NovelToon NovelToon
Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Penyesalan Suami / Pengantin Pengganti
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Bukan keinginannya masuk dalam pernikahan ini. Dia tahu jika suaminya tidak akan pernah menganggapnya sebagai istri, Marvin hanya akan memandangnya sebagai penyebab kematian dari calon istrinya yang sebenarnya.

Kecelakaan yang menimpa Kakak beradik ini, membuat dunia seorang Raina hancur. Kakaknya yang sebentar lagi akan menikah dengan kekasih hatinya, harus pergi meninggalkan dunia untuk selamanya. Raina yang sebagai orang yang selamat, pasti akan disalahkan di pojokkan. Meski dia juga tidak pernah mau hal ini terjadi.

Dalam keluarganya, hanya Amira yang peduli padanya dan menganggapnya keluarga. Tapi sosok seperti malaikat tak bersayap itu, malah harus pergi untuk selamanya. Meninggalkan Raina seorang diri untuk menghadapi kejamnya hidup.

Entah sampai kapan pernikahan ini akan bertahan, apa Raina akan sanggup terus bertahan disamping suaminya, atau pergi untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 ~ Kenapa Menyesal?

"Jadi kamu sudah yakin dengan keputusan itu?"

Pasangan suami istri yang sedang menatapnya, Raina hanya bisa mengangguk. Dia sudah yakin dengan sebuah keputusan yang di ambilnya. Lagi pula sudah tidak ada kesempatan untuk dirinya mampu bertahan.

"Tidak ada pilihan untukku, Kak. Jadi sebaiknya memang seperti ini. Kak Marvin menikah denganku hanya karena paksaan saja, jadi pantas saja jika sekarang dia menginginkan untuk berpisah"

Haris dan istrinya menatap Raina dengan iba, gadis yang sebenarnya tidak bersalah apapun, harus menanggung keegoisan setiap orang.

"Begini saja kamu bisa tinggal disini selama belum menemukan tempat tinggal, Rain" ucap Kak Yasmin, istri dari Haris.

Raina tersenyum, bersyukur sekali karena masih ada orang yang peduli. Meski itu bukanlah orang tua atau keluarganya. Tapi ini sudah cukup memberinya dukungan jika masih ada yang memperdulikannya.

"Aku sedang mencari dulu tempati tinggal Kak, nanti saja kalau misalkan belum juga mendapatkan tempat tinggal, aku pasti meminta bantuan kalian. Maaf karena merepotkan kalian"

"Tidak Rain, kamu adalah teman suamiku, dan tentunya aku akan membantu kamu"

"Terima kasih banyak Kak Yasmin"

Setelah pertemuan dengan Haris dan istrinya, Raina memilih pulang. Sudah hampir seharian dia pergi. Namun Marvin tahu jika dia pergi untuk bertemu dengan Bayu dan membahas perceraian mereka. Tentu dia mengizinkan karena memang ini yang di inginkan Marvin.

Dalam perjalanan sore, angin yang menerpa wajahnya. Sepeda motor yang dia kendarai dengan aman dan tenang, membiarkan hati dan pikirannya sedikit lega dengan berada di jalanan seperti ini. Hiruk pikuk kendaraan di sore hari jam pulang kerja ini. Suara klakson dari beberapa kendaraan yang pengemudinya tidak sabar menunggu. Raina menikmati suasana sore hari ini yang cukup cerah juga.

"Aku akan merindukan suasana kota kelahiranku ini setelah nanti aku pergi jauh dari sini"

Mungkin suasana akan hampir sama di setiap jalanan kota, tapi kota ini terlalu banyak menyimpan kenangan bagi Raina. Kenangan saat masih bersama dengan Kak Amira, hingga beberapa kenangan buruk yang membuatnya trauma. Dan Raina akan meninggalkan kota ini dalam segera.

Ketika sampai di rumah, setelah memarkirkan motor di garasi. Raina masuk ke dalam rumah. Melihat suasana rumah yang selalu sepi, karena hanya ada beberapa pelan dan tukang kebun yang datang satu minggu sekali. Pak Sopir dan Pak Satpam selalu ada di depan, di pos satpam. Jadi, suasana rumah memang lebih terasa sepi.

Raina pergi ke kamar, mencari keberadaan Marvin disana. Dan ternyata suaminya sedang bersandar di tempat tidur sambil membuka tab di tangannya. Ada sebuah laporan yang tetap harus dia periksa meski tidak masuk Kantor.

"Kau pergi kemana saja, kenapa baru pulang?"

"Tadi menemui Mama dulu di rumah sakit, jadi agak lama" Raina tidak mungkin juga mengatakan jika dia menemui Haris dan istrinya di rumahnya. Itu akan membuat permasalahan baru. "Kak Marvin sudah makan? Mau aku buatkan sesuatu untuk makan malam?"

"Tidak perlu, ada pelayan yang akan membuatnya"

Raina mengangguk pelan, tidak banyak membantah ucapan Marvin. "Baiklah, kalau begitu aku mandi dulu ya"

"Jangan lama-lama di kamar mandi, kau tidak berniat mengakhiri hidupmu di kamar mandi 'kan?"

Raina hanya tersenyum saja, memang beberapa kejadian selalu saja Marvin melihat Raina yang berada lama di kamar mandi. Tapi semua itu karena dia ingin menenangkan pikirannya.

*

Hari yang melelahkan itu bukan tentang pekerjaan yang banyak, atau kegiatan yang rutin setiap hari. Tapi, melelahkan itu ketika hidup selalu berusaha keras namun tidak ada yang dihargai oleh siapapun.

Setelah kondisi Marvin membaik, kakinya sudah bisa di pakai jalan lagi. Dia juga sudah mulai kembali bekerja, begitupun Raina. Meski bekerja di tempat yang sama, tapi Raina dan Marvin tetap pergi berpisah. Raina menggunakan motor dan Marvin pergi dengan sopir.

Setelah mengambil cuti beberapa hari, akhirnya sekarang Raina bekerja kembali. Tatapan orang-orang yang tidak suka padanya, masih sama dengan tatapannya itu.

Pekerjaan yang selalu menjadi prioritas Raina selama ini, karena jika dia tidak bekerja maka kebutuhannya akan sulit di penuhi. Sementara dia saja tidak akan berani meminta pada orang tuanya sendiri.

Sementara di dalam ruangannya, Marvin menatap berkas yang diberikan sahabatnya bayu. Dia menatapnya dengan kening berkerut dan senyum sinis.

"Ternyata dia meminta uang dengan jumlah besar dan satu buah mobil juga. Aku kira dia tidak akan meminta sebanyak ini, ternyata ... memang yang dia inginkan adalah uang"

Bayu menghela napas pelan, jika dia tidak berjanji pada Raina agar menyembunyikan semuanya tentang apa yang dia ingin lakukan dengan uang itu, mungkin Bayu sudah menyumpal mulut Marvin dengan sepatunya.

"Wajar saja, dia sudah pernah kau siksa sampai hampir mati. Kalau sampai dia maju ke pengadilan dan melaporkanmu atas kasus kekerasan dalam rumah tangga, kau akan tamat, Vin. Jadi sekarang dia hanya meminta uang segitu, cukup wajar. Lagian kau bukan orang miskin yang akan perhitungan dengan jumlah uang itu"

Marvin mengangguk kecil, dia menandatangani surat perjanjian itu. Tanpa membacanya sampai selesai. "Baiklah, aku akan berikan apa yang dia inginkan. Lagian aku sudah janji akan memberikan apa yang dia minta setelah percraian ini"

"Bagus" Bayu mengambil kembali surat perjanjian itu, menatap sahabatnya dengan senyum miring. "Semoga tidak akan ada penyesalan ya, aku berharap kau akan lebih bahagia setelah ini. Bukan malah menderita karena penyesalan"

"Apa maksudmu? Jika aku tetap mempertahan pernikahan ini, maka hanya akan membuatku semakin tertekan, dan dia pun akan semakin menderita. Lebih baik aku lepaskan saja dia"

Bayu mengangguk kecil, namun tatapan matanya seolah mengejek pada Marvin. "Ya, memang seharusnya seperti itu. Tapi, aku rasa tidak mungkin juga kalau kau akan menyesal, karena kau memang tidak pernah peduli padanya 'kan?"

Marvin hanya diam, tidak lagi menanggapi ucapan Bayu. Tidak peduli? Benarkah hatinya tidak pernah sedikit pun peduli pada Raina? Kenapa dia tiba-tiba merasa ragu dengan itu, kenapa tiba-tiba memikirkan hal itu tentang perasaannya yang sebenarnya.

"Ingat Vin, sudah pernah terjadi diantara kita seperti Bara, dia menyesali semua perbuatannya pada Shafa, sampai hampir gila ketika Shafa pergi dari hidupnya setelah dia sakiti berulang kali. Jadi, siapkan hati dan mentalmu baik-baik"

Bayu langsung pergi setelah mengatakan itu, membuat Marvin semakin bertanya-tanya akan dirinya. Dan kenapa dia merasa ucapan Bayu cukup berpengaruh, padahal biasanya dia sering mengabaikan ucapan sahabatnya itu karena terkadang tidak begitu penting baginya. Tapi untuk sekarang, ada perasaan yang seolah membenarkan ucapan Bayu barusan.

Menyesal? Kenapa aku harus menyesal? Bukankah ini sudah yang terbaik untuk hubungan pernikahan ini. Sejak awal pernikahan ini hanya karena paksaan, dan tidak ada cinta diantara kita.

Marvin menggeleng pelan, mengusir pikirannya yang tiba-tiba terus memikirkan Raina. Sejenak hatinya mulai goyah dengan keputusan yang telah dia ambil.

Bersambung

Yang baca di acak acak gitu, maksudnya ape? Mau ancurin retensi karya gue? Sumpah kesel banget sama yang baca tapi di acak acak gitu.. Tahu kan retensi bisa anjlok kalo kayak gitu. Mau jatuhin orang, jangan kek gitu ya.. Coba aja nulis sendiri, capek, stresnya kek gimana.

1
Dew666
🌼🌼🌼🌼🌼
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
smangat y rain ,,kamu gk sendri kok,,nanti bakal hadir buah hati kmu biar temani kamu jalani hari2,,,,💪💪
Kar Genjreng
update lagi donggg seru
👍
Kar Genjreng
😭 pilu sekali ya Raina sekarang akan menjalani hidup seorang diri tidak mempunyai saudara ataupun orang tua tety Kamu akan punya malaikat kecil yang akan menemanimu dan selalu bersama sama hingga nerhasil,,,,benar katamu tinggalkan semua orang yang sudah tidak percaya lagi dan sudah seolah membuang mu kelak di kehidupan mu sepanjut Kamu sudah berhasil dan mendidik putramu dengan baik menjadi orang yang banyak di kenal orang karena ke akan dan kecerdasan nyae Aamiin 🙏🙏🤩🤩
Nurminah
menunggu Marvin gila
Oma Gavin
up lagi dong kak kemana raina pergi dan bagaimana nasib marvin setelah kepergian raina dan tau kebenaran permintaan uang nya yg banyak buat apa saja, semua kamu ngga nyesel ya marvin tetaplah sombong dan egois jgn dikurangi bila perlu ditambahkan
dika edsel
mgkin bundamu berpikir kamu akan bahagia,hidup terjamin bersama papamu rain krn dia kaya, tp nyatakan kan tdk...semoga kelak bertemu lagi sama bundamu ya raina, ayo saatnya melangkah pergi..,jgn menunggu nanti2..lbh cepat lbh naik tdk perlu nunggu sidang putusan..
Reni Anjarwani
pergi yg jauh rain bersama anakmu yg kau kandung , semoga bahagia rain
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
oke rain hamil,,,
Kar Genjreng
semangat ya Kak sudah kirim vote
Kar Genjreng
jangan ketauan dulu dong biar sampai selesai sidang dan sudah pergi,,,ohh tapi masih bekerja di kantor marvin ya ketauan seandainya hamil ya Gatot minggat donk 😁
Kar Genjreng
pasti Raina hamil Ak percaya maka cepat selesai perceraian nya dan pergi bawa benih itue yang akan menemani sepanjang usia ,,dan buah hati Mu semoga Laki laki agar kuat,,dan lebih baik
pergi dari rumah Marvin,,
dika edsel
klo gk ikhlas ngerawat ngapain capek datang buat nyuapin sih...dasar makhuk aneh,gk jelas..!!! hei marpin ucapan adlh doa, ntar klo raina mati beneran gimana perasaan mu??? oh ya lupa, klo raina mati bukankah itu berita bagus buar marpin yah??
dika edsel
maksudnya raina hamil kah??? sudah cukup rain..jgn nangis lagi,ayo bangkit..kuat..liat kedepan..
leahlaurance
luar biasa
Reni Anjarwani
hamil kayaknya raina , semanggat doubel up thor
Oma Gavin
wah raina hamil anak Marvin mulutnya setajam silet tapi kok bisa bikin raina hamil dasar marvin lucknut, semoga raina ngga ada tau dan ngga sadar kalau hamil sampai perceraian mereka clear dan raina kabor yg jauh jangan sampai diketemukan marvin
merry yuliana
hmmmmm yakin raina hamil anak marvin ini....hadeuhh
suryani duriah
😭😭🤧🤧
leahlaurance
hairan disiksa parah tapi enga kenapa kenap, tahan tukul amat,enga masuk akal,udah sakit lagi yang membaca.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!