NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:121.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Di hari pernikahannya, Farhan Bashir Akhtar dipermalukan oleh calon istrinya yang kabur tanpa penjelasan. Sejak saat itu, Farhan menutup rapat pintu hatinya dan menganggap cinta sebagai luka yang menyakitkan. Ia tumbuh menjadi CEO arogan yang dingin pada setiap perempuan.

Hingga sang ayah menjodohkannya dengan Kinara Hasya Dzafina—gadis sederhana yang tumbuh dalam lingkungan pesantren. Pertemuan mereka bagai dua dunia yang bertolak belakang. Farhan menolak terikat pada cinta, sementara Kinara hanya ingin menjadi istri yang baik untuknya.

Dalam pernikahan tanpa rasa cinta itu, mampukah Kinara mencairkan hati sang CEO yang membeku? Atau justru keduanya akan tenggelam dalam luka masa lalu yang belum terobati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Kinara tersenyum sopan, menunduk sedikit sebagai bentuk hormat.

“Assalamualaikum,” sapanya dengan lembut yang suaranya terdengar seperti angin sore yang menyejukkan fikiran.

Pak Ardhan membalas salamnya dengan wajah yang tidak bisa menyembunyikan kekaguman. Bukan kekaguman seorang pria, melainkan kekaguman seorang ayah yang baru saja menemukan sinar harapan untuk putranya.

Ketika langkah Kinara menjauh, Pak Ardhan hanya bisa menghela napas dalam-dalam. Matanya masih mengikuti sosok wanita itu sampai hilang di balik lorong.

"Andai saja wanita itu bisa menjadi istri dari putraku, aku yakin sekali, dia pasti bisa membuat Farhan berubah."

Setelah terdiam cukup lama, pak Farhan akhirnya melanjutkan niatnya untuk bertemu sahabat baiknya. Setibanya di ruang tamu, pak Ardhan langsung disambut baik oleh ustadz Yusuf yang merupakan sahabat baik dan juga pemilik dari pondok pesantren Darul Qur'an Al Majid.

Kedua laki laki itu berpelukan hangat untuk melepas rindu diantara mereka setelah sekian lama tidak bertemu.

"Aku senang sekali karena akhirnya kau menyempatkan waktumu untuk berkunjung di pondok pesantren ini, Ardhan. Sudah lama sekali kita tidak bertemu,bagaimana kabarmu Ardhan?" Tanya ustadz Yusuf yang saat ini duduk di sofa yang berhadapan dengan pak Ardhan dan hanya dipisahkan oleh meja kecil yang berada di tengah keduanya.

"Kabarku baik, Yusuf. Aku juga senang sekali bisa berkunjung kemari dan bertemu denganmu. Tapi, kunjunganku kemari tidak hanya sekedar untuk bertemu denganmu. Aku ingin membicarakan sesuatu yang penting denganmu, Yusuf." Ucap pak Ardhan yang membuat ustadz Yusuf mengangguk mengerti.

"Katakanlah Ardhan, hal penting apa yang ingin kau bicarakan denganku?"

Pak Ardhan menarik napas dalam-dalam sebelum ia mengutarakan maksud kedatangannya ke pondok pesantren, ia tahu mungkin apa yang ia sampaikan ini sedikit tidak sopan karena ia menginginkan putri sahabat baiknya itu agar mau dijodohkan dengan Farhan, meskipun ia sendiri jarang bertemu dengan sahabat baiknya itu.

"Yusuf, kau masih ingat kan dengan anakku yang bernama Farhan?" Tanya pak Ardhan yang membuat ustadz Yusuf mengangguk.

"Ingat, memangnya kenapa dengan Farhan? Dan bagaimana dengan kabarnya saat ini?"

Pak Ardhan menghela napas panjang saat sahabatnya itu menanyakan tentang Farhan.

"Farhan anakku, dia telah sepenuhnya berubah menjadi orang lain, Yusuf. Dan aku tidak tahu kapan sifatnya itu akan berubah seperti dulu." Ucap pak pak Ardhan yang membuat ustadz Yusuf mengerutkan keningnya karena bingung.

"Berubah? Apakah maksudmu Ardhan? Sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan Farhan?" Tanya ustadz Yusuf ingin tahu.

"Farhan, dia telah menutup pintu hatinya untuk semua perempuan yang ingin mendekatinya. Dia menganggap perempuan sebagai sesuatu yang harus ia hindari dan mengangguk cinta sebagai sebuah luka yang menyakitkan. Ini semua terjadi karena dua tahun lalu, pernikahannya dengan Adilla batal dilaksanakan karena calon istrinya tiba tiba kabur dari pernikahan tanpa penjelasan dan itu tepat sebelum Farhan melakukan akad nikah." Ucap pak Ardhan dengan suaranya yang gemetar sementara kedua matanya tampak berkaca-kaca dan membuat ustadz Yusuf turut merasakan kesedihan yang tengah dirasakan oleh sahabat baiknya itu.

"Astaghfirullahaladzhim, sungguh keterlaluan apa yang dilakukan oleh Adilla. Apakah dia tidak pernah memikirkan dampaknya pada Farhan saat ia memutuskan untuk kabur dari pernikahan itu? Lantas, apa yang bisa aku lakukan untuk membantu meringankan beban di pundakmu, Ardhan? Katakanlah, insya Allah aku akan membantumu jika aku bisa." Ucap ustadz Yusuf dengan sigap dan membuat pak Ardhan selalu dibuat bersyukur karena bisa memiliki seorang sahabat yang mau membantunya dikala ia terpuruk dan putus asa.

Pak Ardhan kembali menghela napas sebelum akhirnya menatap sahabatnya itu dengan penuh keraguan. Bukan karena ia tidak yakin dengan keputusannya, tapi karena ia takut melukai hati putri sahabatnya. Namun ia harus melakukan ini demi satu-satunya anak yang ia miliki.

“Yusuf, Aku datang kemari untuk meminta sesuatu yang sangat penting.” ucap pak Ardhan pelan hampir terdengar seperti seseorang yang sedang mengumpulkan keberanian terakhir dalam hidupnya.

Ustadz Yusuf menatapnya penuh perhatian.

Tidak ada prasangka, hanya ketulusan yang siap merangkul setiap beban yang dipikul oleh sahabatnya itu.

“Aku tahu mungkin ini terdengar egois. Tapi sebagai seorang ayah, aku hanya ingin yang terbaik untuk anakku, Farhan.”

Pak Ardhan menunduk, suaranya bergetar begitu halus namun jelas mencerminkan beratnya beban yang ia pikul.

Ustadz Yusuf masih diam, menunggu lanjutan kata-kata itu.

“Aku masih ingat kau punya seorang putri, Dan aku ingin bertanya apakah ia sudah memiliki seseorang di hatinya?” lanjut pak Ardhan dengan hati-hati.

Wajah Ustadz Yusuf langsung berubah sedikit terkejut, tapi tidak menolak. Ia hanya melipat tangan di pangkuan, memerhatikan sahabatnya dengan tatapan yang dipenuhi rasa ingin tahu.

Pak Ardhan menelan ludah dan menatap sahabatnya itu dalam-dalam.

“Jika putrimu belum memiliki pasangan,”

Pak Ardhan berhenti sejenak untuk memberanikan diri menyelesaikan kalimatnya itu. “Berkenan kah kau menikahkan putrimu dengan Farhan?”

Kata-kata itu akhirnya meluncur dan membuat ruangan itu terasa sunyi seketika. Sunyi yang membuat detak jam dinding terdengar begitu jelas dan berat.

Pak Ardhan menggenggam tangannya kuat-kuat karena takut akan penolakan. Ia tahu apa yang ia lakukan ini bukan permintaan kecil. Ia tahu keputusannya itu mungkin saja bisa menjadi obat yang bisa menyembuhkan luka di kehidupan putranya itu.

Tapi ini adalah satu-satunya harapan yang tersisa. Ustadz Yusuf akhirnya menghembuskan napas panjang lalu tersenyum lembut, senyum yang mampu meringankan sedikit rasa takut di dada pak Ardhan.

“Ardhan, Putriku sampai saat ini memang belum memiliki pasangan.” ujar ustadz Yusuf dengan pelan dan membuat detak jantung pak Ardhan berdetak lebih cepat. Ada secercah harapan masuk ke dalam hatinya.

“Dan apa yang kau tawarkan ini justru adalah kehormatan besar bagi keluarga kami,” lanjut ustadz Yusuf yang terlihat benar-benar tulus.

Pak Ardhan langsung menatap sahabatnya itu dengan mata lebar lebar.

“Jadi, kau tidak keberatan?”

Ustadz Yusuf menggeleng sambil tersenyum hangat.

“Tidak, Ardhan. Justru aku sangat senang jika putriku bisa menjadi istri dari anakmu. Tapi, aku tetap harus berbicara dengannya terlebih dahulu. Aku ingin ia menerima keputusan ini dengan sepenuh hati. Karena sesungguhnya pernikahan itu adalah ibadah, bukan paksaan.” ucap ustadz Yusuf.

Pak Ardhan mengangguk cepat berkali-kali, wajahnya tampak lega untuk pertama kalinya setelah sekian lama.

“Tentu! Tentu, Yusuf! Aku sangat menghargai keputusan itu. Aku, aku hanya tidak tahu lagi harus bagaimana menolong Farhan,” ucap pak Ardhan dengan suaranya yang bergetar dan hampir saja membuat air matanya jatuh.

Ustadz Yusuf menepuk bahu sahabatnya itu dengan penuh dukungan.

“InsyaAllah Ardhan, semua luka bisa sembuh jika disembuhkan dengan cara yang benar. Kita lihat bagaimana jawabannya nanti.”

1
Titin Rosediana
yaaa.. Ganting lagi... Farhan junior mau Otewe.. 😄😄
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: wkwkw yang sabar ya kak, authornya emang sering buat yang baca penasaran 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Nifatul Masruro Hikari Masaru
duh perhatian banget sih
Maulana ya_Rohman
alhamdulilllah selesai sudah marathon nya.....
mohon maap gak bisa comend di setiap bab nya....
di krn kan fokus ke cerita....
Titin Rosediana
blm up lgi KA?
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: masih belum direview sama nt kak, tunggu aja🤭🤭🤭
total 1 replies
Sriati Rahmawati
steak thorrr
bukan steik
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: iya kak makasih udah dikasih tahu👍
total 1 replies
Titin Rosediana
besok lagi ya KA.. 🤭❤️❤️ seruuuuu deh.. selalu ditunggu
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: iya kak, tiap hari pasti update bab🤭
total 1 replies
vita
bagus
Titin Rosediana
up lgi donk kaa❤️❤️❤️❤️
Titin Rosediana
astaga gantung lagi😄😄😄😄
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: wkwkwk biar penasaran kak🤣🤣🤣
total 1 replies
Titin Rosediana
yey .. skrg mah 2 bab per hari..... JD tambah semangat.. selalu nunggu update ny ka💪❤️❤️❤️ terima kasih 🙏
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: iya kak sama sama🤭
total 1 replies
Sastri Dalila
👍👍👍
Titin Rosediana
aaaaaa.. gantung lagi... 1 LG kaaa.... 🤭🤭 Farhan junior Otewe launching 😄😄😄❤️❤️❤️
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: wkwkwk iya kak tak usahain ya🤣🤣🤣
total 1 replies
Titin Rosediana
yaaaa.. gantunggg🤭.. up lagi donk ka.... ❤️❤️💪💪💪
Titin Rosediana: iya... ceritanya seru, ga ribet & bikin penasaran 😄😄😍😍😍😍
total 2 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
wesssssssss kayak'e bakal terjadi kesalahpahaman serta honjang ganjing kepercayaan kinara ini... aduhhhhhh farhan,,,, tau lah... suka suka kamu aja.... aku manut sama alurnya mbak othor...🤭🤭🤭🤭
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: bagus itu kak👍🤣🤣
total 1 replies
Nifatul Masruro Hikari Masaru
baguslah kalo udah sadar
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Bagus, kalau kamu meyadarinya Adilla...👍
Tidak semua apa yang kita inginkan dapat terwujud.
Ada kalanya berhasil, ada kalanya tidak. Kadang sukses, kadang gagal.
Waktu, lagi dan sekali lagi menyadarkan kita. setelah banyak menyaksikan pertunjukan panggung sandiwara dunia.
Kita mengerti, memang ada hal-hal di dunia ini tidak harus berjalan sesuai apa yang kita rencana, apa yang kita cita-citakan.
Planning hanya sebuah rencana bukan?

Hidup tidak sesuai dengan apa yang diharapkan memang sulit.
Merelakan apa yg telah kita perjuangkan dan harus berhenti di satu titik, It's not a simple.
Saat itu seolah-oleh dunia sedang menertawakan kita.
Mimpi yang kita ikat di layangan untuk terbang setinggi langit harus putus karena kerasnya angin.
Yah begitulah hidup, ada saat kita melepaskan itu semua.
Menebarkan senyum meski kenyataan baru saja mengoyak hati.
Katakan "itu semua baik-baik saja tanpa kita hidup dengan mimpi itu ". Tapi bukan menyerah.
Kita hanya perlu hidup dengan baik dan bermakna, bukan hidup sesuai dengan mimpi.
Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk hidup.
Jangan terpaku pada apa yang mungkin tidak ditakdirkan untuk kita. meratap tidak akan membuat kita bisa baik-baik saja untuk kehidupan selanjutnya.
Jadikan itu sebagai pengalaman berharga, bahwa kita pernah mempunyai apa yang kita sungguh-sunguhkan.
Namun kemudian dilepaskan dengan ikhlas.
Titin Rosediana
up lgi ka
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: iya kak ditunggu ya🤭
total 1 replies
Nifatul Masruro Hikari Masaru
si adila ini gak tau diri banget
Darun Jun
mantap kata katanya
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: harus dong kak, biar sadar diri tuh si Adilla 😏😏😏
total 1 replies
Cica Aretha
jng mau kalih kirana..semamgatttt💪💪
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: pastinya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!