NovelToon NovelToon
MENGEJAR CINTA SANG ANTAGONIS

MENGEJAR CINTA SANG ANTAGONIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Gadis nakal / Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Elena, seorang gadis yang selalu kalah dan selalu di perlakukan tidak adil. Kini telah menemukan dunia baru, dengan tujuan hidup yang baru.

Mengejar cinta atau mencari harta? Elena akan melakukan keduanya sekaligus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

siapa dalangnya?

Theor pergi memeriksa semua makanan yang ada di aula, menggunakan kekuatan matanya dia bisa melihat dimana racun itu berasal. Theor harus menyimpan bukti sebelum di hancurkan, Theor bergerak cepat untuk membuktikan siapa dalang utama dari semua ini.

patss

Theor menemukan jejak racun di dalam bolu susu, dia langsung menyimpan bolu itu dan mengendus baunya. Racun yang sangat tipis dengan dosis rendah, jika di hitung dari waktu Isabella pingsan maka seharusnya racun ini sudah ada sejak pesta di buka.

Isabella datang terlambat, jadi seharusnya dia akan pingsan lebih lambat jika memang memakan racun. Tapi perhitungan Theor meleset, jadi dia bergerak mencari benang merahnya.

Dia mencari koki yang membuat bolu itu, memeriksa semua pelayan yang membantu dan melihat tangan mereka semua. Tidak ada jejak racun sama sekali, artinya pelaku bukan dari dapur, tapi bisa saja orang luar yang menyusup.

"Siapa yang menyajikan makanan ini ke aula?." Tanya Theor dingin.

"I-itu bolu yang khusus di buat untuk Kekasih putra mahkota. Jadi yang membawa ke depan adalah pelayan dari nona itu, kami hanya membuatkan sesuai arahan yang mulia putra mahkota. Kami tidak mungkin berani memberikan racun, karena ini merupakan makanan khusus milik orang penting bagi yang mulia putra mahkota." Ucap Koki dapur gemetaran.

"Hidangan khusus? ada berapa potong?." Tanya Theor memicing.

"Kami membuat satu loyang, semuanya sudah di hidangkan langsung oleh pelayan nona Isabella." Ucap Pelayan yang menyerahkan nampan.

"Dimana pelayan itu." Theor menatap tajam.

"Seharusnya ada di sisi nona Isabella." Ucap mereka saling pandang.

Theor pergi mencari pelayan pribadi Isabella, dia memerintahkan anak buahnya untuk berpencar. Dia harus menangkap pelayan itu untuk di interogasi, seharusnya dia tidak akan mengelak karena ini menyangkut keamanan tuannya.

Pelayan Isabella di tangkap saat sedang berjalan di lorong, Theor menatap dengan tajam dan melihat tangan pelayan itu. Benar, ada jejak racun meskipun sudah nyaris hilang, Theor mengeram marah karena dalang utama memang bukan Elena.

"Jadi kau dalangnya." Ucap Theor dingin.

"T-tunggu yang mulia, saya benar-benar tidak mengerti. Saya sendiri juga ketakutan melihat nona saya jatuh pingsan, bagaimana bisa anda menuduh saya seperti ini." Pelayan itu menangis.

"Di tanganmu ada racun, racun yang sama seperti yang ada di kue ini." Theor mengeluarkan kue krim, alih-alih kue bolu.

srattt

Byuurrr

Pelayan itu langsung buru-buru merebut kue itu dan melemparnya ke kolam. Pelayan itu terlihat sangat panik, setelah sadar pelayan itu langsung gemetaran dan mengeluarkan belati dari balik gaunnya.

"A-anda tidak bisa menangkap saya tanpa bukti, saya bisa memberikan kesaksian jika lady Roxane lah yang memberikan racun itu." Ujar si pelayan, tersenyum seperti orang gila.

"Kata siapa aku tidak memiliki bukti lain? apa kau sendiri lupa menaruh racun di kue yang mana?." Ucap Theor datar.

"I-itu..." Pelayan itu pucat pasi.

bugh

brukk

Theor langsung memukul pelayan itu hingga pingsan, dia menyeretnya ke penjara bawah tanah. Lalu Theor mengusut dari mana pelayan itu mendapatkan racunnya, Theor harus mengusut sampai benar-benar tuntas agar tidak ada kesalahan.

Duke yang sudah mendengar kabar tuduhan itu merasa marah besar, nama baiknya dan segala jasa yang dia berikan tercoreng begitu saja karena seorang rakyat jelata. Duke dengan keras meminta keadilan pada Kaisar, Kaisar yang pusing akhirnya memberikan izin pada Duke untuk menyangkal tuduhan itu.

Elena memilih diam, karena dia memang tidak melakukan apa-apa. Tapi mendengar Roxane saat ini mendapatkan kurungan rumah, Elena jadi merasa bersimpati. Ingin menolong, tapi takutnya Roxane benar-benar dalangnya mengingat dia itu sumbu pendek.

"Hahh bagaimana ini? semuanya jadi runyam karena racun, untung saja bukan aku yang keracunan." Gumam Elena, entah harus sedih atau bersyukur.

"Merida, apa kau sudah mendengar perkembangan kasusnya?." Tanya Elena.

"Saya mendengar sampai saat ini pelaku utama masih dalam pencarian. Grand Duke langsung yang memimpin pencarian, Lady Isabella sudah sadarkan diri tapi di duga mengalami trauma dan belum mau bicara pada siapapun termasuk putra mahkota." Ucap Merida.

"Theor yang memimpin langsung?." Elena terdiam, dia menyentuh kalungnya.

"Bumi, beritahu aku apa kalung ini semacam jimat?." Batin Elena.

Deg.

Elena terkejut dan langsung merinding saat tiba-tiba ada tulisan di pintu lemarinya. Elena menatap Merida yang tidak terusik, artinya tulisan itu hanya bisa di lihat olehnya saja.

"Ya, kau bisa bicara dengan Theor melalui telepati jika menyentuh liontin itu. Mengejutkan bukan? dia pasti menunggumu bersuara."

Elena langsung terduduk lemas, dia berusaha merespon dengan santai. Tapi tetap saja jawaban Bumi seperti hantu, itu menakutkan dan membuat Elena merinding sampai lemas.

"Nona, apa anda baik-baik saja?." Merida terkejut karena Elena tiba-tiba pucat.

"Huhhh aku merasa sakit kepala karena tuduhan ini menyeret namaku, apa Ayahku sudah bertindak?." Tanya Elena.

"Ya, Tuan Duke juga ikut andil mencari dalang utama sebenarnya." Merida mengangguk.

"Syukurlah, semoga saja itu bukan Roxy." Ucap Elena.

"Nona pasti khawatir karena Lady Bexxa adalah teman pertama nona." Merida mengerti perasaan Elena.

"Ya, aku perlu menjernihkan pikiranku. Bawakan buah potong dan salad sayur untukku, aku butuh asupan nutrisi." Ucap Elena.

"Tentu, nona." Merida keluar menjalankan perintah.

Setelah Merida pergi, Elena diam melihat situasi. Dia mengatur nafas menenangkan diri, lalu menyentuh liontin kalung yang tergantung di lehernya.

Elena memejamkan mata, dan mulai bicara dalam hati. Dia hanya akan bergumam saja, semoga Theor mendengarnya.

"Hufthh.. aku lelah sekali, pertama kali datang ke pesta aku langsung terkena tuduhan pembunuhan. Bahkan teman pertamaku juga terkena tuduhan yang sama, aku harap dalang itu segera ditemukan dan di hajar sampai cacat. Ayahku pasti sangat sedih mendengar ini, aku benar-benar putri yang tidak berguna dan selalu membuat masalah."

Elena langsung melepaskan genggamannya di liontin, lalu dia terlentang lemas. Dia benar-benar merasa bedebar, dia tidak mau melakukannya lagi karena takut salah bicara.

Selama tiga hari lamanya Theor dan Duke mencari dalang utama dari kasus racun ini. Semua bukti mengarah pada pelayan pribadi Isabella, tapi sampai akhir mereka tidak memberitahukan hal ini pada Isabella.

Mereka masih harus menunggu Isabella mau membuka suara, setidaknya dia harus bicara agar semua tuduhan benar-benar valid berdasarkan fakta dan data.

Daniel dengan pelan dan lembut mulai mengajak Isabella bicara, sedikit demi sedikit akhirnya Isabella mau membuka suara. Dia terus saja menangis ketakutan, dan mengucapkan maaf serta nama Elena dan Roxane.

"Apa yang memberikan racun padamu adalah Elena dan Roxane?." Tanya Daniel.

"Aku tidak tau, tapi mereka yang selalu terlihat membenci ku. Aku takut, rasanya sangat menyakitkan." Isabella menangis.

"Makanan apa yang terakhir kau makan?." Tanya Daniel.

"Saya hanya memakan hidangan yang ada di aula pesta, tidak ada yang lain." Jawab Isabella.

"Terdeteksi racun di dalam bolu khusus yang dibuat untukmu, setelah di usut sampai tuntas selama tiga hari, semua bukti mengarah pada.... pelayan pribadimu sendiri." Ucap Daniel, memberitahu.

Deg.

"A-apa?." Isabella pucat pasi.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
Mellisa Gottardo: siaap🥰
total 1 replies
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Mellisa Gottardo: /Scowl/
total 1 replies
Alishe
bentar lg ayam pink🤣🤣🤣🤣
Alishe: saingan theor pilihan daddyhhh gue gpp biar makin kebakaran jenggot si kaku ini🤣🤣
total 2 replies
Alishe
ga guna u curiga udah telatttttt
Alishe
masi aja si ajim belain tu setan dihhh
Alishe
bukannya iya?? 🙄
Alishe
enak ga dituduh☺☺
Mellisa Gottardo: otw salam olahraga
total 1 replies
Alishe
nah ulet belbel mau ngapain lg itu ga boleh bgt org bahagia
Alishe
ahahaha percaya ga percaya laki w jg gini pas pdkt🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: awww sosweet
total 1 replies
Alishe
keselan gue perasaan🙄🙄🙄
Alishe
bener katarak ni org
Siti Aisyah
🤭🤭🤭
Mellisa Gottardo: /Drool/
total 1 replies
Yogi Muriani
ayam warna warni 🤣🤣suka-suka-suka👍
Mellisa Gottardo: hahahaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
ayam teletubbies dong mereka jadi nya, berpelukan
Mellisa Gottardo: hahaaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sekutu isabelle ternyata orang yang tak di sangka²
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
nah, baru tau takut. itu dia sifat nya orang sabar, sekali bertindak 1000 nyawa akan siap dicabik-cabik nya
Mellisa Gottardo: terharu yaw
total 1 replies
Kimyoonvi
harus bngt tiga anak ayam warna warni? 😭
Mellisa Gottardo: hahahah
total 1 replies
Evi Marena
ayam warna warni😂othorrrr the best sudah up 2part.....moga elena mau bantu mereka cari Isabella sang penipu ulung SM pendeta agung laknat😒
semangat othorrrr....moga sehat selalu 😘😘
Mellisa Gottardo: hahaha okee
total 1 replies
Alishe
puas satu puasss puas aja satuuuuu🤧🤧🤧
Alishe
agak laen antagonis ini🙄🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!