NovelToon NovelToon
Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nur silawati

"Amelia kita sudah menikah, ingat perjanjian kita jika pernikahan ini hanya sementara. Aku menikahimu karena terpaksa.. jangan berharap banyak dari pernikahan ini. Aku pun tidak akan menyentuhnya."ucap Rudi.
Amelia gadis berasal dari desa kidul, bertemu dengan Rudi pria asal ibukota,ia seorang kontraktor yang sedang membangun jalanan di desa Amelia.
Amelia terpaksa menerima lamaran Rudi karena ingin melunasi hutang kedua orang tuanya.
Rudi terpaksa menikahi Amelia karena tunangannya Sarah hilang entah ke mana menjelang 1 minggu pernikahan mereka.
Sementara undangan sudah menyebar kemana-mana.
Untuk menutupi aib keluarga Rudi memilih Amelia untuk ia nikahi.
"Apapun persyaratannya aku terima yang terpenting uang yang kamu janjikan harus tepati..." jawab Amelia tegas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur silawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 33 dinas luar kota.

"  Lia lusa kita akan terbang ke  Sumatra untuk syuting  film. Cerita yang kamu tulis terjadi di pulau Sumatra. " Lia yang sudah diberitahu oleh Yudi dan Jihan sudah mempersiapkan diri.

"Baik Pak! Kira-kira berapa hari kita di Sumatera? "Tanya Amelia.

Reza sedang berpikir berapa hari mereka di Sumatra.

"Kurang lebih satu minggu.. bisa jadi lebih saya akan buatkan surat pernyataan jika orang tuamu mengizinkan kamu tugas di luar kota.." Reza sangat profesional dalam pekerjaan.ia harus mendapatkan Restu dan izin dari orang tua stafnya jika salah satu pegawai kantor harus dinas di luar kota.

Lia sudah membicarakannya pada orang tuanya Aisyah Dan kasih mengizinkannya.dan ia pun sudah izin kampus Jika ia ada tugas kantor diluar kota .

Lia meminta kuliah secara online. Pihak kampus tidak keberatan dengan permintaan  Lia.

Janda yang selalu dijuluki miskin oleh keluarga mantan suaminya itu. Sangat bersyukur urusannya selalu dipermudah oleh Allah..

" Pemain filmnya artis yang Saya tunjukkan  Pak? Karena artis itu yang cocok untuk memerankan peran film tersebut." Tanya Amelia. Dia sudah tahu sebenarnya artis yang ia tunjuk olehnya di acc oleh Reza.

Daripada tidak ada yang ia tanyakan lebih baik ia mengajukan pertanyaan supaya aktif di mata Reza.

" Yuppz..! Artis idola kamu yang namanya hampir sama dengan namaku yang jadi peran utama laki-laki.? Lia tersenyum melihat Bos-nya jealous.

"Karena artis tersebut sangat cocok dengan peran film yang skenario-nya saya tulis. Waktu saya menulis naskah, imajinasi Saya membayangkan artis tersebut sedang memerankan cerita yang saya tulis." Jawab Amelia.

"Susah kalau bicara dengan seorang penulis banyak ngelesnya. Dan tidak akan menang jika beradu argumentasi dengan penulis." Ucap Reza dengan nada kesal.

Lia tersenyum manis sambil menggelengkan kepalanya melihat bosnya yang sangat sensitif.

Lia kembali melanjutkan, aktivitasnya bekerja mempersiapkan segala kebutuhan untuk syuting di luar kota. Lia hanya mengerjakan intinya printilan  yang lain akan di handle oleh Jihan.

" Dari kantor yang berangkat 6 orang ya pak? artis dan crew berangkat terpisah dari kita." Ucap Lia. Ia sedang mendata siapa saja yang akan ikut ke lokasi syuting.

"Kalau bicara dengan seseorang, lihat lawan bicaramu? Bibirmu berucap tetapi matamu menatap komputer."protes Reza.

Lia memutar bola matanya malas mendengar protes  Reza  terus menerus...

"Bapak sedang PMS? Dari tadi sensi  terus bawaannya uring-uringan. Macam wanita yang sedang PMS saja.. memangnya harus ya, saling bertatap muka jika bicara. Saya kan sedang bekerja dan hanya bertanya untuk memastikan saja bukan sedang ngobrol."Lia balik protes ia tidak mau selalu disalahkan oleh Reza. Walaupun Lia tahu itu hanya  sebatas bercanda.

" Dasar wanita galakan  dia kalau dikomplain. Sudahlah Terserah kamu saja, dan jangan lupa  bagian cleaning service diikut sertakan untuk membantu di sana. Dua orang minimal untuk membuat kopi dan menyediakan makanan di sana. Kasih hati di ajak,satunya lagi terserah leadernya." Bukan tanpa sebab Reza mengajak kasih. Supaya meyakinkan orang tua Amelia jika mereka keluar Pulau benar-benar tugas pekerjaan.

Seketika wajah Amelia sumringah mendengar sahabatnya kasih diajak.

"Baik Pak dengan senang hati saya akan mengurus semuanya. By the way Laiba dan Astina tidak Bapak ajak sekalian supaya lebih seru?" Tanya Lia takut-takut.

"Tidak sekalian kamu sarankan saya mengajak Mama saya, mantan mertua. Orang tua kamu dan yang lainnya." Jawab Reza kesal.

" Itu kan hanya saran kalau diterima Alhamdulillah. Tidak diterima ya tidak usah sewot cepat tua. Emang sudah tua sih."celetuk Amelia.

Reza hanya menggelengkan kepala melihat Amelia yang selalu memiliki jawaban jika berdebat dengannya.

"Kamu itu seharusnya mengambil kuliah fakultas hukum. Kamu cocok untuk jadi pengacara, kamu pinter ngeles."ujar Reza.

" Dulu memang saya ingin menjadi pengacara. Tapi semua hanya keinginan sulit untuk terealisasikan saat itu karena biaya."jawab Lia pelan.

"Dulu kamu kuliah di universitas terbuka. Kenapa tidak mengambil fakultashukum?" Tanya Reza penasaran.

Nada bicara Reza lebih santai dan lebih lembut.

" Tidak ada fakultas hukum di UT waktu itu. Mungkin, sekarang sudah ada fakultas hukum di universitas terbuka." Jawab Amelia.

"Setelah lulus kuliah kamu nikah?"tanya Reza .

" Terserah Tuhan kasih jodohnya. Kalau setelah lulus saya menemukan pangeran yang baik hati dan tidak sombong, tidak perlu kaya yang penting sayang dengan saya dan keluarga. Dan menerima status janda. Tidak ada alasan saya untuk menolak Saya ingin menyempurnakan setengah agama dengan cara menikah lagi." Jawab Lia.

Tidak bisa dibohongi hati Lia ingin seperti wanita yang lain. Menikah dengan orang yang mencintai dan menyayanginya, dan memiliki keluarga kecil yang harmonis dan bahagia. Amelia ingin memiliki keluarga kecil dan harmonis itu.

"Makanya jadi perempuan itu peka.. terhadap orang di sekeliling dan dekat denganmu."ucap Reza.

Lia bukannya tidak peka dengan perhatian Reza padanya. Amelia tidak berani memulainya dengan Reza..

Perbedaan dirinya dan Reza dari status sosial sangat Jomblang. Bagaikan air dan minyak sulit untuk menyatu.

Kasta mereka sangat jauh berbeda dan sulit untuk disatukan.

Lia hanya Gadis miskin terlahir dari keluarga bibit dan bobot sederhana. Tidak ada darah bangsawan yang mengalir di tubuhnya. Pendidikan keluarganya pun sangat minim, jauh berbeda dengan keluarga  Reza. Lia tidak berani memulainya.

Ia  tidak mau membuat luka di hatinya menganga kembali. Pernikahan keduanya ini benar-benar harus selektif. Ia Tidak sembarangan ingin menikah karena tidak ingin gagal untuk yang kedua kalinya.

"Saya ini janda miskin Pak..! Dan saya tidak berani membuka hati untuk laki-laki yang berlente di kantor ini. Bapak kan tahu, saya janda miskin? Keluarga saya sangat miskin, saya bukan anak sultan atau anak pengusaha. Jadi saya harus tahu diri jika ingin membuka hati. Orang yang bekerja di kantor ini semuanya kelas tinggi Pak. kecuali saya dan kasih yang dari kaum rakyat jelata. Makanya saya cukup tahu diri." Reza menatap lekat wajah ayu milik Amelia.

"Tidak ada aturan di dunia ini jika orang mencintai harus sederajat.. jika laki-laki kaya harus menikah dengan wanita kaya dunia sepertinya tidak adil untuk Gadis miskin."jawab Reza asal.

"Faktanya memang seperti itu, anak pengusaha menikah dengan anak  pengusaha. Anak pejabat menikah dengan anak pejabat Kodratnya sudah seperti itu, jika ada pengusaha menikahi orang miskin hanya segelintir di antara triliyunan manusia."Reza membenarkan apa yang dikatakan Amelia. Buktinya Ia menikah dengan intan karena mereka sesama anak pengusaha.

"Kenapa tidak kamu buat hidupmu seperti cerita yang kamu tulis. Seorang Gadis tulang punggung keluarga. Dinikahi oleh lelaki kaya raya dan rumah tangga mereka harmonis dan bahagia."ujar Reza.

"Skenario dan novel yang saya tulis hanya fiksi, karangan imajinasi saya saja. Sebuah khayalan yang saya tuangkan menjadi sebuah cerita. Gadis miskin tulang punggung keluarga. dinikahi oleh lelaki pengusaha kaya raya. Hasil dari kesabarannya karena dijadikan ATM oleh keluarga sendiri. Saya suka menulis novel yang mengisahkan si miskin yang sukses.. dan itu hanya di cerita yang saya tulis. dunia nyata tidak ada seperti yang saya katakan walaupun ada segelincir di antara triliunan manusia."jawab Amelia lalu ia meneruskan kerjaannya menginput data-data kantor.

"Semoga saja skenario yang kamu buat dan novel yang kamu terbitkan. Akan menjadi nyata dalam hidupmu."Amelia menatap Reza dan tersenyum.

"Mustahil Pak!"jawab Lia singkat.

Reza merasakan jika perempuan yang ada di depannya itu sedang mengalami frustasi dan tidak percaya diri untuk memulai hal yang baru. Karena luka Hati yang ditancapkan sangat dalam oleh keluarga mantan suaminya.

1
Sella Rahmantoni
selamat membaca buku baruku teman-teman semoga suka🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!