NovelToon NovelToon
Gadis Yang Terlupakan

Gadis Yang Terlupakan

Status: tamat
Genre:Keluarga / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Romantis / Cinta Murni / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:806.2k
Nilai: 5
Nama Author: Cumi kecil

Ayla tumbuh sebagai gadis yang terasingkan di rumahnya sendiri. Sejak kecil, kasih sayang kedua orang tuanya lebih banyak tercurah pada sang kakak, Aluna gadis cantik yang selalu dipuja dan dimanjakan. Ayla hanya menjadi bayangan, tak pernah dianggap penting. Luka itu semakin dalam ketika ia harus merelakan cinta pertamanya, Arga, demi kebahagiaan sang kakak.

Tidak tahan dengan rasa sakit yang menjerat, Ayla memilih pergi dari rumah dan meninggalkan segalanya. Lima tahun kemudian, ia kembali ke ibu kota bukan sebagai gadis lemah yang dulu, melainkan sebagai wanita matang dan cerdas. Atas kepercayaan atasannya, Ayla dipercaya mengelola sebuah perusahaan besar.

Pertemuannya kembali dengan masa lalu keluarga yang pernah menyingkirkannya, kakak yang selalu menjadi pusat segalanya, dan lelaki yang dulu ia tinggalkan membuka kembali luka lama. Namun kali ini, Ayla datang bukan untuk menyerah. Ia datang untuk berdiri tegak, membuktikan bahwa dirinya pantas mendapatkan cinta dan kebahagiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3. JEBAKAN KATA-KATA.

Siang itu, matahari menyinari halaman rumah keluarga Arga dengan terik. Di teras depan, seorang pembantu membuka pagar untuk tamu yang datang. Sebuah mobil putih berhenti, dan dari dalamnya keluar Aluna dengan kacamata hitam besar menutupi wajah cantiknya.

Ia melangkah masuk dengan percaya diri, bibirnya tersenyum manis meski hatinya penuh niat tersembunyi.

“Selamat siang, Bu.” Ia menyapa ramah ibu Arga yang kebetulan sedang duduk di ruang tamu.

“Oh, Aluna. Silakan masuk. Arga ada di kamarnya. Panggil saja,” jawab ibu Arga dengan senyum hangat.

Aluna mengangguk sopan, lalu segera menuju kamar Arga di lantai dua. Ia mengetuk pintu beberapa kali.

“Masuk,” terdengar suara Arga dari dalam.

Saat pintu dibuka, Arga tampak sedang duduk di kursi dekat jendela, buku terbuka di pangkuannya. Wajahnya tenang, tapi tatapan matanya penuh jarak ketika melihat siapa tamunya.

“Aluna,” ucapnya singkat.

Aluna tersenyum lebar, berjalan mendekat tanpa ragu. “Arga, aku butuh kamu hari ini. Temani aku belanja, ya? Ada beberapa acara penting, dan aku butuh selera kamu untuk pilih gaun.”

Arga menghelai nafas panjang. “Aluna, hari ini aku ingin istirahat. Besok saja, atau ajak temanmu yang lain.”

Namun, Aluna tidak menyerah. Ia duduk di tepi ranjang, menatap Arga dengan sorot mata penuh manja bercampur tuntutan. “Arga, kamu tahu aku paling nyaman kalau ditemani kamu. Ayolah… cuma sebentar. Aku janji tidak akan lama.”

Arga menutup bukunya, lalu berdiri. “Bukan soal sebentar atau lama, Aluna. Aku memang sedang tidak ingin keluar.”

Rona wajah Aluna seketika berubah. Senyum manisnya memudar, digantikan ekspresi yang lebih licik. Ia tahu, jika terus memaksa dengan cara halus, Arga tetap akan menolak. Maka ia memainkan kartu lain kartu yang sejak awal ia simpan rapat.

“Arga,” panggilnya lirih, berpura-pura ragu. “Kamu sudah tahu soal Alya, kan?”

Mata Arga menajam, tubuhnya sedikit menegang. “Alya? Kenapa dengan dia?”

Aluna menunduk sejenak, lalu menatap Arga dengan ekspresi iba. “Aku kasihan sekali dengan Papa dan Mama. Mereka begitu kecewa. Bayangkan saja, adikku kabur dengan seorang laki-laki, entah siapa. Parahnya lagi, dia membawa perhiasan Mama. Kamu bisa percaya itu? Dia tega sekali.”

Arga membeku. Kata-kata itu masuk seperti duri menusuk jantungnya. Alya gadis yang ia kenal penuh kesederhanaan, yang selalu menjaga harga diri, yang bahkan menolak hadiah kecil darinya dulu karena takut dianggap menyusahkan. Apakah mungkin Alya melakukan hal itu?

“Aluna… apa kamu yakin dengan yang kamu katakan?” suaranya pelan, tapi bergetar menahan emosi.

Aluna buru-buru mengangguk. “Tentu. Aku tidak mungkin berbohong soal ini. Papa dan Mama marah besar, tapi ya… mau bagaimana lagi? Dia sudah memilih jalan itu. Aku hanya berharap kamu tidak lagi memikirkan dia. Tidak pantas, Arga. Alya sudah menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya.”

Arga menggenggam buku di tangannya begitu erat, hingga buku itu hampir kusut. Ada pertarungan sengit di dalam hatinya. Satu sisi, ia mengenal Alya lebih dari siapa pun. Sisi lain, berita yang ia dengar datang dari mulut kakaknya sendiri orang yang mestinya dekat dengan Alya.

Selama ini Arga tidak pernah tau bagaimana perlakuan Aluna dan juga kedua orang tuanya terhadap Alya. karena Alya, tidak pernah bercerita.

Melihat keraguan di wajah Arga, Aluna tersenyum samar. Ia tahu racunnya mulai bekerja.

“Jangan sampai kamu ikut terbawa masalah, Arga. Kamu terlalu berharga untuk itu. Fokuslah padaku… pada kita.” Suaranya lembut, penuh manipulasi.

Arga menutup matanya sejenak. Hatinya menolak untuk percaya, tapi pikirannya goyah. Bayangan wajah Alya muncul mata bening penuh luka, senyum sederhana yang selalu membuatnya hangat. Bisakah gadis itu benar-benar tega melakukan semua tuduhan itu?

Sementara Aluna, dengan penuh kemenangan, meraih tangan Arga. “Ayo, temani aku. Jangan pikirkan dia lagi. Alya sudah memilih jalannya. Biarlah dia hilang bersama pilihan buruknya.”

Arga tidak menjawab. Ia hanya berdiri, menatap kosong ke arah jendela. Namun, hatinya terasa semakin berat antara percaya pada cerita Aluna, atau tetap memegang keyakinannya pada Alya.

1
maen games
bagi saya, ceritanya menarik tapi hanya sampai bab 7 saja, menjaga martabat dan wibawa, ujungny2a ditidurin sebelum menikah, bab berikutnya paling konflik antar karakter tapi intinya sudah tamat di bab 7
Luphie Phie
anak sam apa Arga nih thor
Luphie Phie
ini mengingatkan ku pada dialog cinta d AAC 2 thor, mleyot aku,,,
Luphie Phie
lah katanya Arga tempat alya bercerita. kok ini mah gak tau sih Thor sifat Aluna dan keluarga gimana,,,
Asiana Tyas
laki2 munafik thor dan nggak ada pendirian...buang aja
Asiana Tyas
ngapain alya pke tidur dg arga thor
Asiana Tyas
laki2 oon
Fitrie Sadewo
good job
Lina Suwanti
dasar maling
Lina Suwanti
nyonya Dirgantara anda yg akan menyesal setelah tau siapa sebenarnya Aluna n orang tuanya yg ternyata hanya seorang pelayan yg berkhianat
Johanah Tata
ternyata Alya murahan ya ampuuun. salah judul author yang terhormat tolong koreksi dong. bener bintang 1
Johanah Tata
cerita tidak sesuai, katanya gadis tangguh sudah berbeda dari yang dulu eh ternyata disini diceritakan menjadi murahan dan menjijiiiiiiiiiiiiiiikaaaaaaaaaaannnn
Johanah Tata
ini heran yang buat cerita masa ujug-ujug langsung tidur bareng tampa ada hubungan asli murah banget, najiiiiiiiiiiiiiiiiiiiis menjijiiiiiiiiiiiiiiikaaaaaaaaaaannnn ta kira mau dibuat menjadi gadis tangguh lah ini belum apa-apa sudah murahan. penilaian harus bintang 1 kalau seperti ini
Yeni Aprilia
kenapa suka di skip
Neni Mulyani
seruu..thorr💪💪💪
gempi
u
Heny
Ternyata alya anak sultan
Heny
Smg alya dpt sultan dan disayang
Kusmia Mia
Wadhh...harus gitu yaa si alya....ko kesan ny jd dak pnya harga diri dgn menghalalkan segala cr utk.mencapai tujuan......sm aja jual diri dong..m
Neni Mulyani
bagusss😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!