NovelToon NovelToon
The Legend Of Xuan

The Legend Of Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Pena_Novel

Kelahirannya menciptakan badai dahsyat. Di saat yang sama, klan Erlang kalah telak. Kekalahan itu membuatnya dicap sebagai anak pembawa sial. Bukan hanya hampir menghilang dari alam langit, klan Erlang juga harus membayar pajak ke klan Liu setiap. tahunnya.
*******
Erlang Xuan, nama yang sama dengan Leluhur klan, tapi nasib mereka berbeda. Jika Leluhur terlahir dengan kekuatan tak terbatas, maka dia terlahir dengan tubuh cacat. Selama belasan tahun, ia disiksa dan direndahkan. Bahkan, karena masalah sepele, ayahnya menghukumnya.
Karena tak punya dantian dan meridian, Erlang Xuan tak bisa berkultivasi. Sampah pembawa sial, itulah julukannya. Tak ada yang tahu bahwa dibalik tubuh cacat itu tersembunyi sesuatu yang akan mengguncang alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31 Utusan Sekte Ombak

"Selesai juga!"

Erlang Xuan menatap tanah luas yang kini menjadi makam. Di sana dibangun sebuah kuil peringatan. Terlebih lagi sebagian besar korban adalah anggota klan Zhang.

"Benar-benar melelahkan! Tahu gini, lebih baik mayat orang-orang angkuh ini kubakar!" Zhang Xue menatap makam itu dengan kesal. Orang-orang yang dikubur adalah sekumpulan orang sombong dan angkuh. Tidak ada yang benar-benar baik. Kalaupun ada yang baik, itu hanya topeng belaka.

Wuuuussss

Belum sempat meninggalkan area pemakaman, seseorang yang memakai jubah dengan warna sama muncul di sana. Ia tidak mengucapakan sepatah kata pun, melainkan langsung memberikan gulungan.

"Sekte ombak membutuhkan murid. Kalian adalah orang yang terpilih!" Orang itu berbicara seolah kata-katanya sudah final dan tak bisa lagi dirubah.

"Maaf, kami tidak tertarik!" Gulungan itu dikembalikan sebelum dibuka. Hal itu membuat wajah pria tersebut memerah. Ia menatap tajam Erlang Xuan, pemuda dengan mata yang tertutup kain putih.

"Atas dasar apa kamu menolak?" tanyanya dengan nada tak suka.

"Keputusan sekte itu mutlak! Kaisar sekalipun tidak bisa menolak!" lanjutnya.

"Kalau boleh tahu, apa yang dimiliki oleh sekte ombak?" tanya Zhang Xue.

"Pertanyaan yang bagus! Sekte kami adalah sekte terkuat di wilayah Xuanwu dan terkuat ketiga di wilayah tengah. Sekte Ombak sangat kaya, dan murid-murid tidak akan kekurangan sumber daya!" Pria itu menjelaskan dengan singkat, tapi dengan tatapan merendahkan.

"Sayang sekali, kami kelebihan sumber daya! Jadi, silahkan cari murid lain!" Zhang Xue menolak dengan halus. Meski begitu, pria itu tetap saja tidak terima.

"Kurang ajar!" Pria itu mengepalkan tangan hingga gulungan yang dipegangnya hancur.

"Menolak berarti mati!" Pria itu menghunus pedangnya. Tanah di sekitar pemakaman bergetar hebat. Pedang dengan kekuatan sedahsyat itu dapat membunuh siapapun dengan mudah.

Taakkk

Erlang Xuan menjepit pedang itu dengan dua jari. Tak sampai semenit, pedang tersebut retak kemudian hancur berkeping-keping. Serpihan-serpihan pernah terlempar ke mana-mana. Bahkan, salah satu serpihan menancap di wajah pria itu.

"Kurang ajar!"

Di tanah kosong itu, domain air tercipta. Domain tersebut mengurung Erlang Xuan dan juga Zhang Xue. Mengira bahwa domainnya tak terkalahkan, ia mengurangi kewaspadaannya dan menghampiri dua orang yang terkurung.

"Sekte mengubdang kalian secara langsung, dan itu merupakan keberuntungan yang besar! Karena kalian menolak, kematian adalah jalan satu-satunya."

Pria itu mengangkat tangannya, dan menggerakkan domainnya. Tiba-tiba saja, domainnya bergerak berlawanan arah. Bukan hanya itu, domain airnya berubah menjadi domain es yang dingin.

"Pak tua, kamu terlalu angkuh!" Erlang Xuan menjentikkan jarinya, dan domain itu hancur berkeping-keping.

"Ini peringatan untukmu! Setelah hari ini, sekte ombak akan memaksa kalian berlutut!" Pria itu berbalik dan membuka portal menggunakan sebuah giok.

"Bodoh!" gumamnya.

Wuuuussss

Cahaya aneh melesat dan memasuki lautan jiwa pira itu. Cahaya tersebut membentuk sebuah segel yang mengendalikan jiwa pria tersebut. Bukan hanya jiwa, pikirannya pun bisa dikendalikan dengan sangat mudah.

"Orang tua, setelah tugasmu selesai, jiwamu akan meledak!" Ia hanya menepuk pundak pria itu. Seolah tersadar, pria tersebut memasuki portal seolah tidak terjadi apa-apa.

********

Cahaya jingga menghilang, digantikan oleh langit malam yang gelap. Satu per satu, bintang bermunculan, disusul oleh bulan yang bersinar terang. Di bawah langit malam, dua orang duduk santai menikmati malam sembari memakan daging panggang.

"Aku berharap ibuku masih hidup!" Zhang Xue menatap langit malam. Malam berbintang dengan bukan cembung mengingatkannya kepada ibunya, wanita yang menyayanginya tanpa syarat.

"Untuk menemukan jawabannya, kita harus bertanya langsung kepada kakekmu. Jika ibumu masih hidup, seharusnya keberadaannya disembunyikan,"

"Klan Shen!" Zhang Xue menatap langit malam. Ibunya adalah adalah putri Patriark klan Shen. Tanpa alasan yang jelas, ayah dan ibunya bertemu di rumah bordil. Karena itu, orang-orang sering kali menyebutnya anak seorang wanita malam.

"Klan Shen?" Erlang Xuan menyipitkan matanya. Ia tahu, Leluhurnya dulunya merupakan anggota klan Shen, tepatnya anggota buangan. Karena marah, namanya dibalik, dari Shen Erlang menjadi Erlang Shen.

"Darah yang dikhianati! Klan Shen, aku akan mendatangi tempat itu!" ucapnya.

"Ada orang!" Ia beranjak dan menatap lurus ke depan. Beberapa puluh meter dari tempatnya, seorang pemuda yang terluka parah melarikan diri dari kejaran beberapa orang. Jarak pemuda itu dengannya semakin dekat, dan orang yang mengejar melepaskan sebuah anak panah.

Syuuuutttt

Anak panah itu melesat dengan cepat. Dengan sisa kekuatannya, pemuda itu menghindar, sehingga panah tersebut melesat ke arah Erlang Xuan dengan cepat.

"Hm, satu lawan empat, benar-benar tidak adil!" Ia menjentikkan jarinya, dan panah itu berbalik dan melesat ke arah pemuda yang memegang busur dengan sangat cepat.

Akkkh!

Teriakan seseorang terdengar jelas. Hal itu membuat pemuda yang terluka panik. Karena kurang fokus, ia terjatuh tepat di hadapan Erlang Xuan.

"Shen!" Erlang Xuan menyipitkan matanya. Pemuda didepannya berasal dari klan Shen, klan yang membuang Leluhurnya di masa lalu.

"Lencana giok!" Ia mengambil lencana itu. Di beberapa klan, lencana giok menunjukkan status pewaris atau Tuan Muda pertama. Bahkan, dibeberapa cabang klan Erlang, Tuan Muda pertama juga memegang lencana giok.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia memberikan pil penyembuh ke pemuda itu. Shen, klan itu membuathya marah, seolah Leluhurnya mewariskan kebenciannya terhadap klan yang telah membuangnya. Meski begitu, orang yang membutuhkan harus ditolong, meski yang membutuhkan pertolongan adalah orang yang paling dibencinya.

"Terima kasih, Tuan Muda! Namaku Shen Lang!" Pemuda itu mengulurkan tangannya, tapi tatapan dingin lawan bicara membuatnya terkejut dan ketakutan.

"Erlang Xuan!"

"Erlang!" Spontan, pemuda itu melangkah mundur. Sejak kecil, ia sudah diberitahu agar menjauh dari siapapun yang bernama Erlang. Bahkan Leluhurnya menekankan bahwa klan Erlang adalah pelayan klan Shen.

"Erlang, kamu keturunan 7 pengkhianat itu?" tanyanya.

"Katakan sekali lagi, maka nyawamu akan melayang!" Kilatan kebencian muncul di matanya. Pemuda itu semakin ketakutan, tapi kata-kata Leluhur Shen menelan ketakutannya.

"Jika berkenan, ikutlah denganku ke klan Shen!" Pemuda itu mengeluarkan lencana dari cincin ruangnya. Lencana perunggu, Erlang Xuan tahu arti tersembunyi dari lencana itu.

"Lencana pelayan? Sepertinya klan Shen memandang rendah darah yang mereka buang di masa lalu!" Erlang Xuan mengambil lencana itu dan menghancurkannya di depan Tuan Muda klan Shen.

"Kalian klan Shen tidak memenuhi syarat untuk menjadi pelayanku!" tegasnya.

"Jika aku bisa menyelamatkanmu, maka membunuhmu bukan perkara sulit, Shen Lang!"

"Apakah kau mengenal Shen Yue?" tanya Zhang Xue.

"Karena mempermalukan klan, Bibi Yue dipenjara di istana es." Shen Lang menjawab dengan santai, seolah Shen Yue melakukan kesalahan besar. Ia yang terbiasa dimanja menganggap keputusan ayahnya sudah tepat.

"Sampaikan kepada ayahmu! Besok bunga penghancur akan menghujani klan Shen!" ucap Zhang Xue.

1
Hary
BUNUH SAJA BAPAK ANJING ITU
Nanik S
Kenapa kakeknya juga memusuhi Erlang Xuan
Fatur Fatur
cepat bantai utusan kematian itu thor bikin mcnya serap kekuatan utusan kematian itu thor
Nanik S
Urusan kematian kena Gertak Erlang Xuan.. takut juga🤣🤣🤣
Nanik S
Semua orang punya Iblis hari...
Nanik S
Ternyata Erlang Xuan keturunan Ras Elf
Fatur Fatur
cepat hancurkan Klan shen dengan rata Thor sebelum itu bikin mcnya berbuat permainan masukan patriak klan shen ke daftar buronan siapa pun yang berhasil membunuh patriak klan shen itu akan mendapatkan ratusan milyar batu spritual bikin mcnya tidak perlu mengotori tangannya Thor bikin sekutunya sendiri patriak klan shen yang membunuh Thor hahaha
Nanik S
Lanjutkan
Fatur Fatur
cepat bantai leluhur shen itu dengan cara paling kejam Thor jadikan tubuhnya jadi boneka perang mcnya Thor
Pena_Novel: sabar, MC belum sampai di klan Shen 😁
total 1 replies
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Untung tidak dibunuh dengan Erlang Kuan
Nanik S
Leluhur Zhang kurang kerjaan saja
Fatur Fatur
cepat hancurkan klan gu Thor bantai semua anggota klanya bantai juga jenius klan gu yang ingin di jodohkan untuk istri mcnya
Nanik S
Makasih Tor sudah up 🙏
Nanik S
Erlang Kuan...
Nanik S
Selang Xuan ternyata Pengacau Takdir
Fatur Fatur
cepat bantai musuhnya dan ambil elemen musuhnya
Nanik S
Siapa orang mengendalikan kekuatan Ming
Nanik S
Siapa lagi yang mencurigakan Takdir Erlang Xuan
azizan zizan
ini cerita sampah apa Nih...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!