NovelToon NovelToon
Cinta Yang Lahir Dari Kekeliruan

Cinta Yang Lahir Dari Kekeliruan

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:22.9k
Nilai: 5
Nama Author: Pita Cantik

Lima tahun lalu, Olivia Elenora Aurevyn melakukan kesalahan fatal salah kamar dan mengandung anak dari pria asing. Ketakutan, ia kabur dan membesarkan Leon sendirian di luar negeri. Saat kembali ke Monako demi kesehatan psikologis Leon, takdir mempertemukannya dengan Liam Valerius, sang penguasa militer swasta. Ternyata, pria "salah kamar" itu adalah Liam. Kini, Liam tidak hanya menginginkan putranya, tetapi terobsesi memiliki Olive sepenuhnya melalui rencana pengejaran yang intens dan provokatif.

​Dialog Intens Liam kepada Olive
​"Setiap inci tubuhmu adalah milikku, jangan pernah berpikir untuk lari."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pita Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 SENJATA MAKAN TUAN: JEBAKAN MURAHAN SANG MODEL

​Kamis, 15 Mei 2025, Musim Semi

​Rasa malu yang membakar setelah dipermalukan secara publik di butik tekstil ternyata tidak membuat Thalia jera. Justru, benih kebencian di hatinya telah tumbuh menjadi obsesi yang gelap dan berbahaya. Sebagai wanita yang terbiasa menggunakan kelicikan untuk mendapatkan apa yang ia mau, Thalia mulai menyusun rencana paling nekat dalam hidupnya. Pikirannya hanya terpaku pada satu tujuan: jika ia tidak bisa memiliki Liam secara terhormat, maka ia akan memilikinya melalui skandal yang tidak bisa dibantah.

​"Jika aku hamil anaknya, Liam tidak akan punya pilihan lain. Dia harus bertanggung jawab dan membuang Olive," gumam Thalia dengan seringai jahat di wajahnya yang masih terasa panas bekas tamparan Luna.

​Sore itu, saat langit Monte Carlo masih memancarkan semburat jingga yang cerah, Thalia memberanikan diri menyusup ke wilayah kumuh di pinggiran kota untuk mengakses pasar gelap. Ia membeli sebuah botol kecil berisi serbuk perangsang dosis tinggi cairan tanpa warna dan tanpa rasa yang sanggup meruntuhkan pertahanan pria terkuat sekalipun.

​Thalia tahu ponsel Liam masih berada di tangan Olive. Ini adalah celah yang sempurna. Ia menyewa seorang pemuda tampan yang memiliki perawakan atletis, menyuruhnya berakting sebagai seorang pengusaha muda sukses dari luar negeri yang ingin menawarkan kerja sama militer besar-besaran dengan Valerius Group. Tergiur oleh bayaran yang sangat fantastis, pemuda itu setuju untuk menjalankan skenario Thalia.

​Di kediaman Aurevyn, ponsel di tangan Olive berdering. Ia mengangkatnya dan mendengar suara seorang pria yang sangat profesional menawarkan janji temu bisnis malam ini juga. Tanpa curiga, Olive segera menghubungi Liam melalui ponsel barunya.

​"Liam, ada seseorang yang mengaku bos muda dari perusahaan investasi militer ingin bertemu malam ini di restoran Le Louis XV. Suaranya terdengar sangat serius dan dia bilang ini mendesak," lapor Olive melalui sambungan telepon.

​Liam, yang memiliki insting tajam hasil bertahun-tahun bergelut di dunia intelijen dan militer, langsung mengernyitkan dahi. Ia merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Tidak ada pengusaha waras yang menawarkan kerja sama mendadak melalui nomor pribadi yang bahkan jarang diketahui orang luar tanpa melalui Marcus terlebih dahulu.

​"Olive, aku akan datang. Tapi aku ingin kau ikut bersamaku," ujar Liam tenang.

​"Aku ikut? Tapi ini kan urusan bisnis, Liam. Kenapa tidak mengajak Marcus saja?" tanya Olive bingung.

​Terdengar kekehan rendah dari seberang telepon yang membuat bulu kuduk Olive meremang halus. "Kenapa? Apa kau tega jika aku harus terjebak di ruangan privat yang panas, lalu berakhir harus 'bermain pedang-pedangan' dengan Marcus karena pengaruh sesuatu yang tidak kita ketahui? Aku lebih memilih 'bermain' dengan calon istriku sendiri jika terjadi sesuatu."

​Wajah Olive langsung memerah padam sampai ke telinga. "Liam! Mulutmu itu!"

​"Aku serius, Olive. Ikutlah, tapi kau akan berada di ruangan monitor bersama Luna. Aku ingin melihat siapa yang berani bermain-main denganku malam ini."

​Malam pun tiba. Liam muncul di restoran mewah itu dengan penampilan yang sangat memukau. Ia mengenakan setelan jas Bespoke berwarna arang yang menonjolkan bahu bidang dan kaki jenjangnya. Wibawanya begitu menekan, membuat Thalia yang mengawasi dari dalam mobil di area parkir merasa sesak napas karena gairah yang membuncah hanya dengan melihat siluet Liam dari kejauhan.

​"Sebentar lagi, Liam... sebentar lagi kau akan menjadi milikku," bisik Thalia sambil meremas botol perangsang di tangannya yang sudah ia titipkan pada pemuda sewaannya sebelumnya.

​Di dalam restoran, pemuda sewaan itu sudah duduk menunggu. Saat Liam masuk, ia segera menuangkan serbuk itu ke dalam gelas Wine milik Liam dengan gerakan yang sangat rapi. Namun, dia tidak tahu bahwa di sudut lain, Luna Calista sudah menyamar sebagai pelayan restoran dengan seragam lengkap. Atas instruksi Olive, Luna bertugas mengawasi setiap gerak-gerik meja tersebut.

​Dengan langkah yang disengaja agar terlihat ceroboh, Luna berjalan mendekati meja tersebut membawa nampan berisi jus jeruk.

​Byur!

​"Aduh! Maaf, Tuan! Saya benar-benar tidak sengaja!" seru Luna dengan wajah polos yang sangat menggemaskan. Ia menumpahkan seluruh jus jeruk itu tepat ke arah celana pemuda sewaan tersebut.

​Pemuda itu tersentak kaget, berdiri sambil membersihkan celananya yang basah kuyup. Saat pemuda itu fokus pada noda di celananya dan mengumpat pelan, tangan Luna bergerak secepat kilat. Ia menukar gelas Wine yang sudah diberi serbuk perangsang ke posisi gelas milik si pemuda, dan meletakkan gelas Wine baru yang bersih di depan kursi Liam.

​"Maafkan saya, Tuan... saya akan ambilkan tisu," ucap Luna dengan mata bulat yang terlihat sangat merasa bersalah.

​Pemuda itu, yang awalnya ingin marah besar, mendadak luluh melihat wajah Luna yang begitu imut dan cantik. "Ah... sudahlah. Tidak apa-apa. Kau pelayan baru, ya? Lain kali hati-hati," ucapnya sambil tersenyum malu-malu, sepenuhnya lupa akan tugas jahatnya.

​Liam masuk tak lama kemudian, mengambil tempat duduk dengan wajah dingin yang tak terbaca. "Kenapa celanamu basah?" tanya Liam singkat.

​"Ah, kecelakaan kecil, Tuan Valerius. Mari kita bicara bisnis," jawab pemuda itu gugup.

​Mereka pun mulai berbincang. Liam membiarkan pemuda itu memakan steaknya dan, yang paling penting, meminum Wine-nya sampai habis. Tak butuh waktu lama, reaksi obat itu mulai bekerja. Wajah pemuda itu mulai memerah, napasnya memburu, dan ia mulai melonggarkan dasinya dengan kasar.

​"Tuan... sepertinya di sini sangat panas," rintih pemuda itu.

​Liam tersenyum tipis, senyuman yang menyimpan kedinginan maut. Ia segera berdiri, meraih kain serbet hitam besar, dan dengan gerakan cepat membungkus wajah pemuda itu agar tidak terlihat oleh orang-orang restoran. Dengan kekuatannya, Liam memapah pemuda yang sudah setengah tidak sadar itu keluar melalui pintu belakang.

​Di area parkir yang remang-remang, Liam membawa pemuda itu menuju mobil Thalia yang sudah menunggu dengan mesin menyala. Thalia, yang melihat siluet tubuh kekar itu mendekat, langsung merasa menang. Baginya, pria yang dipapah itu adalah Liam yang sudah terkena pengaruh obat.

​Liam memasukkan pemuda bertutup kain hitam itu ke kursi belakang mobil Thalia. Keadaan sangat gelap, dan Thalia tidak berani menyalakan lampu kabin karena takut ketahuan.

​"Kerja bagus," bisik Thalia ke arah Liam (yang ia kira adalah orang suruhannya). "Aku akan mentransfer sisa bayaranmu malam ini juga. Cepat pergi dari sini!"

​Liam, yang berdiri di balik bayangan pintu mobil, hanya mengangguk pelan. Ia menarik sedikit sudut bibirnya, membentuk senyuman jijik yang penuh kemenangan. Ia menutup pintu mobil Thalia dengan dentuman pelan.

​Begitu mobil Thalia melesat pergi menuju hotel, Liam berjalan menuju mobilnya sendiri di mana Olive sudah menunggu di kursi penumpang dengan wajah cemas.

​"Bagaimana? Apa semuanya lancar?" tanya Olive.

​Liam masuk ke dalam mobil, melonggarkan kancing kemeja teratasnya, dan menatap Olive dengan pandangan yang sangat intens. "Sangat lancar, Olive. Thalia baru saja mendapatkan 'hadiah' yang sangat dia inginkan. Aku rasa malam ini dia akan sangat sibuk dengan pengusaha muda gadungannya."

​Olive menelan ludah melihat kilatan di mata Liam. "Lalu... apa yang akan kita lakukan sekarang?"

​Liam mendekat, mengecup pelipis Olive dengan lembut namun posesif. "Sekarang? Aku ingin pulang dan memastikan bahwa calon istriku tahu betapa berartinya dia bagiku. Dan mungkin... kita harus berterima kasih pada Luna. Gadis itu jauh lebih berbahaya daripada kelihatannya."

​Malam itu, Thalia terjebak dalam jebakannya sendiri. Di sebuah kamar hotel mewah, ia menghabiskan malam dengan pria yang salah, sementara rencana liciknya untuk mengandung anak Liam hancur menjadi skandal yang nantinya akan mematikan kariernya sendiri. Sang Monarch dan Kupu-Kupu Emasnya melaju membelah jalanan Monte Carlo, meninggalkan kekacauan yang sudah mereka bersihkan dengan sempurna.

1
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Mg Arka insyaf, mnemukan cinta sejati ny & membangun kehidupan yg baru
Butterfly🦋: nanti kalau banyak yang komen lanjut kali ya ceritanya Arka🤭
total 1 replies
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Aaaa jd ikut terharu 🙈🙈🙈
Kita pada pngen type cwo gini, Ade ❤️🤗😘
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Gk nyesel kn, Liam jd Pilihan ❤️🤗😘
Mg Liam selamat & segera sehat kembali y ❤️🤗😘
Erriz M'Prima
😭😭😭aku tersendu sendu Thor 🤧
Erriz M'Prima
aduh Thor jdi deg-degan 🤧🤧🤧
Erriz M'Prima
update yg byk Thor
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Arka ktahuan dnk ... Liam & Brian udh turun tangan 🔥🤟💪
Erriz M'Prima
Arkan sialan lu bisa bisanya lu culik olive. awas ya Thor pokonya jgn terjadi ppa sama olive titik
Erriz M'Prima
dih Arkan gila lu berani sentuh olive ma Alex, Liam akan habis lu ihhh greget bgt
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Cwo yg terobsesi akut, pasti bakal lakuin apa aja sih 🤦🤦🤦
Erriz M'Prima
aku malah emosi Thor 🤧 gendek bgt ma si sarkan itu dasar kampret licik
Erriz M'Prima
aduhhh bacanya sampe ngos ngosan karena emosi 🤧
Erriz M'Prima
awas ya Thor klu mereka gagal nikah 😀
Erriz M'Prima
idih Arkan gelooo lu g tau juga ceritanya gimane ye...Brian lu jgn terpancing dulu ye di sini yg salah bukan cuma Liam ye tpi juga olive karena olive memilih pergi gitu aje ye...cari tau dulu yg sebenarnya deh nnti lu juga nyesel wkwk
Butterfly🦋: aduh makasih ya kebetulan juga setelah tamat nanti mau bikin novel baru stay tuned terus ya💪🤭
total 4 replies
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Hrsny, Liam punya, De, gk mau kalah dr Arka dnk 🤭🤭🤭
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Tim Liam aja, gmana, Ade tp seru juga, klo bersaing ketat dulu ama Tim Arka 🤭🤭🤭
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: hi hi oleng boleh tp akhir tetep hrs usahain sesuai mau ny Baby Alex, mau pny Daddy yg mana ya, De 🤭🤭🤭 ... Siap, Cama², Ade, kami tunggu kelanjutan ny ❤️🤗😘
total 2 replies
Mifta Nurjanah
cieelahh digempur hbis
Mifta Nurjanah
yaelah tujuh ronde gtuh
Mifta Nurjanah
cie mimpi basah
Nindy bantar
karya mu bagus banget thor saya suka,,,tetep semangat berkarya y thor up terus
Butterfly🦋: terima kasih kakak semoga suka dengan ceritanya🤭😍 enjoy ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!