NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Susu Anak Rahasia Ceo

Menjadi Ibu Susu Anak Rahasia Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / CEO
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: putri Sefira

Arumi kehilangan segalanya dalam satu malam bayinya yang baru lahir tewas dalam kecelakaan tragis, dan ibunya kini kritis di rumah sakit tanpa biaya. Namun, takdir mempermainkannya; meski bayinya tiada, ASI Arumi tetap mengalir deras—sebuah pengingat menyakitkan akan kehilangan yang ia alami

​Di sisi lain, Arlan Arkananta, seorang CEO dingin yang berkuasa, menyimpan rahasia besar. Ia memiliki seorang putra bayi bernama Leon yang keberadaannya disembunyikan dari dunia dan pihak keluarga besar. Leon menolak semua susu formula dan perawat, hingga hanya aroma tubuh Arumi yang mampu menenangkannya.
​Terdesak oleh biaya rumah sakit, Arumi terpaksa menandatangani kontrak "Iblis". Ia bersedia menjadi ibu susu rahasia di mansion tersembunyi milik Arlan dengan aturan ketat: Dilarang mengungkap identitas bayi, dilarang keluar tanpa izin, dan yang paling berat—dilarang memiliki keterikatan emosional.

​Namun, di balik tembok mansion yang dingin, Arumi menemukan bahwa Leon bukan sekadar bayi biasa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putri Sefira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: PACUAN MAUT DI RUMAH SAKIT

Langit Jakarta sore itu mendadak berubah kelabu, seolah-olah semen yang mencair tumpah ke cakrawala. Arumi masih terduduk di dalam mobil SUV Arlan, mencoba menormalkan napasnya yang menderu pasca pengkhianatan Adrian. Namun, ketenangan itu hanya bertahan beberapa detik. Ponsel di saku jas putih Arumi bergetar hebat. Sebuah nomor tak dikenal muncul di layar.

​"Halo?" suara Arumi bergetar.

​"Nyonya Arumi Arkananta? Ini Suster Sarah dari Ruang ICU Rumah Sakit Medika Utama. Alat pemantau jantung Nyonya Salsabila mengalami malfungsi mendadak. Pasokan oksigen cadangan juga terputus akibat lonjakan arus listrik di sayap Barat. Kami sedang melakukan resusitasi manual, tapi Anda harus segera ke sini!"

​Dunia seolah runtuh di bawah kaki Arumi. Ia menoleh ke arah Arlan yang sedang memegang kemudi. "Arlan... Ibu! Sesuatu terjadi di rumah sakit!"

​Arlan tidak membuang waktu. Ia melihat ketakutan yang murni di mata istrinya. Tanpa bertanya dua kali, ia menginjak pedal gas dalam-dalam. Raungan mesin mobil sport itu membelah kemacetan sore Jakarta yang gila.

"Raka! Hubungi direktur Medika Utama sekarang! Matikan semua akses masuk ke sayap Barat kecuali untuk tim medis inti!" teriak Arlan ke arah hands-free.

Di sisi lain kota, di dalam sebuah ruang kerja yang megah namun dingin, Victoria Arkananta menyesap tehnya dengan tenang. Di hadapannya, seorang pria berseragam teknisi rumah sakit menunduk hormat.

​"Sudah selesai, Nyonya Besar. Sensor oksigen sudah saya rusak secara permanen. Bahkan jika mereka menggunakan tabung manual, katupnya sudah saya longgarkan," lapor pria itu.

​"Bagus," ucap Victoria tanpa emosi. "Arlan harus belajar bahwa jika dia ingin membangun kerajaannya sendiri, dia harus siap kehilangan fondasi lamanya. Wanita itu adalah kelemahan terbesarnya. Jika ibunya mati, dia akan hancur, dan Arlan akan kembali padaku untuk meminta perlindungan."

​Bagi Victoria, nyawa ibu Arumi hanyalah sebuah bidak catur yang harus dikorbankan demi membawa putranya kembali ke jalan yang "benar".

Mobil Arlan mencicit berhenti tepat di depan lobi darurat. Arumi melompat keluar bahkan sebelum mobil benar-benar berhenti. Ia berlari melewati lorong-lorong rumah sakit yang sudah sangat ia hafal. Saat sampai di depan Ruang ICU, suasana sangat kacau. Lampu darurat berwarna merah berkedip-kedip, dan suara alarm malfungsi mesin memekakkan telinga.

​"Mana Ibu?!" teriak Arumi pada Suster Sarah yang sedang memompa balon oksigen manual (Ambu Bag) ke mulut ibunya.

​"Nyonya, jantungnya melemah! Tekanan darahnya turun drastis! Dokter jaga sedang menangani korban kecelakaan massal di lantai bawah, mereka tidak bisa ke sini tepat waktu!" tangis suster itu.

​Arumi melihat layar monitor yang bergaris hampir datar. Sebagai mahasiswa kedokteran yang baru saja kembali, pengetahuannya masih segar, namun tangannya gemetar hebat. Ia menatap ibunya—wanita yang telah menderita sepuluh tahun demi melindunginya.

​"Minggir! Biar aku yang lakukan!" Arumi mengambil alih pompa oksigen.

​Arlan masuk ke ruangan itu, wajahnya pucat melihat pemandangan di depannya. Ia melihat istrinya yang biasanya lembut kini bertransformasi menjadi pejuang. "Arumi, apa yang bisa kubantu?"

​"Cari tabung oksigen baru di gudang logistik lantai ini! Suster, ambilkan set intubasi dan epinefrin sekarang!" perintah Arumi. Suaranya tidak lagi bergetar; ia sedang berada dalam mode bertahan hidup.

​Arlan berlari keluar, namun di lorong ia dihadang oleh dua pria berseragam keamanan rumah sakit yang tampak asing. Mereka mencoba menghalangi jalan Arlan menuju gudang logistik.

​"Maaf Tuan, area ini sedang disterilkan karena kebocoran gas," ucap salah satu pria itu sambil tangan kanannya meraba sesuatu di balik pinggangnya.

​Arlan menyipitkan mata. Ia tahu ini bukan kebocoran gas. Ini adalah eksekusi. "Singkirkan tanganmu dari senjatamu, atau kau akan menyesal hari ini," desis Arlan.

​Tanpa menunggu jawaban, Arlan meluncurkan serangan. Ia memukul rahang pria pertama dan membanting pria kedua ke dinding beton. Arlan bukan hanya seorang CEO; ia telah melatih dirinya dengan berbagai seni bela diri sejak remaja untuk menghadapi situasi seperti ini. Ia mendobrak pintu gudang, menyambar tabung oksigen baja yang berat, dan membawanya kembali ke ICU dengan kecepatan luar biasa.

​Di dalam ICU, kondisi semakin kritis. Arumi sudah melakukan pijat jantung (RJP) hingga tangannya terasa kebas. "Ayo, Bu... jangan tinggalkan aku! Leon butuh neneknya! Aku butuh Ibu!"

​Arlan datang membawa tabung oksigen tepat saat listrik di ruangan itu padam total. Ruangan menjadi gelap gulita, hanya diterangi oleh lampu handphone milik suster.

​"Pasang tabungnya, Arlan! Sekarang!"

​Arumi merasa seperti sedang beroperasi di medan perang. Dengan cahaya seadanya, ia melakukan intubasi—memasukkan selang pernapasan ke tenggorokan ibunya. Tangannya yang tadi gemetar kini menjadi sangat stabil, seolah-olah ada kekuatan gaib yang menuntunnya.

​Satu menit... dua menit...

​Suara beep... beep... yang lemah mulai terdengar dari monitor bertenaga baterai cadangan. Garis yang tadinya hampir datar mulai menunjukkan gelombang kehidupan.

​"Tekanan darah naik, Nyonya! Dia kembali!" seru Suster Sarah sambil menangis lega.

​Arumi jatuh terduduk di lantai semen yang dingin, napasnya tersengal-sengal. Ia menangis sejadi-jadinya, bukan karena sedih, tapi karena beban yang luar biasa baru saja terangkat. Arlan segera menghampirinya, memeluknya dengan erat, membiarkan jas mahalnya basah oleh air mata dan keringat Arumi.

​"Kau melakukannya, Arumi. Kau menyelamatkannya," bisik Arlan.

Setelah situasi terkendali dan tim medis tambahan datang untuk mengamankan sayap Barat, Raka masuk membawa sebuah tablet. Wajahnya tampak sangat marah.

​"Tuan, kami menangkap salah satu teknisi gadungan tadi. Dia mengakui semuanya. Perintahnya datang langsung dari kediaman Nyonya Besar Victoria."

​Arlan berdiri, melepaskan pelukannya dari Arumi sejenak. Matanya memancarkan kegelapan yang belum pernah dilihat Arumi sebelumnya. Ia mengambil ponsel Raka dan melakukan panggilan video ke ibunya.

​Di layar, Victoria muncul dengan wajah tanpa dosa. "Ya, Arlan? Kenapa menelepon malam-malam begini?"

​"Ibu," suara Arlan terdengar sangat rendah, hampir seperti geraman predator. "Tadi malam Ibu mencoba membunuh ibu dari istriku. Ibu mencoba menghancurkan satu-satunya keluarga yang tersisa bagi Arumi."

​"Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan, Putraku—"

​"Cukup!" bentak Arlan hingga layar ponsel itu bergetar. "Mulai detik ini, Ibu bukan lagi ibuku. Aku akan menggunakan seluruh sumber daya A&A Venture untuk menyerang saham Arkananta Group setiap hari. Aku akan membeli setiap aset yang Ibu cintai, dan aku akan memastikan Ibu berakhir di kursi pesakitan atas percobaan pembunuhan. Jangan pernah sentuh keluargaku lagi, atau Ibu akan melihat bagaimana aku meratakan namamu dari muka bumi ini."

​Arlan mematikan sambungan telepon sebelum Victoria sempat menjawab. Ia berbalik menatap Arumi.

​"Kita akan memindahkan ibumu malam ini juga ke fasilitas medis pribadi di kantorku," ucap Arlan. "Di sana, tidak ada yang bisa menyentuhnya kecuali aku dan kau."

​Arumi berdiri, mengusap air matanya. Ia menatap ibunya yang kini tidur dengan bantuan mesin yang aman, lalu menatap suaminya. "Arlan... terima kasih. Tapi aku tidak ingin kau menjadi iblis demi aku."

​Arlan menarik Arumi ke dalam pelukannya lagi, mencium keningnya dengan penuh pengabdian. "Aku akan menjadi apapun, Arumi. Iblis bagi musuhmu, atau malaikat bagi hidupmu. Yang penting adalah kau dan Leon tetap berada di sampingku."

1
Ariany Sudjana
wah mimpi apa penjual rujak di pasar ketemu dengan pembeli yang sangat mengutamakan higienis 😂😂
Liza Syamsu
keren, alur cerita jelas, arlan CEO yg karakter nya pemimpin sejati
Liza Syamsu
ini seperti membaca trailer film action, bagus thor semangat walaupun yg like bisa dihitung pakai jari
Liza Syamsu
bagus banget ini karakter arlan ayo like yg sdh baca
Liza Syamsu
kenapa Victoria ingin menghancurkan leon dan arlan,apa arlan bukan anak kandung Victoria
Liza Syamsu
jangan sampai thor biar terbukti dulu leon anak arumi nanti baru konflik, bukannya brm sdh diamankan oleh arlan kno bisa dgn siska lagi
Nur Janah
haddeehhhhh...Siska dan Bram lg
Liza Syamsu
sumpah ini cerita nya bagus kenapa yg like sedikit, came on kawan jika sdh baca dilike dong
Ariany Sudjana
setuju dengan Dante, saat situasi tidak menentu, kita tidak tahu siapa kawan dan siapa lawan, waspada terus Arumi
awesome moment
jgn tll baik hati. waspada tu perlu. bohing adalah akar smua masalah
Nur Janah
kan udah pake keamanan militer paling canggih Thor kok si Bram masih bisa tau
Nur Janah
buktikan PD Arlan Arumi bahwa bram penghianat
Nur Janah
ada bau" penghianat nih
Nur Janah
kyknya seru ceritanya Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!