NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Karya ini telah terpilih sebagai kandidat YAAW 2026 periode 1 kategori 1🥳🎉🎉🎉

Di hari pernikahannya, Farhan Bashir Akhtar dipermalukan oleh calon istrinya yang kabur tanpa penjelasan. Sejak saat itu, Farhan menutup rapat pintu hatinya dan menganggap cinta sebagai luka yang menyakitkan. Ia tumbuh menjadi CEO arogan yang dingin pada setiap perempuan.

Hingga sang ayah menjodohkannya dengan Kinara Hasya Dzafina—gadis sederhana yang tumbuh dalam lingkungan pesantren. Pertemuan mereka bagai dua dunia yang bertolak belakang. Farhan menolak terikat pada cinta, sementara Kinara hanya ingin menjadi istri yang baik untuknya.

Dalam pernikahan tanpa rasa cinta itu, mampukah Kinara mencairkan hati sang CEO yang membeku? Atau justru keduanya akan tenggelam dalam luka masa lalu yang belum terobati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Kinara tersenyum sopan, menunduk sedikit sebagai bentuk hormat.

“Assalamualaikum,” sapanya dengan lembut yang suaranya terdengar seperti angin sore yang menyejukkan fikiran.

Pak Ardhan membalas salamnya dengan wajah yang tidak bisa menyembunyikan kekaguman. Bukan kekaguman seorang pria, melainkan kekaguman seorang ayah yang baru saja menemukan sinar harapan untuk putranya.

Ketika langkah Kinara menjauh, Pak Ardhan hanya bisa menghela napas dalam-dalam. Matanya masih mengikuti sosok wanita itu sampai hilang di balik lorong.

"Andai saja wanita itu bisa menjadi istri dari putraku, aku yakin sekali, dia pasti bisa membuat Farhan berubah."

Setelah terdiam cukup lama, pak Farhan akhirnya melanjutkan niatnya untuk bertemu sahabat baiknya. Setibanya di ruang tamu, pak Ardhan langsung disambut baik oleh ustadz Yusuf yang merupakan sahabat baik dan juga pemilik dari pondok pesantren Darul Qur'an Al Majid.

Kedua laki laki itu berpelukan hangat untuk melepas rindu diantara mereka setelah sekian lama tidak bertemu.

"Aku senang sekali karena akhirnya kau menyempatkan waktumu untuk berkunjung di pondok pesantren ini, Ardhan. Sudah lama sekali kita tidak bertemu,bagaimana kabarmu Ardhan?" Tanya ustadz Yusuf yang saat ini duduk di sofa yang berhadapan dengan pak Ardhan dan hanya dipisahkan oleh meja kecil yang berada di tengah keduanya.

"Kabarku baik, Yusuf. Aku juga senang sekali bisa berkunjung kemari dan bertemu denganmu. Tapi, kunjunganku kemari tidak hanya sekedar untuk bertemu denganmu. Aku ingin membicarakan sesuatu yang penting denganmu, Yusuf." Ucap pak Ardhan yang membuat ustadz Yusuf mengangguk mengerti.

"Katakanlah Ardhan, hal penting apa yang ingin kau bicarakan denganku?"

Pak Ardhan menarik napas dalam-dalam sebelum ia mengutarakan maksud kedatangannya ke pondok pesantren, ia tahu mungkin apa yang ia sampaikan ini sedikit tidak sopan karena ia menginginkan putri sahabat baiknya itu agar mau dijodohkan dengan Farhan, meskipun ia sendiri jarang bertemu dengan sahabat baiknya itu.

"Yusuf, kau masih ingat kan dengan anakku yang bernama Farhan?" Tanya pak Ardhan yang membuat ustadz Yusuf mengangguk.

"Ingat, memangnya kenapa dengan Farhan? Dan bagaimana dengan kabarnya saat ini?"

Pak Ardhan menghela napas panjang saat sahabatnya itu menanyakan tentang Farhan.

"Farhan anakku, dia telah sepenuhnya berubah menjadi orang lain, Yusuf. Dan aku tidak tahu kapan sifatnya itu akan berubah seperti dulu." Ucap pak pak Ardhan yang membuat ustadz Yusuf mengerutkan keningnya karena bingung.

"Berubah? Apakah maksudmu Ardhan? Sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan Farhan?" Tanya ustadz Yusuf ingin tahu.

"Farhan, dia telah menutup pintu hatinya untuk semua perempuan yang ingin mendekatinya. Dia menganggap perempuan sebagai sesuatu yang harus ia hindari dan mengangguk cinta sebagai sebuah luka yang menyakitkan. Ini semua terjadi karena dua tahun lalu, pernikahannya dengan Adilla batal dilaksanakan karena calon istrinya tiba tiba kabur dari pernikahan tanpa penjelasan dan itu tepat sebelum Farhan melakukan akad nikah." Ucap pak Ardhan dengan suaranya yang gemetar sementara kedua matanya tampak berkaca-kaca dan membuat ustadz Yusuf turut merasakan kesedihan yang tengah dirasakan oleh sahabat baiknya itu.

"Astaghfirullahaladzhim, sungguh keterlaluan apa yang dilakukan oleh Adilla. Apakah dia tidak pernah memikirkan dampaknya pada Farhan saat ia memutuskan untuk kabur dari pernikahan itu? Lantas, apa yang bisa aku lakukan untuk membantu meringankan beban di pundakmu, Ardhan? Katakanlah, insya Allah aku akan membantumu jika aku bisa." Ucap ustadz Yusuf dengan sigap dan membuat pak Ardhan selalu dibuat bersyukur karena bisa memiliki seorang sahabat yang mau membantunya dikala ia terpuruk dan putus asa.

Pak Ardhan kembali menghela napas sebelum akhirnya menatap sahabatnya itu dengan penuh keraguan. Bukan karena ia tidak yakin dengan keputusannya, tapi karena ia takut melukai hati putri sahabatnya. Namun ia harus melakukan ini demi satu-satunya anak yang ia miliki.

“Yusuf, Aku datang kemari untuk meminta sesuatu yang sangat penting.” ucap pak Ardhan pelan hampir terdengar seperti seseorang yang sedang mengumpulkan keberanian terakhir dalam hidupnya.

Ustadz Yusuf menatapnya penuh perhatian.

Tidak ada prasangka, hanya ketulusan yang siap merangkul setiap beban yang dipikul oleh sahabatnya itu.

“Aku tahu mungkin ini terdengar egois. Tapi sebagai seorang ayah, aku hanya ingin yang terbaik untuk anakku, Farhan.”

Pak Ardhan menunduk, suaranya bergetar begitu halus namun jelas mencerminkan beratnya beban yang ia pikul.

Ustadz Yusuf masih diam, menunggu lanjutan kata-kata itu.

“Aku masih ingat kau punya seorang putri, Dan aku ingin bertanya apakah ia sudah memiliki seseorang di hatinya?” lanjut pak Ardhan dengan hati-hati.

Wajah Ustadz Yusuf langsung berubah sedikit terkejut, tapi tidak menolak. Ia hanya melipat tangan di pangkuan, memerhatikan sahabatnya dengan tatapan yang dipenuhi rasa ingin tahu.

Pak Ardhan menelan ludah dan menatap sahabatnya itu dalam-dalam.

“Jika putrimu belum memiliki pasangan,”

Pak Ardhan berhenti sejenak untuk memberanikan diri menyelesaikan kalimatnya itu. “Berkenan kah kau menikahkan putrimu dengan Farhan?”

Kata-kata itu akhirnya meluncur dan membuat ruangan itu terasa sunyi seketika. Sunyi yang membuat detak jam dinding terdengar begitu jelas dan berat.

Pak Ardhan menggenggam tangannya kuat-kuat karena takut akan penolakan. Ia tahu apa yang ia lakukan ini bukan permintaan kecil. Ia tahu keputusannya itu mungkin saja bisa menjadi obat yang bisa menyembuhkan luka di kehidupan putranya itu.

Tapi ini adalah satu-satunya harapan yang tersisa. Ustadz Yusuf akhirnya menghembuskan napas panjang lalu tersenyum lembut, senyum yang mampu meringankan sedikit rasa takut di dada pak Ardhan.

“Ardhan, Putriku sampai saat ini memang belum memiliki pasangan.” ujar ustadz Yusuf dengan pelan dan membuat detak jantung pak Ardhan berdetak lebih cepat. Ada secercah harapan masuk ke dalam hatinya.

“Dan apa yang kau tawarkan ini justru adalah kehormatan besar bagi keluarga kami,” lanjut ustadz Yusuf yang terlihat benar-benar tulus.

Pak Ardhan langsung menatap sahabatnya itu dengan mata lebar lebar.

“Jadi, kau tidak keberatan?”

Ustadz Yusuf menggeleng sambil tersenyum hangat.

“Tidak, Ardhan. Justru aku sangat senang jika putriku bisa menjadi istri dari anakmu. Tapi, aku tetap harus berbicara dengannya terlebih dahulu. Aku ingin ia menerima keputusan ini dengan sepenuh hati. Karena sesungguhnya pernikahan itu adalah ibadah, bukan paksaan.” ucap ustadz Yusuf.

Pak Ardhan mengangguk cepat berkali-kali, wajahnya tampak lega untuk pertama kalinya setelah sekian lama.

“Tentu! Tentu, Yusuf! Aku sangat menghargai keputusan itu. Aku, aku hanya tidak tahu lagi harus bagaimana menolong Farhan,” ucap pak Ardhan dengan suaranya yang bergetar dan hampir saja membuat air matanya jatuh.

Ustadz Yusuf menepuk bahu sahabatnya itu dengan penuh dukungan.

“InsyaAllah Ardhan, semua luka bisa sembuh jika disembuhkan dengan cara yang benar. Kita lihat bagaimana jawabannya nanti.”

1
Watie Zack
farhan cemen, ngapain tantrum, apa masih ada rasa
jangan sampai Kirana pergi dr sisi mu farhan
Watie Zack
pelakor tdk tau malu, jijik
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: emang ada kak, pelakor yang tahu malu? nggak ada kan🤣🤣🤣
total 1 replies
Watie Zack
jangan sampai thor, dilla ngerusak rumah tangga farhan
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: siap kak 😄
total 1 replies
Ragil Saputri
minta dipecat tu pegawai Lo Han
Ragil Saputri
hrsnya pegawai itu bilang dlu k Farhan ato asistennya, biar GK disalahkan....
hikmah araffah
itu farhan bego ga bisa lupain dila
hikmah araffah
ini mah emng farhan ga bisa moveon dr dila ,klo emng udh ga cinta sm dila ga mngkn farhan marah" ,kasian kinara cuma jd pelampiasan doang
hikmah araffah
pdhl farhan kaya raya tampan ngapain blm moveon sm pelakor
hikmah araffah
farhan lembek bgt jd cwo ,ga bisa moveon hadeh
hikmah araffah
jangan sampe si farhan bnti kegoda sm pelakor dila
hikmah araffah
nah kan jiwa pelakor dila muncul
hikmah araffah
awww
hikmah araffah
ishh bisa"nya CEO ga punya pembantu😭
hikmah araffah
awas aja klo adilla muncul lagi dihadapan farhan
hikmah araffah
knpa tbrb panggilannya lo gw si ,pdhl udh bagus km aku gt
Ifana
mau jd pelakor ya setelah dibuang agensinya 🙄
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ceritanya bagus 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: terima kasih bintang limanya kak 🙏😍
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kirain Kinara ngasih hadiah ke Farhan kl dia hamil nak ke dua Thor 😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Azzam gemesin nih ☺️😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kenapa gak panggil Abi dan Umi aja Thor ☺️☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!