Dia amanah yang harus dijaga, sekaligus godaan neraka!.
12 tahun yang lalu sebuah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami istri , namun sebelum kepergian nya presiden direktur menitipkan putrinya sekaligus semua harta warisan untuk nya pada Hans yang berstatus sebagai asisten pribadi .
Sebagai balas budi Hans menerima tanggungjawab itu mengingat jasa Pak Bobby yang sudah membesarkan dan menyekolahkan nya hingga bisa seperti sekarang.
" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.
" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya presiden direktur mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .
" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .
" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.
Tapi bagaimana jika gairah Hans muncul disaat gadis itu menginjak dewasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mul_yaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28 Memasuki fase dewasa
...........
Memasuki fase sebagai seorang wanita dewasa membuat Ayra perlahan mulai memikirkan siapa yang akan menjadi pasangan hidupnya kelak .
" Om Hans udah bolehin aku melihat hal-hal intim dan juga bilang kalau aku udah dewasa untuk menentukan pilihan ku sendiri , sepertinya tidak ada salahnya jika aku mulai memilih seorang pria yang akan menjadi kekasihku" ucap Ayra membuka room chat di sosmed milik nya.
" Sedari dulu Om selalu melarang aku melakukan hal-hal semacam itu karena itu bisa berdampak buruk pada mental dan pendidikan ku , tapi sekarang aku sudah cukup dewasa pasti Om nggak bakalan marah " kata Ayra yang tidak menyesali juga keputusan Hans melarangnya pacaran karena itu berdampak baik padanya sampai sekarang.
" Pokoknya aku harus cari kekasih dan buka hati untuk seseorang, Nggak lucu ya nanti aku suka Om Hans karena cuma dekat sama dia doang selama ini " ngeri Ayra yang amit-amit suka Om nya sendiri nanti apa kata dunia .
..........
Seminggu kemudian.
" Selamat pagi Om " sapa Ayra pada Hans yang sudah duduk dimeja makan menikmati segelas kopi di pagi hari .
" Ihhhhh, Om kok nggak jawab" rengek Ayra yang padahal sudah excited menyapa Hans penuh semangat
" Kamu kesiangan" kata Hans menunjuk jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 8 lewat .
" Hehehe, aku ketiduran lagi Om tadi udah bangun jam 5 kok " kekeh Ayra mengambil selembar roti dan mengolesinya dengan selai.
" Udah jangan mengoles terlalu banyak selai Om nggak suka " pernyataan Hans mengambil roti yang sudah selesai Ayra oles .
" Loh kok Om ambil sih itukan buat aku?" kata Ayra menatap Hans yang memakan roti itu .
" Mulai hari ini kamu yang bertanggung jawab untuk menyiapkan sarapan Om " pernyataan Hans yang membuat beberapa pelayan disekitar mereka saling tatap .
" Kenapa? Biasanya Om yang olesi roti buat aku ?kenapa sekarang sebaliknya?" tanya Ayra yang lebih suka diutamakan seperti biasanya.
" Ya karena itu, sekarang giliran kamu yang melayani Om balik , udah dewasa kan " kata Hans yang diangguki Ayra .
" Ooooo, balas budi ya Om " kata Ayra mengangguk dan dengan senang hati melayani Hans seperti yang dia lakukan pada Ayra dari kecil .
" No, Om nggak minta kamu balas budi tapi anggaplah menyiapkan kebutuhan pribadi Om sebagai bagian dari tanggungjawab" ucap Hans seolah sedang mengajari istrinya saja hingga beberapa pelayan mengulum senyum mendengarnya.
" Baik Om " kata Ayra yang merasa tidak ada salahnya juga kalau Hans ingin dia menyiapkan kebutuhan pribadi nya , toh dari Ayra kecil Hans sudah melakukan banyak hal untuk nya .
" Ooooh iya Om, nanti siang aku jalan-jalan keluar ya " izin Ayra karena bagaimanapun Hans seperti orang tua baginya .
Hans hanya mengangguk tanpa menanyai Ayra seperti biasanya " Tapi jangan pulang malam " hanya itu pesan Hans yang diangguki Ayra .
" Yaudah Om mau berangkat dulu " ucap Hans selesai sarapan.
" Iya , aku antar kedepan " kata Ayra berhenti sarapan.
" Kalau masih lapar sarapan aja Om bisa sendiri kok nggak perlu diantar " ucap Hans yang padahal benar-benar ingin Ayra mengantarnya kedepan layaknya seorang istri ketika suaminya akan berangkat kerja .
" Nggak apa-apalah Om, ayo " kata Ayra berjalan bersebelahan dengan Hans yang sedang merapikan dasinya sambil berjalan .
Sesampai didepan teras mobil Hans sudah siap dengan beberapa bodyguard yang juga sudah menunggu .
" Semangat kerjanya Om " kata Ayra bersalam .
" Kecup dulu pipi Om agar semangat " bisik Hans ketika dia mengecup kening Ayra .
Ayra berjinjit mengecup pipi kiri kanan Hans yang membuat pelayan dan bodyguard kaget melihat nya ketika Ayra mengecup pipi Hans .
" Om berangkat " kata Hans mengelus-elus kepala Ayra beberapa saat lalu pergi .
" Om sama bibi kenapa ekspresi nya gitu?" tanya Ayra begitu berbalik akan masuk kedalam heran melihat ekspresi orang-orang.
" Non kenapa kecup pak Hans?" pertanyaan pengasuh Ayra yang merasa ada yang janggal .
" Disuruh Om " jawab Ayra dengan polos nya .
" Daaaa, bik masuk dulu masih lapar " kata Ayra berlari masuk sementara pelayan dan beberapa bodyguard yang sudah puluhan tahun mengabdi kepada keluarga Ayra saling tatap dengan beberapa pertanyaan.
Semua orang yang tinggal dirumah ini juga tau Hans sangat menjaga dan menyayangi Ayra , tapi selama ini Hans tidak pernah menunjukkan sisi yang ganjal bahkan mereka menganggap lumrah saja Ayra berada dalam kamar berdua dengan Hans .
Namun sekarang mereka menjadi ragu melihat perubahan Hans !.
..........
Siang harinya setelah berdandan lama dan merasa dirinya cantik Ayra berangkat ke restoran tempat first date nya .
" Ihhhh, aku deg-degan banget ketemu Bara " batin Ayra berjalan dengan jantung berdebar kencang, ini adalah kali pertamanya dia berkencan dengan seseorang.
Bara adalah orang yang chat dengan Ayra selama seminggu ini dan akhirnya Ayra memutuskan untuk menyetujui pertemuan pertama mereka.
Ayra mengedarkan pandangannya diantara beberapa pengunjung resto sampai seseorang melambaikan tangan padanya .
" Selamat datang Ayra " sapa Bara menyambut Ayra dengan setangkai fresh flower pada first date mereka.
" Terimakasih" senyum lebar Ayra menerima mawar itu dan duduk berhadapan dengan Bara .
" Maaf ya aku telat dikit " kata Ayra pada Bara yang duduk terus menatapnya.
" Tidak apa-apa Ayra , Aku rela menunggu kamu berapapun waktunya bahkan aku tidak menyangka kamu benar-benar nyata " kata Bara mengagumi kecantikan Ayra yang benar-benar seperti putri kerajaan.
Selama ini dia selalu melihat Ayra dari sosmed sama bahkan serasa mimpi ketika Ayra membalas chat nya .
" Oooh iya , aku ada hadiah juga untuk kamu " kata Ayra juga memberikan Bara hadiah kecil pada pertemuan pertama mereka.
" Ini " kata Ayra memberikan yang membuat Bara langsung tersenyum melihat effort Ayra jarang sekali ada wanita seperti nya .
.............
Hans yang sedang berjalan bersama bodyguard nya untuk menghadiri meeting private direstoran ini menghentikan langkah nya ketika melihat sesuatu yang sangat dia kenali .
" Ubah tempat meeting nya di meja publik bukan VIP " perintah Hans berjalan cepat dan duduk tepat dimeja yang bersebelahan dengan Ayra yang sepertinya sedang ngedate bersama seorang pria.
" Om Hans " suara kecil Ayra melotot ketika Hans duduk dimeja sebelah tepat di belakang Bara duduk namun posisi nya menghadap pada Ayra .
" Kenapa?" kata Bara langsung menoleh kebelakang melihat perubahan ekspresi di wajah Ayra .
" Tidak apa-apa" kata Ayra yang langsung tenang begitu Hans tersenyum padanya .
Sepertinya Hans tidak marah, dia berada disini memang karena suatu urusan karena ada beberapa staf nya juga .
" Kamu memberikan aku apa?" tanya Bara yang jadi baper sendiri ketika mendapati wanita manis yang effort juga seperti Ayra .
" Bukalah semoga kamu suka " kata Ayra tersenyum pada Bara yang sepertinya senang sekali menerima hadiah itu meskipun hanya hadiah kecil.
wah ada baby Zoe, jangan bilang kecebong Hans itu 🤭🤭😆