mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 12 satu hal yang aneh
Xyra nampak telaten mengganti seprai lama Bryan dengan seprai yang baru saja di ambilkan Bryan untuk ia pasang.
Wanita itu nampak sibuk dan serius menata seprai hingga terlihat rapi dan enak di lihat.
Kemudian ia menata bantal bantal dan guling dan melipat selimut yang juga baru di ujung tempat tidur.
Terakhir ia menyemprotkan pewangi ke seluruh tempat tidur.
Kegiatannya itu tak sedikitpun luput dari tatapan mata Bryan di sofa sana.
Sejak tadi ia memang terus saja memperhatikan pekerjaan yang sedang di lakukan oleh Xyra hingga ia tak beralih sedikitpun dari wanita itu.
Ia melupakan pekerjaanya,
" kau terlihat sangat terbiasa dengan pekerjaanmu " ucap Bryan tiba tiba kepada Xyra yang saat ini sedang membersihkan lantai dengan mesin pembersih debu.
" tentu saja saya terbiasa dengan pekerjaan rumah tuan muda...
Saya ini seorang irt " jawab Xyra dengan tak menghentikan pekerjaannya.
Ia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya membersihkan kamar cucu sang majikannya itu.
Ia bukannya tidak tahu jika sejak tadi Bryan terus menatapnya.
Dan hal itu sungguh membuatnya merasa risih dan tidak nyaman.
" apa itu irt ?! " tanya Bryan kemudian.
" ibu rumah tangga tuan muda...saya seorang istri " jawab Xyra tegas seolah ia ingin menegaskan statusnya kepada laki laki di sana itu.
Mendengar jawaban Xyra, Bryan terdiam.
Entah kenapa ia merasa tak suka mendengar jawaban wanita di hadapannya itu.
irt....
Ibu rumah tangga dan....seorang istri....
Dada Bryan tiba tiba terasa sesak mendengar jawaban itu.
" kenapa kau harus pulang setiap hari, tidakkah sebaiknya kau tinggal saja di sini seperti yang lain ?!
Kau terkesan memiliki keistimewaan di banding pelayan lain jika datang di pagi hari dan pulang di sore hari..." ucap Bryan lagi sedikit pedas.
" maaf tuan muda sejak awal memang perjanjiannya seperti itu.
Nyonya Laura juga tidak berkeberatan dengan itu.
Seperti yang tadi saya katakan, saya seorang istri..
Saya pulang di sore hari tentu karena di rumah ada suami saya yang menunggu saya pulang " jawab Xyra yang seolah semakin sukses memantik kemarahan di dada Bryan.
Entahlah di mana salahnya Xyra, tapi Bryan merasa kesal dengan jawaban Xyra.
Wajah laki laki itu berubah dingin dan tatapan matanya menajam.
Perlahan ia bangkit dari duduknya dan berdiri setelah ia meletakkan lap top yang tadi berada di pangkuannya.
Bryan melangkah mendekat ke arah Xyra dan tiba tiba mendorong tubuh Xyra kebelakang hingga tubuh wanita itu menabrak dinding.
Xyra yang tak menyadarai pergerakan Bryan, terkejut bukan main ketika tiba tiba laki laki itu sudah berada dekat dengannya kemudian mendorongnya dan kini menghimpitnya ke dinding.
" kau terdengar begitu memuja suamimu itu...apa kau bahagia bersamanya ?! " tanya Bryan dengan tatapan mata yang sudah memerah.
" ten..tentu saja sa..saya bahagia bersamanya tuan muda " jawab Xyra dengan suara tergagap karena ketakutan luar biasa yang kini ia rasakan.
Tubuh Bryan menempel sempurna pada tubuhnya dan ia tak pernah dalam kondisi sedekat ini dengan laki laki lain selain Yari suaminya.
Perasaan Xyra campur aduk,
Antara rasa takut, dan rasa bersalah terhadap sang suami.
" apa aku tidak salah dengar ?! kau bahagia bersama laki laki tak bertanggung jawab seperti suamimu itu....?! " ucap Bryan lagi dan ucapan Bryan kali ini membuat Xyra tersinggung karena ia merasa ucapan Bryan merendahkan sang suami.
Xyra mendongak menatap Bryan dengan tatapan tidak suka.
" apa hak anda mengatakan suami saya tidak bertanggung jawab ?!
anda tidak mengenalnya dan anda tidak tahu siapa dia " jawab Xyra tegas dengan tatapan tajam kepada Bryan.
Reaksi Xyra semakin membuat Bryan panas.
" aku tidak butuh mengenalnya atau tahu lebih dulu siapa dia untuk bisa menilai sepecundang apa laki laki yang telah menjadi suamimu itu.
Dengan dia yang membiarkanmu bekerja keras seperti ini apalagi membiarkanmu menjadi seorang pelayan...
Apa menurutmu laki laki seperti itu bisa di sebut sebagai laki laki jantan yang bertanggung jawab hahh.....?! " suara Bryan penuh terdengar penuh penekanan dan mengintimidasi seiring dengan tatapan matanya yang setajam silet menatap Xyra.
" saya bahagia bersamanya....dan tentang bagaimana suami saya,
saya tetap bahagia bersamanya " jawab Xyra kesal.
" kau memang wanita bodoh..." ejek Bryan.
" bukan urusan anda tuan..." Xyra tak mau kalah.
Tatapan mata keduanya kian terasa menajam,
Keduanya berada cukup lama dalam posisi itu hingga sebuah ketukan dan panggilan dari luar pintu terdengar.
Tok tok tok....
" Xyxi...kau di dalam ?! " panggil sebuah suara yang Xyra jelas tahu milik siapa suara itu.
Dengan reflek Xyra mendorong kuat tubuh jangkung dan kekar seorang Bryan agar menjauh darinya.
Ia tak mau nyonya Laura melihat semua ini, ia tak mau majikannya itu berprasangka buruk dan akan berpikir macam macam kepadanya.
Tubuh Bryan pun terdorong ke belakang beberapa langkah dengan tatapan yang masih setia terarah kepada Xyra.
Cklek....
Pintu kamar Bryan terbuka dari luar dan segera menampilkan sosok nyonya Laura yang duduk di atas kursi roda dengan di dorong oleh madam Liana.
Kedua wanita berbeda usia itu nampak menatap sejenak ke arah Xyxi dan Bryan namun kemudian tatapan mereka berakhir pada Xyxi.
Sementara Bryan...
laki laki itu nampak melangkah kembali ke arah sofa tanpa sepatah kata dan kembali berkutat dengan lap topnya seolah tak pernah terjadi apa apa.
" maaf nyonya...saya.... " Xyra merasa tidak enak karena sang majikan sampai mencarinya kemari.
Selain itu ia juga meresa jengkel kepada Bryan yang nampak diam saja.
Bukankah tadi dia berkata....
Tentang nyonya Laura itu adalah urusannya....
Tapi apa ini...
Laki laki itu hanya diam saja...
Rutuk Xyra di dalam hati.
" ah tidak apa apa Xyxi....pekerjaanmu sudah selesaikan di sini....?! "
tanya nyonya Laura sambil melirik sejenak ke arah Bryan yang raut wajahnya jelas sekali menunjukkan jika suasana hatinya sedang tidak baik baik saja saat ini.
" sudah nyonya..." jawab Xyra cepat.
" ah baiklah...kalau begitu ayo temani aku, aku ingin mencari sinar matahari " ajak nyonya Laura.
" iya nyonya...mari " jawab Xyra dan ia langsung melangkah mendekat ke arah kursi roda nyonya Laura.
" silahkan...nona...." ucap madam Liana mempersilahkan Xyra mengambil alih pegangan kursi roda nyonya Laura.
Xyra sedikit tercekat mendengar panggilan madam Liana kepadanya.
Sejenak Xyra menatap ke arah madam Liana, seolah ia ingin menegaskan jika ia keberatan dengan panggilan itu.
Siapa dirinya hingga ia harus di panggil nona oleh wanita kepercayaan sang majikan itu.
Madam Liana tersenyum tipis kepada Xyra yang menatapnya.
" ayo..." terdengar nyonya Laura mengulang kembali ajakannya kepada Xyra.
" baik nyonya...." jawab Xyra kemudian dan mulai mendorong kursi roda nyonya Laura.
Nyonya Laura melirik sejenak kembali ke arah Bryan di sana kemudian ia beralih melirik ke arah madam Liana sebelum ia benar benar keluar dari kamar sang cucu itu.
Begitupun dengan madam Liana, ia saling lirik dengan sang majikan setelah sebelumnya ia juga melirik lebih dulu kepada Bryan di sana.
Suatu hal yang cukup aneh dan patut di pertanyakan jika seorang Bryan Nikolas Yu yang terkenal anti bersinggungan dengan orang orang asing...
Justru kini membiarkan dirinya berada dalam satu ruangan bersama orang asing ?!
Ya...
Menurut mereka Xyra adalah orang asing bagi Bryan,
selain itu...
Bryan dan Xyra bahkan juga bertemu baru dua bulanan ini.
Apalagi yang mereka tahu....Bryan juga tak pernah terlihat berinteraksi secara intens dengan perawat sang nenek itu.
baru ini q mendukung yg namanya Pelakor
ayo kak up lagi, esmosi jiwa ini aku🤣🤣🙏🙏
Manusia seperti Yati akan sadar,ketika dia sudah di tinggalkan.
dia akan tahu kekurangannya sebagai laki laki normal.
Bener² suami yg cocok jadi hujatan netizen.
Makasih Kak Thara, hari ini udah up 3 kali. aku kasih kopi deh yah biar lancar ide dongeng dan up lagi wkwkwkw
bikin ilfil tahu kelakuan mu yariii!!!
cobalah jadi laki laki gentleman gitu nah..akui kalau km yg gak bisa menghamili istrimu.
jangan diem ajj nyari aman.
kenapa setiap part "Julid" di buku kak Tara ini bikin hati dongkol..mbayangin yg ngomong persis mulutnya ibu² komplek yg suka ghibah.
rasa pengen ku remes mulut mertuanya xhyra
emosi akuhh🤭🙏🙏
yg ada malah bikin Xyxi jengkel.