah Sandra bersedih?

Ia tahu tidak ada cinta dalam rumah tangga mereka. Tetapi, selama lima tahun ini, Sandra sudah mencoba membuka hatinya. Namun Rafael tak ingin masuk ke dalamnya. Pria itu bertahan di masalalu. Dan masih berharap bisa bertemu dengan Marsha suatu hari nanti.

“Apa yang sedang kamu pikirkan?”

Pensil di tangan Sandra seketika jatuh saat mendengar suara ibu mertuanya. Ia mencoba menggapai alat gambar itu, namun apa daya tangannya tak sampai.

“Apa yang menganggu pikiran mu?” Tanya ibu dari Rafael yang bernama Miranda itu. Ia pun memungut pensil yang jatuh, kemudian menyerahkan pada sang menantu.

“Terimakasih, Bu.” Sandra kemudian meletakkan buku gambar dan pensilnya di atas meja.

“Kapan ibu datang? Kenapa tidak memberi kabar?” Tanya Sandra kemudian menatap ibu mertuanya.

“Ibu datang sejak kamu tiba-tiba melamun. Kebetulan, ibu ada urusan di Jakarta akhir pekan ini.” Jawab wanita berusia lima puluh tahun itu.

Ibu Miranda menetap di Yogyakarta. Sementara, Rafael pindah ke Jakarta lima tahun lalu.

Sandra mengangguk. “Aku akan meminta bibi membuatkan ibu teh hangat.” Ia hendak memutar kursi rodanya. Namun, ibu Miranda mencegahnya.

“Nanti saja.” Wanita paruh baya itu menghela nafas pelan. Ia kemudian duduk di atas sofa.

“Katakan pada ibu, apa yang sedang kamu pikirkan?” Ibu Miranda kembali bertanya. Ia menatap sang menantu penuh kasih.

“Tidak ada, Bu.” Sandra tersenyum kaku.

“Jangan membohongi, ibu. Kamu lupa, ibu mengenalmu jauh sembelum kamu menjadi menantu ibu.”

Sandra menundukkan kepalanya. Tangannya bertaut di atas pangkuan.

“Kamu bertengkar dengan Rafael?” Terka wanita paruh baya itu. Dan Sandra dengan cepat menggelengkan kepalanya.

“Kamu tidak pandai berbohong, San.” Ibu Miranda mengusap lengan sang menantu. Seketika Sandra meneteskan air matanya.

“Kalau ada masalah, ceritakan pada ibu. Bukankah kita berteman? Jangan menyimpannya sendirian.” Ibu Miranda meraih pundak sang menantu. Kemudian mendekapnya.

“Aku menyerah, Bu.” Ucap Sandra lirih. Dan ibu Miranda tahu maksud kalimat yang menantunya ucapkan itu.

Sudah sangat sering Sandra mengatakan hal itu. Namun ibu Miranda tidak membiarkan mereka berpisah.

“Kalian bertengkar?” Tanya ibu Miranda lagi.

“Tidak, Bu. Tetapi aku tidak bisa terus seperti ini. Sampai kapanpun Rafa tidak akan bisa melupakan Marsha. Percuma kami bersama, jika saling menyiksa satu sama lain.”

Ibu Miranda mengusap punggung sang menantu yang mulai terisak. Ia sangat menyayangi Sandra. Dan sudah menganggap wanita muda itu seperti putrinya sendiri.

“Ibu yakin, suatu saat Rafa pasti akan membuka hatinya untuk kamu. Gadis itu—

“Tidak, Bu.” Kepala Sandra menggeleng. “Rafa sendiri yang mengatakan padaku. Sampai kapanpun dia tidak akan bisa melupakan Marsha.”

Wanita berusia dua puluh tujuh tahun itu melepaskan diri dari pelukan ibu mertuanya. Ia pun mengusap air mata yang membasahi pipi.

Ia melirik petunjuk waktu yang berdiri di sudut ruangan. Pukul tiga sore. Itu artinya Rafael akan pulang dua jam lagi. Sandra menghela nafas lega. Takut jika tiba-tiba sang suami datang dan melihatnya menangis.

“Jangan memikirkan orang yang tidak jelas keberadaannya, San. Ibu yakin, dia tidak akan kembali.” Ibu Miranda meyakinkan.

Sandra kembali menggelengkan kepalanya. “Bu, aku hanya orang ketiga dalam hubungan mereka. Aku bersalah. Lima tahun lalu, aku tidak hanya kehilangan cintaku, tetapi juga kehilangan sahabatku.”

1
Anita Aviyantari
Luar biasa
Ratna Heni
maaf ya thor..setiap penulisan nama gk usah di ksih usia mreka..jdi agk gimana gitu bacanya..tpi ceritanya bagus kok..🙏
Djuanda Ita
🙏🙏🙏🙏 aku suka aku sukaa
Djuanda Ita
keren aku suka
Carrot Enak
memang ada cowok menanti kekasih sampai sekian lama.. 5 thn.. hny cerita.. tanpa ada kabar
Sandisalbiah
Marsha bersikap egois.. wajar.. dia pernah mengalah dulu.. dan hadirnya El untuk dirinya bukan dia yg merampas begitupun dgn berakhirnya pernikahan El dan Sandra bukan krn Marsha yg jd perusak tp emang garis jodoh dan takdir hidup yg menuntun mereka sampai pd titik ini...
Sandisalbiah
keren.. Marsha emang harus bersikap tegas pd Sandra.. toh dia bukan lagi siapa² nya Rafael.. dan justru Marsha lebih berhak akan Rafael makanya dia kudu kasi ulti buat siapa saja yg bisa jd bibit perusak
Sandisalbiah
wajar kalau Sandra punya perasaan lebih ke Rafael.. 5 thn jd istri bukanlah waktu yg singkat, hal yg lumrah kalau Sandra mengharapkan Rafael sebagai tempat berlindung mengingat dia yg tdk memiliki siapa² lagi.. semoga saja dia bisa mengendalikan sikap dan perasaanya krn Rafael memang gak wajib buat mengutamakan dia lagi
Sandisalbiah
Sandra mulai kepo dgn kehidupan Rafael..? walau tdk pernah ada cinta dlm pernikahan mereka dulu tp pasti ada sedikit rasa di hati Sandra dan kini dia merasa sedikit tercubit dgn keberadaan Marsha.. sedikit cemburu, sedikit rasa tak rela
Sandisalbiah
harusnya El jgn jd plin plan.. jgn dgn alasan sebagai sahabat dan tanggung jawab.. kenapa setelah balikan dgn Cha- cha baru mikir buat lebih perhatian pd Sandra... mereka bisa salah faham, mungkin dgn perhatianmu ini membuat Sandra inginkan lebih dan membuat Marsha jd meragukan perasaanmu.. setiap tindakanmu bisa jd bumerang buat muu sendiri El...
Sandisalbiah
good job Marsha.. dr pd overthinking yg bikin hati kamu gak tenang akan lebih baik bertanya langsung pd laki² yg katanya cinta tp tetap menyelipkan kebohongan dgn alasan menjaga perasaanmu padahal jelas perbuatanya itu bukti kalau dia sebenarnya udah menyepelekan perasaanmu walau dia gak berniat begitu..
Sandisalbiah
setelah sekian lama dan hubungan mereka baru aja di mulai tp Ramein udah menyelipkan kebohongan.. wajar kalau Marsha kembali ragu krn Rafael gak benar² menghargai keberadaan Mataha
Sandisalbiah
sifat buruk manusi.. sudah beruntung Rafael menikahi kamu agar ank mu memiliki setatus dan tdk di panggil sebagai ank haram.. tp sepertinya hatimu jd serakah krn ingin memiliki cinta Rafael juga padahal kau mengikat Rafael dgn hubungan yg justru menghancurkan hidupnya..
Sumiyati
ceeitanya bagus dan happy ending,saya suka
Hamimah Jamal
ternyata kasihan juga sirafael
Hamimah Jamal
logis ya Sandra ngapain kamu nemuin marsha🤦
Hamimah Jamal
lah malah nyalahin Marsha, dasar lakik gawaras
Hamimah Jamal
kok aku jembek pada Sandra😠
Hamimah Jamal
aku yg deg"gan sha😁
Hamimah Jamal
dahlah Rafael lepasin ChaCha karna kamu keliatan sayang banget sama tuh safa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!