NovelToon NovelToon
LAKSANA SAMUDRA

LAKSANA SAMUDRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Inar Hamzah

Melihatmu tersenyum lebar dibawah sinar mentari pagi, membuatku semangat menjalani hari.

Dandelion, adakah kesempatan untukku ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inar Hamzah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERI KESEMPATAN

Setelah Deya memutuskan panggilan telepon itu, kini ia di hadapkan dengan berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh teman-temannya.

“Ayah kamu kenapa De ?” Selfi bertanya dengan khawatir.

“Nggak apa-apa.” Jawab Deya dengan santai dan melenggang menuju tempat makan.

“Ayah ini benar-benar dah.” Gerutunya kembali disela langkah kakinya.

***

Malam datang menghampiri, Deya baru saja akan melangkahkan kakinya untuk keluar dari kantornya. Namun lagi-lagi ponselnya berdering. Perempuan itu terlihat jengah dan menekan tanda hijau dilayarnya.

“Iya, Assalamualaikum.”

“Waalaikumussalam, aku didepan.”

“Terus ?”

“Aku antar kamu pulang.”

“Aku bisa sendiri.”

“Aku antar.”

Tanpa basa basi Deya menutup telepon dan berjalan menuju motornya. Dan benar saja, didepan kantornya sudah ada Rico yang menunggu dengan motor maticnya.

“Kamu disuruh ayahku ?”

“Nggak.” Jawab Rico singkat.

“Aku mau langsung pulang.” Pernyataan Deya seperti menegaskan bahwa ia tak ingin kemana-mana lagi.

“Iya emang, kan sudah malam juga.” Rico membenarkan ucapan Deya. “Ayo, aku ikuti kamu dari belakang.”

Deya mengikuti arahan Rico sambil menggerutu. Melihat Deya yang seperti tak habis-habisnya menggerutu membuat Rico menyunggingkan senyum sekilas.

Benar, sepanjang jalan Rico benar-benar mengikuti Deya dari belakang. Hingga kini mereka sudah berada di depan rumah Deya.

Tanpa berbasa-basi Deya langsung to the point, “kamu pulang aja sudah malam, tidak usah masuk.”

“Aku mau ketemu ayah mu.” Ucap Rico kemudian mendahului Deya dan melenggang masuk.

Ekspresi kesal terlihat dari wajah Deya, namun lagi-lagi jangankan menanggapi, berbalik saja Rico enggan.

“Ayaaah.” Gerutu Deya kesal dan mengekori Rico.

“Assalamualaikum, Saya pulang.” Salamnya dengan Rico yang senantiasa berada di sampingnya.

“Waalaikumussalam.” Jawab Kia yang berjalan cepat untuk membukakan pintu.

“Ih.” Ucap Kia terheran karena melihat Deya bersama Rico menunggu pintu terbuka.

“Ibu jangan berpikir macam-macam, dia yang datang ke kantor. Entah dari mana dia dapat kontak Saya.” Jelas Deya dan meninggalkan Rico yang masih berada di ambang pintu.

Kia hanya terheran mendengar penjelasan sang putri sembari tersenyum canggung ke arah Rico. Kia hampir saja menawarkan Rico untuk masuk lebih dulu, namun lagi-lagi Deya sudah menyela.

“Kamu pulang saja, sudah malam. Sudah lewat waktu untuk bertamu.” Deya kembali menyuruh Rico meninggalkan rumahnya, dan tanpa melihat Rico, gadis itu memilih untuk menuju kamarnya. Padahal waktu baru menunjukkan pukul tujuh malam.

Terdengar suara menggema dari arah ruang makan. “Berani sekali kamu menyuruh calon menantu ayah pulang ?” Samsu membela Rico di depan Deya.

Mendengar hal itu Rico seperti mendapatkan angin segar dan sekilas tersenyum.

“Calon menantu ayah ? Saya nggak salah dengar ? Atau ayah punya anak selain saya ?” Deya yang masih berada di undakan tangga, mengulti sang ayah dengan pertanyaan yang cukup menohok.

Mendengar pertanyaan Deya yang terkahir membuat Kia menatap sang suami seperti pisau yang siap mengiris. Sedangkan Rico yang masih belum dipersilahkan masuk, kini menjadi saksi perdebatan keluarga kecil itu.

“Benar kata Deya pak bu, ini sudah malam. Saya pulang saja.” Rico menengahi karena tak ingin menjadi bibit perdebatan mereka.

“Benar, kamu pulang saja.” Setuju Deya dan kembali melangkah menuju kamarnya.

“Tidak.” Tegas Samsu. “Masuk dulu Co, kita makan malam bersama dulu.” Ajak Samsu dan menyambut Rico yang juga melangkah masuk.

Kia hanya mampu menghela nafas panjang dan pasrah dengan apa yang akan terjadi nanti di ruang makan.

Selama menyiapkan makan malam, Kia mendengar pembicaraan suaminya dan Rico yang begitu akrab dan hangat. Suaminya begitu antusias mendengar cerita-cerita Rico. Pun Rico yang bahkan tidak seperti laki-laki dingin sebagaimana yang dilihatnya malam itu. Wanita patuh baya itu mematung beberapa saat dan tersenyum ke arah kedua laki-laki itu.

***

Deya yang baru saja selesai membersihkan diri mendengar namanya di panggil oleh sang ibu.

“Deee, ayo makan nak.”

“Iya bu, sebentar.” Jawabnya dengan sedikit berteriak.

Seperti biasa, malam ini Deya hanya menggunakan kaos oblong oversize dan celana pendek yang hampir tak terlihat. Kaki jenjangnya dibiarkan tak tertutup celana panjang seperti yang biasa dilakukannya setiap ke kantor. Rambut Ikal hitam lengam gadis itu menjuntai hingga punggung. Tanpa polesan apapun gadis itu terlihat manis dengan kulit sawo matang.

Tepat saat Deya akan menutup pintu kamarnya, Samsu dan Rico juga beranjak dari dari sofa ruang tamu menuju ruang makan. Deya yang tidak tahu bahwa Rico masih ada di rumahnya seketika berteriak.

“Aaaaaaa.” Teriaknya histeris dan berlari menuju gorden penutup jendela.

Mendengar teriakan Deya membuat Samsu dan Rico melihat ke arahnya dengan gelagapan. Tanpa pikir panjang Rico berlari menghampiri Deya yang menutup dirinya dengan gorden.

“Kamu kenapa ?” Tanya Rico sesaat setalah berada tepat di depan Deya. Laki-laki itu berusaha membuka gorden yang di jadikan penutup diri Deya.

“Kamu yang kenapa ? Kenapa kamu masih di rumah ku. Bukannya kamu tadi mau pulang ?” Deya balik bertanya.

“Oh, ayahmu mengajak ku makan malam. Jadi apa salahnya, kebetulan juga aku belum makan malam.” Jawab Rico yang terdengar lebih ke arah menjelaskan.

Deya terheran dibuatnya, bagaiamana tidak. Laki-laki ini tidak hemat bicara lagi ucapnya dalam hati.

“Ayo buka.” Paksa Rico yang semakin menarik gorden untuk melihat keadaan Deya.

“Buka, buka. Apa yang mau kamu buka ? Kamu mau modus ? Kamu mau liat aku pake celana pendek ?” Deya menaikkan intonasi pertanyaannya.

Mendengar itu membuat Rico seketika melepas gorden yang sedari tadi dipaksa untuk dibukanya. “Maaf, maaf, aku tidak tahu kalau kamu memakai pakaian terbuka.” Rico melihat ke arah Samsu yang ternyata di sampingnya sudah ada Kia dan menatapnya seolah bertanya Deya kenapa ?

“Balik badan mu.” Pinta Deya yang mulai menampakkan kedua matanya dari balik gorden.

“Iyaa.” Jawab Rico dan mengikuti arahan Deya.

“Awas kamu ngeliat aku, aku doakan semoga bintitan matamu.” Ucap Deya asal dan seketika membuka gorden yang membalut tubuhnya. Ia berlari secepat mungkin menuju kamar sebelum Rico berbalik arah.

Samsu dan Kia yang menjadi penonton bagi mereka berdua, seketika menghela nafas lega.

***

Makan malam kali ini terasa berbeda, terutama bagi Deya yang tak henti-hentinya mendengus kesal. Namun bagi Samsu malah lebih berkesan. Obrolan-obrolan ringan dan canda beberapa kali mereka selipkan. Sudah bisa dipastikan ekspresi Deya semakin masam dibuatnya, sedangkan Kia hanya tersenyum tipis saat mendengar candaan kecil kedua laki-laki itu.

Selama makan malam berlangsung Deya tak mengeluarkan sepatah kata pun, hanya denting sendok yang beradu dengan piringnya.

Samsu dapat membaca ekspresi kesal sang putri, namun ia hanya meilirik dengan ekor matanya. Hingga saat makan malam hampir berakhir, Samsu menatap penuh pada Deya. Kedua manik ayah dan anak itu beradu seakan saling membaca isi pikiran masing-masing.

Tatapan Deya seolah menyiratkan ketidakmauan. Sedangkan Samsu terlihat seperti meminta pada sang putri untuk memberi Rico kesempatan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!