NovelToon NovelToon
Maaf Aku Memilih Pergi

Maaf Aku Memilih Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Poligami
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mayra Zahra

Nafisha Retno Kinathi adalah seoarang ibu muda yang harus berjuang sendiri menghidupi rumah tangganya, meskipun sosok suaminya masih berdiri gagah.

Hidup berdampingan dengan suami yang begitu menjunjung tinggi rasa hormatnya kepada ibundanya membuat Nafis harus sering mengalah. suaminya selalu menyerahkan segala keputusan di tangan umminya. Termasuk dalam hal urusan rumah tangganya.

Dalam segala hal Nafis mencoba mengalah tapi, ketika ibu mertuanya mengingikan suaminya menikah lagi Nafis berontak.

Masih sangupkah Nafis mempertahankan rumah tangganya, atau dia memelih menyerah ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Nafis melakukan perjalan ke Jakarta dengan di temani kakak iparnya. Nadia ikut sebenarnya bukan tanpa alasan. Dia sedang menjalankan misi dari suaminya. Sesunguhnya Eka sedikit khawatir dengan kedekatan adiknya dengan Farid. Terlebih status Farid yang seorang aktor dan pengusaha kelas atas.

Eka takut adiknya akan menghadapi banyak hal kalau dekat dengan seorang yang terkenal begini. Meskipun nama adiknya sendiri juga banyak di kenal semenjak novel-novel karya adiknya itu di minati bayak pembaca.

Baru naik pesawat bersama saja nama adiknya sudah di seret sebagai orang terdekat yang mengakibatkan hubungan Farid dan mantan istrinya kandas. Kalau intensitas bertemunya semakin banyak, tidak menutup kemungkinan bukan adiknya akan semakin di jadikan bahan pergunjingan.

Kasus perceraian dengan Hanafi saja belum usai. Dia tidak mau adiknya semakin pusing dengan pemberitaan di luar sana.

" Mbak nanti aku agak lama biasanya di ruang konsultasi. Mbak nggak papa, takutnya mbak bosen. Kalau mbak bosen nanti minta antar Santi jalan-jalan saja ya mbak " Ucap Nafis saat mereka duduk di kursi pesawat yang mereka tumpangi.

" Iya tenang saja. Mbak juga bawa kerjaan mbak kok dek, nanti kalau kamu sedang sibuk mbak bisa cek beberapa pekerjaan mbak "

" Memang berapa pasien yang kamu temui hari ini dek ?"

" Dua mbak, sama aku harus ketemu penerbit ku mbak, mereka mengabari ada produser yang tertarik membuat novelku menjadi sebuah film mbak "

" Serius, wah semakin bersinar saja adikku ini, selamat ya dek. Semoga sukses nanti Filmnya."

" Aamiin, terima kasih doanya mbak "

" Sama-sama."

" Ehm dek, mbak boleh tanya sesuatu tidak ?"

" Boleh mbak "

" Semenjak kamu pulang mbak belum ngobrol banyak sama kamu dek, banyak banget pertanyaan yang muncul dalam benak mbak dek, kenapa bertahan selama itu kalau nyatanya kamu tidak bahagia ?" Nafis terlihat menghela nafas.

" Banyak pertimbanganku mbak, yang utama tentu anak-anak. Aku banyak menemui anak korban broken home, kondisi psikologi mereka terganggu mbak. Tidak sedikit dari mereka menjadi pribadi yang menutup diri tidak sedikit merasa buruk dan rendah diri. Perpisahan orang tua adalah hal paling menyakitkan bagi anak-anak mbak. Dan mbak tentu tau, perpisahan itu jarang yang berakhir baik-baik saja. Selalu ada konflik yang menyertainya. Perpisahan saja sudah sangat menyakitkan jika di tambah dengan perselisihan orang tuanya itu akan semakin menyakiti mental anak mbak " Nafis mengambil jeda sejenak.

" Itu kenapa setiap menangani kasus begini aku selalu menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antar pasangan yang memang sudah tidak bisa bertahan dengan rumah tangganya. Setidaknya di depan anak saja mbak, agar mereka tidak semakin terluka. Mereka tidak bisa memilih untuk terlahir dari keluarga yang seperti apa bukan ?" Nadia mengangguk.

Dalam hatinya berucap " Cara berfikir dan bertindak seorang psikiater memang beda. Selalu penuh pertimbangan tapi, sayang adikku ini hanya mempertimbangkan orang lain tanpa memikirkan dirinya sendiri."

" Itu awal pertimbanganku kenapa tidak membicarakan ini kepada Azizah mbak, aku takut menganggu konsentrasi belajarnya. Aku takut pandangannya terhada ayah dan neneknya menjadi buruk. Tapi, ternyata aku salah, justru diamku menjadi bom waktu yang pada akhirnya meledak juga dan berujung seperti ini. Aku ternyata masih belum bisa membuat semua berakhir baik-baik saja mbak." Nadia mengenggam tangan adik iparnya. Sekarang dia sedikit-sedikit mulai memahami pergulatan batin adik iparnya ini.

" Kita hanya bisa berusaha dek tapi, keputusan dan torehan cerita tetap berjalan sesuai kehendaknya. Kita memang tidak bisa mencegah Zizah mengetahui kebenarannya tapi, bukankah kita bisa pelan-pelan mengikis rasa benci dan marah itu dari hati anak gadis kita?"

" Mbak benar. Sekarang tergantung bagaimana kita mengarahkan Zizah saja. Walau rasa yang dia pendam di hati kecilnya itu tidak bisa kita pungkiri, pasti akan membekas begitu dalam disana."

" Bismillah pelan-pelan kita bantu Azizah melepas rasa marah dan bencinya ya dek." Nafis mengangguk.

" Lalu apa ada pertimbangan lain dek ?" Nafis menatap kakaknya.

" Demi menjaga kehormatan bapak mbak " Nafis memejamkan matanya. Setitik air mata keluar dari ujung matanya.

" Seorang perempuan yang sudah menikah itu tidak hanya harus menjaga harkat dan martabat suaminya mbak. Akan tetapi, nama baik ayahnya harus juga tetap dia jaga dan junjung tinggi. Aku tidak sanggup mbak jika harus menimpakan aib sebesar ini di muka bapak. Orang yang tidak tau akan mengangap cara didik bapak dan ibu buruk jika aku melakukan kesalahan sedikit saja. Perceraian seorang anak perempuan itu akan sangat menyakiti ayahnya, terlebih dengan kasus yang seperti aku alami ini mbak, dimadu. Bapak pasti akan bertanya-tanya kenapa bisa begini, kenapa harus anakku ?"

" Mbak buat apa seorang istri yang bertahan mati-matian dengan rumah tangga yang sedari awal sudah tidak sehat, kalau bukan demi anak-anak dan demi menjaga kehormatan ayahnya, Itu yang aku lakukan mbak "

Nadia menatap adik iparnya sendu, air matanya tumpah. Dia selama menjadi menantu di keluarga pak Jatmiko selalu di perlakukan begitu baik. Dia tidak bisa membayangkan kalau dirinya ada dalam posisi Nafis. Entah apa yang akan dia lakukan ?

" Ya Allah dek, mbak tidak sanggup membayangkan jika posisi itu mbak yang harus jalani."

" Mungkin karena Allah mengangapku mampu mbak, makanya Allah memberika takdir luar biasa ini ke aku "

" Janji setelah ini jangan lagi memendam apa-apa sendiri. Kamu nggak nganggep aku ini kakakmu to ?"

" Bukan begitu mbak, aku hanya tidak mau membebani orang lain saja. Maaf ya mbak, tolong jangan berfikir begitu ya " Nadia mengangguk. Lalu melepas sabuk pengamannya dan memeluk adik iparnya itu.

" Kamu wanita hebat dek, mbak yakin akan banyak nikmat setelah ini. Syukur-syukur akan segera dapat penganti Hanafi"

" Nggak dulu deh mbak, aku mau menikmati waktu dengan anak-anak dulu "

" Kamu trauma dek ?"

" Tidak semengkhawatirkan itu mbak, aku hanya takut jika langkah itu aku ambil justru menambah luka di hati anak-anak "

" Aku juga butuh ruang untuk sejenak bernafas lega dulu mbak. Aku ingin menyenangkan batinku dulu mbak tapi, juga tidak menutup kemungkinan untuk membuka hati cuma, kayaknya tidak untuk sekarang-sekarang ini mbak "

" Berarti gosip kamu dan Farid itu ?" Nafis terkekeh.

" Nggak mbak, dia pasien ku mbak. Lagian mbak dan seluruh Indonesia jugakan tau. Proses dia juga belum selesai kan mbak ?"

" Iya juga ya "

" Lagian mbak, aku juga mikir berkali-kali buat dekat dengan artis begitu. Capek ngurusin gosipnya mbak"

" Iya dek tapi, kamu juga sudah terkenal kan sekarang. Pasienmu banyak dari kalangan artis "

" Iya mbak Alhamdulillah "

Melihat atasanya sudah mulai berbicara santai, Santi mendekat.

" Buk, asisten pribadi pak Farid tadi chat saya, apa ibu bisa menemui Satria hari ini ?" Nafis menoleh ke arah kakaknya. Baru juga di bicarakan.

" Boleh, minta datang ba'da dzuhur saja ya San. Karena belum tau kan sesi pertama kita selesai berapa jam ?"

" Baik bu "

" Memang kondisi psikis anaknya Farid semengkhawatirkan itu ya dek ?" Ucap Nadia dengan berbisik. Nafis hanya menjawab dengan anggukan.

" Duit orang tuanya banyak nggak jamin anaknya bahagia ternyata ya dek ?" Nafis menjawab dengan senyuman.

1
Kasih Bonda
next Thor semangat
Lee Mba Young
yg pling enak ttp istri ke 2. gk ngrasain sakit, pasti di perhatikan. trus anaknya yg lahir enak gk broken home. dan ortu istri ke 2 mlh ttp dukung 🤣🤣. agama buat tameng menghalalkan poligami tanpa dng nyakiti istri pertama.
semoga kluarga istri ke 2 dan kluarga suami zalim dpt karma.
Kasih Bonda
next Thor semangat
echa purin
👍🏻
Yani
makanya bu aminah klo ngaji yo jgn cm setengah setengah segala hadist diartikno dewe lah salah kaprah makan byk korban 🤭🤭
Lee Mba Young
mereka para orang ngerti agama tp nyakiti perempuan lain tega ya. sekarang sdh tau kan kl hanafi Ada istri tp ttp di lanjut kan.
kl ortu istri ke 2 punya harga diri hrse cerai kan anak nya bukan mlh laki orang Mau di bawa pulang. alasan ae buat di didik. aslinya ya biar menang istri 2 dpt hanafi sepenuhnya tanpa berbagi. pasti alasan hamil di pake buat itu. istri ke 2 pling jg gk Mau ngalah merasa menang krn istri pertama mundur.. semoga dpt karma orang ngerti agama tp pada bejat.
Lee Mba Young
hanafi Dan istri ke 2 kayak insan Dan inara. 🤣. yg ke 2 gk Mau ngalah, mlh ortu minta hanafi ikut ke kudus biar 100% hanafi hidup bhgia dng istri ke 2.

nunggu karma nya, semoga anak Dr istri ke 2 gk lahir normal kasian anak Dr istri pertama dpt saudara tiri Dr Pelakor.
ya Pelakor Mau se sholehah apa pun wanita kl sdh merusak rumah tangga orang lain ttp Pelakor Dan ortu perempuan ttp mendukung 🤣🤣 Gila sih label kyai sekarang serem serem dng dalil agama.
kalea rizuky: baru mau komen gini/Shame/
total 2 replies
Lee Mba Young
hrse di laporkan di penjara tu hanafi Dan istri ke 2 krn nikah model bgitu.
Lee Mba Young
pas nikah apa gk di check ktp nya. trus sekarang yg enak istri ke 2 dong. 🤣.
hrse cerai semua, istri ke 2 tau diri nglepas hanafi bukan me lanjut kan pernikhan. mang dasarnya istri ke 2 doyan saja.
kl takut melukai ya hrse pisah.
hanafi me lanjut kan dakwah eh siapa yg Mau denger dakwah laki model bgitu. yg di omongin pasti poligami tok🤣. ustad cabul.
Mayra Zahra: jaman sekarang kayak gini banyak ya kak, terlalu percaya tampang dan harta saja. sesama. ngeri-ngeri sedep 🤭🤭
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Kasih Bonda
next Thor semangat
La Rue
nah lho Hanafi
Lilik Lailiyah
ayo up lagi kak,tak kasih vote biar semangan up nya
Mayra Zahra: terima kasih banyak kak
total 1 replies
Lilik Lailiyah
mantap nafis
Lee Mbaa Young
Bagusss, 👍👍👍👍. biar jd gembel mereka.
Lilik Lailiyah
ayo kak ditunggu lanjutannya
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Kasih Bonda
next Thor semangat
Lilik Lailiyah
nyesek banget ceritanya, ayo kak di tunggu lanjutannya
Kasih Bonda
next Thor semangat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!