NovelToon NovelToon
Aku Bukan Milik Langit

Aku Bukan Milik Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang / Budidaya dan Peningkatan / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

Di dunia yang tunduk pada Mandat Langit, kultivasi bukan sekadar kekuatan, melainkan belenggu. Setiap embusan qi dikenakan pajak oleh langit, dan mereka yang membangkang akan dikutuk dalam kehancuran. Di tengah tatanan tiran ini, hiduplah Li Shen, seorang yatim piatu fana dengan meridian cacat yang dianggap sampah oleh dunia.

Namun, penolakannya terhadap anugerah langit justru menarik perhatian Dewa Xuan Taiyi.

Selama seratus tahun, Li Shen ditempa dalam isolasi dimensi Taixu Shengjing, mengasah Kehendak Murni yang tidak mampu diintervensi oleh dewa mana pun. Ia bangkit kembali bukan sebagai pahlawan, melainkan sebagai Penolak Takdir.

Perjalanan panjangnya di mulai dari Perkumpulan Tanpa Mandat, sebuah gerakan revolusi rakyat kecil Lianzhou yang muak dengan penindasan langit. Bersama Yan Shuhua (Hua'er), gadis pembunuh bayaran yang setia, dan Ru Jiaying, penjinak binatang roh misterius, Li Shen memulai perang mustahil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 : Jing'an di Balik Tirai Merah

Perjalanan Li Shen menuju Jing’an memakan waktu lebih dari seminggu. Ia tidak pernah merasa perlu untuk tergesa. Sejak awal, ia memilih menjauhi jalan utama, menembus hutan dan menyeberangi sungai dengan langkah mantap, tidur di tempat yang jauh dari keramaian, lalu kembali berlatih pedang dan latihan fisik pada malam hari. Tubuh barunya benar-benar membuat segalanya terasa lebih ringan. Gerakannya cepat, napasnya panjang, dan kelelahan jarang singgah.

Sore itu, matahari telah condong ke barat ketika suara derap kaki kuda dan roda kereta terdengar dari kejauhan. Bunyi itu muncul mendadak, memecah keheningan jalan setapak yang jarang dilalui orang. Li Shen segera menyingkir ke balik semak belukar di tepi hutan dan merendahkan tubuhnya ke tanah. Dari sela-sela daun, ia mengamati jalan di depannya.

Sebuah rombongan kereta melintas. Kereta itu tampak mewah, ditarik oleh empat ekor kuda hitam gagah dan dikawal enam orang bersenjata tombak. Permukaan kayunya berkilau, dengan lambang sekte terukir di sisi. Penjaga-penjaga itu mengenakan jubah biru yang warnanya telah memudar, tampak seperti kultivator tingkat tiga dari Paviliun Tianlu. Rombongan semacam ini biasanya milik pedagang kaya atau utusan bangsawan.

Li Shen memperhatikan dengan saksama. Di kejauhan, gerbang Jing’an sudah terlihat. Temboknya menjulang tinggi seperti dinding gunung dan dijaga ketat oleh para kultivator yang memeriksa setiap orang yang masuk, terutama mereka yang membawa senjata. Pedang di punggungnya, meski terbungkus rapi, tetap akan mengundang kecurigaan. Ia tidak berniat menimbulkan keributan di gerbang. Bisa jadi langkahnya terhenti sebelum semuanya sempat dimulai.

Tiba-tiba saja rombongan itu berhenti. Salah satu kuda di barisan depan meringkik gelisah dan mengangkat kaki depannya, enggan melangkah lebih jauh. Seorang pengawal turun dan memeriksa hewan itu dengan wajah waspada.

“Kuda ini aneh,” keluhnya. “Sejak pagi gelisah terus. Mungkin mencium bau binatang buas.”

Beberapa penjaga lain ikut mendekat. Setelah berdebat singkat, mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Kuda itu dituntun dengan agak dipaksa, langkahnya lebih lambat dari sebelumnya.

Li Shen berpikir cepat. Ini adalah kesempatan. Kereta semewah itu kemungkinan besar akan masuk kota melalui gerbang khusus, dengan pemeriksaan yang jauh lebih longgar. Jika ia bersembunyi di bawah kereta, ia bisa lolos tanpa menarik perhatian. Tembok kota sudah dekat. Ia hanya perlu bertahan sebentar.

Ia menunggu hingga rombongan itu lewat sepenuhnya, lalu bergerak dari balik semak. Dengan kecepatan yang nyaris tak terlihat, tubuhnya menyelinap ke bawah kereta ketika perhatian para penjaga teralihkan. Tangannya mencengkeram balok-balok rangka kayu di bawah lantai kereta, tubuhnya menggantung rendah seperti seekor laba-laba. Kaki-kaki kuda berderap dekat wajahnya, roda kereta berputar di samping tubuhnya, debu jalan beterbangan hingga perih di mata. Ia menahan semuanya. Genggamannya tetap kuat, napasnya teratur meski setiap guncangan terasa kasar.

Kereta terus melaju, membawa Li Shen bersamanya. Sementara pandangannya terbatas, hanya tanah yang berlalu di bawah dan kaki para penjaga yang berjalan di sisi kereta.

Lalu, tanpa peringatan, hawa dingin merambat di lehernya.

Ujung belati tipis menyentuh kulitnya, tepat di dekat urat nadi. Li Shen membeku sejenak, namun tidak panik. Sebuah suara lirih terdengar dari atas. Suara seorang wanita yang begitu dingin.

“Siapa kau?” bisiknya. “Kenapa bergelantungan di bawah keretaku seperti monyet?”

Li Shen mengangkat pandangan. Melalui celah kecil di lantai kereta, sebuah lubang ventilasi tersembunyi yang dapat dibuka dari dalam, ia melihat wajah seorang wanita muda menunduk ke arahnya. Tudung cokelat tua menutupi rambutnya, sementara masker kain atau cadar abu-abu menutup mulut dan hidung. Hanya sepasang mata tajam seperti elang yang tampak jelas. Jubahnya berwarna cokelat kemerahan dengan bordir halus, tertutup rapat, namun dari caranya bergerak, Li Shen tahu wanita ini terlatih dan berbahaya.

Di balik celah itu, sekilas ia melihat bagian dalam kereta. Kursi beludru, ukiran halus, kantong-kantong kecil yang tampaknya berisi emas. Adapun di salah satu sudutnya, seorang bangsawan tua terduduk kaku. Matanya terbelalak tanpa cahaya kehidupan. Darah mengalir tipis dari lehernya yang tergorok rapi. Mayat itu masih segar.

Li Shen tetap tenang. Ia berbicara pelan agar suaranya tidak terdengar oleh para penjaga di depan. “Aku hanya seorang pengelana yang ingin masuk kota tanpa menarik perhatian. Kehadiranku tidak akan merugikanmu.”

Belati itu menekan sedikit lebih dalam, cukup untuk membuat kulitnya terasa perih, namun tidak melukai.

“Pengelana?” Wanita itu mencibir dingin. “Tubuhmu seperti kultivator, tapi kau tak membawa mandat qi. Kau terlalu mencurigakan. Siapa yang mengirimmu? Tianyuan, atau sekte lain?”

Senyum tipis muncul di sudut bibir Li Shen. “Tak ada yang mengirimku. Aku berjalan sendirian, dan aku tak punya urusan denganmu ataupun rombongan ini. Jika kau tidak membolehkanku, aku akan turun.”

Tatapan wanita itu menyempit, seolah berusaha menembus pikirannya. “Tak ada orang waras yang menyusup ke kereta bangsawan sendirian tanpa rencana. Aku sedang menjalankan misi. Ganggu aku, dan kau mati di sini.”

Li Shen tidak bergerak. “Jika aku mati, para penjaga bisa mendengarnya. Kau sendiri yang akan rugi.”

Wanita itu terdiam sejenak. Belatinya masih di leher Li Shen. Lalu, perlahan, ia menarik senjata itu kembali. “Baik, Kau ikut sampai masuk kota. Tapi jika kau bergerak aneh, kepalamu akan terpisah dari tubuhmu dan aku tidak peduli akan resikonya.”

Li Shen hanya mengangguk. Wanita itu menutup kembali celah lantai dan menghilang dari pandangannya.

Kereta terus berjalan. Li Shen tetap menggantung di bawahnya. Tubuhnya mampu menahan guncangan, tetapi pikirannya berputar. Wanita tadi jelas bukan orang biasa. Seorang pembunuh, atau mungkin kurir rahasia. Ia tidak bertanya. Nalurinya hanya memberi satu peringatan. Wanita itu berbahaya.

Tak lama kemudian, kereta tiba di gerbang selatan Jing’an. Bukan gerbang utama yang dijaga ketat, melainkan pintu khusus bagi rombongan bangsawan yang hendak masuk ke distrik hiburan malam. Para penjaga memberi salam hormat tanpa pemeriksaan mendalam. Rombongan ini jelas memiliki izin khusus. Kereta pun melaju masuk dengan mulus, dan Li Shen ikut terbawa tanpa diketahui siapa pun.

Di dalam kota, kereta berhenti di sebuah gang belakang rumah bordil mewah. Li Shen menunggu sejenak sebelum menyelinap keluar dari bawah kereta dan bersembunyi di balik bayangan kota. Wanita bertudung itu turun dengan cepat, membawa bungkusan-bungkusan, lalu menghilang di tengah keramaian tanpa menoleh sedikit pun.

Li Shen bangkit perlahan dan menatap kota di hadapannya. Jing’an menjulang megah, dengan tembok-tembok tinggi yang melingkar seperti naga, menara-menara runcing yang menusuk langit, serta paviliun berkilau dengan aksara mandat yang bersinar samar. Namun dari distrik Hongluo ini, kontrasnya terasa jelas. Gang-gang sempit dipenuhi sampah. Lentera merah bergantung seperti tetesan darah. Alunan guzheng bercampur tawa dari rumah-rumah bordil, aroma parfum mawar murahan bercampur asap masakan.

Wanita-wanita penghibur berpakaian tipis tengah berpose di ambang pintu, sementara pria berjubah mewah berbisik dengan pedagang gelap di sudut gang. Dari atap bangunan, lambang-lambang bunga mekar dipasang untuk memikat tamu kaya dan para lelaki hidung belang.

Ini adalah distrik hiburan malam yang busuk, pikir Li Shen. Di balik kemewahan Jing’an, rakyat jelata berdesakan di lorong-lorong kumuh. Anak-anak kurus dengan mata cekung mengingatkannya pada desa Qingshui. Buruh-buruh berlumur debu berjalan pulang dengan langkah berat. Dari tempatnya berdiri, ia bisa melihat wajah kota ini sepenuhnya. Di pusat, istana gubernur berdiri megah, menara menjulang seperti pilar langit yang mengawasi segalanya. Namun di pinggiran seperti Hongluo, bayangan gelap tumbuh subur. Tempat rahasia dilahirkan dan kematian berlalu tanpa pernah dicatat.

1
MuhFaza
bagus. lanjutkan
yuzuuu ✌
bau2 istri MC 🤭
yuzuuu ✌
lanjut lanjutt lanjut thor..... suka bngtt 😍
MuhFaza
lanjutt
yuzuuu ✌
wkakaka mampus
yuzuuu ✌
bakal se op apa beliau2 ini 👀
MuhFaza
baguss
MuhFaza
tpikal novel zero to hero
yuzuuu ✌
wakakak 🤣👍
yuzuuu ✌
meskipun menolak pemberian langit tapi nggak mulai dari nol yh,. si Xuan yg kasi secara cuma2 atw karena li Shen membunuh bayangan2 di taixu jadi naik tingkat?
yuzuuu ✌
apakah nanti jadi jodohnya huaer? 👀🤭
DanaBrekker: /Doge/
total 1 replies
yuzuuu ✌
🤣/Sob/
yuzuuu ✌
jarang nemu novel yang pembukaannya rapi begini thor. semangat 👍
DanaBrekker: /Good/
total 1 replies
yuzuuu ✌
suka tipe MC sampah begini di awalnya. tinggal jejak dulu thor, lanjutkan 👍
DanaBrekker: /Good/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!