Elena, seorang gadis yang selalu kalah dan selalu di perlakukan tidak adil. Kini telah menemukan dunia baru, dengan tujuan hidup yang baru.
Mengejar cinta atau mencari harta? Elena akan melakukan keduanya sekaligus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mempermalukan diri
Setelah pesta teh Elena berhasil mengembalikan image nya dan pandangan orang-orang terhadapnya. Dia juga telah menyangkal rumor itu sedikit, karena memang dia berkencan dengan Theor minggu lalu.
Roxane langsung mengirim surat pada Daniel untuk memberitahu tentang informasi terbaru. Roxane memang oversharing, dia selalu menceritakan apa yang dia dengar pada Daniel. Tapi berkat itu Daniel jadi mengetahui informasi terkini, apalagi menyangkut Isabella.
Daniel diam-diam masih menyimpan perasaan mendalam pada Isabella, tapi dia terpaksa harus menurut atau hidupnya hancur berantakan. Apalagi nyawa Isabella bisa dalam bahaya jika dia gegabah.
Meskipun hari berlalu dengan monoton dan tidak berkesan, akhirnya pesta pertunangan putra mahkota dan putri Marques di gelar mewah di aula istana.
Banyak yang datang karena merasa penasaran, apalagi dulu Daniel di kenal cinta mati pada sosok Isabella. Aula sudah ramai para tamu undangan, mereka bergosip menantikan Daniel dan Roxane muncul bersamaan.
Elena datang bersama dengan sang Ayah, dia selalu datang ke pesta resmi bersama Ayahnya karena itu jauh lebih baik. Banyak orang yang melirik ke arah Elena karena merasa penasaran, apalagi terkait rumor yang sampai saat ini belum juga di sangkal oleh Theor.
akhirnya yang menang Lady Bexxa.
tentu saja, dia bangsawan.
aku pikir yang ini lebih cocok
karena sama-sama bangsawan
seperti apa perasaan Isabella saat ini
dia sudah bersama grand duke
memangnya rumor itu benar?
lalu bagaimana dengan Lady Elena.
Tidak lama kemudian acara di mulai, Kaisar dan permaisuri naik ke singgasana dengan penuh wibawa. Tamu undangan langsung senyap, menunggu pemeran utama pesta datang sebentar lagi.
"YANG MULIA PUTRA MAHKOTA DANIEL VAN DELON DAN LADY ROXANE BEXXA, MEMASUKI RUANGAN."
Teriakan penjaga yang menggelegar dan menggema di aula, pintu atas aula terbuka dan muncul Daniel menggandeng Roxane yang sudah sangat cantik. Keduanya memakai pakaian senada berwarna biru muda, terlihat sangat indah dan menawan sekali.
tak
tak
tak
Suara ketukan pantofel dan heels mulai terdengar, Daniel dan Roxane turun dari tangga menuju aula utama. Keduanya memberi salam pada Kaisar dan permaisuri, lalu setelah itu berdiri di tengah dengan anggun.
Acara pertunangan anggota Kekaisaran memang berbeda, bukan hanya pengakuan cinta atau penyematan cincin saja. Ada berbagai urutan, aturan dan syarat sakral lainnya, semua di ikuti dengan khidmat hingga sampai di puncak acara dimana Daniel menyematkan cincin di jari manis Roxane sambil berlutut dengan satu kaki.
Tepuk tangan terdengar meriah, dan ucapan selamat menggema di seluruh penjuru ruangan. Kini Roxane telah resmi menjadi calon putri mahkota, acara pernikahan akan segera di gelar dalam waktu dekat.
Saat semua fokus sedang mengarah pada Daniel dan Roxane, pintu aula kembali terbuka dan muncul lah Theor dan di belakang nya ada Isabella. Elena terkejut dan sedikit sakit hati melihat itu, tapi dia harus terlihat tetap tenang dan berkelas.
"Wah jadi beneran nih?." Batin Elena miris.
Theor berjalan dengan lurus, wajahnya santai dan langsung memberikan selamat pada Daniel dan Roxane. Wajah keduanya tentu saja terlihat kaku, karena Theor datang membawa Isabella.
Tapi anehnya, Theor langsung pergi menemui Elena padahal Isabella masih memberi salam. Kaisar yang melihat itu wajahnya langsung menghitam, padahal dia sudah menegaskan untuk menutup akses masuk bagi Isabella.
"Jangan berani menyentuh putriku." Duke menghadang Theor.
"Menyingkirlah Duke." Theor mode Grand Duke.
"Tidak akan, pergi saja bersama simpananmu itu." Duke ikut sakit hati, karena putrinya di permainkan.
"Simpanan apa yang anda maksud?." Theor terlihat heran.
"Dia, kau datang bersama nya. Selama ini kau tidak mungkin tidak tau tentang rumor yang beredar, sekarang kau bahkan datang membawa orangnya langsung." Duke naik darah.
"Ayah, tenanglah." Elena menenangkan sang Ayah.
"Apa?." Theor memutar badan, dia sendiri heran saat tau ada Isabella di belakang nya.
"T-tuan.." Cicit Isabella.
"Apa-apaan kau? sejak kapan aku datang membawamu? kau menyusup pesta membawa namaku?." Theor menatap Isabella nyalang.
"Tidak.. saya datang sebagai pasangan anda, kenapa anda tiba-tiba seperti ini padahal anda yang menjemput saya." Isabella tersakiti.
"Aku? menjemput mu? apa otakmu gila karena di campakan putra mahkota?." Theor terlihat jijik.
Daniel yang mendengar itu diam-diam mengepalkan tangannya. Dia merasa ucapan Theor keterlaluan, dia mempermalukan Isabella di depannya dan para bangsawan.
"Bagaimana bisa anda seperti ini padahal saya sudah mengandung anak anda." Teriak Isabella.
Deg.
Semua orang melotot terkejut, bahkan Daniel sudah nyaris limbung jika tidak ada Roxane di sebelahnya. Elena bahkan sudah tercengang, jika itu benar terjadi maka musnah lah sudah bumi ini.
PLAAAKKKKK
Theor kelepasan karena saking marahnya, tamparan keras itu mendarat tepat di pipi Isabella. Bibir Isabella pecah dan dia menangis ketakutan, Theor menatap nyalang dengan penuh emosi di wajahnya.
"Aku akan menuntut ucapanmu itu, bagaimana bisa aku menghamili wanita jika selama ini aku sibuk melawan monster." Ucap Theor menggeram.
"BOHONG!!!!." Teriak Isabella.
"Hentikan hal memalukan ini, wanita rendahan. Keponakan ku memang pergi memberantas monster di wilayah Utara secara darurat, dia tidak meminta izin pada Daniel karena sudah mendapatkan izin dariku. Sekarang buktikan ucapanmu itu, jika kau tidak bisa membuktikan maka kau sedang mencemarkan nama seorang bangsawan terhormat." Ucap Kaisar, sampai turun dari singgasananya.
"T-tuan, jangan seperti ini. Bagaimana bisa anda mencampakan saya dan anak kita, mana mungkin anda bisa begitu kejam." Teriak Isabella, bersimpuh di kaki Theor.
"Berhenti membuat kegaduhan dengan cara rendahan seperti ini. Kau menghancurkan pesta adikku lagi, apa kau tidak lelah?." Kakak perempuan Daniel sampai ikut campur.
"P-putri...
"Aku melihat sendiri saat kau datang, kau datang menggunakan kereta kuda sewa lalu diam di depan gerbang karena penjaga melarang masuk. Sampai saat kereta Grand Duke datang, kau baru mengikuti nya dengan tidak tau malu. Coba lihat dirimu, betapa menyedihkannya hidupmu itu." Ucap sang Putri.
"T-tidak, bagaimana bisa anda menuduh saya." Isabella terisak.
"Menuduh? kau bahkan berani mengatakan seorang Putri menuduhmu?. Daniel, lihat kelakuan mantan kekasihmu ini." Sinis Putri.
"Yang mulia Kaisar, saya ingin membawa tuduhan ini ke pengadilan besar. Nama baik saya terseret untuk hal yang tidak masuk akal, saya tidak bisa menerimanya." Ucap Theor tegas.
"Tentu. TANGKAP PEMBUAT ONAR DAN BAWA KE PENJARA SELATAN, PENGADILAN TERBUKA AKAN DI GELAR MINGGU DEPAN." Teriak Kaisar.
Akhirnya Isabella di tangkap dan di seret dengan menyedihkan di depan umum. Dia berteriak memanggil Daniel dan Theor, dia tidak terima di perlakukan seperti ini. Namun sayangnya, ini semua hasil dari perbuatannya sendiri yang tidak memikirkan resiko.
Situasi jadi kacau balau, tapi untungnya pertunangan sudah dilaksanakan dengan lancar. Elena masih tercengang, dia tidak tau apakah harus percaya atau memilih diam dan menghindar saja.
"Elena__
"Sampai bertemu lagi yang mulia Grand Duke." Elena berlalu begitu saja dengan dingin.
Pesta berakhir lebih cepat dari rencana, semua tamu pulang ke rumah masing-masing. Theor menghadap Kaisar untuk memberikan laporan terkait monster, sedangkan Daniel sedang menjadi pria galau di kamarnya.
semangat othorrrr....moga sehat selalu 😘😘