NovelToon NovelToon
Suicidal Project

Suicidal Project

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kencan Online / Tamat
Popularitas:778
Nilai: 5
Nama Author: lilbonpcs

Ini adalah memoar hidup aku. Segala hal yang aku ceritakan di sini adalah kejadian nyata yang pernah aku alami. Nama tokoh aku samarkan untuk melindungi privasi orang-orang yang bersangkutan. Aku menulis ini karena aku pelupa, jadi aku cuma enggak mau suatu saat apa yang aku ceritakan di sini aku lupakan begitu saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lilbonpcs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 - first

Hubunganku dengan Ani berjalan enggak begitu lama, kira-kira cuma sekitar enam atau tujuh bulan saja. Dari awal banget aku masuk kerja di minimarket, sampai pertengahan saat aku mau keluar.

Enggak lama kemudian, aku kenalan sama satu cewek di gereja, namanya Ning.

Gini ceritanya...

Jadi, setelah hubunganku sama Ani selesai, aku mengalami tekanan batin. Aku merasa berdosa banget. Aku merasa najis banget. Jadi, aku yang jarang banget ibadah, tiba-tiba kepikiran buat ibadah lagi. Ada satu momen lucu demi supaya aku bisa ibadah.

Jadi ceritanya, aku habis ambil shift malam di hari Sabtu. Selesai shift malam itu hari Minggu pagi jam tujuh. Nah, karena di hari Minggunya aku masuk siang jam satu, jelas hari itu aku enggak akan ada waktu buat ibadah, kan. Ya sudah, aku paksain berangkat ibadah pagi jam delapan, biar aku tetap sempat ibadah.

Nah, karena semalaman aku begadang nge-shift, aku di gereja malah tidur. Dari pertengahan misa pas masuk homili sampai ritus penutup. Bjir... sumpah, kalau aku ingat lagi, aku malu total. Jadi ibadah hari itu rasanya aku cuma numpang tidur saja di gereja.

Waktu itu aku jadi rajin banget ibadah ke gereja, sudah pokoknya. Bahkan jam-jam doa Angelus harian juga aku praktekin, enggak pernah bolong. Waktu itu aku pikir hidupku sudah bener-bener terlalu najis untuk disebut sebagai manusia. Jadi satu-satunya cara, aku harus balik ke Tuhan.

Di momen inilah aku kenal sama si Ning.

Waktu itu aku selesai ibadah misa. Kebetulan aku ambil jam sore bareng ibu. Selesai misa, di gereja kebetulan masih ada acara. Aku lupa acara apa. Di situlah aku kenalan sama Ning, lewat obrolan santai ngalor-ngidul enggak jelas. Terus aku tukeran nomor handphone sama dia.

Di otakku waktu itu, kalau aku mau menjalin hubungan pacaran yang kudus, ya aku harus cari pasangannya di tempat yang kudus juga. Jadi enggak ada pacaran ala-ala Las Vegas.

Ning itu cewek yang baik. Ditambah dia cantik. Wajahnya kayak ada Chinese-nya gitu, meskipun dia ngakunya sih enggak ada keturunan Chinese. Padahal aku lihat muka ayahnya... wajahnya beneran masih ada Chinese-nya.

Aku PDKT sama dia enggak begitu lama. Bener-bener singkat. Cuma lewat SMS-an, plus tiap minggu ibadah gereja bareng.

Nah, tibalah momen aku nembak dia... momen yang akan selalu aku kenang sampai kapan pun... hahaha.

Gini...

Jadi pulang ibadah gereja, kita biasa makan malam. Kita makan di lesehan. Di tengah-tengah kita makan, aku tanya:

“Seandainya kalau saat ini aku nembak kamu, ini lucu-lucuan saja ya, kira-kira aku diterima enggak?”

Dia langsung natap wajahku, dengan ekspresi kaget bercampur bingung. Terus bilang:

“Kamu serius bilang gitu?”

Bjir... aku agak panik. Aku takut aku ditolak.

Tapi...

Dia bilang gini:

“Iya, aku mau.”

Langsung tubuhku refleks meluk dia. Padahal itu di samping-samping kita makan masih banyak orang juga. Kita auto jadi pusat perhatian. Momen ini bener-bener enggak bisa aku lupain. Karena ini pertama kalinya aku serius nembak cewek, dan aku diterima.

Dari sekian banyak cewek yang hadir dalam hidupku, akhirnya aku punya pacar juga.

Tapi... hubunganku sama Ning itu bener-bener hambar. Mungkin karena aku sendiri masih bingung sama perasaan yang aku rasain ke Ning waktu itu. Aku pikir perasaanku ke Ning bukan cinta, tapi rasa kagum akan kecantikannya saja. Bahkan aku enggak ada rasa cemburu, ataupun rasa memiliki sama sekali.

Di sisi lain, Ning bener-bener cewek yang super holy. Dia bukan cewek polos yang enggak ngerti seks sama sekali. Dia ngerti, tapi dia tipikal cewek lurus, yang bener-bener menjauh dari segala hal yang najis.

Pacaran kita cuma dihabiskan dengan ibadah bareng di gereja, terus pulangnya makan. Gitu terus.

Nah... aku waktu itu kejebak di titik bosan.

Sampailah aku punya ide gila...

Jadi, Ning itu tiap kali boncengan motor sama aku, sudah kayak kebiasaan suka banget pegang-pegang dadaku. Suatu kali aku ucap:

“Geli tahu, sini gantian saja boleh enggak...?”

Dengan harapan dia ngeiyain, jadi aku bisa megang-megang dadanya.

Tapi dia langsung nolak dengan tegas sambil bilang:

“Enggak!”

Di sisi ini, aku mulai nyadar. Ning enggak cocok sama aku. Dia terlalu holy... atau malah aku yang terlalu najis buat dapat cewek se-holy Ning.

Selanjutnya, hubunganku sama Ning mulai merenggang. Kita jadi jarang komunikasi.

Puncaknya adalah ketika aku waktu itu mutusin buat keluar dari pekerjaanku di minimarket. Gobloknya, waktu itu aku belum ada rencana pekerjaan lagi. Jadilah aku nganggur beberapa minggu, terus aku disibukin ngelamar pekerjaan ke sana ke mari.

Aku lupain Ning gitu saja...

Aku bahkan lupa kalau aku masih terikat hubungan sama Ning...

Dan di titik ini, aku menjalin hubungan lagi sama satu cewek lain. Sebutlah namanya Sari. Waktu itu dia masih SMP... serius...

Kita kenal lewat seorang teman, terus kita jadian gitu saja. Pas aku jadian sama dia, aku langsung keinget sama Ning. Sedikit merasa bersalah, aku menghubungin Ning lagi.

Jadi di momen ini, badut jelek kayak aku ini punya dua cewek...

Iya, aku sadar aku brengsek.

Jadi bener tuh yang sering dibilang sama cewek-cewek standar TikTok:

“Semua cowok jelek itu brengsek, enggak pantes dapet pasangan, lebih baik mati saja bundir minum racun atau kalau enggak gantung diri.”

Iya, aku setuju sama standar TikTok itu, karena aku pelakunya.

Pernah di satu momen, pas aku lagi jalan sama Ning, aku kepergok.

Jadi Sari waktu itu SMS aku. Kebetulan kita kan manggilnya sayang-sayangan. Nah, kebetulan handphone aku lagi dipegang Ning. Ketahuanlah aku.

Dan tebak ekspresi Ning...

Dia enggak marah...

Dia enggak berontak...

Aku yakin dia cemburu parah. Dia cuma bilang:

“Ini siapa?”

Tanpa komentar apa pun waktu aku kasih penjelasan ngasal. Aku yakin dia enggak goblok. Penjelasanku jelas enggak logis, tapi dia kayak tulus banget maafin aku.

Aku waktu itu belum nyadar kalau Ning ada di posisi beneran jatuh cinta sama aku, sementara aku tanpa rasa apa pun.

Setelah kejadian itu, hubunganku sama keduanya mulai merenggang. Bukan karena mereka yang menjauh, tapi aku yang menjauh.

Aku sadar diri. Aku kecewa sama diri sendiri. Aku akhirnya ngejauh dari keduanya tanpa kalimat penutup apa pun. Kayak aku ngilang saja dari hidup mereka.

Yup, kata anak-anak sekarang sih itu nge-ghosting.

---

Kalau kalian suka, kalian bisa mentraktirku kopi, dengan mengklik link di profilku, atau search link ini di browser kalian https://trakteer.id/lilbonpcs thanks sudah mengapresiasi karya ini...

1
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel
ini beneran kisah nyata atau cuma cerita di buat² bang? Walaupun gitu tetap semangat bang, bahkan Kita harus membayangkan Sisyphus bahagia. Sisyphus tahu hidupnya absurd mendorong batu ke puncak gunung, jatuh lagi, diulang selamanya.

Tidak ada tujuan akhir disana. Tidak ada hadiah menanti. Tapi justru saat dia menyadari absurditas itu dan tetap memilih untuk mendorong batu, di situlah kebebasannya muncul.

Bahkan dalam penderitaan, Sisyphus bahagia
bukan karena penderitaannya menyenangkan,
melainkan karena penderitaan itu tidak lagi menguasainya🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!