NovelToon NovelToon
Kontrak Kerja Dengan Mantan

Kontrak Kerja Dengan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Kehidupan di Kantor / Pernikahan Kilat / CEO / Nikah Kontrak / Playboy
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Ririn tidak menyangka, nasibnya akan seperti ini. Setelah kedua orang tuanya meninggal, Seluruh kekayaan Orang tuanya di curi Akuntan keluarganya, dan Akuntan itu kabur keluar negri.
Rumahnya di sita karena harus membayar hutang, dan sekarang Ririn harus tinggal di rumah Sahabat Anggie.
Anggie menawarkan pekerjaan kepada Ririn sebagai Disagner di perusahan IT ternama, tanpa Ririn tau ternyata perusahan IT itu milik mantan pacarnya Baskara, yang punya dendam kesumat sama Ririn.
Apa yang akan terjadi dengan Ririn akan kah dia bertahan dengan pekerjaannya karena kebutuhan, Atau kah dia akan menemukan cinta yang lama yang sempat terputus karena salah paham

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Neraka Berikutnya

Setelah keributan dengan Anna, Rosie, dan Rika, beberapa hari yang lalu, suasana kantor terasa semakin tegang.

Baskara semakin membuat Ririn menderita dengan tugas tugas yang berat.

Baskara duduk di meja rapat dengan ekspresi dingin, sementara Ririn menatap tumpukan pekerjaan yang tampaknya tak pernah habis.

“Rin, hari ini kamu urus kopi untuk seluruh peserta meeting. Sepuluh cup, jangan sampai tumpah,” perintah Baskara dengan nada serius.

Ririn menatap Baskara sebentar, lalu menarik napas panjang.

“Baik, Pak,” ucapnya pelan, lalu bergegas keluar dari ruang rapat.

Dia menuju kafe seberang kantor dengan membawa kartu kredit yang diberikan Baskara sesampainya di sana, Ririn memesan sepuluh cup hot kopi sesuai permintaan bosnya.

Tangan dan lengannya gemetar saat menata kopi di tray, takut salah satu cup itu tumpah, tiba-tiba terdengar suara yang familiar.

“Eh… Ririn kan?”

Ririn menoleh dan tersenyum lega seolah mendapat jalan keluar untuk masalahnya.

“Iqbal?!”

Iqbal adalah teman seangkatannya waktu kuliah dia juga lumayan akrab dengan Baskara.

Iqbal melangkah mendekat dan langsung melihat tray kopi di tangan Ririn.

“Aduh… itu kopi bisa tumpah, sini aku bantu,” katanya sambil meraih beberapa cup dari tray Ririn.

Ririn tersenyum malu, menyeimbangkan kopi yang tersisa justru itu yang Ririn harapkan bantuan dari seseorang.

“Kita antar ke mana nih kopinya?” tanyanya Iqbal terkekeh sesekali menatap Ririn.

“Ke kantor INDI," Jawab Ririn.

"Mas Baskara ya?” kata Iqbal lagi bisa langsung menebak.

Ririn mengangguk pelan lalu berkata, “Iya betul, Kok tau”

Iqbal menatapnya lagi, tersenyum seolah hal itu sudah biasa.

"Dia masih saja suka menyiksa karyawannya," kata Iqbal lagi masih tersenyum, tapi seketika Iqbal mengingat sesuatu.

“bukannya dia mantan pacar kamu ya?”

Ririn terkejut mendengar ucapan Iqbal yang terdengar spontan.

“Hah… kok kamu tau?” Ririn masih terkejut

Iqbal tersenyum lebar lalu menggoda Ririn.

“Ya tau lah, kamu kan nolak aku gara gara Mas Baskara dulu.” Ungkap Iqbal sedikit bercanda.

Ririn langsung memalingkan wajahnya, wajahnya memerah dia tidak menyangka Iqbal masih mengingatnya dan mau mengakui kalau dia pernah menyukai Ririn.

“Apasih, Kaya kita harus cepat nanti bos marah," kata Ririn tak mau membicarakan topik yang membuatnya salah tingkah.

Mereka berdua keluar dari kafe, membawa kopi dengan hati-hati. Ririn merasa sedikit lega karena ada Iqbal yang membantunya, di depan lift Iqbal menanyakan.

“Lantai berapa nih?”

“Lima,” jawab Ririn sambil menahan napas.

Iqbal tersenyum sambil memijit tombol lift.

“Nanti aku antar sampai ruang rapat aja ya, nggak tega lihat cewek cantik bawa kopi sebanyak ini sendirian.”

Ririn tersenyum malu-malu sesekali menatap Iqbal yang terlihat masih menawan seperti dulu.

“Makasi, yaa” kata Ririn di sambut senyuman Iqbal.

Begitu lift terbuka, mereka masuk ke kantor dan menuju ruang rapat. Baskara sedang menatap ke arah mereka.

Wajahnya menegang, tapi matanya menyiratkan senyum tipis saat melihat Iqbal membantu Ririn.

Iqbal menepuk bahu Ririn, sambil menatap ke arah Baskara.

“Lain kali kalau butuh kopi, hubungi aku aja, biar karyawan ku yang antar,” katanya lalu tersenyum sopan dan melangkah pergi.

Ririn menahan beberapa cup kopi di tangan, dan dengan hati-hati menyerahkannya ke peserta meeting. Baskara menatapnya serius, ada perasaan yang tidak nyaman melihat keakraban Ririn dan Iqbal.

------‐-----------------------------------

Sepulang dari kantor, Ririn duduk sendiri di trotoar sambil memainkan ponselnya, jari-jarinya menari di layar tiba-tiba, suara familiar terdengar:

“Eh… Ririn!”

Ririn menatap ke depan dan terkejut melihat Iqbal menghentikan sepeda motornya persis di depannya.

“Ngapai, Rin?” tanya Iqbal, sedikit tersenyum.

Ririn menoleh dan tersenyum malu.

“Ini… lagi pesan ojek online,” jawabnya.

Iqbal memanfaatkan kesempatan itu untuk mengantar Ririn.

“Mau pulang? Ayo, aku antar.” kata Iqbal.

Ririn menahan napas sejenak, ragu-ragu tapi dalam hatinya dia merasa senang dengan tawaran Iqbal.

“Eh… aku… aku mau ambil laundry bosku dulu,” katanya pelan.

“Hah… punya Mas Baskara?” tanya Iqbal, heran sekaligus sedikit terkejut.

Ririn hanya mengangguk pelan, wajahnya merah Iqbal tersenyum hangat, menepuk jok motornya.

“Ayo, biar aku antar,” katanya sambil melirik ke arah belakang.

Ririn menatap sepeda motor itu, masih ragu, tapi akhirnya dengan hati-hati menaiki jok belakang. Iqbal menyesuaikan helmnya, lalu mereka pun berangkat, angin sore menyapu rambut Ririn, dan untuk sesaat, kepenatan hari itu terasa sedikit ringan. berbinar, tapi tetap ada ketegangan di matanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!