NovelToon NovelToon
PACAR BAYARAN : Kukira Pelayan Ternyata Pewaris

PACAR BAYARAN : Kukira Pelayan Ternyata Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Percintaan Konglomerat
Popularitas:53.6k
Nilai: 5
Nama Author: F.A queen

Mikhasa tidak pernah menyangka jika cinta bisa berakhir sekejam ini. Dikhianati oleh pacar yang ia cintai dan sahabat yang ia percaya, impian tentang pelaminan pun hancur tanpa sisa.

Namun Mikhasa menolak runtuh begitu saja. Demi menjaga harga diri dan datang dengan kepala tegak di pernikahan mantannya, ia nekat menyewa seorang pelayan untuk berpura-pura menjadi pacarnya, hanya sehari semalam.

Rencananya sederhana, tampil bahagia dinikahan mantan. Menyakiti balik tanpa air mata.

Sayangnya, takdir punya selera humor yang kejam. Pelayan yang ia sewa ternyata bukan pria biasa.
Ia adalah pewaris kaya raya.

Mikhasa tidak bisa membayar sewa pria itu, bahkan jika ia menjual ginjalnya sendiri.

Saat kepanikan mulai merayap, pria itu hanya tersenyum tipis.

“Aku punya satu cara agar kau bisa membayarku, Mikhasa.”

Dan sejak saat itu, hidup Mikhasa tak lagi tenang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F.A queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part Dua Puluh Dua

"Tuan terlihat pucat pagi ini," ucap Pak Edo.

Mikhasa membawa pandangan pada Pak Edo.

"Apakah Tuan sakit?" Tanya Mikhasa. Berpura-pura tidak mengerti keadaan Axel yang sesungguhnha. Juga untuk mengetahui apakah Pak Edo tahu tentang sakit Axel atau tidak.

Pak Edo membenarkan kaca matanya lalu menatap Mikhasa. "Saya pikir, anda tahu tentang keadaan, Tuan Axel," katanya. "Apakah sungguh anda tidak tahu?"

"Saya hanya tahu sedikit tentang beliau," jawabnya rendah.

"Tuan mengalami kecelakaan hebat tiga tahun yang lalu," jelas Pak Edo. Penjelasan yang sama yang pernah Mikhasa dengar dari Nyonya besar. Pak Edo kemudian menambahkan dengan sebuah permintaan tulus dari hatinya, "Nona, mohon jaga tuan dengan baik. Saya percaya pada anda."

Mikhasa semakin menatap Pak Edo. "Saya akan berusaha, Pak," jawab Mikhasa.

Pak Edo tersenyum lembut. "Sebelum saya menjadi asisten Tuan di perusahaan ini, saya adalah pengasuhnya dari kecil. Jadi saya menyayanginya seperti menyayangi putra saya sendiri," jelas Pak Edo dengan tenang penuh perhatian.

Mikhasa hanya diam. Ia memperhatikan komputer yang menyala terang di depannya. Sekali lagi ia disadarkan bahwa keberadaan di perusahaan ini hanyalah sebagai pajangan dan penenang hati sang Tuan Muda.

Bukankah ia sudah tahu dari awal tapi kenapa sekarang rasanya menyakitkan. Dia disini, tapi bukan Mikhasa.

'Semangat, Mikhasa. Jangan hiraukan apapun. Kan namanya juga pengasuh. Namanya juga bibi perawat ya harus merawat orang sakit. Yang penting cuan ngalir. Punya tabungan banyak, beli apapun yang ku pengen, lalu pergi keliling dunia.' Mikhasa menyemangati dirinya sendiri.

Hari ini, Mikhasa mulai menerima beberapa jadwal Axel, juga belajar bagaimana cara mendampingi Axel saat meeting dengan client dalam dan luar negeri.

Pak Edo keluar ruangan saat bel istirahat siang. Sekarang, hanya tinggal Mikhasa dan Axel di ruangan yang luas ini.

Axel tetap diam di tempatnyajarinya, tubuhnya tegak, sorot matanya terkunci pada layar. Jarinya sibuk menari diatas keyboard dengan cepat.

Dari meja sebelah kanan, Mikhasa menatap pria itu lama. Pikirannya berkecamuk tapi semuanya ia tekan rapat. Ia mengambil nafas dalam. Menenangkan hati dan pikirannya.

Mikhasa akhinya beranjak, lalu melangkah ke meja Axel. Ia berdiri tepat di depan meja pria itu.

Menyadari keberadaan Mikhasa, Axel mendongak, membawa pandangan pada gadis itu. Menatapnya dengan keteduhan.

"Apa ada yang ingin kau laporkan?" Tanyanya.

Mikhasa mengangguk pelan. "Iya," jawabnya.

"Katakan."

"Sudah waktunya makan siang, Tuan."

Axel memiringkan kepalanya, menatap wajah Mikhasa lekat-lekat, mencari titik kesedihan, ketakutan dan amarah yang tadi pagi sangat jelas terlihat, tapi yang ia temukan justru pandangan mata yang jernih, tenang dan profesional. Bahkan ada binar kecil di sana yang tersimpan indah.

"Apakah saya harus membawanya kesini untuk anda?" Tanya Mikhasa lagi, kali ini desertai dengan sedikit senyuman. Sebuah senyuman seorang perawat yang tengah merayu pasiennya agar mau makan.

"Kau marah padaku?" Tanya Axel rendah penuh kehati-hatian. "Mikhasa... Aku tidak ada niat buruk padamu. Ku harap kau tidak berpikir bahwa aku akan menyakitimu. Tolong jangan berpikir seperti itu."

Mikhasa mengalihkan pandangan sejenak, mengambil nafas dalam lalu kembali menatap Axel dengan senyum.

"Saya masih memerlukan pekerjaan ini, mana mungkin saya marah," jawabnya ringan.

Axel menatapnya lebih lekat. "Diluar pekerjaan ini, kau marah padaku."

Mikhasa tersenyum lagi, bahkan lebih lebar dan manis.

Axel segera berkata, "Jangan tersenyum jika hatimu terluka karena sikapku, Mikha. Aku minta maaf. Tolong jangan takut padaku dan tetaplah di sini."

1
Q⃟🆄𝐞𝐞𝐧🦋
Kangen mikha, nongol juga akhirnya
Ayu Putri
akhirnya yg dtnggu" Up😍
terimakasih
Septiyani Hasanah
akhir nya
Septiyani Hasanah
knp ga lanjut thor
Nunuk Bunda Elma
satu rahasia besar hidup Mikhasa dan Liora telah terungkap
meski masih dirahasiakan oleh Axel
agar Mikhasa tidak makin sedih
semoga Mikhasa segera menemukan kebahagian nya
Nay@ka
masih menunggu
Shabiru💙
ngak ada..dikangenin kan😁😁😁😁😁nyebelinnya...itu yang bikin kangen Mikha😄😄😄😄🥰🥰🥰🥰
Shabiru💙
ngak ada notif🤔🤔🤔
☀IKA APRIL SSC🌷
sabar Mikha sabar yaaa🤣 ada Axel atau gk ada Axel kmu sllu dalam pantauan diaa😄
☀IKA APRIL SSC🌷
gk ada notif dan ternyata sudah up beberapa hari😩
daaaan akhir nya kau mengakui yaaa Armin klo kau ada hati ma Mikha dan skrg waktu nya kau meyakinkan Mikha
Athul Kuswatul Hasanah
waaaaw kereeeen....🥰🥰
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️
abang kemana kak ko lama bgt ngilangnya
Nabila Syakib
makasih kak nas 😍
taju gejrot
giliran Axel nya gak ada, Mikha nyari.
kendra maulana
trimkasih kak..
selalu menunggumu
Nay@ka
terimakasih sudah up lagi thor
Nay@ka
akhirnya semoga mikha jg merasakan hal yang sama
Q⃟🆄𝐞𝐞𝐧🦋
Kira2 mikha percaya ga ya exel tulus
Q⃟🆄𝐞𝐞𝐧🦋
Jadi mereka kembar apa ga ini, malah di bikin penasaran 🏃🏃
dian rahma
aku sangat bahagia dan lega krn ternyata Axel benar-benar tulus pd Mikha, bukan hanya krn sosok Liora. Mikha yg selalu merasa tdk berharga untuk siapapun, kecuali atas "harga" yg dia berikan.
tp Axel bakal kecewa pd Mikha gak ya, kalo dia tau kesepakatan antara Mikha dan Ibunya. atau malah Axel akan marah pd mamahnya krn memperlakukan Mikha seperti itu
zee: kenapa lamaa banget update nya ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!