NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Susu Setelah Dikhianati

Menjadi Ibu Susu Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat / Keluarga / Ibu susu / Pengkhianatan
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Hidup Aulia Maheswari berubah dalam sekejap. Sebuah pengkhianatan merenggut kepercayaan, dan luka yang datang setelahnya memaksanya belajar bertahan.
Saat ia mengira hidupnya hanya akan diisi trauma dan penyesalan, takdir mempertemukannya dengan sebuah ikatan tak terduga. Sebuah kesepakatan, sebuah tanggung jawab, dan perasaan yang tumbuh di luar rencana.
Namun, bisakah hati yang pernah hancur berani percaya pada cinta lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali ke RUMAH.

Bandara Juanda sore itu terasa sangat ramai. Suara pengumuman bersahutan dari pengeras suara, roda koper berderak di lantai, dan langkah orang-orang bergegas saling mendahului. Aulia, Archio, Bimo, Tyas, dan Leonel baru saja mendarat setelah penerbangan dari Jakarta yang menempuh satu setengah jam.

Sebelum benar-benar melangkah keluar, Aulia menghela napas berat. Langkahnya melambat. Ada ragu yang menggantung, ada luka yang belum sepenuhnya sembuh.

Dia kembali ke kota yang ia rindukan sekaligus ingin ia hindari. Satu bulan di Jakarta, jauh dari mantan suami dan adiknya yang telah menghancurkan hidupnya, jujur saja membuat Aulia sedikit lebih baik. Jarak memberinya ruang untuk bernapas. Memberinya waktu menata ulang hatinya yang remuk.

Namun hari ini tidak ada lagi jarak itu.

Hari ini ia pulang.

Dan itu berarti Aulia harus menguatkan dirinya sendiri agar rasa sakit yang sama tidak kembali menyeruak.

Mereka berjalan menuju area parkir, tempat sopir utusan Mama Kania sudah menunggu dengan sabar. Mesin mobil menyala pelan, seolah ikut bersiap membawa mereka kembali ke rutinitas yang sempat tertunda.

Rencananya, Aulia akan pulang ke rumah bersama sang pengasuh dan Leonel. Sementara Archio akan mampir ke kediaman pamannya sebelum melanjutkan ke kantor bersama Bimo.

“Pak, ini tidak apa-apa Leonelnya bersama aku?” tanya Aulia saat mereka bersiap masuk ke mobil masing-masing.

Archio menoleh sekilas ke arah putranya yang masih terlelap di dalam stroller. Napas bayi itu teratur, wajahnya tenang, sama sekali tidak terusik oleh hiruk pikuk bandara. Senyum hangat pun terbit di wajah Archio.

“Tidak apa-apa, Aulia. Nanti saya akan ke rumah kamu, ya. Takutnya kalau bersama saya dia malah menangis saat bangun.”

Aulia mengangguk paham, lalu mereka masuk ke dalam mobil masing-masing. Pintu mobil tertutup pelan, menyisakan Aulia dengan pikirannya sendiri.

Sepanjang perjalanan, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Jemarinya bertaut di atas pangkuan, menggenggam satu sama lain seolah mencari pegangan. Dia pulang. Bukan hanya ke rumah, tetapi juga ke kota yang menyimpan terlalu banyak retakan dalam hidupnya.

Ada rindu di sana, namun luka masih terasa nyata.

Dan satu hal yang sejak tadi membuat dadanya sesak, Sebentar lagi… Aulia akan melihat tempat dimana putrinya dimakamkan, Emilia. Anak yang bahkan belum sempat membuka mata untuk melihat dunia. Belum sempat menangis. Belum sempat merasakan pelukan ibunya. Bahkan Aulia pun belum pernah benar-benar mendekapnya.

Sejak hari pemakaman itu, Aulia tidak pernah datang. Bukan karena tidak peduli, bukan karena tidak ingin, tetapi karena ia belum siap berdiri di sana dan menerima kenyataan bahwa seseorang yang belum sempat hidup sudah harus pergi lebih dulu.

Mobil terus melaju, sementara pandangan Aulia jatuh lurus ke depan tanpa benar-benar fokus pada apa pun. Perlahan ia menarik napas panjang, namun tetap terasa berat.

Ada ruang kosong di dalam dirinya yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Dan sore itu, mau tidak mau, Aulia harus berani menatap ruang kosong itu untuk pertama kalinya.

.

 .

.

Di dalam mobil, tidak ada yang berbicara sama Sekali. Keheningan itu terasa disengaja, seolah mereka sepakat memberi Aulia ruang untuk menenangkan dirinya.

Saat mobil memasuki area rumah besar yang asri itu, Mama Kania sudah berdiri di depan pintu menunggu dengan wajah yang lebih bercahaya.

Sopir segera turun membuka pintu, lalu mengeluarkan koper milik Aulia dan Tyas dengan sigap.

"Wuah... ini rumah kalian, Mbak? Besar sekali..." Tyas menatap terpaku pada bangunan berlantai satu di hadapannya. Meski tidak menjulang tinggi, rumah itu tampak sangat luas. Halamannya dipenuhi bunga hias milik Mama Kania yang tertata rapi, warna-warninya menyegarkan mata siapa pun yang memandang.

"Bisa saja kamu, kayak tidak pernah lihat rumah besar milik Pak Archio," sahut Aulia ringan, ada nada bercanda yang akhirnya kembali terdengar setelah sekian lama.

Tyas hanya nyengir kecil.

"Ayo, masuk," ujar Aulia kemudian, langkahnya bergerak pelan menuju teras rumah.

"Aulia... selamat datang kembali..."

Baru saja kakinya berpijak di depan pintu, Aulia tercengang. Daisy dan Zara sudah berdiri di belakang Mama Kania, keduanya menatapnya dengan senyum lebar seperti panitia penyambutan.

"Astaga... kayak suara burung beo," ujarnya sambil mengelus dada yang sempat kaget. Namun senyum cepat merekah. Ia maju, memeluk Mama Kania lebih dulu, lalu bergantian meraih Daisy dan Zara ke dalam pelukannya.

"Burung beo? Tega kamu, Aulia. Samain suara kita sama burung!" Zara mendengus dramatis.

"Lagian siapa yang ngide nyambut seperti ini coba!"

"Daisy tuh. Dari kemarin desak-desak aku buat rencana, padahal aku lagi hangat-hangatnya dipeluk suami, sialan mema—"

"Eh fitnah, astaga... jangan playing victim, Zara. Ingat dosa!" protes Daisy cepat.

"Mari gini kamu mikir dosa mulu. Ingat, dosa ditanggung mertua aku!" jawab Zara santai.

Ucapan itu langsung memancing tawa kecil. Mama Kania menggeleng pelan, sementara Tyas menutup mulutnya, menahan geli melihat tingkah wanita beranak satu itu.

"Aish, lupakan soal itu. Mana calon menantuku?" Zara sudah beranjak ke arah stroller Leonel.

"Uluh-uluh... calon menantu Mama Zara memang sangat tampan," katanya gemas, mencubit kecil pipi Leonel.

Cubitan itu membuat Leonel terusik. Wajah mungilnya mengerut sebelum akhirnya tangis pelan pecah.

"Calon mantu, calon mantu... mana mau dia sama anakmu... hei!" Daisy ikut mendekat, menarik Zara minggir. Tanpa banyak bicara, ia mengangkat Leonel dan menimangnya perlahan.

"Kau aja yang beri dia ASI ya, Daisy. Aku ke kamar dulu, capek!" ujar Aulia sebal, pura-pura cemberut karena kedua sahabatnya malah sibuk berebut bayi.

Mama Kania dan Tyas hanya tertawa pelan melihatnya.

"Ayo, Tyas, ke kamar," ajak Aulia kemudian pada wanita muda itu yang sejak tadi berdiri memperhatikan hangatnya pertemuan mereka.

...****************...

Dua makam yang berdekatan Aulia tatap dengan pandangan yang mengabur. Wanita cantik itu kini berdiri di pemakaman umum, tempat makam sang putri dan ayahnya bersisian, berjarak begitu dekat namun menyimpan luka yang sama dalam.

Sore belum sepenuhnya gelap ketika Aulia memilih datang ke sini bersama Daisy. Udara terasa dingin, angin berembus pelan menyapu rerumputan dan dedaunan kering di sekitar nisan. Daisy berdiri sedikit menjauh, memberi ruang, sementara Aulia berjongkok di depan dua gundukan tanah yang masih tampak terawat.

Perlahan, ia menaburkan bunga. Kelopak-kelopak itu jatuh satu per satu, menutupi tanah merah yang lembap, seolah berusaha merapikan sesuatu yang tak pernah benar-benar bisa ia terima.

Aulia terdiam cukup lama, sebelum melantunkan doa.

Setelah selesai, ia tetap tidak beranjak. Pandangannya tertahan di sana, pada dua nama yang terukir rapi, sementara dadanya terasa penuh oleh perasaan yang sulit ia urai.

"Sayang… anak Mama… kamu apa kabar?"

Suara Aulia tercekat di tenggorokan. Kata-kata itu keluar lirih, nyaris pecah sebelum benar-benar sampai ke udara.

"Maaf… maafkan Mama, Emilia… maafkan Mama karena baru bisa datang sekarang… maaf…"

Isaknya luruh. Tubuhnya merosot, kedua tangannya memeluk nisan itu erat, seolah batu dingin di depannya adalah satu-satunya tempat ia bisa bersandar.

"Maaf Mama tidak bisa menjagamu dengan baik," suaranya bergetar hebat. "Maaf karena Mama yang keras kepala ini membuat kamu harus di sini… maafkan Mama, sayang…"

Aulia menunduk, dahinya menempel pada nisan, tangisnya tertahan namun berat, seperti luka yang akhirnya diberi ruang untuk bernapas.

"Kamu pasti kedinginan ya, sayang… kamu… kamu… hiks… Iya, Mama jahat, sayang… Mama jahat… hiks…"

Tangis itu akhirnya pecah tanpa bisa ia bendung lagi. Rasa bersalah menyeruak, memenuhi rongga dadanya hingga napas Aulia terasa sesak, seperti ada beban berat yang menekan dari dalam. Berkali-kali ia menghapus jejak air mata dengan punggung tangan, namun tangis baru terus saja jatuh menggantikannya.

Daisy tidak bersuara. Gadis itu duduk di dekat Aulia, menahan diri untuk tidak ikut terisak keras. Air matanya mengalir diam-diam saat kembali melihat sahabatnya hancur di tempat ini. Tangannya terulur, mengelus lembut punggung Aulia, memastikan wanita itu tidak sendirian.

"Papa…" suara Aulia melemah ketika ia bergeser menatap makam sang ayah. "Lelaki pilihan Papa itu… dia jahat sama Aulia, Pa… dia jahat sama anak Aulia juga… hiks…"

Dadanya naik turun tidak teratur.

"Papa pasti sedih banget di sana melihat kehancuran Aulia oleh orang yang Papa percaya dan pilih, iya kan?"

Tawa kecil lolos dari bibirnya, tipis namun sarat luka.

"Tapi tidak apa-apa… bukan Papa yang salah pilih. Semua salah Aulia yang tidak punya keberanian untuk menolak saat itu…"

Kepalanya kembali tertunduk. Di antara dua makam itu, Aulia tampak begitu kecil, seperti sedang mempertanggungjawabkan seluruh hidupnya pada mereka yang sudah lebih dulu pergi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
ayo double up thor/Scream//Scream/...rumahnya semoga cepet laku/Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣Di pasang harga murah rumahnya
total 1 replies
Mundri Astuti
baru ngisi rmhnya yg baru...tettottt ternyata hasil dari penggelapan yg Ardian lakuin...tarik lagi dehhh...

buruan jual Aulia, biar mereka ga bisa balik ...jadi gelandangan sekalian
cinta semu
mereka pergi bukan Krn merasa tak pantas tinggal di rmh u tapi Krn Adrian dah punya rmh baru .. Aulia gercep cari info akurat ...biar Adrian sm Arumi tdk semakin jumawa
Sunaryati
Sebelum Adrian dan Arumi mendapatkan hukuman di dunia ini emak belum ngasih 5 ⭐Ternyata Aulia punya usaha yang maju 👍👍
Lisa
Bersyukur Mama Kania selalu me dampingi Aulia..semangat y Aulia..
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
mbuhhh sebelum 2 keong racun mendapatkan karma aku masih ngambek ke author nya
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: ngambek kenapa lagi iniii😭😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
doubel tpi penuh bawang😐😐😐
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dihhh/Hammer//Hammer//Hammer//Facepalm/
total 2 replies
Mundri Astuti
terimakasih thor ❤️
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
bagus Lia, ayo keluar dari lingkaran sedih dan terpukulnya. kini waktunya kamu berkembang lagi/Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wih keren auli mulai bangkitttt
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: biar kagak nangis mulu ah, kemarin-kemarin ampe migran di buat ama Aulia😭🤣
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Lanjutkan Up nya Thor jangan lama" nnt aku lupa alurnya dri depan ♥️♥️♥️♥️
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Siyap kak👌
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Krn Kamu Egois Arumi..hrsnya dari awal kalian jujur dgn papa tentang hubunganmu dgn Andrian... jangan salahin Ibumu..Porsi beliau sdh tepat sbg seorang ibu dn yg jdi korban itu Aulia....Arumi bodoh egois 😡😡😡
cinta semu
lanjut Thor ... ugal2an q bacany g terasa hampir jam :03 .00 ...😁hampir subuh .
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: tidur kak😭
total 1 replies
cinta semu
biarkan trauma Aulia pindah ke Arumi,, sekalian trauma ny Arumi bikin tambah gila ..biar sempurna derita ny Arumi
cinta semu
ternyata rentetan kejadian dlm hidup Aulia saling terhubung ,,suami di bil adik ny terus mantan suami karyawan ny pak Archio ,,,
cinta semu
kelakuan mahasiswi bergelar pelakor g pantas dpt ijazah ...mending ajari cuci piring ,ngepel sm masak biar jadi istri rumahan ..kampus g pernah kasih pelajaran jadi pelakor ,,entah Arumi kuliah di mana ,,belum lulus kuliah dah dpt gelar pelakor ..🤔
cinta semu
ayo Papi Archio, pecat saja mantan suami mami Aulia ..Krn dah bikin mi Aulia trauma ...
cinta semu
g ada karma instan buat Adrian & Arumi ...nunggu undangan dulu kali ya😁😁 tapi smg aja Aulia mudah move on..bisa hidup bebas dari duo belatung nangka
cinta semu
asli gedek liat suami macam Adrian,,,buat Adrian menderita seumur hidup ,,jgn pelit2 kasih hukuman buat Adrian Thor...
cinta semu
awal baca aja biasa aja tapi pas bab 2 ..bikin emosi meledak .. lanjutkan sampai tamat thor
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Makasih kak🥺🙏

Asiyapppp👌
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!